Yuk Intip Bagaimana Sejarah Perkembangan Dan Proses Pembuatan Anime

qqq

Pada artikel yang ada sebelumnya, kita sudah sama-sama membahas tentang manga, yaitu komik yang berasal dari Jepang yang latar belakang ceritanya bisa dibilang berbeda dengan komik-komik kebanyakan. Dan pada artikel kali ini, kita masih akan membahas hal yang berkaitan dengan Jepang dan Manga. Ya, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai anime.

Anime sendiri bisa dibilang juga merupakan suatu hiburan yang mana dikemas dengan bentuk animasi yang berdasarkan cerita yang diangkat dari manga. Anime sampai sekarang masih banyak memiliki peminat di seluruh dunia dan terus berkembang dengan cerita dan juga grafis yang semakin menarik pula.

Namun sayang, sekarang ini anime sudah jarang sekali kita lihat penayangannya pada saluran televisi yang ada di Indonesia. Hal tersebut terjadi karena kebanyakan anime yang ada banyak mengandung unsur kekerasan pada anime action. Namun, hal tersebut masih bisa kita singkirkan karena kita masih bisa menikmati anime yang bisa kita tonton via streaming di internet.

Berbicara mengenai anime, kamu sudah tahu belum bagaimana sejarah perkembangan serta proses pembuatannya? Nah daripada penasaran, yuk langsung saja kita simak pembahasannya berikut ini.

Pengertian Anime

7

Anime merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut film-film animasi atau kartun yang berasal dari Jepang. Untuk kata anime sendiri sebenarnya berasal dari kata animation. Animation dalam bahasa Jepang dibaca dengan kata animeshon yang kemudian disingkat menjadi Anime. Dan sampai sekarang kata anime masih terus dipakai sebagai tanda untuk membedakan animasi yang berasal dari Jepang dengan animasi yang lainnya.

Anime adalah sebuah animasi Jepang yang biasanya memiliki ciri-ciri dengan penggambaran karakter yang pada dasarnya terinspirasi dari manga atau komik Jepang. Dan biasanya juga, jalan cerita yang ada di dalam anime juga diangkat berdasarkan yang ada di dalam manga yang menjadi sumber dari anime itu sendiri.

Anime dan juga manga memiliki peminat yang bisa dibilang sangat besar di dunia. Biasanya, anime akan ditayangkan melalui stasiun televisi ataupun melalui layanan streaming yang ada di internet. Anime terlihat memiliki ciri khas penggambaran yang unik khususnya pada bentuk mata yang digambarkan lebih besar dari gambaran mata pada umumnya, karena banyak yang menganggap mata yang besar akan terlihat terlihat lebih ‘cute’ ataupun imut, di Jepang sendiri hal seperti itu biasa disebut dengan “moe”.

Anime sendiri memiliki teknik dan jenis yang beragam karena sejatinya merupakan karya animasi itu sendiri. Terdapat juga banyak genre anime mulai dari action, fantasy, slice of life, comedy, mecha, romance, sport, horor dan lain-lain. Anime pun mengandung beberapa unsur dalam film atau karya animasi lain, mulai dari plot, alur cerita, konsep, karakter, sinematografi dan lain-lain.

Diketahui tidak sedikit orang yang berminat dan bahkan sudah pergi ke Jepang hanya untuk belajar mengenai pembuatan anime (dan manga tentunya) karena merasa tertarik setelah melihat berbagai anime yang telah menyebar ke berbagai penjuru dunia di berbagai benua. Saat ini juga telah ada beberapa pihak yang membuat hasil karya yang serupa atau bahkan mungkin meniru ciri khas anime, misalnya saja Korea dan beberapa negara Asia lainnya.

Saat ini tercatat lebih dari 400 studio anime yang ada di Jepang. Sejumlah studio anime terbaik antara lain adalah Studio Ghibli, Toei Animation, Madhouse Inc dan Sunrise. Anime menggunakan bahasa Jepang, namun juga kerap diterjemahkan ke bahasa lain seperti bahasa Inggris atau banyak juga yang beredar dengan subtitle.

Sejarah Perkembangan Anime

pp

Animasi sendiri sejatinya mulai ada di dunia pada permulaan abad ke-20, yaitu pada saat para pembuat film melakukan sebuah eksperimen tentang teknik animasi yang sudah ada di Amerika Serikat, Prancis, Jerman dan juga Russia. Sejarah karya animasi di Jepang sendiri diawali dengan dilakukannya First Experiments in Animation yang dikerjakan oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro pada tahun 1913 dan kemudian diikuti dengan film pendek yang merupakan hasil karya karya Oten Shimokawa yang merupakan Anime pertama. Anime ini berjudul Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki, Anime ini sendiri dibuat dan selesai pada tahun 1917, Anime ini hanya berlangsung selama 5 menit dan sampai sekarang Anime itu tidak dipakai lagi.

Pada sekitaran era tahun 1930an, film animasi sempat digunakan sebagai sebuah media propaganda yang dilakukan untuk pemerintahan. Chikara to Onna no Yo no Naka menjadi film animasi pertama dengan suara yang dibuat oleh Masaoka pada tahun 1933. Industri anime sendiri pun makin kian berkembang, hal tersebut dibuktikan dengan film animasi layar lebar pertama berdurasi panjang yang berjudul Momotaro’s Divine Sea Warriors yang tayang pada tahun 1944. Pengaruh dari kesuksesan film animasi barat produksi Walt Disney juga ikut serta mendorong perkembangan anime Jepang.

Lalu pada tahun 1960 merupakan tahun dimana untuk pertama kalinya anime ditayangkan di televisi dengan judul Three Tales, sedangkan film seri anime yang pertama adalah Otogi Manga Calendar yang tayang antara tahun 1961 sampai dengan tahun 1964. Anime pertama yang mencapai popularitas besar adalah anime legendaris yang bercerita tentang bocah robot yang berjudul Astro Boy di tahun 1963. Mulai populernya manga juga membuat dunia anime semakin berkembang, karena banyak manga yang diadaptasi menjadi anime atau kartun. Osamu Tezuka selaku mangaka yang menjadi pionir atas terciptanya Astro Boy menjadi salah satu tokoh manga berpengaruh.

Kemudian pada era tahun 1980an, banyak bermunculan anime dengan genre atau aliran cerita yang mengusung tentang mecha (tentang robot) seperti contohnya yang terkenal yaitu Gundam dan The Super Dimension Fortress Macross. Anime populer yang lainnya seperti Dragon Ball atau Captain Tsubasa juga menjadi beberapa contoh anime klasik yang terkenal, belum lagi adanya kemunculan anime Doraemon. Lalu pada tahun 2002, Spirited Away yang dibuat oleh Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli menjadi film animasi terbaik dalam ajang Academy Awards dan membuat istilah anime kian populer di seluruh dunia.

Di era modern sekarang ini, industri anime sendiri bisa dibilang semakin berkembang dengan pesat. Bahkan ada ratusan judul anime yang dirilis setiap tahunnya oleh berbagai studio anime yang ada di Jepang. Profesi sebagai dubber atau pengisi suara karakter anime pun kian menjadi salah satu profesi yang menjanjikan, dimana popularitas dubber anime sudah hampir setara dengan artis. Selain itu, lagu soundtrack anime juga banyak yang terkenal. Banyak seri anime yang ditayangkan di luar negeri, termasuk juga yang ditayangkan Indonesia.

Sejarah Perkembangan Anime Di Indonesia

l

Anime untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia adalah sekitar awal tahun 1980-an yang mana pada masa tersebut anime hadir dalam bentuk format video kaset. Lalu pada tahun-tahun selanjutnya perjalanan anime mengalami pasang surut dan bahkan sempat vakum seiring dengan berakhirnya era mesin video Beta pada akhir tahun 1980-an. Sedangkan stasiun televisi lebih banyak memberikan jam tayangnya untuk animasi buatan Amerika atau Eropa yang dianggap lebih mudah memperoleh popularitas. Anime kemudian tidak lagi dianggap sebagai suatu trend sehingga sedikit demi sedikit anime sudah mulai ditinggalkan.

Anime yang masuk di Indonesia yang pertama adalah judul-judul anime yang cukup populer dan dibuat di Jepang pada era 1970-an, yaitu anime dengan genre science fiction yang banyak menampilkan cerita dengan genre atau aliran mecha Super Robot, seperti Voltus V, God Sigma, Captain Giking, Getta Robo, atau Star Blazers. Selain genre science fiction, di Indonesia juga terdapat anime dengan genre komedi seperti Doraemon, genre Magical Girls seperti Lulu The Flower Angel, atau genre drama romance seperti Candy-Candy dan lain sebagainya.

TVRI yang sejatinya merupakan satu-satunya stasiun televisi yang ada di Indonesia pada masa itu juga ikut berperan dengan menayangkan anime. Dimulai dengan ditayangkannya anime Kum-Kum (Wanpaku Omukasi Kum kun), sejak saat itu secara perlahan tapi pasti animo masyarakat terhadap anime mulai tumbuh dan berkembang.

Anime pun kemudian mulai kembali eksis di Indonesia pada awal tahun 1990-an, yaitu seiring dengan munculnya stasiun-stasiun televisi baru di Indonesia seperti RCTI yang kemudian disusul dengan hadirnya SCTV dan Indosiar. Stasiun-stasiun TV tersebut mulai gencar menayangkan sejumlah judul anime yang kemudian menjadi hits atau populer terutama oleh target pemirsa pada rentang usia anak-anak, diantaranya seperti Doraemon, Saint Seiya, Sailor Moon, Magic Girls, Magic Knight Rayearth, Born to Cook, Dragon Ball, Shulato dan masih banyak judul lainnya yang pernah ditayangkan oleh stasiun televisi sehingga secara tidak langsung mendukung perkembangan anime di Indonesia.

Pada masa sekarang ini, telah banyak terjadi perdebatan mengenai penayangan anime yang ada di Indonesia. Lembaga sensor yang ada di Indonesia tidak membenarkan untuk menayangkan anime yang mengandung unsur kekerasan. Karena hal tersebut, anime untuk sekarang ini sudah jarang tampil di pertelevisian Indonesia.

Perbedaan Anime Dengan Kartun

kk

Banyak para otaku yang sering mengatakan kalau animasi/kartun itu sangat berbeda dengan yang namanya anime. Sebenarnya apa sih yang membedakan anime dengan kartun? Sebenarnya, terdapat beberapa hal yang membedakan anime dengan kartun pada umumnya, yaitu :

  • Perbedaan Pada Penggambaran Karakter

Perbedaan utama yang umumnya sangat mencolok antara anime dan kartun adalah pada penggambaran karakter secara umum dari keduanya. Di dalam anime, penggambaran karakter biasanya menunjukkan penggambaran fisik yang seperti realistis, lebih mendekati kenyataan daripada kartun. Penggambaran wajahnya pun dibuat dengan berbagai ekspresi, dan memiliki variasi. Kebanyakan karakter-karakter di anime berwajah imut, manis, tampan, cantik, dan sebagainya yang menjadi ciri khas utama.

Untuk kartun sendiri secara jelas memiliki penggambaran karater yang tidak sebanding dengan seluruh tubuh dan bisa dibilang jauh dari kenyataan. Sebagai contoh, dalam kartun biasanya jari mereka hanya berjumlah empat, ukuran leher yang terlalu kecil dibanding dengan ukuran kepala, bentuk kepala yang tidak biasa, atau tubuh dan kepala yang menyatu serta tangan kecil dan kaki yang kecil.

Meski secara umum penggambaran dari anime dan kartun jelas sekali berbeda, tetapi ada juga kartun yang penggambaran karakternya sesuai dengan penggambaran karater anime, dimana memiliki penggambaran fisik seperti realistis dan tidak seperti kartun pada umumnya. Contohnya kita bisa melihat pada kartun The Legend of Aang dan sequelnya The Legend of Korra dan kartun-kartu superhero dari Marvel ataupun DC. Sedangkan untuk anime yang mendekati penggambaran kartun adalah Crayon Shinchan atau Kirby.

  • Perbedaan Pada Alur Cerita

Secara umum, alur cerita pada anime lebih berkonsentrasi pada kejadian-kejadian yang ada di dalam kehidupan dan berhubungan dengan emosi yang ada pada manusia, termasuk kekerasan dan juga seksualitas. Sedangkan untuk alur cerita yang ada pada kartun lebih simpel, dimana tujuan kartun adalah membuat orang tertawa dan mengandung konten yang bersifat jenaka.

Alur cerita yang ada di dalam anime terkesan cenderung lebih rumit, di mana penonton seperti diharuskan untuk menonton kelanjutan ceritanya karena penasaran dengan apa yang akan terjadi. Untuk kartun sendiri tidak ada alur khusus, dimana cerita selesai dalam satu episode, dan biasanya dalam satu episode ada satu sampai tiga bagian. Seperti misalnya pada kartun Spongebob Squarepants yang mana di dalam satu episode ada beberapa judul atau bagian ceritanya.

  • Perbedaan Pada Asal Negara

Kalau untuk perbedaan yang ini pastinya kita semua sudah pada tahu, untuk anime kita tahu berasal dari Jepang dan kartun berasal dari Amerika Serikat. Jika kita merujuk pada koloni penggemar, komunitas, dan berbagai forum di dunia (kecuali Jepang), anime adalah sebutan khusus untuk animasi yang berasal dari Jepang. Tetapi jika merujuk pada negara asal anime itu sendiri (Jepang), anime merupakan sebutan umum untuk semua animasi dan kartun baik dari Jepang maupun luar Jepang.

Proses Pembuatan Anime

lo

Mungkin dari kita banyak yang penasaran dan bertanya-tanya, bagaimana sih proses dalam pembuatan anime itu. Sebenarnya proses pembuatan anime itu sama dengan pembuatan animasi pada umumnya yang melalui beberapa tahap sebelum akhirnya menjadi sebuah animasi penuh. Apa saja tahap-tahap prosesnya? Silahkan simak di bawah ini :

Planning

Tahap pertama dalam pembuatan anime adalah adanya planning atau perencanaan. Perencanaan pastinya merupakan suatu kerangka terpenting yang ada dalam proses membuat sesuatu, hal ini tidak hanya merujuk pada anime. Namun dalam hal ini, perencanaan kira-kira meliputi tentang hal anime apa yang akan dibuat, bagaimana garis besar ceritanya, teknis, design karakter dan pembagian staff.

Skenario

Setelah adanya perencanaan yang cukup matang dan juga telah disetujui oleh semua pihak terutama (jika cerita tersebut berupa adaptasi) dari pihak pengarang cerita asli, maka dimulailah proses pembuatan dan pengembangan cerita. Detil tokoh yang akan berperanpun dijelaskan pada tahap ini.

Storyboard

Untuk kalian yang belum tahu apa yang dimaksud dengan storyboard, pengertian storyboard adalah pengembangan lebih lanjut dari bagian skenario. Jika skenario adalah penjelasan cerita yang berupa teks, maka storyboard adalah paparan yang lebih mendetil. Dalam storyboard sendiri terdapat gambaran kasar akan bagaimana kelihatannya pada scene tertentu, dan (biasanya) ditulis di kolom sampingnya tentang detail scene tersebut mulai dari angle kamera, tata cahaya, dialog, adegan, timing scene, dan detil lainnya agar tim produksi mengerti sepenuhnya detail cerita dan karakter yang akan dibuat.

Menggambar

Di dalam tahap menggambar ini dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu pembuatan lay out, gambar kunci, dan animasi in between.

  • Dalam proses lay out, orang yang bertanggung jawab membuatnya akan banyak memikirkan bagaimana alur gerakan karakter dalam setiap adegan atau detail latar dan masih banyak hal yang lain terkait proses perfilman.
  • Setelah itu , mulai dibuat gambar-gambar kunci. Orang yang bertanggung jawab dalam tahap ini harus menentukan pada titik-titik mana saja pergerakan karakter terjadi.
  • Proses ini kemudian dilanjutkan dengan gambar in-between yang mengisi gambar kunci tersebut. Hasilnya, gambar itu sepenuhnya bergerak.

Mewarnai

Setelah melakukan proses menggambar, lalu akan masuk ke tahap pewarnaan. Dulu proses pewarnaan dilakukan menggunakan cat dan kuas di atas sel-sel yang telah disiapkan. Tapi sekarang, karena gambar di scan dalam komputer, pewarnaannya pun bisa dilakukan dengan cara digital. Pewarnaan ini penting untuk memberikan nuansa dan efek pada animasi tersebut.

Filming

Tahap filming ini bermaksud untuk menyatukan dan merekam seluruh gambar yang sudah disiapkan. Pada proses ini gambar-gambar yang sudah ada dibuat bergerak dan ditambahkan visual efek jika diperlukan. Dulu, animasi tercipta dari hasil memotret frame satu ke frame yang lain. Tapi sekarang sepenuhnya sudah dilakukan dengan menggunakan komputer.

Dubbing

Proses yang terakhir ialah tahap dubbing atau penambahan suara. Hal ini dimaksudkan agar anime yang sudah dibuat terdapat suara pada tiap karakter yang ada sehingga para penonton jadi mengerti apa yang ada di dalam pembicaraan. Tidak seperti pada manga yang mana kita diharuskan membaca obrolannya.

Itulah penjelasan mengenai anime mulai dari pengertian, sejarah perkembangan, serta bagaimana tahap-tahap proses dalam pembuatan anime. Tapi, sebagai bangsa Indonesia, ada baiknya kita juga menyukai animasi yang berasal dari negara kita ini, seperti contohnya saja animasi si Kiko yang sekarang sudah mendunia. Semoga ulasan pada artikel ini bisa menambah wawasan kita semua ya. Terima kasih sudah membaca.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *