Whip Shark, Hiu Pemangsa Dengan Ekor Uniknya

111

Siapa yang tidak tahu tentang pemangsa dari laut yang satu ini? Ya, apalagi kalau bukan hiu. Hiu merupakan salah satu predator paling buas yang ada di lautan. Dengan gigi-gigi yang sangat tajam yang mampu merobek daging dari mangsa-mangsanya merupakan ciri khas yang paling menonjol dari hiu.

Kebanyakan orang jika berbicara tentang hiu, pasti selalu langsung membayangkan hiu yang bertubuh besar dan bergerak dengan sangat agresif untuk menyantap mangsanya. Namun pernahkah kamu melihat atau tahukah kamu kalau ada satu spesies hiu yang unik, yang memiliki ekor yang sangat panjang yang berfungsi sebagai cambuk? Hiu ini dinamakan Whip Shark (hiu cambuk) atau biasa dikenal dengan nama hiu rubah.

Hiu rubah adalah sebuah spesies hiu yang mendiami perairan tropis dan perairan beriklim sedang di seluruh dunia. Yang khas dari spesies hiu ini adalah ekornya yang panjang, dan mampu digunakan untuk menebas dan mengejutkan mangsanya. Bobot rata-rata hiu rubah laut adalah sekitar 348 kg, dan dapat mencapai bobot 500 kg. Panjang hiu tersebut berkisar 1,6 hingga 6m, dengan panjang rata-rata sekitar 2,74m.

Hiu Rubah, Pemangsa Yang Menggunakan Cambuk

222

Layaknya kebanyakan hiu, hiu rubah adalah hewan karnivora di mana makanannya mencakup ikan-ikan kecil yang berenang dalam kelompok besar semisal makarel, tenggiri, dan sarden. Selain ikan-ikan laut, hiu rubah juga diketahui mau memakan cumi-cumi dan hewan-hewan penghuni dasar laut seperti gurita dan Crustacea. Dalam kasus yang amat jarang, hiu rubah juga dilaporkan mau memakan burung laut yang berenang di permukaan.

Bicara soal makanan hiu rubah, akan lebih menarik bila kita melihat cara berburunya. Saat berburu, hiu rubah biasanya akan berenang cepat untuk mengejar dan menerjang mangsanya. Ketika mangsanya berkelit dan berusaha melarikan diri, hiu rubah akan menggunakan ekor bagian atasnya yang panjang dan lentur untuk memukul mangsanya hingga pingsan. Hal berikutnya yang perlu dilakukan oleh hiu rubah adalah mendekati mangsanya yang pingsan dan kemudian memakannya. Karena cara berburunya inilah, hiu rubah kerap dijuluki dengan nama hiu pemukul, hiu penggelepar (thresher shark), atau hiu berekor cambuk (whip-tailed shark).

Hiu rubah tidak hanya bisa berburu sendirian. Dalam waktu-waktu tertentu, 2 ekor hiu rubah atau lebih bisa berburu bersama-sama di mana mereka akan berenang melingkari kawanan ikan mangsanya sambil menggelepar-geleparkan ekornya untuk membuat gelombang kecil dan menakut-nakut-nakuti ikan mangsanya agar tidak mencoba menerobos kabur.

Saat berenang, pola lingkaran yang dibuat oleh hiu rubah makin lama akan makin mengecil hingga pada akhirnya, kawanan hiu rubah tersebut secara mendadak akan memukulkan ekornya ke kawanan ikan tersebut. Dengan cara ini, hiu rubah bisa berburu secara lebih efisien ketimbang saat berburu sendiri.

“Rubah” Yang Bertelur Dan Melahirkan

7

 

Hiu rubah adalah hiu ovovivipar yang berarti mereka bertelur, namun telur-telur mereka tetap disimpan dalam tubuh induknya hingga akhirnya menetas di dalam dan keluar dari tubuh induknya dalam wujud sudah menjadi bayi hiu.

Saat berada di dalam perut induknya, bayi hiu rubah akan mengandalkan persediaan makanan dari kuning telurnya. Periode “kehamilan” alias periode saat bayi hiu berada dalam perut induknya sendiri berlangsung kurang lebih selama sekitar 9 bulan di mana sekali melahirkan, seekor hiu rubah bisa menghasilkan antara 2-7 ekor anakan.

Anakan hiu rubah yang baru dikeluarkan dari tubuh induknya sendiri ukurannya bervariasi karena bergantung dari ukuran induknya juga, namun rata-rata anakan hiu rubah memiliki ukuran antara 1,1 – 1,6 m dan berat antara 5 – 6 kg.

Anakan tersebut selanjutnya akan terus tumbuh di mana pejantan diketahui mencapai fase kematangan seksual pada usia 5 tahun, sementara betina 7 tahun. Seekor hiu rubah diketahui memiliki ukuran panjang maksimal 6,1 m – termasuk ekor bagian atasnya yang bisa mencapai panjang sekitar 3 m.

Si Ekor Cambuk Ini Sekarang Terancam Punah

55

Hiu rubah bukanlah hewan yang berbahaya bagi manusia karena ukuran gigi-giginya yang relatif kecil dan sifatnya yang tidak agresif terhadap penyelam. Meskipun demikian, para penyelam yang ingin mendekati hiu ini juga harus berhati-hati karena kulit dari hiu rubah yang berduri-duri kecil dan sabetan ekornya yang disebut-sebut cukup kuat untuk mematahkan tulang.

Selebihnya, hiu rubah juga bisa melawan dengan sangat gigih bila tertangkap dalam alat pancing atau jaring manusia. Karena alasan yang sama, hiu rubah kerap diburu oleh para pecinta olahraga memancing yang menganggap hiu rubah sebagai tantangan tersendiri untuk dipancing.

Bicara soal memancing, hiu rubah merupakan salah satu hiu yang banyak ditangkap oleh nelayan di seluruh dunia. Hampir seluruh bagian dari hiu ini bernilai tinggi. Dagingnya bisa dijadikan makanan, siripnya adalah makanan lezat yang berharga mahal, kulitnya bisa diolah menjadi barang-barang semisal tas kulit, dan minyak hatinya merupakan sumber vitamin.

Di lain pihak, aktivitas penangkapan ikan komersial yang kelewat batas dan kurangnya pengawasan menyebabkan populasi hiu ini merosot tajam. Hal tersebut semakin diperparah oleh fakta bahwa hiu rubah bukanlah hewan yang suka bermigrasi sehingga penangkapan kelewat batas di suatu wilayah berpotensi memusnahkan populasinya di wilayah tersebut dengan cepat.

Beberapa upaya sudah dilakukan untuk memulihkan populasi hiu rubah di alam liar. Di daerah perairan California misalnya, aktivitas penangkapan hiu rubah sudah dilarang. Upaya lainnya yang sudah dilakukan adalah penetapan batas maksimal jumlah hiu rubah yang boleh dipancing.

Selebihnya, halangan terbesar menyoal upaya pelestarian hiu rubah adalah minimnya data mengenai jumlah hiu rubah yang ditangkap di perairan-perairan seluruh dunia. Hal yang sedikit melegakan adalah hiu rubah diketahui bisa memulihkan populasinya dengan cepat, khususnya di wilayah-wilayah yang sudah melarang penangkapan hiu ini.

Sayang sekali ya hiu unik yang satu ini harus menjadi salah satu spesies yang terancam punah. Semoga saja pelestarian dari hiu rubah ini bisa terealisasikan supaya anak cucu kita kelak juga mengetahui tentang hiu unik yang satu ini. Demikian artikel tentang whip shark ini, semoga bisa menambah wawasan kamu ya. Terima kasih duah membaca.

Related posts