Fictophillia, Akibat terlalu Terobsesi Dengan Karakter Fiksi

1

Menonton film atau membaca komik dan novel mungkin menjadi hobi yang mengasyikkan bagi sebagian orang. Bahkan, kita mungkin dapat larut kedalam suasana dan karakter tokoh yang dibangun, sehingga tanpa disadari ada orang mengagumi, suka, bahkan sampai jatuh cinta dengan salah satu karakter atau tokoh didalam film, novel, ataupun komik tersebut.

Mengalami jatuh cinta umum terjadi pada setiap manusia dimanapun dan kapanpun. Semua orang yang jatuh cinta pun akan berusaha menyatakan perasaannya dengan cara apapun. Akan tetapi, akan membingungkan jika rasa cinta ini juga tertuju pada tokoh fiksi yang sebenarnya tidak nyata.

Hal ini memang susah untuk dipercaya dengan akal sehat, namun ada sejumlah orang yang mengalaminya, yakni jatuh cinta pada tokoh fiksi. Istilah khusus untuk menggambarkan perasaan ini adalah fictophillia.

Apa sih penyakit fictophilia itu?

Fictophilia adalah perasaan suka atau jatuh cinta, keinginan untuk memiliki, hingga timbul daya tarik seksual terhadap karakter fiktif saat membaca komik, novel dan atau menonton film fiksi.

Mereka biasanya berperilaku seperti orang-orang normal. Namun jika diteliti lebih lanjut, ada beberapa hal yang membuatnya tampak berbeda dan bisa menjadi suatu tanda jika ia memang mengidap fictophilia. Seperti apa tandanya?

1. Membanding-bandingkan kenyataan dengan fiksi

2

Yang pertama adalah dia mulai membanding-bandingkan orang-orang yang ada di sekitarnya dengan tokoh fiksi yang dia idolakan. Karena pada dasarnya orang yang mengidap Fictophillia akan menganggap kalau karakter fiktif yang diidamkan olehnya adalah seseorang yang paling sempurna dalam hidupnya.

Dia hanya akan membanggakan karakter fiktif tersebut tanpa mempedulikan sekitarnya dan selalu beranggapan bahwa hidupnya akan sempurna bila bersama karakter fiktif tersebut dibandingkan dengan orang-orang yang ada disekitarnya.

2. Menutup Diri

22

Seorang yang mengidap gangguan Fictophillia biasanya akan mulai menjadi seseorang yang anti sosial. Dia akan mulai tidak peduli dengan keadaan atau orang-orang yang ada disekitarnya. Hal ini terjadi karena perasaan cinta yang sangat berlebihan dengan karakter fiktif tersebut.

Biasanya setelah menutup diri, pengidap fictophillia akan mengurung diri di kamar mereka dan tidak ingin di ganggu oleh siapapun dan mereka akan mulai terus-menerus berimajinasi atau berkhayal bahwa mereka akan hidup bahagia bersama karakter fiktif yang mereka cintai.

3. Berusaha Mengubah Pasangan

i

Tak hanya para jomblo, orang yang sudah memiliki pasangan pun juga bisa terkena fictophillia. Bahkan dia tak segan-segan menyuruh kekasihnya berubah menjadi tokoh fiktif idamannya yang ada di dalam novel, komik, ataupun film. Hal ini sebenarnya sudah tidak wajar.

4. Dilakukan terus menerus

ii

Jika usaha untuk mulai membandingkan pasangan dengan karakter fiksi dilakukan sekali dua kali mungkin tidak apa-apa. Akan tetapi jika sudah berkali-kali dan mengganggu kehidupan orang lain, maka hal ini sangatlah tidak wajar dan kurang tepat. Apalagi jika dia tidak menyadari apa yang sudah dilakukannya.

Jika orang disekitarmu mengalami gejala-gejala yang mengarah kepada Fiktophilia maka sebaiknya harus diwaspadai. Ingatkan mereka bahwa hal tersebut tidak baik dan mengarah kepada gangguan kepribadian. Jika sudah serius masalahnya, ajak mereka ke psikiater dan konsultasikan.

Ciri-ciri yang diterangkan di atas kebanyakan terjadi di kalangan para wibu. Alasannya karena para wibu ini terlalu fanatik dan terobsesi dengan segala hal tentang Jepang, terutama anime. Untuk kamu yang belum tahu apa itu wibu, Wibu adalah orang yang bisa dibilang “over-fanatik” terhadap segala yang berbau Jejepangan, Apalagi Anime dan J-Pop.

Alasannya sederhana, karena sebegitu obsesinya dengan anime jepang, dan biasanya karakter dalam anime Jepang terkesan sangat cantik dan juga bersuara lucu, ditambah dengan postur tubuh yang dibilang sangat sempurna untuk kalangan wibu, maka hal itu akan membuat mereka terlalu mengagumi karakter dalam anime dan juga pada akhirnya menyebabkan mereka jatuh cinta pada karakter tersebut.

Jika sudah seperti ini, mereka akan melakukan cara apapun untuk bisa terus bersama dengan karakter yang mereka cintai itu, dan juga tidak akan membiarkan orang lain berbicara tentang karakter yang dicintainya. Dan nekatnya lagi, mereka bahkan sampai menikahi karakter fiksi tersebut. Hal seperti ini sudah banyak terjadi terutama di Jepang, dimana orang-orang bisa menikahi karakter fiksi yang dicintainya dengan bantuan virtual reality untuk bertatap langsung dengan karakter fiksi tersebut.

Bagaimana cara menghilangkan Fictophillia?

9

Psikolog Vera Itabiliana menjelaskan, penderita fictophillia ini harus ‘bangun’ dari mimpi dan khayalannya. “Ia harus menyadari bahwa kenyataan itu tidak harus selalu seperti apa yang diharapkan. Kita juga harus tahu kalau setiap orang punya keunikan masing-masing,” ujarnya.

Satu hal juga yang ditekankan Vera, cerita di novel, komik atau film adalah murni khayalan sang penulis. Ia mengimbau para penikmatnya jangan sampai terhanyut dan terbius dengan kisah di novel, komik dan film, terlebih lagi sampai menimbulkan rasa cinta yang berlebihan kepada karakter imajinernya.

Sedangkan jika obsesi tersebut sudah berlarut-larut atau semakin akut, psikolog seksual Zoya Amirin menyarankan untuk mengikuti terapi konseling. Diperlukan proses yang cukup panjang untuk menjalani konseling ini agar penderita Fictophilia tidak semakin terobsesi kepada karakter fiktif tersebut.

“Harus digali dulu gangguannya apa saja, pertama kali munculnya bagaimana, sumber gangguannya apa. Misalnya apa dia ada gangguan dengan orangtuanya atau dengan hubungan sebelumnya,” ungkap Zoya.

Proses konseling tak berhenti sampai di situ saja. Untuk lebih memahami permasalahan penderita fictophilia, sang pasien akan diajak berinteraksi dengan pemikiran makna hidup dan diminta untuk menceritakan tentang masa lalu.

Menonton film, membaca novel dan komik adalah hal yang bagus untuk mengisi kekosongan atau menghindari stress, namun jangan sampai jadi lupa dunia seperti pengidap Ficsophillia ini ya. Jadikanlah hal tersebut hanya untuk hiburan semata. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kamu ya, terima kasih sudah membaca.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *