Pizza, Sejarah Perkembangan Dan Jenis – Jenisnya

pizza

Jika berbicara mengenai kuliner, tentunya merupakan suatu hal yang tidak akan pernah ada habisnya. Karena seperti yang kita semua ketahui, kuliner merupakan sebuah kebutuhan bagi kita sebagai bentuk nikmat yang bisa memberikan kepuasan tersendiri bagi kita semua. Dan tentunya juga kuliner atau makanan memang merupakan salah hal pokok bagi kita semua.

Ada banyak sekali jenis makanan yang ada di dunia ini, mulai dari makanan ringan yang hanya merupakan sekedar makanan untuk cemilan hingga olahan bahan makanan yang memang ditujukan untuk mengenyangkan perut. Salah satu makanan atau kuliner favorit yang ada di dunia salah satunya adalah pizza.

Tidak bisa dipungkiri lagi kalau makanan asal Italia yang satu ini merupakan salah satu hidangan makanan yang paling banyak digemari di dunia. Hal tersebut tentunya selain tampilannya yang terbilang unik, tentunya juga karena ciri khas rasanya yang memang membuat siapapun yang memakannya akan merasa ketagihan.

Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai hal-hal yang ada tentang pizza. Mulai dari definisi, sejarah, bahkan juga jenis-jenisnya. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Pizza

Pizza merupakan salah satu olahan masakan yang sangat populer di dunia. Hidangan yang satu ini merupakan salah satu hidangan yang paling pas untuk dinikmati bersama orang-orang terdekat. Biasanya pizza memiliki berbagai jenis topping yang sangat nikmat yang menjadi pelengkap dalam menyantap sajian pizza.

Pizza asli berasal dari Italia dan bisa ditemui di Pizzeria (toko Pizza) yang tiap porsi pizzanya berdiameter kira-kira 30 cm atau lebih, dengan adonan yang telah ditarik tipis. Salah satu rahasia kelezatan Pizza Italia adalah proses pemanggangannya yang dilakukan di dalam oven tradisional dengan bara api. Hal ini dikarenakan jika dipanggang dengan oven listrik, umumnya adonan pizza tipis akan menjadi keras.

Apa Itu Pizza

Menurut informasi yang ada di wikipedia, Pizza adalah sejenis olahan makanan roti yang memiliki bentuk bundar, pipih yang dimasak dengan cara dipanggang di oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta keju dengan menggunakan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih. Biasanya olahan pizza menggunakan keju sebagai pelengkapnya. Keju yang dipakai biasanya mozzarella atau “keju pizza”.

Kata pizza berasal dari bahasa Italia kuno yaitu “pizzicare” yang berarti “memetik” yang mengacu pada proses pembuatan pizza yang dipetik dengan cepat dari oven. Istilah pizza kemudian diresmikan pertama kali di Gaeta, Italia, pada tahun 997 M.

Pizza sendiri telah menjadi makanan sehari-hari di Italia selama berabad-abad, tepatnya sejak zaman batu. Bentuk paling awal dari pizza adalah roti panggang mentah di bawah batu-batu api dan dibumbui dengan berbagai topping yang berbeda.

Namun, roti pizza dengan bentuk pipih muncul ketika orang-orang mulai menggunakan tomat sebagai topping, ketika tomat pertama kali dibawa ke Eropa pada abad ke-16. Warga di kawasan miskin dari daerah sekitar Naples terbiasa membuat pizza dengan tomat. Zaman dulu, Naples masih masuk ke Kerajaan Romawi, sehingga bisa dibilang pizza juga berasal dari Romawi.

Untuk rotinya sendiri biasanya dibuat seperti roti pada umumnya namun bisa diberi rasa tambahan dengan mentega, bawang putih, tanaman herbal, atau wijen. Pizza biasanya dimakan selagi panas dan biasanya untuk makan siang dan malam. Akan tetapi ada pula yang disajikan dingin, biasanya dimakan untuk sarapan atau saat piknik. Dan juga pizza sangat cocok dinikmati untuk menemani setiap aktifitas kita.

Jenis-jenis bahan makanan yang lainnya juga dapat ditaruh di atas pizza, biasanya daging dan saus, seperti salami dan pepperoni, ham, bacon, buah seperti nanas dan zaitun, sayuran seperti cabe dan paprika, dan juga bawang bombay, jamur dan lain lain. Hal itu tentunya menjadi pelengkap yang akan menambah cita rasa dari pizza tersebut.

Selain rasanya yang enak, pizza juga memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh kita. Dalam 100 gram pizza, mengandung kalori sebesar 255 kkal. Juga terdapat karbohidrat sebesar 27.9 gram dan protein 14.3 gram, juga lemak total 9.8 gram. Kandungan lemak tersebut terdiri dari lemak jenuh sebanyak 3.15 gram, lemak tak jenuh tunggal sebesar 4.42 gram, dan 1.64 gram lemak tak jenuh ganda. Lemak pada pizza tersebut disumbangkan oleh keju yang digunakan.

Karbohidrat utamanya disumbangkan oleh tepung sebagai bahan dasar utama pembuat roti atau crust. Sedangkan protein utamanya disumbangkan oleh daging yang digunakan dalam pizza. Dengan kandungan nutrisi seperti tersebut di atas, pizza dapat masuk kategori sebagai makanan alternatif untuk memenuhi kebutuhan pokok kita, selain nasi dan mie.

Dalam satu sajian pizza juga mengandung mineral dan vitamin. Mineral yang terkandung dalam pizza adalah mangan, seng, tembaga, zat besi, fosfor, seng, kalsium, magnesium, natrium dan kalium. Sedangkan vitamin yang dikandungnya adalah vitamin A, C, B1, B2, B6, B12, niacin, dan asam folat.

Meski mengandung zat gizi, namun sebaiknya pizza dikonsumsi dalam takaran yang wajar. Karena pizza sarat kalori dan lemak, maka sangat disarankan untuk membatasi konsumsinya. Juga, imbangi dengan banyak gerak setelah mengkonsumsinya. Tak lupa, banyak minum air putih karena ia diyakini mampu meluruhkan lemak.

Sejarah Perkembangan Pizza

sejarah

Mungkin jika ditanya mengenai bagaimana sejarah dari pizza, banyak orang yang akan mengatakan bahwa pizza merupakan makanan kuno yang berasal dari Itali. Namun, apakah sebenarnya memang seperti itu? Yang sebenarnya adalah, pizza sangat populer di Itali, bukan berasal dari Itali.

Sejarah Pizza dimulai pada saat orang Yunani yang pertama membuat adonan roti berukuran besar, bulat dan rata dengan menggunakan campuran rempah-rempah dan minyak. Pada saat itu tomat belum ditemukan, sehingga tidak dipergunakan dalam campuran tersebut.

Roti dengan adonan tepung gandum, ragi, minyak zaitun, dan garam memang telah ada sejak zaman Yunani kuno berabad-abad sebelum masehi. Begitu pula dengan roti bundar tipis serupa pizza dengan nama plakuntos. Pada zaman dahulu, masyarakat kuno membuat roti bundar tipis besar dengan memberikan sedikit rempah. Saat itu tomat belum mudah ditemukan sehingga roti bundar beraroma tanpa tambahan bahan diatasnya ini sudah cukup menjadi makanan terutama bagi kaum miskin karena terbuat dari bahan-bahan yang murah dan mudah didapatkan.

Sekitar abad 18 di Italia tepatnya di daerah Naples, jenis roti bundar ini dikenal dengan nama pizza yang dalam bahasa Italia berarti pie atau kue. Pizza tanpa toping ini banyak dijual di jalan-jalan pasar dan identik dengan makanan rakyat terutama di daerah Naples yang terkenal sebagai daerah miskin. Pada tahun 1738, restoran pizza pertama di dunia dibuka di daerah Naples, Italia dengan nama Antica Pizzeria. Hingga sekarang, kota ini terkenal dengan sebutan ibukotanya pizza.

Pada sekitar tahun 1889, Ratu Margherita dengan ditemani oleh suaminya Umberto I, melakukan perjalanan mengelilingi kerajaan Italianya. Pada saat perjalanannya itulah, ia melihat banyak sekali orang yang makan roti berbentuk besar, bulat dan rata ini, terutama kaum petani.

Karena penasaran, sang ratu memerintahkan pengawalnya untuk membeli roti tersebut, ternyata sang ratu sangat menyukainya sehingga setiap kali keluar kerajaan, maka ia akan makan roti tersebut. Hal ini menjadi bahan pembicaraan di kalangan kerajaan, karena mereka menilai sangat tidak pantas bagi seorang ratu untuk makan makanan kaum petani.

Ratu Margherita tidak memperdulikan protes kalangan istana, bahkan ia khusus mendatangkan Koki Rafaelle Esposito yang paling terkenal dengan pizzanya dan mempekerjakannya di istana untuk membuat berbagai macam pizza sesuai dengan keinginan sang ratu. Koki Rafaelle Esposito membuat pizza special untuk sang ratu dengan menggunakan berbagai macam toppings seperti tomat, keju mozzarella, dan daun kemangi segar, berwarna merah, putih dan hijau (sesuai dengan warna bendera Italia).

Pizza ini kemudian menjadi pizza favorit sang ratu dan dinamakan Pizza Margherita, karena sang ratu sangat menyukai pizza maka iapun menjadi sangat populer di kalangan rakyat Italia. Setelah itu pizza pun menjadi semakin populer di seluruh Italia dan mulai dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat. Jenis toppings pizza dikembangkan oleh masing-masing daerah sehingga semakin banyak dan beraneka ragam. Namun Naples tetap dikenal sebagi ibukota pizza dunia karena dari sinilah pizza berkembang dan terkenal sampai ke seluruh dunia.

Seiring waktu, popularitas dan penerimaan sosial di Italia meningkat untuk pizza, berbagai alternatif telah mulai dibuat dan dijual di pizzeria di setiap jalan. Misalnya, ada Formaggio Quatro, yang terdiri dari empat keju, mozzarella, stracchino, fontina dan Gorgonzola. ikan ini juga digunakan sebagai topping pada pizza, seperti tuna. Ada juga beberapa pizza yang patties dasarnya pancake atasnya dengan pesto, varians campuran bawang putih, kemangi pinus, kacang dan banyak minyak zaitun.

Perkembangan Pizza modern dimulai pada sekitar tahun 1800, ketika Pizza ini dibawa oleh para Imigran Italia yang mana terutama yang berasal dari Napoli untuk berpindah tempat ke New York, Amerika Serikat. Dimana sejak saat itu, Pizza mulai dilumuri dan dimasak dengan menggunakan saus tomat.

Pizza membuat pamornya dikenal ke Amerika di New York pada tahun 1905 dengan membuka sebuah restoran pizza dengan Gennaro Lombardi. Namun, seperti di Italia, butuh waktu untuk masyarakat untuk beradaptasi dengan makanan baru, mereka tidak akrab dengan pizza. Butuh waktu lama agar mereka bisa mengenal dan menyukai pizza.

Hingga kini, pizza tetap menjadi salah jenis satu makanan yang sangat populer di dunia. Pizza juga telah mengalami banyak sekali perkembangan yang mana telah banyak beredar berbagai macam jenis toping yang digunakan untuk menambah cita rasa dari roti yang berbentuk pipih ini.

Jenis – Jenis Pizza

Sebagian besar dari kita pastinya mengetahui bahwa pizza merupakan makanan yang berbentuk bundar dan pipih yang dilumuri toping. Nah, ternyata pizza memiliki beberapa jenis lainnya. Tahukah kamu kalau martabak juga termasuk pizza? Berikut ini adalah beberapa jenis pizza, antara lain :

Neapolitan (Margherita)

Neapolitan

Menurut sejarah yang ada, pizza jenis ini diciptakan pada sekitar pertengahan tahun 1889 oleh seorang koki Neapolitan, Raffaele Esposito. Dia membuat pizza tersebut untuk menghormati Margherita, Ratu Italia. Pizza tersebut dibuat dengan sederhana, yaitu roti tipis dengan topping saus tomat, keju mozzarella dan basil. Raffaele membuat topping pizza sedemikian rupa untuk membentuk warna bendera Italia. Alhasil, Ratu Margherita sangat menyukai pizza buatan Raffaele dan saat itu ia menetapkan nama ratu sebagai nama pizza untuk mengenangnya.

Tarte Flameé

Tarte Flameé

Pizza yang berasal dari Perancis ini tak berbeda jauh dengan pizza Italia. Pasalnya, pizza ini berkonsep sama dengan pizza Margherita yang memiliki rasa gurih dan asam. Adonan dari roti Perancis dibuat tipis dan diberi topping berupa sour cream, jamur, daging, dan keju munster. Akan tetapi, penyajian Tarte flameé tidak harus itu melulu kok, karena topping yang digunakan bisa beragam sesuai dengan selera. Nah, uniknya lagi, roti tipis ini juga bisa dinikmati dengan cita rasa manis dengan bahan apel, kayu manis, serta dimasak menggunakan alkohol yang memiliki aroma manis.

Istilah tarte flameé memiliki makna serupa dengan pizza, yakni adonan panggang bertekstur tipis yang ditaburi dengan topping crème fraîche (krim asam khas Prancis), irisan bawang bombay dan lardons yang berupa irisan atau potongan dadu lemak babi dengan cita rasa serupa bacon.

Okonomiyaki

Okonomiyaki

Pizza ala Jepang ini memiliki makna “goreng suka-suka” yang berarti bahwa topping dan adonan yang dibuat tergantung selera. Jadi, kita bisa membuat variasi okonomiyaki sendiri. Nah akan tetapi, makanan ini umumnya ditaburi topping saus kecoklatan, mayonnaise, dan serpihan kulit ikan. Kita tentu sudah cukup akrab dengan sajian khas Jepang yang memadukan ragam ciri khas pancake dan pizza ini. Di Jepang sendiri, varian topping okonomiyaki bisa berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Namun, secara garis besar, topping okonomiyaki terdiri dari irisan kol, daging sapi/babi cincang, bonito flakes (irisan tipis ikan bonito asap), telur, dan saus okonomiyaki.

Bulgogi Pizza

Bulgogi Pizza

Bulgogi merupakan salah satu makanan nikmat di Korea lho! Makanan yang berasal dari olahan daging sapi ini biasanya dibuat dengan bumbu kecap, rempah, sayuran, dan gula. Adapun sayuran yang pada bulgogi adalah kimchi. Nah, apa jadinya kalau bulgogi tersebut menjadi topping dari pizza? Tentu saja lezat sekali. Pizza bulgogi ini dibuat dengan adonan roti yang tipis dan gurih serta ditaburi lebih banyak kimchi.

Cong You Bing

Cong You Bing

Apabila dibandingkan dengan pizza lainnya, makanan ini kurang menarik dan sedap. Karena, makanan ini memang terlihat sederhana hanya menggunakan tepung dan daun bawang. Nah, akan tetapi taukah kalian bahwa roti tipis dan kering inilah yang mengawali lahirnya pizza lho. Sejarah mencatat bahwa roti ini adalah makanan yang disukai oleh Marco Polo. Nah, setelah itu barulah Marco Polo meminta seorang koki Italia membuatkan Cing You Bing sama seperti di China.

Berlusconi Pizza

Berlusconi Pizza

Entah namanya berkaitan atau tidak dengan sosok mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, yang pasti jenis pizza ini begitu populer di negara asal ponsel legendaris Nokia. Topping pizza ini sebenarnya serupa dengan pizza pada umumnya, yakni saus tomat, keju, jamur chanterelle, dan irisan bawang merah besar. Hal yang membuatnya unik adalah adanya campuran irisan dendeng rusa kutub yang bercita rasa khas, manis berasap.

Crab n Cheese Pizza

Crab n Cheese Pizza

Bagi kamu penyuka daging kepiting, crab n cheese pizza ini wajib kamu coba jika berkunjung ke Hungaria. Berbeda dengan pizza reguler, adonan rotinya tebal layaknya bakery dengan cita rasa gurih dari perpaduan keju dan bawang putih. Untuk topping, pizza ini tentu saja menghadirkan irisan besar daging kepiting yang dipadukan dengan krim asam dan parutan keju cheddar.

Zapiekanka

Zapiekanka

Merupakan jajanan kaki lima yang sangat populer di Polandia, berbentuk akulturasi antara pizza dan sandwich. Sebenarnya zapiekanka terbuat dari roti baguette yang dibuka bagian tengahnya dan ditaburi dengan topping berupa keju, mustard, irisan bawang bombay, dan irisan jamur. Setelah dipanggang, zapiekanka biaa disantap dengan saus tomat.

Martabak

Martabak

Sudah bukan hal asing lagi jika berbicara mengenai martabak di Indonesia. Sajian yang satu ini merupakan salah satu makanan yang sangat populer di kalangan masyarakat. Selain karena cara memasaknya yang khas, cita rasanya juga akan membuat siapapun menjadi ketagihan. Dan ternyata, martabak juga merupakan salah satu jenis pizza.

Makanan ini memiliki dua variasi dalam penyajiannya, yakni asin dan manis. Untuk yang asin, martabak menggunakan campuran telur dan daging. Sementara untuk yang manis, menggunakan banyak variasi namun pada umumnya adalah coklat. Akan tetapi, saat ini martabak disajikan dengan beragam rasa, aroma, dan bentuk.

Seperti yang sudah dijelaskan, ternyata makanan yang satu ini bukanlah makanan yang berasal dari Itali. Sejarah mencatat bahwa makanan ini berasal dari Yunani dan kemudian menjadi makanan yang paling digemari di Itali. Selain itu, ternyata ada banyak sekali jenis-jenis pizza yang mana memiliki ciri khasnya masing-masing. Dan ternyata martabak juga menjadi salah satu jenis pizza yang ada di dunia.

Demikianlah penjelasan mengenai pizza pada artikel ini. Makanan populer yang satu ini sudah menjadi salah satu makanan paling digemari di dunia. Setelah mengalami perkembangan yang sangat panjang, pizza berhasil menjadi salah satu jajaran makanan yang paling enak untuk dinikmati.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *