Penjelasan Mengenai Penyakit Kaki Gajah Dan Pencegahannya

Q

kesehatan itu mahal harganya. Ya, kalimat itu merupakan kalimat yang seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kalimat itulah kita jadi berfikir keras dan berupaya untuk melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit. Karena hidup sehat adalah keinginan semua orang.

Namun, jika memang sudah naas dan takdir sudah berkata, yang namanya penyakit tidak bisa kita hindari. Mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang berbahaya dan menyebabkan kematian pun tidak bisa kita hindari. Salah satu penyakit yang berbahaya di dunia adalah penyakit kaki gajah, suatu penyakit yang menyebabkan bengkaknya anggota tubuh hingga melebihi ukuran normal.

Apa sih Penyakit Kaki Gajah itu?

E

Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit tersebut.

Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit Kaki Gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan bahkan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.

Penyakit Kaki Gajah umumnya banyak terdapat pada wilayah tropis. Menurut info dari WHO, urutan negara yang terdapat penderita mengalami penyakit kaki gajah adalah Asia Selatan (India dan Bangladesh), Afrika, Pasifik dan Amerika. Belakangan banyak pula terjadi di negara Thailan dan Indonesia (Asia Tenggara).

Penyebab kaki gajah dan proses penularannya

R

Penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing nematoda berbentuk seperti benang yang disebut dengan cacing filaria. Ada tiga species cacing filaria yang sering menimbulkan penyakit kaki gajah yaitu :

– Wuchereria bancroffi

T
– Brugia malayi

Y
– Brugio timori

YY

 

Cara penularan filariasis ini, yaitu melalui gigitan nyamuk. Terdapat sekitar 20 jenis lebih nyamuk yang dapat menyebarkan penyakit ini seperti nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Aedes, Mansonia, dan Armigeres sehingga siklus penyebaran dan penularan penyakit kaki gajah ini sangat cepat dan luas. Cacing filaria dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk karena cacing ini memiliki ukuran yang sangat kecil seperti benang yang sangat halus.

Cacing dewasa menetap dalam sistem limfatik dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Cacing bisa hidup selama rata-rata 6-8 tahun, dan selama hidupnya, mereka menghasilkan jutaan mikrofilaria (larva dewasa) yang beredar dalam darah.

Nyamuk terinfeksi mikrofilaria ketika ia menelan darah manusia yang telah terinfeksi. Mikrofilaria dewasa berubah menjadi larva infektif dalam nyamuk. Ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit orang, larva masuk ke dalam tubuh manusia dan bermigrasi ke pembuluh limfatik dan kemudian menjadi cacing dewasa.

Filariasis dapat ditularkan oleh berbagai nyamuk, misalnya nyamuk Culex (yang banyak beredar di seluruh daerah perkotaan dan semi perkotaan), nyamuk Anopheles (yang beredar di daerah pedesaan), dan nyamuk Aedes (yang banyak terdapat di pulau-pulau endemik di Pasifik).

Gejala dan ciri kaki gajah

U

Menurut Palang Merah Indonesia (PMI), gejala dan tanda penyakit kaki gajah terbagi menjadi dua, yaitu gejala akut dan gejala kronis. Pada gejala akut, Anda akan merasakan:

  • Demam berulang-ulang selama 3-5 hari (demam hilang ketika beristirahat dan muncul lagi setelah beraktivitas berat).
  • Bengkaknya kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha atau ketiak yang tampak kemerahan, panas, dan sakit.
  • Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit, yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung.
  • Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, atau buah zakar, yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas.
  • Pada gejala kronis Anda akan merasakan pembesaran yang menetap pada tungkai, lengan, buah dada, atau buah zakar.

Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kaki Gajah

-

Tujuan utama dalam penanganan dini terhadap penderita penyakit kaki gajah adalah membasmi parasit atau larva yang berkembang dalam tubuh penderita, sehingga tingkat penularan dapat ditekan dan dikurangi.

Dietilkarbamasin {diethylcarbamazine (DEC)} adalah satu-satunya obat filariasis yang ampuh baik untuk filariasis bancrofti maupun malayi, bersifat makrofilarisidal dan mikrofilarisidal. Obat ini tergolong murah, aman dan tidak ada resistensi obat. Penderita yang mendapatkan terapi obat ini mungkin akan memberikan reaksi samping sistemik dan lokal yang bersifat sementara dan mudah diatasi dengan obat simtomatik.

Dietilkarbamasin tidak dapat dipakai untuk khemoprofilaksis. Pengobatan diberikan oral sesudah makan malam, diserap cepat, mencapai konsentrasi puncak dalam darah dalam 3 jam, dan diekskresi melalui air kemih. Dietilkarbamasin tidak diberikan pada anak berumur kurang dari 2 tahun, ibu hamil/menyusui, dan penderita sakit berat atau dalam keadaan lemah.

Namun pada kasus penyakit kaki gajah yang cukup parah (sudah membesar) karena tidak terdeteksi dini, selain pemberian obat-obatan tentunya memerlukan langkah lanjutan seperti tindakan operasi.

Pencegahan Terhadap Penyakit Kaki Gajah

Terdapat beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit kaki gajah, antara lain :

1. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Lingkungan yang kotor, banyak barang bekas, banyak genangan air baik, rumput, semak, tanaman, dan kolam harus segera dibersihkan karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang disukai nyamuk untuk berkembang biak.

2. Menjaga Kebersihan Badan

Kebersihan badan harus dijaga terutama dengan cara mandi teratur dua kali sehari, dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

3. Menjaga Kesehatan Badan

Kesehatan badan juga harus dijaga terutama dengan cara memakan makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang sehat bergizi ini adalah makanan yang didalamnya terkandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan serat dalam jumlah seimbang.

4. Menghindari Gigitan Nyamuk

Menghindari gigitan nyamuk bisa dilakukan dengan menggunakan pakaian yang panjang atau dengan memakai obat nyamuk, baik lotion maupun obat nyamuk bakar atau elektrik terutama pada saat tidur.

5. Menanam Lavender

Tanaman lavender tidak di sukai oleh nyamuk, oleh karena itu rumah yang ditanami lavender akan dijauhi nyamuk sehingga hanya kecil kemungkinan nyamuk untuk masuk rumah dan menggigit manusia di dalamnya.

Itu tadi penjelasan mengenai Penyakit Kaki Gajah dan bagaimana cara mencegahnya. Semoga kita terhindar dari penyakit yang satu ini dan sehat selalu ya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Terima kasih sudah membaca.

Related posts