Penjelasan Tentang Mata Merah Serta Cara Mengatasinya

1

Mata merah merupakan suatu kondisi yang membuat para penderitanya menjadi kurang percaya diri. Kondisi ini merupakan keadaan dimana bagian putih pada mata menjadi merah dan terkadang juga terasa perih dan berair. Biasanya mata yang merah sering terjadi karena hal yang sepele, misalnya karena debu dan kotoran yang masuk ke mata.

Mungkin kamu pernah mengalaminya atau sekarang sedang mengalaminya. Jika iya, tentu kamu tahu bagaimana rasanya ketika mengalami mata merah. Selain rasa perih dan berair, mata merah pastinya juga membuat kamu harus menutupinya dengan kacamata karena kamu merasa kurang percaya diri dengan keadaan kamu.

Namun, keadaan mata merah tidak bisa kita anggap sepele. Karena masalah mata merah bukan saja karena hal yang ringan seperti hal nya terkena debu ataupun karena terlalu lama berada di kolam renang saja. Malah ada beberapa keadaan yang wajib untuk segera diobati jika mata menjadi merah.

Untuk itu, kali ini saya akan menjelaskan tentang kondisi mata merah, apa saja penyebabnya dan juga bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Untuk lebih jelasnya lagi, silahkan simak ulasannya di bawah ini.

Mata Merah

2

Sebelum kita membahas tentang penyebab dan cara mengatasi mata merah, ada baiknya bagi kita untuk mengetahui lebih dulu apa pengertiannya. Mata merah adalah gejala penyakit akibat peradangan atau infeksi lapisan transparan yang terletak di bagian dalam kelopak mata dan di bagian yang menutupi putih mata. Sehingga bagian putih pada mata tersebut jadi terlihat kemerahan. Terkadang, ada yang mengalami kondisi merah pada sebagian mata, dan ada juga yang mengalami merah penuh pada bagian putih mata.

Apa Saja Penyebab Mata Merah

99+

Ada banyak penyebab mata merah. Dan terkadang kita tidak menyadari hal itu sehingga tanpa sadar kita mengalami keadaan tersebut. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan mata merah, antara lain :

  • Konjungtivitis

Penyebab yang pertama adalah konjungtivitis. Konjungtivitis juga disebut ‘mata merah muda’, yaitu salah satu infeksi mata paling umum (dan menular), khususnya di kalangan anak-anak sekolah. Hal ini terjadi karena konjungtiva (lapisan atau membran tipis yang biasanya transparan, yang menutupi sclera dan garis kelopak mata) mengalami infeksi.

Saat konjungtiva terinfeksi, pembuluh darah di dalamnya menjadi membengkak, menjadikan mata merah atau merah muda. Ada beberapa jenis konjungtivitis dan cara pengobatannya, maka disarankan kamu segera mengunjungi dokter mata untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

  • Mata kering

Sindrom mata kering terjadi ketika kelenjar air mata kamu tidak cukup menghasilkan air mata yang digunakan untuk mengairi dan menyehatkan mata, baik secara kualitas maupun kuantitas. Mata kering kronis dapat menyebabkan permukaan mata menjadi meradang dan teriritasi, membuat mata terlihat merah pada akhirnya.

Nah, untuk mengatasinya bisa menggunakan obat tetes mata, bisa kamu beli di apotek yang menjualnya secara bebas atau akan lebih baik kalau konsultasi dengan dokter mata untuk pengobatan terbaik.

  • Alergi

Mata merah juga dapat disebabkan oleh alergi, mengingat secara umum, mata merah adalah indikator dari reaksi alergi. Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat asing, seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, debu atau bahan kimia tertentu yang ditemukan dalam makeup atau lensa kontak, tubuh kamu akan melepaskan histamin sebagai bagian dari respons inflamasi yang terjadi untuk ‘melawan’ alergen pelakunya.

Akibatnya, histamin dilepaskan yang menyebabkan pembuluh darah di mata membesar, membuat mata menjadi merah dan berair. Cara mengatasinya adalah pergi ke dokter untuk periksa, biasanya akan diberi obat tetes mata antihistamin yang dapat membantu menjaga kesehatan mata dari alergi.

  • Kontak lensa

Salah satu penyebab utama mata merah berikutnya adalah terlalu berlebihan atau tidak tepat menggunakan lensa kontak, sehingga menyebabkan iritasi dan mikroba pada mata. Mata merah saat memakai kontak lensa bisa menjadi tanda dari infeksi mata serius, seperti keratitis atau infeksi mata jamur. Kalau mata kamu menjadi merah saat memakai lensa kontak, jangan pakai lensa kontak tersebut dan segera periksa ke dokter.

Perlu kamu tahu, lensa kontak juga bisa memperburuk sindrom mata kering, karena biasanya lensa kontak mengurangi jumlah oksigen mencapai kornea dan dapat membatasi aliran produksi air mata normal, terutama ketika peletakan lensa kontak tidak tepat. Sementara itu, kamu tetap bisa meminimalisasi risiko lensa kontak yang menyebabkan mata merah dengan menjaga lensa tetap bersih dan didesinfeksi, dan menggantinya sesuai dengan arahan dokter mata kamu. Dokter biasa saja menyarankan untuk mencoba lensa sekali pakai harian atau berbagai jenis bahan lensa kontak, misalnya lensa gas permeable (GP).

  • Computer vision syndrome

Mata merah, pedih, dan terasa lelah setelah menatap layar komputer terlalu lama bisa jadi merupakan sindrom yang disebut dengan computer vision syndrome. Ini menjadi penyebab mata merah yang sering tak disadari oleh penderitanya. Ada beberapa alasan kenapa gangguan ini bisa terjadi; bahwa mata Anda akan berkedip lebih sedikit jika bekerja di komputer, sehingga permukaan mata menjadi cepat kering.

Tips untuk mengurangi masalah ini yaitu mengambil waktu istirahat saat bekerja di depan komputer, memodifikasi tempat kerja dan memakai kacamata yang dirancang khusus untuk melihat layar komputer. Tetes mata pelumas juga akan dapat membantu untuk menjaga mata agar selalu lembab dan sehat sehingga bebas dari mata merah.

  • Cedera mata

Trauma atau luka pada mata, termasuk operasi kelopak mata kosmetik, dapat menghasilkan mata merah, kadang disertai pendarahan subkonjungtival. Sebagai respons inflamasi terhadap cedera, pembuluh darah di mata kamu melebar untuk memungkinkan aliran darah lebih banyak ke area yang cedera guna penyembuhan lebih cepat.

Bicara cedera mata, biasanya terkiat goresan mata ringan (kornea lecet) sampai luka yang terasa menusuk atau terasa terbakar akibat bahan kimia. Apa pun sumbernya, sebaiknya segera mencari bantuan medis untuk mengatasinya.

  • Ulkus kornea

Infeksi pada kornea, termasuk ulkus kornea, yang berpotensi mengancam penglihatan dan harus diobati segera sebagai keadaan darurat. Selain mata merah, gejala ulkus kornea hampir selalu disertai sakit mata dan penglihatan terganggu. Ulkus kornea biasanya disebabkan oleh infeksi mata yang tak diobati atau trauma pada mata.

Untuk mengatasinya, sangat disarankan bagi kamu untuk segera mengunjungi dokter mata terdekat agar mendapat pengobatan yang tepat.

  • Herpes okular

Herpes okular atau herpes mata adalah infeksi virus yang berulang, disebabkan jenis virus herpes simpleks tipe 1, yakni virus yang sama menyebabkan luka dingin secara umum. Tanda dan gejala herpes okular antara lain mata merah, mata bengkak, sakit mata, cairan yang encer pada mata, dan mata yang sangat sensitif terhadap cahaya.

Herpes mata dapat menyebabkan jaringan parut kornea jika tidak diobati. Dalam beberapa kasus, mungkin memerlukan tranplantasi kornea untuk mengembalikan fungsi maksimal penglihatan.

  • Uveitis

Uveitis adalah peradangan lapisan tengah mata (uvea), ditandai dengan mata merah, sensitivitas cahaya, dan gangguan visual seperti pandangan kabur. Uveitis memiliki banyak penyebab, antara lain infeksi mata, cedera mata atau trauma, atau gangguan autoimun sistemik.

Namun dalam banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui. Jika uveitis tidak diobati cukup dini, dapat mengakibatkan masalah retina, katarak, dan tekanan okular tinggi, yang semuanya dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen.

  • Glaukoma

Dalam kebanyakan kasus, glaukoma datang secara bertahap dan malah ada yang tanpa gejala ketika pertama kali berkembang. Tapi tiba-tiba mengalami sakit, mata merah cerah, disertai dengan lingkaran cahaya, kehilangan penglihatan, dan mual, inilah kemungkinan sinyal akut glaukoma sudut tertutup. Glaukoma ini bisa mengancam penglihatan permanen sehingga harus segera ditangani.

  • Obat tetes mata pemutih

Obat tetes mata banyak yang dijual di pasaran dan menyebabkan mata merah karena mengandung vasokonstriktor, bahan kimia yang mengecilkan pembuluh darah di permukaan mata untuk mengurangi kemerahan. Ironisnya, pemutih dalam obat tetes mata dapat menyebabkan bahaya dalam jangka lama. Banyak orang menggunakannya secara rutin setiap kali mata mereka merah. Jadi, lebih baik kalau mau menggunakan jangan terlalu sering dan lebih baik konsultasikan ke dokter mata.

  • Demam dan flu

Mata merah dan bengkak, bersamaan dengan hidung beringus, adalah gejala umum dari flu. Mata merah sendiri di sini biasanya disebabkan oleh infeksi sinus atau sinus tersumbat, terutama jika disertai dengan bersin dan batuk.

  • Kehamilan

Perubahan hormon selama kehamilan juga dapat mempengaruhi mata dalam banyak cara. Mata kamu mungkin saja bisa menjadi merah, kering, gatal, dan sensitif terhadap cahaya. Kehamilan juga dapat mengubah bentuk kornea kamu dan mengembangkan intoleransi terhadap lensa dan menyebabkan pandangan kabur. Masalah-masalah ini, termasuk mata merah, biasanya hanya bersifat sementara, dan penyelesaiannya berlangsung hanya dalam beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan.

  • Merokok

Lagi-lagi tidak jauh dari yang namanya rokok. Selain secara signifikan meningkatkan risiko degenerasi makula terkait usia (age-related macular degeneration/AMD), katarak, dan uveitis, asap tembakau juga menyebabkan iritasi mata dan berakibat mata kering, merah, dan gatal. Merokok ganja juga menyebabkan mata merah. THC, yaitu bahan psikoaktif utama dalam ganja, menyebabkan pelebaran signifikan pembuluh darah apda amta, memproduksi kemerahan mata yang dapat berlangsung beberapa jam atau bahkan lebih lama.

Selain itu, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat menyebabkan kemerahan pada mata. Alkohol mengurangi oksigen ke sel-sel darah merah, menyebabkan pembuluh darah mengumpul dan menghasilkan mata kemerahan.

  • Lingkungan dan aktivitas berbahaya

Udara kering, debu, asap, dan paparan sinar matahari yang berlebihan di tempat kamu bekerja bisa menyebabkan iritasi mata sehingga mata menjadi memerah. Goresan kornea yang disebabkan oleh partikel yang terbawa angin seperti pasir dan serbuk kayu, kaca, atau logam, dapat menyebabkan cedera mata.

Oleh karena itu, sebaiknya selalu pakai kacamata pelindung seperti kacamata pengaman ketika berisiko terkena benda-benda asing berbahaya tersebut, baik di lingkungan tinggal bekerja, bermain olahraga, dan sebagainya.

  • Berenang

Berenang merupakan aktifitas yang menyenangkan, namun klorin dan pembersih kolam renang lainnya, serta bakteri yang ditemukan secara alami dalam setiap jenis air, termasuk lautan, danau dan sungai, dapat berbahaya bagi mata. Jika kamu rentan mengalami mata merah, gunakan kacamata berenang. Dan ingat, jangan berenang menggunakan lensa kontak, atau kamu bisa mengalami risiko signifikan tertular infeksi mata, seperti Acanthamoeba keratitis.

Bagaimana Cara Mengatasi Mata Merah

98

Nah, setelah mengetahui beberapa hal yang bisa menyebabkan mata menjadi memerah, kita juga harus tahu bagaimana cara untuk mengatasinya. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi mata merah, antara lain :

  • Mengatur Pencahayaan Ruangan

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengatur pencahayaan ruangan kamu. Pencahayaan merupakan salah satu faktor yang bisa memicu mata menjadi mudah lelah dan menyebabkan iritasi. Jika kamu memiliki gangguan mata merah, maka ada baiknya kamu mengatur pencahayaan ruangan.

Perhatikanlah bagaimana cahaya ruangan tempat kamu berada sekarang. Jika cahaya lampu terlalu terang maka ada baiknya kamu mengganti lampu dengan yang lebih redup. Cahaya lampu yang terlalu terang akan membuat mata menjadi silau dan membuat mata lebih cepat lelah karena memaksa mata bekerja lebih ekstra.

  • Mengatur Pencahayaan Layar Monitor

Jika kamu adalah orang yang bekerja seharian di depan layar komputer maka lihatlah bagaimana pencahayaan di layar monitor kamu. Jika pencahayaan layar monitor kamu terlalu terang maka aturlah agar lebih redup sehingga mata kamu tidak mudah lelah. Berkediplah lebih sering meskipun terkadang kamu akan lupa dengan kebiasaan satu ini. Berkedip akan membantu mata untuk tetap lembab sehingga mata merah tidak semakin parah.

Selain itu, usahakan agar kamu selalu beristirahat beberapa menit setiap jamnya. Terlalu lama menatap layar komputer akan membuat mata perih dan lelah yang berakibat pada semakin parahnya mata merah yang kamu alami.

  • Usahakan Untuk Tidak Menggosok Mata

Kondisi mata merah juga seringkali diikuti dengan gejala lain seperti rasa gatal yang tidak tertahankan. Namun, segatal apapun mata kamu saat ini, usahakan agar kamu tidak menggosoknya. Menggosok mata merah justru akan memperparah iritasi. Bukan tidak mungkin terdapat banyak kuman yang ada di tangan kamu. Selain itu, menggosok mata yang merah juga akan meningkatkan alergen yang masuk ke dalam mata sehingga rasa gatal yang ditimbulkan justru semakin parah.

  • Menggunakan Air Mawar

Untuk memberikan rasa nyaman pada mata merah, kamu bisa memanfaatkan khasiat alami dari bunga mawar. Rendamlah mawar di dalam air dingin kemudian gunakan air rendaman mawar tersebut untuk mencuci mata merah kamu. Efek dingin yang dihasilkan dari air mawar tersebut akan memberikan rasa nyaman pada mata kamu sekaligus mencegah terjadinya iritasi yang lebih parah.

  • Menggunakan Mentimun

Ternyat tidak hanya air mawar saja yang bisa kamu gunakan untuk meredakan kondisi mata merah. Mentimun juga bisa kamu manfaatkan untuk memberikan kenyamanan pada mata merah kamu. Caranya, letakkan irisan mentimun pada kedua mata yang telah ditutup. Irisan mentimun tersebut akan memberikan rasa sejuk pada mata kamu. Selain itu, kamu yang memiliki masalah dengan mata panda juga bisa memperoleh manfaat mentimun untuk menghilangkan mata panda pada kedua mata kamu.

  • Kurangi Waktu Menatap Layar Komputer

Untuk kamu yang sering bekerja di depan layar komputer, tentunya sangat rentan terkena iritasi mata akibat cahaya layar komputer yang silau. Mata kamu akan cepat merasa lelah ketika bekerja di depan layar komputer. Karena itu, jika kamu sedang memiliki masalah mata merah, sebaiknya untuk sementara waktu kamu tidak bekerja di depan layar komputer. Setidaknya, tunggulah sampai mata merah kamu benar-benar sembuh.

  • Menggunakan Air Hangat

Dengan keadaan mata yang terpejam, basuhlah kelopak mata kamu menggunakan air hangat. Pastikan juga air yang kamu gunakan tidak terlalu panas karena air panas justru akan membuat iritasi pada mata menjadi semakin parah. Membasuh mata menggunakan air hangat akan membantu menghilangkan kotoran akibat belekan dan juga meredakan rasa gatal pada mata merah.

  • Obat Tetes Mata

Untuk memberikan rasa nyaman sekaligus meredakan rasa gatal pada mata, ternyata kamu juga bisa menggunakan bantuan obat tetes mata. Namun, sebaiknya penggunaan obat tetes mata tidak digunakan secara berlebih karena dapat menimbulkan berbagai efek samping pada mata kamu.

  • Menggunakan Air Rebusan Sirih

Daun sirih ternyata juga bisa kamu manfaatkan sebagai cara untuk menghilangkan mata merah. Caranya, rebuslah 4 lembar daun sirih kemudian gunakan air rebusan yang telah dingin tersebut untuk mencuci mata merah kamu. Air rebusan sirih tersebut sangat efektif meredakan mata merah karena sirih bersifat antiseptik. Antiseptik pada daun sirih juga bisa digunakan untuk menghilangkan keputihan karena jamur.

  • Istirahat Yang Cukup

Ternyata untuk meredakan mata merah tidak cukup hanya dengan melakukan perawatan dari luar saja. Ada baiknya, kamu juga mencukupi kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Tidurlah setidaknya 6 jam setiap hari. Saat bangun tidur, usaplah mata kamu menggunakan air dingin agar kotoran dan juga iritasi yang ada pada mata dapat segera reda.

Jadi, sebenarnya kondisi mata merah akibat iritasi ringan seringkali terjadi karena hal-hal sepele yang jarang sekali kita sadari, padahal hal tersebut kita lakukan pada kegiatan sehari-hari. Penting juga bagi kita untuk mengetahui penyebab mata merah, karena tidak semua mata merah itu terjadi akibat iritasi yang ringan.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan serta pengetahuan bagi kita semua. Terima kasih sudah membaca.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *