Penjelasan Tentang Milia, Bintik – Bintik Kecil Yang Sepintas Mirip Jerawat

Apakah kamu tengah mengalami tumbuhnya bintik-bintik kecil di daerah wajah kamu? Biasanya bintik-bintik berupa benjolan ini sepintas mirip seperti jerawat, namun dengan ukuran yang lebih kecil dan tergolong tumbuh dengan jumlah yang banyak. Biasanya juga bintik ini tumbuh pada bagian sekitar mata atau pipi bagian atas.

Pada istilah kedokteran, hal ini disebut dengan milia. Milia ini disebut juga dengan jerawat bayi, karena biasanya hal ini terjadi pada bayi yang baru lahir. Namun tidak menutup kemungkinan juga kalau orang dewasa juga bisa terkena kondisi ini.

Untuk itu, saya akan mencoba untuk menjelaskan tentang kondisi yang disebut dengan milia ini. Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Milia

Milia adalah salah satu kondisi kulit yang juga dijuluki sebagai jerawat bayi karena umumnya muncul pada bayi yang baru lahir. Milia juga dikenal dengan istilah kista milium dan tidak berbahaya serta tidak membutuhkan perawatan khusus karena dapat hilang dengan sendirinya. Selain pada bayi, milia juga dapat muncul pada segala usia dan pada kasus tertentu penderitanya dapat dianjurkan untuk melalui proses pengobatan.

Bentuk milia pada umumnya adalah seperti jerawat, yaitu benjolan kecil berwarna putih menyerupai warna mutiara atau putih kekuningan. Biasanya muncul secara berkelompok di daerah hidung, mata, dahi, kelopak mata, pipi, dan dada. Jika hanya terdapat satu benjolan, maka istilah yang digunakan adalah milium. Bentuk inilah yang menyebabkan julukan jerawat bayi tersebut. Kendati demikian, milia tidak dapat disamakan dengan jerawat pada bayi dikarenakan jerawat juga mungkin tumbuh pada bayi yang sedang memiliki milia.

Jenis – Jenis Milia

Milia sendiri ternyata memiliki beberapa jenis yang berbeda, antara lain :

  • Neonatal milia, yaitu istilah untuk milia pada bayi yang baru lahir dan biasanya muncul di area hidung, pipi, kulit kepala hingga mulut. Kondisi ini tergolong umum dan dianggap normal.
  • Primary milia, yaitu milia yang muncul pada usia anak-anak dan dewasa, biasanya muncul di area dahi, kelopak mata, dan di sekitar alat kelamin. Kondisi ini dapat menghilang dalam kurun waktu beberapa minggu hingga bulan.
  • Secondary milia, yaitu milia yang muncul sebagai akibat terjadinya kerusakan pada lapisan kulit, seperti luka bakar. Gangguan pada kelenjar keringat juga dapat menjadi pemicu milia yang bisa muncul di bagian tubuh mana pun. Milia juga dapat muncul sebagai efek dari penggunaan krim kulit kortikosteroid.
  • Milia en plaque, adalah milia pada bagian kulit yang terkena radang dan merupakan kasus langka. Milia jenis ini biasanya muncul di kelopak mata, sekitar telinga, pipi, dan rahang. Milia jenis ini pada umumnya menyerang perempuan usia paruh baya.
  • Multiple eruptive milia, yaitu milia yang juga tergolong langka dan biasanya muncul di area wajah, lengan atas, serta tubuh bagian atas, seperti leher. Milia jenis ini muncul dalam bentuk bergerombol dalam kurun waktu beberapa minggu atau bulan.

Penyebab Milia

Seperti biasa, dalam suatu keadaan atau kondisi, pastinya ada sesuatu atau faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi tersebut. Milia yang muncul pada sebagian besar bayi dan orang dewasa disebabkan karena kulit tidak terkelupas dengan baik. Sebuah milium dapat berbentuk akibat adanya protein, bernama keratin yang terperangkap di dalam kalenjar pilosebasea pada lapisan dermis kulit.

Penyebab lain bisa dipengaruhi oleh terlalu banyak terpapar sinar matahari. Kulit yang terpapar sinar matahari terlalu sering dapat menyebaban gangguan pada kelenjar pilosebasea sehingga memicu munculnya milia.

Bagaimana Cara Mengatasi Milia

Jika kamu tengah mengalami kondisi ini, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan sebagai upaya untuk mengatasi milia ini, antara lain :

1. Gunakan produk pengelupasan kulit yang berkualitas

Remaja dan orang dewasa dapat mengatasi milia cukup dengan menggunakan perawatan pengelupasan kulit. kamu bisa menggunakan pelembap untuk mengelupas kulit atau produk pengelupasan khusus.

  • Sebuah pelembap yang berfungsi untuk mengelupas kulit sangat sesuai jika milia tersebar luas dan disertai dengan kulit kering. Pelembap akan mengurangi penumpukan sel-sel kulit mati di bawah kulit dan mengelupas kulit untuk melepaskan sel-sel mati yang sudah terakumulasi. Carilah pelembap yang mengandung vitamin A dan bebas minyak.
  • Rawatan pengelupasan khusus paling sesuai jika kamu ingin menyingkirkan milia dan tidak memiliki masalah kulit. Pilih perawatan khusus yang mengandung asam salisilat. Rawatan ini diberikan untuk milia sekali dalam sehari sampai ia hilang sepenuhnya, atau kamu bisa membaca kemasan untuk memastikan cara penggunaannya.

2. Gunakan retinol

Retinol umumnya digunakan untuk melawan jerawat dan tanda-tanda penuaan. Ia memiliki kemampuan pengelupasan yang menjadikan kulit lembut dan bersih. Untuk hasil terbaik, gunakan losion retinol dengan mengoleskannya langsung ke bagian kulit yang terkena milia.

  • Gunakan losion retinol seukuran kacang polong ke bagian kulit yang tertutup milia setiap malam. Tunggu kira-kira 30 menit setelah mencuci muka sebelum mengoleskan retinol.
  • Jangan mengoleskan retinol ke atas kelopak mata karena dapat menyebabkan iritasi dan berbahaya jika terkena mata.

3. Jangan menggaruk milia karena ingin menghilangkannya

Milia akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu dan tidak seharusnya memicu rasa tidak nyaman atau nyeri. Milia biasanya akan lepas dan jatuh saat kamu tidak melihat atau merasakannya. Kamu mungkin malah akan menyebabkan rasa sakit atau kerusakan pada kulit jika kamu mencoba sendiri untuk “meletuskan,” menusuk, atau mengikis milia.

  • Milia bukan jerawat, oleh sebab itu memecahkannya tidak akan menghilangkannya. Kista keras yang berada di bawah kulit tidak dapat dihilangkan kecuali dilakukan oleh seorang profesional. Kamu tidak bisa melakukan hal ini sendiri.
  • Kamu mungkin akan memicu iritasi dan kerusakan pada kulit jika berupaya mengatasinya sendiri. Kamu juga dapat menimbulkan bekas luka jika mencoba untuk memecahkan milia.

4. Konsumsi suplemen niacin

Niacin atau vitamin B3 adalah nutrisi penting yang umumnya tidak tercukupi dalam kebanyakan diet. Ia berfungsi untuk menjaga beberapa sistem dalam tubuh. Banyak yang meyakini bahwa niacin mampu mempertahankan kulit tetap sehat dan mengobati milia.

  • Perlu diketahui bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa niacin mampu menyingkirkan milia dengan cepat.
  • Jika kamu belum mengonsumsi suplemen niacin, mulailah dengan meminum dosis kurang lebih 100 mg sehari. Jangan mengonsumsi niacin lebih dari 1.500 mg setiap hari karena dosis yang berlebihan dapat menimbulkan kerusakan hati.
  • Pilihlah suplemen niacin yang murni karena cenderung aman dari racun atau aditif yang berbahaya.

5. Berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit

Seorang dokter pada umumnya ragu-ragu untuk meresepkan obat atau salep obat untuk milia karena milia tidak menimbulkan ancaman dan rasa sakit. Jika kamu menderita kasus milia yang cukup parah sehingga ia tidak hilang dengan sendirinya dan tidak memberikan respon positif terhadap rawatan pengelupasan, maka dokter spesialis kulit mungkin akan menghilangkan milia dari wajah secara fisik.

6. Lindungi kulit dari sinar matahari

Milia bisa bertambah parah akibat sinar matahari. Hal ini terutama berlaku jika kamu menderita milia sekunder yang umumnya disebabkan oleh terik matahari. Sengatan matahari dapat menyebabkan penyebaran milia atau menyebabkan milia muncul pada kulit dalam waktu yang cukup lama, oleh sebab itu mengurangi paparan sinar matahari akan menyingkirkan milia dengan cepat.

  • Hindari terkena sinar matahari langsung semampu kamu. Ketika menghabiskan waktu di luar, gunakan topi untuk menutupi wajah kamu.
  • Oleskan tabir surya lembut bebas minyak yang diformulasikan khusus untuk rawatan wajah. Tabir surya yang berat dan berminyak akan menyumbat pori-pori sehingga mempersulit proses pengelupasan sel-sel mati yang terperangkap pada kulit yang merupakan penyebab milia. Tabir surya yang ringan dapat memberikan perlindungan dari matahari tanpa menyumbat pori-pori. Carilah tabir surya yang ringan dengan SPF minimal 15 atau lebih.

Bagaimana Cara Mencegah Milia

Nah, ada baiknya juga bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara untuk mencegah milia agar kita bisa terhindar dari kondisi tersebut. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakuan sebagai upaya pencegahan terjadinya milia, antara lain :

1. Memahami milia

Milia adalah benjolan putih kecil yang terbentuk pada wajah ketika sel-sel kulit mati terjebak di bawah permukaan kulit dan akibatnya membentuk kista yang kecil dan keras.

  • Meskipun milia dapat terjadi pada semua kalangan usia, ia paling sering terlihat pada bayi. Kurang lebih setengah dari semua bayi memiliki milia.
  • Milia yang muncul pada sebagian besar bayi dan orang dewasa terjadi karena kulit tidak terkelupas dengan baik.
  • Orang dewasa juga dapat mengalami milia sekunder ketika luka bakar atau ruam menyebabkan kulit melepuh sehingga merusak pori-pori.
  • Milia bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan tertentu. Bahkan, ketika bayi terkena milia, kebanyakan dokter akan menyarankan untuk tidak memberikan rawatan khusus. Kamu hanya perlu mencuci kulit bayi dengan air hangat dan mengeringkannya dengan handuk lembut setiap hari.

2. Senantiasa membersihkan wajah

Pembersihan rutin merupakan langkah penting untuk mencegah milia bagi setiap kalangan usia. Seorang anak kecil harus mencuci kulit wajah mereka sekali sehari, sementara remaja atau orang dewasa harus mencuci kulit wajah dua kali sehari.

  • Gunakan air hangat untuk melembutkan pori-pori saat membersihkan wajah.
  • Keringkan wajah dengan menepuknya lembut menggunakan handuk bersih.
  • Remaja dan orang dewasa juga sebaiknya menggunakan pembersih wajah. Pembersih wajah biasanya tidak dianjurkan untuk bayi dan anak-anak kecuali wajah mereka tampak sangat berminyak. Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu jika kamu ingin menggunakan pembersih wajah dan jika kamu memang memerlukannya konsultasikan jenis pembersih wajah yang sesuai untuk kamu.
  • Jika kamu tidak dapat berkonsultasi dengan dokter, cukup gunakan sabun lembut yang melembapkan, tanpa parfum dan pewarna, atau bahan kimia.

3. Meningkatkan asupan CoQ10

Meningkatkan jumlah CoQ10 dalam tubuh dapat dilakukan secara alami tanpa menggunakan suplemen. Vitamin ini dikatakan mampu menjaga beberapa sistem tubuh dan meningkatkan kesehatan kulit.

  • Perlu diketahui bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan antara CoQ10 dan milia.
  • CoQ10 bertindak sebagai emulsifier yang menghilangkan minyak dari tubuh. Dengan mempermudah tubuh mengeluarkan minyak, vitamin ini juga dapat membantu pori-pori yang tersumbat milia melepaskan sel-sel kulit mati.
  • Tubuh memproduksi CoQ10 saat kamu berolahraga, dan vitamin ini juga dapat ditemukan dalam makanan seperti daging dan ikan.

Nah, itulah penjelasan mengenai milia beserta dengan cara mengatasi dan mencegahnya. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kita semua dan terima kasih sudah membaca.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *