Mie Ramen, Makanan Terkenal Jepang Yang Ternyata Berasal Dari China

1

Pastinya kita sudah tidak asing lagi dengan salah satu karakter yang sangat terkenal bernama Naruto kan? Ya, karakter yang berprofesi sebagai ninja ini merupakan salah satu karakter anime yang paling populer di dunia. Naruto adalah seorang ninja cilik yang sangat bercita-cita ingin menjadi hokage yang hebat. Tentunya kita juga sudah tahu kalau Naruto ini sangat menyukai Mie Ramen sebagai makanan favoritnya.

Nah berbicara mengenai mie ramen, apakah diantara kamu sudah ada yang pernah memakannya atau bahkan belum pernah sama sekali? Mie Ramen yang memiliki rasa super nikmat ini adalah salah satu makanan yang sangat direkomendasikan untuk kamu apalagi kalau kamu memang pecinta mie.

Soal mie ramen nih, kamu sudah tahu belum bagaimana asal usul bahkan manfaat dari mie ramen ini? Atau jangan-jangan kamu hanya menikmati saja tanpa tahu bagaimana perjalanan mie ramen sampai bisa seperti sekarang ini? Untuk itu, pada artikel kali ini saya akan memberikan ulasan mengenai mie ramen. Yuk, kita simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Mi Ramen

2

Ramen adalah salah satu olahan makanan khas negara Jepang yang terbuat dari bahan dasar berupa mie yang berkuah. Ciri khas dari ramen adalah bentuk mienya yang tipis dan juga berwana kuning. Sepintas jika dilihat, mie yang digunakan dalam ramen mirip dengan kebanyakan mie instan yang ada di Indonesia, namun jika lebih diperhatikan lagi dengan seksama, mie ramen memiliki diameter yang lebih kecil dibandingkan mie instan pada umumnya. Mie tersebut kemudian dimasukan kedalam sebuah mangkuk yang berisi kuah yang terbuat dari berbagai jenis kaldu.

Perlu untuk sama-sama kita ketahui, sebenarnya ramen adalah makanan yang berasal dari negara China, karena hal itulah mengapa di dalam ramen digunakan Chasiu (daging babi panggang merah) disebut juga daging barbekyu manis atau danging barbekyu china. Namun seiring dengan perkembangannya daging babi ini dapat di gantikan dengan daging yang lainnya seperti daging ayam atau sapi. Di Jepang saat ini Ramen adalah makanan yang populer sampai bahkan disebut sebagai makanan masyarakat.

Sampai saat ini bahkan belum banyak orang yang menyadari kalau mie ramen aslinya adalah makanan yang berasal dari Cina. Namun telah berkembang sebuah teori yang mengatakan bahwa kata “Ramen” yang diucapkan oleh orang Jepang berasal dari kata Cina yaitu “lamian”. Dalam proses pembuatannya, ramen mengandalkan kekuatan tangan. Gerakan tangan selama pembuatan mie ramen inilah yang menjadi kunci kenikmatannya.

Selain terkenal karena negara asalnya, mi ramen juga memiliki beberapa manfaat bagi tubuh. Pasalnya dalam menghidangkan mi ramen banyak ditambahi pelengkap bahan-bahan yang aman bagi kesehatan. Misalnya saja, kuah ayam yang banyak mengandung protein. Protein ini bagus untuk pertumbuhan tubuh. Selain banyak manfaat, ayam juga memiliki harga yang sangat terjangkau di kantong. Ada ayam, ada pula bawang yang memiliki segudang manfaat. Bawang putih banyak mengandung senyawa alil. Senyawa tersebut berguna untuk melawan oenyakit degeneratif dan memproses pertumbuhan sel-sel yang baru dalam tubuh.

Asal Usul Mie Ramen

p

Sejarah awal ramen ini bermula ketika pada tahun 1910, saat itu ada dua orang koki yang berasal dari Cina di restoran Rairaken, Tokyo yang memperkenalkan makanan baru yang berupa mie dengan kuah kaldu yang mereka beri nama Shina Shoba (Mie China). Tokugawa Mitsukuni (mito komon) merupakan orang Jepang yang pertamakali memakan ramen.

Masakan mie kuah ala Cina pertama kali dihidangkan untuk Tokugawa Mitsukuni. Pembuatnya adalah seorang ilmuwan Konghucu dalam pengasingan dari Dinasti Ming yang diundang untuk datang ke Domain Mito.Bahkan etimologi dari kata ramen merupakan topik dari sebuah perdebatan. Konon ramen baru bisa dinikmati rakyat banyak pada zaman Meiji setelah ramen masuk dalam menu restoran-restoran di kawasan permukiman penduduk Tionghoa kota Kobe dan Yokohama. Penjelasan lain mengatakan bahwa ramen yang dikenal di Jepang sekarang ini berasal dari Shio Ramen yang diperkenalkan di Hokkaido pada zaman Taisho.

Penyebaran mie kuah di Jepang sendiri secara garis besar terdiri dari dua aliran, yaitu :

  1. Aliran mie kuah yang terdapat dalam menu restoran yang dimiliki imigran dari Tiongkok, misalnya mie kuah dengan tauge, mie kuah tanpa lauk (tanmen), mie pangsit kuah, atau mie ala Kanton. Ramen dengan rasa miso atau rasa shio juga banyak dicantumkan dalam menu. Pada umumnya masakan mie yang dihidangkan restoran-restoran ini mempunyai banyak variasi.
  2. Aliran mie kuah yang dijual pedagang kaki lima di waktu malam yang kemudian membuka restoran dengan menu khusus ramen. Pedagang kaki lima yang berkeliling menjajakan ramen dengan gerobak dorong sudah ada sejak zaman Edo. Konon pedagang keliling zaman membunyikan terompet Charamela untuk mengalunkan not-not “sol la si – sol la – sol la si la sol la -” sehingga pedagang Ramen keliling dalam bahasa Jepang sering disebut Charumera. Pada zaman sekarang pedagang Ramen keliling sudah menggunakan kaset sebagai pengganti terompet Charamela dan banyak banyak yang menggunakan mobil dengan membawa kursi untuk mangkal di tempat-tempat ramai.

Setelah kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, kata Shoba mulai kehilangan pamornya. Sebagai peninggalan agresi imperialis dan keburtalan masa perang terhadap Cina (yang memakan 20 juta jiwa), Shoba dianggap sebagai penghinaan budaya. Maka namanya diubah menjadi Chuka Soba yang menjadi lebih diterima sebab Chuka berbarti “ala Cina” atau “Chinese-style”. Mie itu akhirnya memasuki jaman modern pada tahun 1985, ketika seorang pengusaha bernama Momofuku Ando memperkenalkan versi kemasan pertama dari makanan itu. Digoreng kering dan diberi rasa ayam, dikeringkan dan ditekan menjadi bentuk balok, dan disebut dengan Chiken Ramen.

Jaman sekarang, mie ramen sudah menjadi salah satu dari sekian banyaknya makanan favorit yang ada di dunia. Bahkan, jika kita perhatikan, di kota-kota besar sekarang ini sudah ada banyak toko-toko atau restoran yang menghidangkan mie ramen sebagai salah satu menu andalan yang ada di restoran tersebut.

Jenis – Jenis Mie Ramen

Untuk kamu yang memang sudah sering mengkonsumsi mie ramen, pastinya sudah tahu kan jenis-jenis mie ramen yang ada. Namun, untuk kamu yang belum tahu tidak perlu khawatir. Disini ada sedikit bocoran mengenai jenis-jenis ramen. Silahkan simak di bawah ini :

  • Shio

q

Untuk jenis ramen yang pertama adalah Shio. Shio sendiri memiliki arti garam dalam bahasa Jepang. Shio sendiri bisa dibilang adalah jenis ramen yang tertua. Kuah shio berwarna kekuningan dengan rasa yang lebih asin dari jenis ramen yang lainnya. Mie yang digunakan untuk menyajikan shio ramen umumnya adalah mie dengan ukuran tebal yang tidak keriting, bentuknya pun lurus memanjang.

Konon, Shio atau garam laut merupakan bumbu tertua dari kuah ramen dan yang terinspirasi dari tempat asalnya di daratan Tiongkok. Ramen dengan kuah Shio sangat populer di daerah Hakodate, sebuah kota yang ada di pulau Hokkaido. Topping yang digunakan dalam penyajiannya adalah potongan daging ayam, daun bawang, beberapa sayuran dan tak ketinggalan nori.

  • Shoyu

w

Selanjutnya jenis ramen yang kedua adalah Shoyu. Shoyu sendiri artinya adalah saus kecap dalam bahasa Jepang. Makanan yang satu ini adalah sajian ramen klasik yang ringan. Ciri khas dari jenis ramen yang satu ini adalah kuahnya yang berwarna hitam kecoklatan yang cerah karena kuahnya sendiri terbuat dari saus kecap. Ramen jenis ini memiliki rasa yang asin dan gurih.

Shoyu atau kecap asal Jepang ini merupakan bumbu yang banyak digunakan di wilayah Kanto yang awalnya berasal dari Yokohama. Biasanya, Shoyu dipadukan dengan daging ayam, seafood, pork atau terkadang kaldu yang dihasilkan dari daging sapi. Mie yang digunakan adalah jenis mie yang lebih keriting dan tidak setebal mie jenis shio ramen. Topping paling umum yang disajikan shoyu ramen adalah rebung, nori, ikan kue, telur rebus, daun bawang dan juga taoge.

  • Miso

e

Miso ramen merupakan sajian ramen yang bisa dikatakan berbeda dan umurnya tidak setua shio ramen serta shoyu ramen yang berasal dari Hokkaido. Ciri khas dari ramen ini memiliki adalah kuah yang lebih kental berwarna kuning kecoklatan karena terbuat dari pasta miso yang dicampur dengan kaldu ayam atau ikan dan terkadang juga terbuat dari kaldu daging babi.

Miso ramen juga bisa dikatakan cukup populer meskipun usianya masih tergolong muda. Ramen jenis ini baru mulai populer pada pertengahan tahun 1960-an. Miso ramen sangat populer di bagian utara Hokkaido dimana udara disana memang cukup dingin, terutama di musim dingin. Rasa gurihnya lebih kuat dari ramen lainnya. Mie yang digunakan pun biasanya tebal, keriting dan tak terlalu kenyal.

  • Tonkotsu

oo

Tonkotsu adalah sebutan ramen yang memiliki arti tulang babi. Ramen jenis ini memang memiliki kuah yang terbuat dari tulang babi. Ciri khas dari ramen jenis ini adalah berwarna putih dengan tekstur yang kental. Kuahnya terbuat dari tulang babi yang direbus selama berjam-jam sehingga menghasilkan kaldu berlemak warna putih yang rasanya sangat gurih.

Tonkotsu adalah kuah kaldu yang paling banyak ditemukan di hidangan ramen. Padahal, sejatinya, kuah tontoksu dihasilkan dari tulang daging babi (pork). Tonkotsu memiliki tektur halus seperti susu serta berwarna sedikit keemasan. Bagi kamu yang tidak mengkonsumsi hidangan yang mengandung pork, tidak perlu khawatir, beberapa restoran di Indonesia tentu saja sudah menyesuaikan kandungan kaldunya agar halal untuk kamu konsumsi. Tonkotsu banyak digemari karena rasanya yang gurih dan lezat. Mie yang digunakan sama dengan mie pada shio ramen, dan biasanya ramen ini juga disajikan bersama beni shoga atau acar jahe.

  • Ramen Curry

0

Kuah ramen curry, atau kari, mempunyai ciri khas lebih kental dibanding kuah jenis lain dan rasanya lebih kaya. Warnanya yang agak keruh menandakan penggunaan bumbu rempah kari yang cukup intens. Dari segi rasa sepertinya kuah ramen curry ini lebih mudah masuk ke lidah orang Indonesia yang suka masakan berbumbu.

Topping Yang Umumnya Terdapat Pada Mie Ramen

00

Ada beberapa hal lagi yang spesial dari mie ramen selain kuahnya, yaitu toppingnya. Nah daripada penasaran, berikut ini adalah beberapa topping yang ada pada mie ramen :

  • Char Siu

“Char siu” adalah salah satu topping yang paling umum disajikan di kedai ramen. Biasanya, kedai ramen membuat char siu dari daging bagian perut babi yang dipanggang lalu direbus dalam bumbu perendam selama beberapa jam. Rasa char siu baik yang manis maupun asin dibuat supaya cocok dengan sup ramen.

Ada juga kedai ramen yang menggantikan char siu dengan kakuni. Kakuni adalah daging perut babi yang dipotong ukuran sekali suap lalu direbus dalam bumbu perendam bersama dengan sayuran aromatik. Cita rasa manis dan teksturnya yang sangat empuk bagai meleleh di dalam mulut merupakan ciri khas kakuni.

Rasa char siu berbeda-beda tergantung dari ketebalan, tingkat keempukan, ketebalan rasa, dan jumlah lemak daging yang digunakan. Jadi, kamu bisa mencari cita rasa char siu yang paling pas di lidah.

  • Ajitsuke Tamago

Yang berikutnya adalah Ajitsuke Tamago atau telur. Telur juga merupakan salah satu topping ramen yang paling populer, mi ramen yang dinikmati akan lebih lezat apalagi jika telurnya ajitsuke tamago. “Ajitsuke tamago” dibuat dari telur rebus setengah matang lalu direndam dalam bumbu perendam.

Biasanya shoyu (kecap Jepang) menjadi bahan dasar bumbu perendam ajitsuke tamago.Rasa bumbu yang meresap sempurna pada putih dan kuning telur yang meleleh di mulut sangat cocok dipadukan dengan ramen jenis apapun. Untuk ramen yang kaya rasa, ada juga kedai yang mengganti topping ajitsuke tamago dengan telur mentah.

  • Menma

“Menma” atau “shinachiku” adalah makanan olahan yang terbuat dari fermentasi rebung. Kamu bisa merasakan kerenyahan dan kelezatan rebung berpadu dengan rasa manis saat kamu mengigitnya. Kenikmatan tekstur dan aroma khas dari menma membuat banyak orang ketagihan ketagihan untuk menikmatinya lagi.

  • Negi

Untuk jenis topping ramen yang selanjutnya adalah negi atau daun bawang. Kebanyakan ramen menggunakan sayuran sebagai topping-nya. Setiap jenis ramen memiliki pasangan topping tersendiri, misalnya ramen miso (fermentasi pasta kedelai) dengan topping kecambah atau ramen shio (garam) dengan topping kubis. Di antara sekian banyak topping, ”daun bawang” paling umum dijadikan topping ramen jenis apapun. Aroma daun bawang akan meringankan sup ramen yang pekat juga memberi sensasi renyah.

  • Nori

Selain beberapa topping di atas, banyak juga ramen yang disajikan dengan topping “nori”. Nori mengandung banyak gizi, seperti protein, serat, vitamin, dan kalsium. Setiap orang punya cara berbeda untuk menikmati topping nori. Ada yang menyantap nori duluan karena suka dengan tekstur renyahnya, ada juga yang lebih suka makan nori bersama mi dengan menggulungkan nori ke mi. Selain itu, ada yang memesan nasi tambahan, menggulungkan nori yang sudah menyerap sup ramen ke nasi lalu menyantapnya. Silakan pilih cara menikmati topping nori sesuai selera kamu.

Cara Membuat Mie Ramen Sendiri Di Rumah

6

Untuk kamu yang merasa malas untuk pergi ke restoran atau kedai ramen, kamu juga bisa membuat mie ramen sendiri dirumah. Dan tentunya kamu bisa membuatnya sesuai dengan selera kamu sendiri. Nah, berikut ini adalah cara untuk membuat ramen yang bisa kamu praktekkan dirumah :

Bahan-bahan yang digunakan

  • 250 gram mie bulat atau mie ramen yang siap saji
  • 100 gram daging ayam yang dipotong kotak-kotak
  • 2 bakso sapi siap saji, potong menjadi 4 bagian
  • 2 bakso ikan siap saji, potong 4 bagian
  • 2 udang besar yang sudah dikupas, namun sisakan untuk bagian ekornya
  • Sawi hijau yang sudah dipotong serong (secukupnya)
  • 1 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 sendok makan tepung maizena yang dilarutkan dengan air
  • ¼ sendok teh jahe yang dipatur
  • 350 ml air kaldu ayam
  • 1000 ml air untuk rebusan

Bahan-bahan untuk bumbu mie ramen

  • 1 sendok teh kecap Jepang (shoyu)
  • 1 sendok teh kecap manis
  • 1 sendok makan saus thailand
  • 1 sendok makan minyak ikan
  • ½ sendok teh garam
  • ½ sendok teh gula pasir

Cara Membuatnya

  • Siapkan panci dan air untuk merebus mie, kemudian panaskan hingga mendidih.
  • Masukan mie ramen ke dalam panci dengan air yang sudah mendidih.
  • Tunggu hingga matang dan mie mengapung, kemudian angkat lalu tiriskan.
  • Siapkan panci penggorangan kamu, masukan minyak ke dalamnya.
  • Tumis bawang putih bersama dengan jahe hingga tercium aroma yang harum.
  • Tambahkan air kaldu bumbu-bumbu seperti kecap jepang, kecap manis, saus sambal Thailand, minyak ikan, garam, dan gula pasir.
  • Jangan lupa juga tambahkan bakso dan sawi hijau, kemudian terus aduk hingga matang.
  • Masukan larutan maizena ke dalam tumisan kemudian aduk hingga mengental, namun jangan terlalu kental.
  • Siapkan mangkok saji kamu.
  • Ambil kuahnya dan tempatkan dalam mangkok saji.
  • Ambil mie yang telah dibuat di awal, kemudian masukan mie kamu ke dalam kuah tersebut.
  • Sajikan mie ramen ini selagi hangat kepada keluarga kamu.

Cara Menikmati Ramen Yang Baik

5

Perlu untuk diketahui, cara menikmati mie ramen sebenarnya berbeda dengan saat kita menikmati mie yang kita santap pada umumnya. Daripada penasaran, berikut ini adalah cara untuk menikmati ramen yang benar :

  • Mengetahui Kedai Ramen

Sebelum menikmati ramen, alangkah baiknya jika kamu mengetahui seperti apa tempat makan ramen yang kamu datangi. Restoran atau kedai ramen yang ada di Jepang bukanlah tempat makan yang asyik dinikmati sambil ngobrol bersama teman, atau dinner romantis. Namun hal itu berbeda jika kamu makan ramen di restoran yang ada di Indonesia.

Kedai ramen adalah tempat yang hanya cocok untuk memesan, membayar, makan dan pergi usai selesai makan. Itulah hal pertama yang perlu diketahui sebelum datang ke kedai ramen. Selain itu, kedai ramen umumnya memiliki antrean yang panjang. Oleh karena itu, penduduk Jepang memiliki kebiasaan untuk langsung pergi usai makan. Jadi, kamu juga baiknya melakukan hal tersebut agar tidak ditatap aneh oleh penduduk setempat.

  • Cari tahu isi ramen yang diinginkan

Ramen terdiri dari kuah, mie dan topping. Dan kuah merupakan bagian yang terpenting dari ramen. Ada beberapa jenis ramen yang perlu diketahui, seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi. Jenis ramennya yakni tonkotsu, shoyu, miso dan shio. Jadi, maksudnya jika kamu sudah tahu tentang jenis-jenis ramen maka kamu juga pastinya tahu ramen jenis mana yang sesuai dengan selera kamu sehingga kamu benar-benar menikmati ramen yang hendak kamu makan.

  • Pilih Topping Yang Sesuai

Setelah kamu memilih jenis ramen, sekarang adalah saatnya untuk memilih jenis topping yang diinginkan. Ada beberapa jenis topping ramen yang bisa kamu pilih saat menyantap ramen. Dan jenis-jenis topping yang dimaksud sudah dijelaskan tadi. Jadi, kamu bisa memilih topping mana yang akan kamu nikmati sesuai dengan selera kamu.

  • Menyeruput Kuah Mi Ramen

Mungkin bagi sebagian dari kita, menyeruput kuah mi bukanlah hal yang biasa dilakukan saat menyantap mi. Namun hal itu akan sangat berbeda jika kamu berada di Jepang. Menyeruput adalah salah satu hal yang wajib dilakukan saat menyantap ramen. Dan cara menyeruput kuah yang baik dan benar adalah menyeruput hingga mengeluarkan bunyi, “Slurp!” Ini adalah tanda bahwa kamu menikmati ramen tersebut. Bukan cuma menikmati, menyeruput ini juga merupakan tanda kalau kamu menghormati dan menyukai racikan sang chef.

Nah gimana, sudah merasa ngiler untuk segera menikmati mie ramen setelah membaca artikel ini? Jika iya, kamu bisa mencoba cara di atas untuk membuat mie ramen versi kamu sendiri atau kamu juga bisa langsung berangkat menuju restoran yang menyajikan mie ramen. Semoga artikel ini bemanfaat ya, terima kasih.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *