Penjelasan Tentang Trigger Finger Serta Cara Mengatasinya

jari

Pernah merasakan jari kamu tiba-tiba tertekuk dan terasa kaku sehingga tidak bisa digerakkan? Jari yang tertekuk dan kaku tersebut tidak bisa kembali ke posisi semula. Saat jari tertekuk seperti itu, biasanya juga disertai rasa sakit dan butuh tangan yang satunya lagi untuk menarik jari tersebut ke posisi semula.

Dalam istilah kedokteran, keadaan seperti ini disebut dengan Trigger Finger. Mungkin istilah tersebut masih terdengar asing pada sebagian orang. Pada masyarakat umum, keadaan jari yang tertekuk itu disebut dengan Jari Pelatuk. Disebut seperti itu mungkin karena keadaan jarinya yang menekuk seperti pelatuk pistol sehingga dikatakan jari pelatuk.

Nah, jika kamu memang pernah mengalami hal tersebut, tentunya kamu pasti merasa bingung dengan apa yang terjadi pada jari kamu. Tentunya kamu juga penasaran kenapa jari kamu bisa menjadi seperti itu. Tentunya kamu juga ingin tahu kan apa saja penyebab terjadinya jari pelatuk ini serta bagaimana cara menanganinya jika kita mengalami hal tersebut.

Untuk itu, pada artikel kali ini saya akan mencoba untuk menjelaskan tentang jari pelatuk ini. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Jari Pelatuk / Trigger Finger

Jari Pelatuk atau Trigger finger atau stenosing tenosynovitis, adalah sebuah kondisi di mana jari terkunci pada posisi menekuk, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan membatasi pergerakan tangan yang terkena. Ini terjadi saat tendon pada jari, membengkak, sehingga menghalanginya bergulir dengan mudah melalui sarungnya yang merupakan jaringan yang menutupi tendon.

Penyakit ini terutama mempengaruhi lapisan jaringan di sekitar jari tangan yang disebut tendon. Tendon adalah jaringan serat yang tebal yang berhubungan dengan otot kerangka. Peradangan tendon menyebabkan tendon tidak bisa bergerak leluasa sehingga jari tangan terkunci dalam satu tempat.

Saat jari menekuk, tendon yang bengkak akan tertarik melewati sarung yang sempit, sehingga menyebabkan suara tekukan diiringi dengan rasa sakit. Meskipun banyak orang menderita kondisi ini, tidak semuanya mencari perawatan medis, yang artinya mereka hidup dalam rasa sakit.

Jika kondisinya relatif berat, jari tersebut berada dalam posisi bengkok dan kadang-kadang menimbulkan bunyi gemeretak ketika diluruskan dengan paksa—seperti orang sedang mengacungkan pelatuk senjata, sebagaimana nama penyakit tersebut. Orang-orang yang pekerjaannya menuntut aktivitas penggenggaman tangan secara berulang memiliki risiko lebih tinggi mengalami jari pelatuk, sebagaimana penderita radang sendi dan diabetes. Perawatannya bervariasi tergantung pada tingkat kepelikan dan penyebab, oleh karena itu diagnosis yang akurat adalah penting.

Apa Gejala Dari Jari Pelatuk / Trigger Finger

Terdapat beberapa gejala yang bisa ditandai sebagai trigger finger, jari tangan seringkali berada dalam posisi tetap, terperangkap, atau terkunci saat melipat atau meregang. Harus ada seseorang yang bisa meluruskan atau mengubah posisi. Rasa sakit muncul pada tendon dan sering lebih menyakitkan saat bergerak dan juga bengkak. Orang dewasa sering merasa sakit pada jari tengah sementara anak‐anak sering di bagian jempol. Ada juga gejala yang lain seperti :

• Kekakuan jari, terutama di pagi hari
• Sebuah sensasi popping (meletup) atau mengklik saat jari digerakkan
• Perih atau benjolan (nodul) di dasar jari yang terkena
• Jari yang terkunci dalam posisi membungkuk, dan menjadi lurus secara tiba-tiba
• Jari yang terkunci dalam posisi membungkuk, dan tidak dapat kembali lurus

Pemicu jari lebih sering terjadi pada tangan dominan (yang sering digunakan) dan paling sering mempengaruhi jempol, jari tengah atau jari manis. Kondisi ini mungkin akan mempengaruhi lebih dari satu jari dalam satu waktu dan kedua tangan juga mungkin terpengaruh. Trigger finger biasanya terjadi di pagi hari, ketika kamu tengah menggenggam suatu benda atau meluruskan jari.

Lalu, Apa Penyebab Terjadinya Trigger Finger

Penyebab dari trigger finger adalah penyempitan selubung yang mengelilingi tendon pada jari yang terkena. Tendon adalah tali fibrosa yang melekatkan otot ke tulang. Setiap tendon dikelilingi oleh selubung pelindung yang dilapisi dengan zat yang disebut tenosynovium. Tenosynovium akan merilis cairan pelumas yang memungkinkan tendon untuk meluncur dengan mulus di dalam selubung pelindungnya saat kamu menekuk dan meluruskan jari seperti kabel yang tengah melalui pipa berpelumas.

Tetapi jika tenosynovium sering mengalami peradangan atau mengalami peradangan untuk waktu yang lama, maka ruang dalam selubung tendon dapat menjadi sempit dan berkonstriksi. Tendon tidak dapat meluncur melalui selubung dengan mudah, kadang-kadang memerangkap jari dalam posisi membungkuk sebelum kembali pada posisi lurus. Dengan posisi ini, tendon sendiri menjadi lebih sering teriritasi dan meradang, sehingga memperburuk masalah.

Akibat inflamasi berkepanjangan ini, jaringan parut dan penebalan (fibrosis) dapat terjadi dan benjolan (nodul) juga dapat terbentuk. Faktor-faktor yang menempatkan pada risiko untuk mengembangkan kondisi trigger finger meliputi:

• Mencengkeram berulang kali.

Jika memegang benda secara rutin – seperti alat musik – untuk waktu yang lama, mungkin lebih rentan untuk mengembangkan trigger finger.

• Masalah kesehatan tertentu.

Kamu juga berisiko lebih besar jika memiliki kondisi medis tertentu, termasuk rheumatoid arthritis, diabetes, hipotiroidisme, amiloidosis, dan infeksi tertentu, seperti tuberkulosis.

• Jenis kelamin.

Trigger finger lebih sering terjadi pada wanita.

Bagaimana Cara Mengatasi Trigger Finger

Setiap masalah pasti ada solusinya. Begitu juga dengan kondisi penyakit, pasti ada cara untuk mengatasinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi Trigger Finger ini, antara lain :

1. Istirahatkan jari dari tugas/gerakan berulang.

Pada sebagian besar kasus, jari pelatuk disebabkan oleh penggenggaman tangan secara berulang, atau pelenturan ibu jari atau jari telunjuk. Para petani, juru tik, pekerja industri atau musisi adalah kelompok yang terutama rentan terserang jari pelatuk karena mereka pasti mengulang gerakan jari dan ibu jari secara konstan.

Bahkan para perokok pun dapat terkena ibu jari pelatuk karena menyalakan pemantik berulang kali. Sebaiknya, hentikan (atau batasi) tindakan bersifat berulang yang membuat jari kamu meradang dan mungkin rasa sakit serta kontraktur—pemendekan permanen pada otot/sendi yang terjadi karena menegang terlalu lama—pada jari kamu akan berubah dengan sendirinya.

2. Tempelkan es pada jari-jari Anda. 

Penggunaan es adalah perawatan efektif untuk semua cedera muskuloskeletal minor (terkilir/keseleo), temasuk jari pelatuk. Terapi dingin (cold therapy—es dibungkus dalam handuk tipis atau kemasan gel yang dibekukan) harus digunakan pada bagian tendon yang meradang untuk mengurangi bengkak dan rasa sakit.

Tendon yang meradang biasanya terlihat seperti benjolan kecil atau nodul pada bagian bawah jari atau pada telapak tangan kamu, dan akan terasa lunak bila disentuh. Sebaiknya tempelkan es tersebut selama kira-kira 10-15 menit setiap jam, kemudian kurangi frekuensinya seiring meredanya rasa sakit dan bengkak.

3.  Konsumsi NSAID yang dapat dibeli bebas tanpa resep dokter. 

Obat anti-inflamasi non-steroid (Non-steroidal anti-inflammatories drugs/NSAIDs) seperti ibu profennaproxen atau aspirin dapat menjadi solusi jangka pendek untuk membantu kamu mengatasi setiap rasa sakit dan peradangan pada jari kamu.

Dosis untuk orang dewasa biasanya adalah 200-400 mg, diminum setiap 4-6 jam. Ketahuilah bahwa pengobatan dengan NSAID relatif keras untuk lambung, ginjal dan lever/hati kamu sehingga yang terbaik adalah tidak menggunakannya lebih dari 2 minggu. Penggunaan NSAID secara berlebih (overdosis) dapat menimbulkan luka atau radang pada lambung (semacam maag).

4. Upayakan untuk meregangkan tendon yang memendek. 

Peregangan jari yang terserang gejala jari pelatuk mungkin dapat mengembalikan kondisi, terutama jika kamu menjumpainya pada tahap awal. Letakkan telapak tangan kamu yang terserang gejala jari pelatuk di atas meja dan secara perlahan regangkan pergelangan tangan kamu dengan meletakkan bobotnya lebih banyak di atas meja, tahan selama 30 detik dan ulangi 3-5 kali setiap hari. Sebagai alternatif, regangkan jari yang terserang secara perlahan sambil memberikan tekanan ringan serta pemijatan pada benjolan yang meradang (jika kamu melihatnya).

5. Gunakan bidai/belat jari yang pas. 

Mungkin dokter ingin kamu memakai bidai jari pada malam hari untuk menjaga agar jari yang sakit berada dalam posisi yang meregang saat kamu tidur, yang akan membantu melonggarkannya. (Catatan: bidai/belat adalah semacam papan kecil untuk membalut tulang yang patah).

Penggunaan bidai mungkin diperlukan selama kira-kira 6 minggu. Pemasangan bidai juga membantu mencegah jari kamu melingkar/menggelung ke dalam kepalan tangan saat kamu tidur, yang dapat memperburuk kondisi jari pelatuk.

  • Dalam sehari, lepaskan bidai secara berkala untuk merentangkan jari kamu dan memberinya pijatan ringan.
  • Sebagai alternatif, kamu dapat membeli bidai jari yang terbuat dari bahan aluminium. Kamu dapat membelinya di apotek dan merekatkannya pada jari kamu menggunakan plester/perban tahan air.

6. Dapatkan injeksi/suntikan kortikosteroid (corticosteroid injection). 

Suntikan obat steroid dekat atau ke dalam selubung tendon dapat mengurangi peradangan dengan cepat atau membuatnya normal, tidak membatasi pergerakan jari kamu. Suntikan kortikosteroid dipertimbangkan menjadi pilihan perawatan lini pertama (first line) untuk jari pelatuk. Biasanya diperlukan dua kali suntikan (dengan jarak 3-4 minggu) dan suntikan tersebut efektif hingga 90% untuk pasien penderita jari pelatuk. Beberapa jenis obat kelompok kortikosteroid yang paling banyak digunakan adalah prednisolon (prednisoloneatau lebih dikenal sebagai steroid), dexamethasone, dan triamcinolone.

  • Beberapa komplikasi yang berpotensi terjadi karena suntikan kortikosteroid adalah infeksi, pendarahan, pelemahan tendon, berhentinya pertumbuhan otot secara lokal dan iritasi/kerusakan saraf.
  • Jika suntikan kortikosteroid gagal memberikan resolusi yang memadai maka operasi/pembedahan harus menjadi pertimbangan selanjutnya.

7. Jalani operasi untuk jari yang terserang jari pelatuk. 

Indikasi utama untuk mengetahui perlunya jari pelatuk mendapatkan tindakan pembedahan adalah jika jari tersebut tidak merespons setiap cara pengobatan rumahan, pemakaian bidai dan/atau suntikan steroid, atau jika jari tersebut benar-benar bengkok serta terkunci dan mustahil untuk dikurangi.

Ada dua jenis pembedahan: bedah terbuka membebaskan jari pelatuk dan bedah perkutan (percutaneous) untuk membebaskan jari pelatuk. Bedah terbuka akan melibatkan pembuatan sayatan kecil dekat bagian dasar dari jari yang terserang dan memotong secara terbuka bagian selubung tendon yang mengerut. Sementara bedah perkutan dilakukan dengan cara memasukkan jarum ke dalam jaringan di sekitar tendon yang terserang dan menggerakkannya berkeliling untuk menghentikan penyempitan.

  • Pembedahan jari biasanya dilakukan bagi pasien rawat jalan menggunakan anestesi lokal.
  • Komplikasi yang mungkin terjadi dari pembedahan antara lain adalah infeksi lokal, reaksi alergi pada anestesi (pembiusan), kerusakan saraf dan bengkak/kesakitan bersifat kronis (terus-menerus).
  • Kemungkinan terjadinya kambuh hanya sekitar tiga persen, tetapi operasi mungkin kurang berhasil untuk penderita penyakit kencing manis (diabetes).

Nah, jadi intinya kebiasaan kita sehari-hari yang mengulangi gerakan-gerakan jari bisa menyebabkan terjadinya trigger finger ini. Sebagai contoh kecil, yang selama ini sering kita tidak sadari adalah penggunaan smartphone yang terus menerus. Mulailah untuk mengurangi kebiasaan yang bisa menyebabkan trigger finger ini jika kamu tidak ingin mengalaminya.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua dan terima kasih sudah membaca.

Related posts