Mirip Dinosaurus, Ini Dia Bunglon Jackson Si Tanduk Tiga

w

Bunglon, siapa sih yang tidak tahu tentang hewan yang satu ini? Hewan yang masuk dalam jenis reptil yang memiliki ciri khas dapat merubah warna kulitnya untuk beradaptasi dan melindungi diri dari predator lain. Dari sekian banyak jenis bunglon yang ada di dunia, bunglon yang satu ini tidak boleh kamu lewatkan. Bunglon unik yang memiliki tanduk seperti dinosaurus Triceratops ini bernama Bunglon Jackson.

Bunglon Jackson atau nama latinnya Chamaeleo jacksonii merupakan salah satu spesies bunglon yang berasal dari wilayah pegunungan dan hutan tropis yang berada di Afrika Timur, tepatnya di daerah Kenya dan Tanzania. Bunglon ini memiliki 3 subspesies yang diakui yaitu CJ. Jacksonii, CJ. Merumontanus dan CJ. Zantholophus.

Bunglon ini ukuran panjangnya bermacam macam dari sekitar 9 hingga 13 inci termasuk ekor. Bunglon jantan cenderung memiliki tubuh lebih besar dari pada bunglon betina dari sub spesies yang sama. Apalagi yang menarik dari bunglon yang satu ini? Yuk kita simak ulasan di bawah ini :

PEMBURU SERANGGA YANG JAGO BERUBAH WARNA

e

Layaknya bunglon lainnya, bunglon Jackson juga bisa merubah warna kulitnya dimana kemampuan tersebut sangat membantunya untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Lebih lanjut, untuk membantunya semakin sulit terlihat oleh predator lain yang mencakup ular & burung pemangsa.

Bunglon Jackson juga akan diam atau membatasi gerakannya sehingga sepintas tidak ada bedanya dengan ranting atau dahan pohon. Kemampuan bunglon tersebut tidak lepas dari keberadaan sel kromatofor (chromatophore) pada kulitnya yang bisa merubah warnanya sebagai respon bunglon terhadap kondisi sekitarnya.

Berbeda dengan anggapan umum yang menyatakan bahwa bunglon merubah warna kulitnya untuk kepentingan penyamaran semata, bunglon sebenarnya merubah warna karena faktor lingkungan & emosinya. Sebagai contoh, bunglon akan menampilkan warna yang cenderung gelap ketika sedang marah dan berwarna-warni ketika musim kawin tiba.

Faktor lingkungan semisal sinar matahari juga mempengaruhi pewarnaan bunglon di mana ketika terkena sinar matahari, warna kulitnya akan berubah jadi gelap. Namun ketika kulitnya terkena bayangan dari benda yang menghalangi sinar matahari, bayangan benda tersebut akan “tercetak” di kulitnya menjadi pola atau bentuk yang warnanya lebih pucat.

d

Sama halnya juga seperti bunglon-bunglon lain pada umumnya, Bunglon Jackson juga termasuk ke dalam golongan Insectivora, yaitu pemakan serangga. Saat mencari makan, bunglon Jackson biasanya akan bergerak perlahan-lahan di pucuk pepohonan atau malah tidak akan bergerak sama sekali sehingga mangsanya jadi sangat sulit untuk menyadari kehadiran sang bunglon.

Ketika melacak posisi mangsanya, mata dari bunglon Jackson biasanya akan bergerak sendiri-sendiri di mana kelopaknya bisa berputar hingga 180 derajat. Namun ketika sudah menemukan posisi mangsanya, matanya tersebut akan menatap ke arah yang sama untuk membantunya fokus pada sasarannya. Begitu sudah “mengunci” posisi sasarannya, bunglon Jackson secara mendadak akan menjulurkan lidahnya yang panjangnya 1,5 kali panjang tubuhnya dengan sangat cepat ke arah sasarannya.

Bila mangsanya sudah tertangkap di ujung lidah bunglon yang lengket, lidah tersebut kemudian akan ditarik kembali ke dalam mulut dan mangsanya kemudian akan dikunyah. Untuk minum sendiri, bunglon Jackson mendapatkan air yang dibutuhkannya dari tetesan embun di pucuk pepohonan.

SIKLUS KEHIDUPAN SANG TRICERATOPS MINI

f

Bunglon Jackson termasuk sebagai golongan hewan soliter atau hewan penyendiri dimana masing-masing pejantan biasanya memiliki wilayah kekuasaannya sendiri-sendiri. Bila ada seekor bunglon jantan yang datang dan memasuki wilayah pejantan lainnya, keduanya akan saling mengancam satu sama lain dengan cara mengubah warnanya menjadi lebih berwarna-warni dan menggembungkan tubuhnya sehingga terlihat lebih besar.

Bila masing-masing bunglon tidak ada yang mau mengalah, keduanya lalu akan bertarung dengan cara mendorong satu sama lain dengan memakai tanduk di kepalanya. Bunglon yang tidak bisa meneruskan pertarungan biasanya akan mundur dan kemudian meninggalkan wilayah tersebut.

v

Semua bunglon Jackson jantan memiliki 3 tanduk di atas kepalanya, sementara bunglon betina tanduknya lebih kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal yang unik adalah ketika musim kawin tiba, pejantan akan menarik perhatian betina dengan cara melakukan “ritual kawin” yang posenya mirip dengan perilaku saling ancam antar pejantan, yaitu menggembungkan dirinya & mengubah warnanya menjadi lebih berwarna-warni.

Bila betina tidak ingin kawin dengan pejantan yang bersangkutan, betina akan melakukan pose “ritual kawin” balasan. Namun bila betina menerima ajakan kawin pejantan, betina akan melakukan pose “ritual kawin” balasan yang lebih lemah atau malah diam saja, dengan kata lain sang betina akan pasrah dan mengambil posisi untuk kawin.

Bunglon Jackson bukanlah termasuk hewan yang “setia” yang berarti seekor bunglon umumnya tidak akan pernah kawin dengan hanya satu pasangan. Bila bunglon jantan bisa kawin dengan beberapa betina berbeda di wilayah kekuasaannya, bunglon betina bisa kawin beberapa kali dengan beberapa pejantan yang berbeda.

Bunglon Jackson adalah hewan ovovivipar yang berarti mereka bertelur, namun telur tersebut akan disimpan dalam tubuhnya lebih dulu selama beberapa lama & baru dikeluarkan ketika anakan sudah menetas. Selama periode menyimpan telur inilah, bunglon Jackson betina sepintas terlihat seperti hewan mamalia yang sedang hamil.

Periode “kehamilan” bunglon Jackson betina mencapai 190 hari atau sekitar 6 bulan. Setelah itu, anakan akan “dilahirkan” oleh bunglon betina di atas dahan pohon di mana anakan yang baru keluar masih diselubungi oleh selaput telur, namun selaput tersebut tak lama kemudian akan pecah oleh gerakan sang anak bunglon sendiri.

Anakan yang baru lahir biasanya ukurannya mencapai 5,5 cm & memiliki berat 6 gram. Seekor anakan bunglon Jackson diketahui mencapai kematangan seksual ketika berusia 9-10 bulan, memiliki panjang maksimal 35 cm, & bisa hidup hingga usia 10 tahun dan merupakan yang terlama dibandingkan bunglon-bunglon lainnya.

Nah gimana, unik kan bunglon yang satu ini? Bahkan karena keunikannya itu, Bunglon Jackson juga banyak dijadikan hewan peliharaan, yang sudah jelas tidak akan di dapat dengan harga murah. Bagi kamu yang ingin memelihara bunglon ini, sebaiknya pelajari dulu lebih lengkap agar tidak salah dalam pemeliharaannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu ya, terima kasih sudah membaca.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *