Penjelasan Tentang Bruxism Serta Cara Mengatasinya

11

Pernah dengar istilah kerot atau mengerot? Atau singkatnya, pernah mendengar suara gigi yang bergesekan ketika teman kamu atau orang di sekitar kamu tidur? Suara yang terkadang membuat kita yang berada disampingnya merasa agak terganggu karena suara yang dihasilkan oleh gesekan gigi mereka tersebut. Dalam istilah kedokteran, kebiasaan ini disebut dengan Bruxism.

Entah mengapa suara yang dihasilkan dari gesekan gigi tersebut bisa terdengar lumayan keras dan membuat kita jadi tidak nyaman bahkan hingga tidak bisa tidur. Suaranya terkadang melebihi suara orang yang mendengkur. Namun, seringkali keadaan ini dianggap terjadi karena stress dan kecapekan.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai kebiasaan mengerot ini. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Bruxism

22

Bruxism merupakan suatu kondisi dimana seseorang yang seringkali menggertakkan, menekan, atau menggesekkan giginya ke atas dan ke bawah maupun ke kanan dan ke kiri secara tidak sadar. Bruxism pada tahap awal tidak terlalu membutuhkan pengobatan khusus, namun jika bruxism sudah menjadi sebuah kebiasaan, hal itu bisa menimbulkan dampak yang lebih besar, seperti kerusakan pada gigi, sakit kepala, gangguan pada rahang, dan berbagai masalah lainnya.

Pada kebanyakan kasus, bruxism terjadi secara spontan saat seseorang sedang berkonsentrasi, sedang merasa cemas, atau sedang mengalami stres yang berlebihan. Namun hampir 80 persen kebiasaan bruxism terjadi pada malam hari saat seseorang sedang tidur. Kebiasaan seseorang yang menggemeretakkan dan menggesekkan gigi secara tidak sadar pada malam hari (sleep bruxism) sering dikaitkan dengan gangguan tidur.

Pada umumnya, orang yang memiliki kebiasaan sleep bruxism juga memiliki kebiasaan lain yang bisa dibilang berkaitan dengan gangguan tidur, seperti mendengkur atau nafas yang berhenti sejenak pada saat tidur (sleep apnea). Kebanyakan orang malah tidak menyadari kebiasaan ini sampai pada akhirnya timbul komplikasi. Oleh sebab itu, penting bagi kita semua untuk mengetahui penyebab dan juga gejala bruxism agar terhindar dari dampak yang lebih besar.

Gejala Pada Bruxism

4

Seseorang yang mengidap bruxism biasanya tidak akan tahu kalau sebenarnya dia mengidap kebiasaan itu, Mereka akan mengetahuinya jika orang – orang di sekitarnya memberitahukannya. Namun walaupun begitu, ada beberapa hal yang bisa ditandai sebagai gejala dari bruxism, dan biasanya sebagian bisa dirasakan saat bangun tidur, antara lain :

  • Rahang yang terasa sakit dan nyeri ketika terbangun dari tidur
  • Mengalami sakit kepala ringan, terutama pada bagian pelipis
  • Terasa nyeri pada bagian muka atau wajah
  • Mengalami gangguan tidur
  • Gigi menjadi lebih sensitif
  • Kerusakan yang terjadi pada bagian permukaan gigi

Penyebab Terjadinya Bruxism

o

Penyebab bruxism biasanya dikaitkan dengan keadaan psikologis yang sedang tidak stabil, antara lain adalah sebagai berikut :

  • Stress dan Depresi

Waspadalah jika anda mengalami depresi atau stress yang meliputi rasa kecemasan, Ketakutan, Kepanikan berlebihan, Kekhawatiran, Kekecewaan, Keputusasaan, Amarah yang disimpan dalam hati dan ketegangan otak akibat aktivitas berat.

  • Kepribadian Yang Hiperaktif

Memiliki kepribadian yang aktif , Hiperaktif, Terlalu sensitif terhadap hal hal yang baru dilihatnya, Keingintahuan yang besar terhadap sesuatu, Berjiwa kompetitif dan kreatif dapat menjadi salah satu penyebab munculnya bruxism pada anak anak.

  • Gangguan Tidur

Terserang gangguan tidur diantaranya adalah gejala insomnia, Tidur mendengkur, Kadang terserang mimpi buruk dan sering mengalami sesak nafas ketika tidur sehingga jantung berhenti berdetyak sesaat atau yang biasa disebut dengan sleep apnea.

  • Kondisi Gigi

Bisa juga karena susunan atau posisi gigi geligi yang tidak rapih/rata sehingga mempermudah terjadinya bruxism pada anak anak, Apalagi pada yang memiliki kepribadian hiperaktif.

  • Reaksi Tubuh Secara Alami

Karena reaksi alami yang muncul sebagai perlindungan dan pertahanan tubuh terhadap rasa nyeri akibat gigi yang baru saja mengalami pertumbuhan.

  • Gangguan Pada Rongga Telinga

Bisa jadi karena didalam rongga telinga telah terjadi luka, Iriatsi, Infeksi atau peradangan yang secara tidak langsung dapat menciptakan rasa nyeri pada telinga sehingga kita jadi kebiasaan menggesekan gigi kita.

Bruxism Pada Anak – Anak

Tak hanya di alami oleh orang dewasa saja, kebiasaan tidur yang buruk seperti ini ternyata juga sering terjadi pada anak-anak ketika pertama kali mereka mengalami tumbuh gigi. Kebiasaan bruxism akan terulang ketika mereka mulai memiliki gigi permanen. Kebiasaan itu biasanya akan berhenti saat mereka memasuki masa remaja. Sama seperti orang dewasa, bruxism pada anak-anak biasanya terjadi karena stres, misalnya saat akan menghadapi ujian sekolah.

Di samping faktor psikologis, bruxism pada anak-anak juga terjadi karena pengaruh penyakit lain, seperti kekurangan gizi, alergi, gangguan cacing kremi, dan gangguan endokrin. Pengawasan dan perhatian penuh dari orang tua untuk membantu meredakan bruxism pada anak.

Bagaimana Cara Mengatasi Bruxism

Untuk mengurangi ataupun mengatasi kebiasaan bruxism ini, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Berikut adalah cara caranya :

Pengobatan Di Rumah / Sendiri

g

Jika menurut anda kebiasaan tidur yang tidak baik ini masih bisa anda tangani sendiri, maka cobalah

1. Kurangi Stress

Stres ada adalah satu penyebab utama gemeretak gigi, maka kamu harus berusaha mengenyahkan stres yang kamu alami. Kamu dapat mengenyahkan stres dalam kehidupan kamu dengan cara mengikuti konseling stres, berolahraga, atau meditasi. Berikut ini beberapa cara lain untuk mengurangi stres :

  • Singkirkan sumber-sumber utama stres dalam kehidupan kamu. Jika kamu mengalami stres karena teman satu kamar yang membuat kamu tidak tahan atau karena sebuah hubungan yang buruk, kini saatnya untuk menyingkirkan sumber-sumber negatif ini keluar dari kehidupan kamu.
  • Pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Hal ini akan memberi kamu lebih banyak energi untuk menghadapi kehidupan kamu sehari-hari.
  • Bersenang-senanglah dengan teman-teman kamu. Tertawalah, berbuatlah konyol, dan sekedar tidak melakukan apapun dengan teman-teman kamu. Hal ini akan membantu kamu melepas lelah.
  • Makanlah dengan baik. Makan makanan sehat dengan gizi seimbang setiap hari akan membuat kamu merasa lebih seimbang dan tidak mudah tersinggung (marah).

2. Jauhi Kafein

Berhentilah meminum soda, kopi, dan minuman berenergi, serta cobalah untuk tidak makan cokelat terlalu banyak. Kafein merupakan perangsang yang akan membuat kamu jadi semakin sulit untuk membuat pikiran dan otot rahang kamu rileks, terutama pada malam hari.

3. Hindari Alkohol

Alkohol adalah penyebab stres, yang akan membuat kamu menjadi semakin sulit untuk tidur sehat. Gemeretak gigi cenderung akan memburuk setelah kamu mengonsumsi alkohol. Meskipun alkohol mungkin membuat kamu lebih mudah untuk tertidur, alkohol akan membuat kamu tidur kurang nyaman, lebih tidak nyenyak, dan akan meningkatkan gemeretak gigi kamu saja.

4. Berhenti Mengunyah Hal Lain Selain Makanan

Hentikan kebiasaan kamu yang terkait dengan stres yang kamu lakukan dengan mulut kamu. Misalnya, jika kamu cenderung untuk mengunyah pensil atau pulpen ketika kamu stres, kamu harus menyingkirkan kebiasaan itu. Jika kebiasaan mengunyah ini cukup menantang, kamu dapat mengunyah permen karet atau menghisap permen mint kapanpun kamu memiliki dorongan untuk mengunyah sesuatu selain makanan, dan pelan-pelan hentikan ketergantungan kamu dari kebiasaan ini.

5. Rileks Sebelum Tidur

Rileks penting untuk mengurangi stres sebelum tidur agar kamu lebih rileks sepanjang malam. Dengan demikian kemungkinannya kecil bagi kamu untuk menggemeretakkan gigi. Berikut ini beberapa cara rileks sebelum tidur dan mendapatkan tidur yang nyenyak:

  • Pijatlah otot-otot di leher, bahu, dan wajah kamu sebelum kamu berangkat tidur. Gunakan jari dan telapak tangan kamu untuk memijat bagian samping kepala kamu, dahi, dan rahang kamu dengan gerakan melingkar yang menenangkan.
  • Rendam kain lap dengan air panas dan tempelkan di pipi kamu di depan daun telinga kamu. Hal ini akan membantu otot-otot kamu untuk rileks dan tidak lagi mengatup.
  • Ambil kain lap hangat dan tempelkan di seluruh wajah kamu. Hal ini baik untuk membantu otot kamu rileks dan menempatkan kamu dalam keadaan pikiran yang lebih tenang.
  • Hidupkan musik yang menenangkan atau derau putih untuk membantu mencapai ketenangan pikiran saat kamu tertidur.
  • Membacalah di tempat tidur, selama setidaknya setengah jam sebelum kamu tidur. Hal ini akan membantu kamu bersiap untuk tidur.
  • Matikan televisi, komputer, dan setiap lampu terang, setidaknya satu jam sebelum tidur. Minimalkan pengalaman indrawi kamu sebelum kamu tertidur.

Pengobatan Dengan Bantuan Medis

8

Jika menurutmu kebiasaan menggertakan gigi pada saat tidurmu sudah kelewatan batas dan seperti sudah akut. Dan penanganan sendiripun sudah tak mampu membendung masalah ini. Maka cobalah untuk mengkonsultasikan kebiasaan kamu itu pada dokter yang ahli dibidangnya, misalnya dokter gigi.

1. Kunjungi Dokter Gigi

Jika gemeretak gigi kamu tetap berlangsung, maka kamu harus segera pergi ke dokter gigi, karena gemeretak gigi yang kronis dapat menyebabkan keretakan, goyang, dan kehilangan gigi. Jika gemeretak gigi kamu terlalu sering, kamu bahkan mungkin memerlukan gigi tiruan permanen atau bridge, mahkota gigi tiruan, perawatan saluran akar gigi (root canal), implan, gigi tiruan parsial, atau bahkan gigi tiruan untuk semua. Dokter gigi kamu akan mempu menilai dan menentukan perawatan yang mana yang terbaik bagi kamu. Berikut ini beberapa perawatan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter gigi kamu, tergantung pada seberapa parah gejala-gejala kamu :

  • Obat pelentur otot-otot rahang. Bruxism sangat jarang diobati dengan obat, namun kadang obat relaksan atau pelentur otot dan botox dapat diresepkan untuk mengendurkan rahang dan mencegah gemeretak gigi.
  • Mahkota gigi tiruan atau tambalan (onlays) dimasukkan pada gigi kamu. Jika bruxism kamu telah menyebabkan kerusakan gigi, gigitan kamu mungkin tidak selaras atau sejajar lagi. Jika ini kasusnya, dokter gigi kamu dapat menggunakan tambalan atau mahkota gigi tiruan untuk membentuk kembali permukaan gigi kamu dalam rangka memperbaiki gigitan kamu.

2.  Menggunakan Penyangga Gigi

Dokter gigi kamu kemungkinan besar akan merekomendasikan splint atau pelindung gigi pada malam hari untuk melindungi gigi kamu dari aus dan kerusakan karena gemeretak. Berikut ini beberapa informasi lagi tentang pelindung gigi atau splint:

  • Pelindung gigi dapat dibuat khusus dan disesuaikan dengan gigi kamu oleh dokter gigi, atau dapat dibeli di konter. Namun demikian, pelindung gigi cenderung lembut dan dapat berubah posisinya selama gigi menggemeretak. Pelindung gigi yang dibuat sesuai bentuk gigi umumnya lebih mahal daripada pelindung gigi yang dibeli di toko (meskipun sebagian besar harganya mungkin dibayar oleh asuransi kamu), namun pelindung ini akan lebih pas dengan gigi kamu dan lebih nyaman digunakan.
  • Pelindung gigi yang dapat disesuaikan sendiri dibuat dari etilena vinil asetat (EVA) adalah alternatif yang terjangkau dan dapat dicoba, sebelum memutuskan untuk membuat dan membayar pelindung gigi yang dibuat khusus. Pelindung gigi ini dapat dengan mudah dibentuk dalam air panas dan dengan demikian disesuaikan dengan gigitan kamu.
  • Penyangga gigi terbuat dari akrilik keras dan cocok di kedua gigi atas atau bawah kamu. Penyangga gigi ini juga dipakai pada malam hari untuk melindungi gigi kamu dari kerusakan.

Nah, itulah penjelasan tentang Mengerot atau menggeretakkan gigi (bruxism). Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *