Penjelasan Tentang Radang Amandel Serta Pencegahannya

1

Apa kamu pernah merasakan area amandel kamu membengkak? Bagi orang yang pernah merasakannya pasti tahu bagaimana menyiksanya penyakit yang satu ini. Sabgat mengganggu dan menyakitkan tentunya sehingga kita tidak bisa menikmati hari-hari kita seperti biasanya dan hanya bisa menahan sakit karena pembengkakan ini saja.

Penyakit seperti ini biasa disebut dengan radang amandel atau Tonsilitis. Penyakit yang satu ini menyerang tidak pandang usia. Dalam artian, siapapun bisa kena. Namun pada kebanyakan kasus, biasanya penyakit yang satu ini hanya menyerang orang-orang berusia muda. Tapi bukan berarti orang tua tidak bisa terkena juga.

Untuk itu, pada artikel kali ini saya akan mencoba membahas tentang penyakit radang tenggorokan atau tonsilitis ini agar kita tahu apa penyebab terjadinya dan bagaimana cara kita untuk mencegahnya. Namun sebelum kita membahas bagian tersebut, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan radang tenggorokan atau tonsilitis ini.

Apa Itu Tonsilitis

2

Penyakit tonsilitis adalah sebuah penyakit yang timbul akibat adanya peradangan dibagian tonsil (amandel). Tonsilitis adalah penyakit faring yang menyebabkan radang amandel. Amandel dan adenoid adalah lini pertahanan pertama tubuh. Berada di bagian ujung tenggorokan, keduanya terdiri dari jaringan yang serupa dengan nodus limfa. Fungsinya adalah mencegah agar patogen penyebab penyakit tidak masuk ke tubuh.

Peradangan yang terjadi dibagian ini pada umumnya seringkali diakibatkan karena adanya virus atau bakteri yang menyerang bagian tersebut. Kebanyakan atau umumnya infeksi yang terjadi dibagian amandel ini lebih sering menyerang anak-anak yang berusia muda yakni pada usia sekitar 5 sampai dengan 15 tahun.

Penyakit ini adalah bagian dari penyakit pernapasan yang menyerang bagian tenggorokan. Dampak dari penyakit ini sendiripun cukup mengganggu dan membuat napas menjadi lebih berat dibandingkan pada kondisi yang normal. Adapun kondisi penyakit ini terjadi kadang-kadang atau seringkali kambuh pada si penderita.

Gejala Tonsilitis

Woman blowing nose into tissue.

Biasanya sebelum seseorang yang mengidap penyakit  ini, pastinya ia terlebih dahulu merasakan gejala-gejala yang menyerang dirinya. Dan seperti berikut ini adalah beberapa gejala yang ditimbulkan dari tonsilitis.

  • Penderita mengalami pilek, batuk, mulut berbau, mual, suara serak, nyeri perut, dan terjadinya pembesaran kelenjar getah bening yang terdapat di sekitar bagian leher.
  • Nyeri ketika menelan makanan dan minuman bahkan ludah, dan berakibat penderita menjadi malas untuk melakukan aktifitas makan.
  • Ketika diperiksakan ke dokter, terdapat pembesaran tonsil atau amandel dan berwarna merah, terkadang ditemukan bercak putih atau eksudat dibagian permukaan tonsil, dan adanya warna merah yang bertanda adanya peradangan di sekitar bagian tenggorokan dan tonsil/amandel.
  • Penderita mengalami sakit kepala, demam, lemas, menggigil, nyeri otot.
  • Pada penderita tonsilitis kronis, penderita mendengkur ketika tidur dan disertai adanya pembesaran pada bagian kelenjar adenoid. Kelenjar adenoid adalah kelenjar yang letaknya di dinding bagian belakang antara rongga hidung dan tenggorokan.
  • Penderita mengalami rasa kering pada tenggorokannya atau seperti ada yang mengganjal pada bagian leher.
  • Rasa nyeri yang diakibatkan penyakit tonsilitis ini bisa menjalar ke sekitar bagian telinga dan juga leher.

Penyebab Terjadinya Tonsilitis

5

Setelah mengetahui gejala tonsilitis, ada baiknya kita untuk tahu apa saja yang menyebabkan terjadinya Tonsilitis ini. Apa saja? Simak di bawah ini :

Pada kebanyakan kasus, penyakit tonsilitis lebih sering menyerang anak-anak pada usia Sekolah Dasar. Penyebab paling umum dari timbulnya penyakit ini adalah diakibatkan oleh adanya serangan virus.

Adapun beberapa virus yang dapat menyebabkan kondisi tonsilitis terjadi pada si penderita diantaranya adalah virus influenza (flu) dan virus Epstein-Barr (EBV). Perlu kamu ketahui beberapa jenis virus tersebut adalah virus yang juga menjadi penyebab mononucleosis, atau “mono”. Beberapa jenis bakteri juga bisa menyebabkan radang amandel. Adapun untuk jenis bakteri yang lebih sering menyebabkan amandel diantaranya adalah organisme yang sama yang menyebabkan adanya radang tenggorokan.

Radang amandel atau tonsilitis yang disebabkan oleh radang tenggorokan pada anak-anak hanya terjadi sekitar 30% dan kurang terjadi pada orang dewasa. Untuk sebab itu maka sebaiknya orangtua perlu menjadi amat waspada pada saat si kecil didiagnosa mengalami radang tenggorokan agar jangan sampai bakteri yang sama penyebab dan menimbulkan radang amandel untuknya.

Bukan hanya itu, terkadang kuman pun bisa menjadi penyebab dari penyakit yang satu ini. Kuman ini biasa ditularkan melalui kontak biasa dengan oranglain, seperti halnya melalui tetesan di udara akibat bersin atau batuk. Pada kasus ini, penderita yang bersin atau batuk mengeluarkan cairan atau aerosol yang menyebar di udara dan terhisap oleh orang lain yang sehat.

Akibatnya, kuman masuk dan menyebar dibagian tenggorokan hingga kebagian tonsil. Selain itu penularan kuman juga dapat terjadi akibat adanya kontak oral (mulut), terutama pada kasus EBV (yang mana mono pun sering disebut dengan “penyakit ciuman”).

6

Pada kasus ini amandel akan bekerja untuk melawan virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh melalui hidung atau mulut seseorang. Hasilnya adalah timbulnya infeksi dibagian amandel yang kemudian menimbulkan bagian tersebut mengalami pembengkakan atau kenaikan ukuran volume tonsil akibat adanya infeksi, pada akhirnya kondisi ini akan dapat menimbulkan peradangan dan menimbulkan rasa sakit yang cukup menyiksa.

Selain itu sebuah data menunjukan bahwa sekitar 70% penyakit tonsilitis yang terjadi dan menyerang anak-anak diakibatkan oleh adanya infeksi virus, begitu pula dengan infeksi virus yang terjadi pada orang dewasa dengan persentasi hampir 90%. Pada golongan ana-anak hampir sebanyak 30% penyebab penyakit radang amandel diakibatkan oleh adanya bakteri adapun jenis bakteri yang menyerang adalah jenis Streptococcus hemolitikus, sementara pada orang dewasa kasus ini hanya dijumpai sebanyak 10%.

Bagaimana Mencegah Tonsilitis

Setelah tahu apa saja yang menyebabkan terjadinya Tonsilitis, mari kita bahas bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk mencegah datang atau timbulnya Tonsilitis ini. Berikut adalah beberapa cara yang bisa di lakukan :

1. Menggunakan masker

a

Jadi, tonsil yang menginfeksi atau menyebabkan radang pada tubuh di sebabkan oleh kuman yang masuk. Kuman ini bisa berupa bakteri dan virus. Maka tentu saja bisa menular pada orang lain. Untuk melakukan pencegahannya adalah dengan menggunakan masker ketika kamu berada di lingkungan orang yang sakit. Tujuannya untuk menghindari dari tertularnya penyakit ini.

2. Konsumsi banyak air putih

s

Untuk menjaga kesehtaan tonsil, bisa di lakukan beberapa cara. Salah satunya dengan mengkonsumsi air putih yang banyak. Sebab air putih ini sangat baik untuk tubuh. Selain tidak memiliki rasa, bau, dan juga pengawet, air putih merupakan minuman yang kaya akan mineral. Sehingga bisa membantu membuang racun yang ada dalam tubuh.

3. Jangan merokok

d

Rokok merupakan aktivitas yang kurang baik jika di lakukan. Rokok membawa banyak dampak buruk untuk kesehatan. Aktivitas merokok ini menggunakan mulut untuk menghisap dan hidung untuk merasakan. Tentu saja rokok ini bisa menyebabkan masalah tonsilitis. Karena dapat mengiritasi bagian tenggorokan kamu.

4. Selalu mencuci tangan

f

Untuk menghindari terkena tonsilitis, sebaiknya anda semakin rajin mencuci tangan. Tujuannya adalah agar kuman – kuman yang ada di tangan bisa mati menggunakan anti septik yang berasal dari sabun. Terutama setelah kita batuk dan bersin, biasanya di tutup dengan tangan. Kedua aktivitas di atas adalah cara tubuh untuk melepaskan kuman. Maka sebaiknya mencuci tangan setelah batuk dan bersin

5. Jangan mencium pasangan, jika ia sedang sakit

g

Jika pasien yang menderita tonsilitis adalah pasangan kamu, maka tahan hasrat seksual kamu terhadapnya. Misalnya untuk tidak mencium pasangan kamu sampai ia benar-benar sembuh. Karena virus yang menyebabkan pasien terkena tonsilitis bisa juga menginfeksi tubuh kamu. Melalui ciuman tersebut virus akan menular pada kamu. Untuk itu tahan hasrat seksual kamu terhadapnya.

Nah, itu tadi penjelasan tentang radang amandel atau tonsilitis. Jika kamu terkena penyakit ini, ada baiknya kamu menerapkan cara-cara yang sudah dijelaskan tadi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu dan terima kasih sudah membaca.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *