Ini Yang Terjadi Jika Anda Kurang Tidur

insom-870x300

Tidur memiliki peran penting bagi tubuh karena pada saat tidur tubuh akan merawat kesehatan fisik dan mental kita. Fungsi ini penting agar kita mendapat kesegaran saat bangun sehingga selanjutnya siap menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, tidur juga ikut menunjang pertumbuhan, terutama pada anak dan remaja, karena pada saat tidurlah hormon pertumbuhan dikeluarkan.

Mungkin kamu sudah sering mendengar sebuah peringatan ataupun nasihat yang mengatakan bahwa kurang tidur dapat merugikan kesehatan.

Kamu pasti sudah pernah secara langsung merasakan efek kurang tidur ini, seperti mudah marah-marah, tidak bisa konsentrasi, dan tidak dapat bekerja dengan baik lantaran terganggu oleh rasa kantuk. Namun, ada beberapa efek samping akibat kurang tidur yang lebih serius dan mungkin tidak banyak yang tahu. Berikut sudah saya rangkum beberapa dampak yang yang terjadi akibat kurang tidur :

1. Kelelahan fisik dan stres secara mental

1

Kekurangan tidur sudah pasti akan memengaruhi fisik tubuh. Sama seperti gizi, tidur juga penting untuk mengistirahat tubuh secara penuh.

Ketika tidur, tubuh akan mulai dalam proses pembaharuan sel dan memperbaiki otot. Ini menjadi waktu bagi otak mensintesis semua informasi yang telah diterima sepanjang hari. Kurang tidur selanjutnya akan menyebabkan kelelahan serta stres.

2. Depresi

depresi-300x195

Kurangnya tidur secara signifikan dapat meningkatkan gejala depresi. Dalam sebuah jajak pendapat pada tahun 2005, orang-orang yang menderita kecemasan atau depresi diminta untuk menghitung kebiasaan tidur mereka. Dari situ terungkap bahwa sebagian besar responden memiliki jam tidur kurang dari enam jam di malam hari. Mereka banyak yang mengalami Insomnia, dan insomnia ini sering dikaitkan dengan depresi. Celakanya, bak lingkaran setan, gejala depresi itu sendiri juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk tertidur.

3. Mudah sakit dan susah sembuh

sick-300x188

Sistem imun tubuh menghasilkan protein-protein yang dinamakan sitokin. Sitokin dibutuhkan untuk membantu tubuh menghadapi infeksi, peradangan, dan stres. Saat kita sedang tidur, tubuh merilis sitokin. Jika kita kurang tidur, maka produksi sitokin ini juga akan berkurang.

Kurang tidur juga menyebabkan menurunnya kemampuan sistem kekebalan tubuh dan kinerja sel dalam memerangi infeksi. Hal itu tentu saja dapat berdampak buruk kepada ketangguhan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sumber penyakit dan kecepatan proses kesembuhan secara alami.

4. Resiko terkena stroke

4

Salah satu penyakit yang berbahaya akibat kurang tidur adalah kejadian stroke, tidur pendek bisa meningkatkan risiko stroke, menurut penelitian tahun 2012. Orang dewasa yang terbiasa tidur kurang dari enam jam permalam memiliki empat kali risiko stroke.

5. Kulit kusam

5

Orang yang kurang tidur cenderung menyebabkan lingkar mata menjadi hitam serta tumbuhnya jerawatnya. Kekurangan tidur akan menyebabkan tubuh lebih banyak melepaskan hormon kortison. Hormon ini akan memecah kolagen di kulit, yang bertanggung jawab membuat kulit halus serta bersinar.

6. Menurunnya performa seks

6

Para pria dan wanita yang mengalami kurang tidur dilaporkan mengalami penurunan hasrat dan kurang tertarik untuk melakukan hubungan seksual. Hasrat dan ketertarikan mereka berkurang akibat kelelahan, rasa kantuk, dan meningkatnya stres.

Bagi pria penderita sleep apnea atau masalah pernapasan yang mengganggu tidur, kemungkinan ada faktor lain yang berdampak kepada kurangnya minat seksual mereka, yaitu kadar hormon testosteron. Setidaknya separuh pria penderita sleep apnea dilaporkan memiliki kadar testosteron yang rendah dan mengeluarkan jumlah hormon testosteron yang tidak normal pada malam hari.

7. Tulang keropos

7

Menurut sebuah studi pada tahun 2012, kurang tidur jangka panjang tampaknya berkontribusi terhadap osteoporosis (pengoroposan tulang). Para peneliti menemukan perubahan kepadatan mineral tulang dan sumsum tulang pada tikus. Mungkin efek yang sama juga bisa terjadi pada manusia.

8. Penuaan Dini

8

Apa yang akan kamu lihat pada wajah orang-orang yang kurang tidur? Kulit pucat dan mata bengkak, bukan? Jika kurang tidur terjadi terus-menerus, maka kulit akan menjadi kusam, timbul garis-garis halus, dan terdapat lingkaran hitam di bawah mata.

Hal ini terkait meningkatnya produksi hormon kortisol pada seseorang yang kurang tidur. Hormon kortisol yang berlebihan dapat menghancurkan protein yang bertugas menghaluskan kulit dan membuatnya elastis atau biasa disebut kolagen kulit. Kondisi kurang tidur juga berdampak kepada kurangnya produksi hormon pertumbuhan. Hormon ini khususnya membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang.

9. Menurunkan daya ingat

9

Tidur adalah saatnya memasukkan hal-hal yang telah dipelajari dan kita alami ke dalam sistem ingatan jangka pendek. Pada saat tidur, koneksi saraf yang mendukung ingatan seseorang mengalami penguatan. Jika siklus tidur terganggu, otomatis konsolidasi ingatan pun akan mengalami gangguan.

Kurang tidur juga akan mengakibatkan seseorang cenderung mengantuk yang merupakan salah satu faktor penyebab seseorang mudah lupa. Mengantuk juga berperan penting bagi hilangnya kemampuan fokus dan konsentrasi. Jika hal ini terus berlanjut, maka jangan kaget jika ingatan kamu melemah.

10. Resiko diabetes

0

Sebuah penelitian di tahun 2012 meneliti hubungan antara kurang tidur dan resistansi insulin, tanda faktor risiko diabetes. Penlitian itu menemukan bahwa di antara remaja yang sehat, tidur terpendek memiliki resistensi insulin tertinggi, yang berarti tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif, dengan demikian salah satu akibat kurang tidur adalah meningkatnya risiko terkena penyakit diabetes (kencing manis).

Jadi jangan begadang, tidurlah yang cukup, jika tidak ingin terkena efek negatif akibat kurang tidur seperti di atas. Selain terkait dampak di atas, kurang tidur juga turut bertanggung jawab kepada banyaknya angka kecelakaan lalu lintas. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kamu ya.

Related posts