Penjelasan Tentang Trikotilomania, Kebiasaan Buruk Mencabut Rambut

z

Setiap orang di dunia pastinya memiliki kebiasaan masing-masing yang bisa terbilang unik. Dan biasanya, dari kebiasaan tersebut kita bisa merasakan kepuasan tersendiri setelah melakukannya. Hal tersebutlah yang membuat kita seringkali merasa kesulitan untuk berhenti dari kebiasaan yang sering kita lakukan.

Nah, menariknya ada satu kebiasaan yang bisa dibilang cukup unik. Kebiasaan ini adalah perasaan atau keinginan untuk terus menerus mencabuti rambut. Jika ditahan, maka akan selalu ada hasrat untuk mencabut rambut untuk merasa puas. Kalau terus-terusan mencabut rambut, bukannya bakal merugikan diri sendiri? Misalnya saja akan terjadi kebotakan.

Kebiasaan mencabut rambut biasa disebut dengan Trikotilomania. Oleh karena itu, saya akan mencoba untuk memberikan penjelasan tentang kebiasaan mencabut rambut pada artikel kali ini. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Trikotilomania

x

Trikotilomania adalah suatu kondisi kelainan yang mana penderitanya memiliki dorongan yang tidak tertahankan untuk mencabuti rambut sendiri. Karena tidak adanya kemampuan dalam mencegah diri untuk tidak melakukan suatu perbuatan tertentu, maka trikotilomania termasuk kelompok masalah psikologis yang disebut dengan gangguan pengendalian impuls (impulse-control disorder). Pada umumnya kondisi ini paling banyak dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki dan umumnya ditemukan pada usia remaja.

Trikotilomania yang biasa disebut trikotilosis atau TTM didefiniskan sebagai penyakit psikologis saat penderita memiliki keinginan tidak tertahankan untuk menarik rambut dari bagian-bagian tubuh mereka sendiri. Tidak terbatas pada rambut kepala, penderita trikotilomania acap kali merasakan kepuasan dan penurunan tingkat ketegangan setelah mencabuti rambut di bagian-bagian tertentu tubuh mereka.

Mencabut rambut akan menyebabkan timbulnya area botak, yang berusaha disamarkan oleh para penderita trikotilomania. Seseorang biasanya mulai mencabut-cabut rambut saat awal remaja, namun ada pula yang tidak. Jika penderitanya juga mengalami depresi, mencabut rambut dapat menyebabkan penurunan fungsi pada situasi sosial dan pekerjaan.

Meskipun orang-orang dengan gangguan kebiasaan ini mengetahui konsekuensinya, mereka tetap tidak dapat menahan diri dari dorongan tersebut. Mereka akan menarik rambut ketika merasa tertekan sebagai cara untuk menenangkan diri.

Tapi tidak semua penderita trikotilomania merasa senang atau lega setelah mencabuti rambut. Beberapa di antaranya malah jadi merasa malu dengan perilaku mereka dan merasa minder karena penampilan fisik mereka menjadi tidak menarik.

Seberapa umumkah trikotilomania

c

Trikotilomania dulu dianggap sebagai suatu keadaan atau kondisi yang langka. Namun, penyebaran yang meluas secara bertahap mulai diketahui. Menurut hasil yang dilakukan dari satu penelitian di AS, 1- 2% dari siswa yang telah disurvei memiliki riwayat atau saat ini sedang menderita trikotilomania. Hal ini dapat mempengaruhi pasien pada usia berapa pun. Dari semua anak-anak, perempuan dan laki-laki berada dalam jumlah yang sama. Namun di masa dewasa, wanita jauh lebih mungkin untuk memiliki kondisi ini daripada pria. Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko.

Apa Saja Faktor Penyebab Trikotilomania

v

Ada beberapa hal yang bisa ditandai sebagai penyebab dari timbulnya kebiasaan Trikotilomania ini, mari kita bahas. Orang dengan trikotilomania biasanya senang menarik-narik rambutnya, tetapi tidak menggunakan jari melainkan alat seperti pinset, kuas dan sisir. Perilaku mereka ini menyebabkan kebotakan di kepala atau area lain dari tubuhnya. Alis atau bulu mata mereka juga terlihat jarang atau tidak ada sama sekali. Selain itu, pada kasus tertentu ada yang menjadi senang memainkan rambut dan mengunyah rambut sambil menggosok-gosokkan rambut ke bibir atau wajahnya.

Sebagian besar orang-orang yang memiliki trikotilomania juga menarik kulit mereka, menggigit kuku, atau mengunyah bibir mereka. Kadang-kadang menarik rambut dari binatang peliharaan, boneka, atau dari bahan berbulu seperti pakaian atau selimut juga dapat dianggap sebagai tanda dari trikotilomania. Kebanyakan orang dengan trikotilomania menarik rambut di saat sendirian dan umumnya mencoba untuk menyembunyikan gangguan ini dari orang lain. Penyebab Trikotilomania Adalah Sebagai Berikut :

Dokter belum mengetahui dengan pasti penyebab trikotilomania. Hal ini diyakini bahwa genetika memainkan peran utama. Kompulsif perilaku seperti trikotilomania kadang-kadang dapat dijalankan dalam keluarga. Psikiater berpikir itu mungkin terkait dengan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) dan trikotilomania adalah gangguan kecemasan keduanya. Inilah salah satu alasan mengapa daya gerak yang mengarah ke menarik rambut dapat lebih kuat ketika seseorang yang stres atau khawatir.

Ada dugaan bahwa trikotilomania sebenarnya berkaitan dengan kelainan pada jalur penghubung bagian-bagian di dalam otak yang berperan dalam mengatur gerakan, emosi, dan impuls, serta dalam membentuk kebiasaan. Namun hal ini merupakan salah satu faktor saja. Banyaknya faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena trikotilomania menyebabkan kondisi ini sulit untuk disimpulkan penyebab sebenarnya.

Para ahli berpikir bahwa penyebab sebenarnya dari trikotilomania adalah ketidakseimbangan kimia dalam otak. Kimia-kimia ini, yang disebut neurotransmiter adalah bagian dari pusat komunikasi otak. Bila sesuatu mengganggu kinerja dari neurotransmiter, maka akan menyebabkan permasalahan seperti perilaku kompulsif.

Menurut penelitian, genetik adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap terbentuknya trikotilomania. Seseorang yang memiliki keluarga dekat pengidap trikotiloma diyakini berisiko tinggi mengidap kondisi yang sama. Selain genetik, jenis kelamin dan umur juga berpengaruh. Kasus trikotilomania paling banyak ditemukan pada perempuan usia praremaja, yaitu kisaran usia 11-13 tahun, ketika terjadi perubahan hormon.

Menurut penelitian yang lain, trikotilomania kadang-kadang berkaitan dengan masalah psikologis lain, seperti gangguan kepribadian, gangguan makan, gangguan suasana hati, gangguan kecemasan, dan penyalahgunaan zat. Ini artinya sejumlah penderita trikotilomania juga menderita kondisi-kondisi tersebut. Mereka beranggapan bahwa mencabuti rambut merupakan solusi untuk mengatasi rasa tegang, cemas, stres, dan frustrasi.

Celakanya, pemikiran salah itu terus mereka pertahankan. Selain kondisi-kondisi yang sebelumnya telah disebutkan, trikotilomania juga kadang-kadang berkaitan dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD) yang mana salah satu gejalanya adalah terjadinya repetisi (pengulangan) perilaku.

Apa Bahaya Yang Ditimbulkan Dari Trikotilomania

Walaupun terlihat sepele dan tidak terlalu berbahaya, namun pada kenyataannya trikotilomania ini bisa menyebabkan komplikasi yang tentunya berdampak buruk pada orang yang mengidapnya. Komplikasi yang kemungkinan terjadi antara lain :

1. Tekanan Emosional

Tidak sedikit dari penderita trikotilomania merasa malu dengan keadaan mereka. Tak jarang mereka menjadi merasa minder, depresi, cemas, dan tidak percaya diri dengan keadaan kondisi mereka.

2. Masalah Sosial Dan Pekerjaan

Malu karena rambut rontok dapat menyebabkan penderitanya menjadi menghindari kegiatan sosial yang ada di sekitar lingkungannya dan juga menghindari kehidupan sosial dalam ruang lingkup pekerjaannya. Kebanyakan pengidap trikotilomania memakai wig atau penutup kepala yang lainnya untuk menutupi kebotakan mereka.

3. Masalah Kulit Dan Kerusakan Rambut

Menarik rambut terus menerus dapat menyebabkan lecet dan kerusakan yang lainnya termasuk juga infeksi pada kulit kepala atau daerah tertentu lainnya dimana rambut ditarik dan juga mempengaruhi pertumbuhan rambut.

4. Hairballs

Setelah mencabuti rambut kemudian memakannya adalah suatu hal yang berbahaya. Namun, hal inilah yang sering terjadi bagi para pengidap trikotilomania. Memakan rambut dapat mengakibatkan bola rambut yang besar dan kusut yang berada dalam saluran pencernaan. Selama periode yang lama, bola rambut dapat menyebabkan penurunan berat badan, muntah-muntah, obstruksi usus dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Hal Yang Dapat Memperburuk Keadaan Dari Trikotilomania

v

Bukan hanya sebuah kebiasaan yang biasa, pasalnya kebiasaan ini ternyata dapat memperburuk keadaan. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa memperburuk keadaan Trikotilomania, antara lain :

1. Obsessive-Compulsive Disorder

Obsessive-Compulsive Disorder adalah penyimpangan kejiwaan yang ditandai dengan adanya gejala seperti kepanikan, kecemasan, tindakan berulang, dan perilaku lain untuk mengurangi kepanikan tersebut. OCD adalah semacam masalah kejiwaan yang ditandai dengan kebiasaan rutin atau obsesi tertentu akan sesuatu.

2. Tourette’s Syndrome

Tourette’s Syndrome, atau yang sering disebut dengan distonia, adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh adanya gangguan saraf. Pengidap Tourette’s Syndrom melakukan gerakan-gerakan spontan di luar kesadaran mereka.

3. Pervasive Developmental Disorder (Infantile Autism)

Pervasive Developmental Disorder (Infantile Autism), atau gangguan emosional pada anak-anak yang dikarakteristikkan dengan penurunan kualitatif berbagai aspek kehidupan mereka seperti interaksi sosial, hubungan timbal-balik dalam komunikasi, bahasa, dan pengembangan kehidupan sosial.

4. Stereotypy Disorder

Stereotypy Disorder, atau gangguan perilaku yang ditandai dengan gerakan tanpa arti misalnya menepuk tangan, menggelengkan kepala, dan membuat tubuh membatu untuk menunjukkan penolakan terhadap perubahan ritual yang tidak disukai penderita.

5. Factitious Disorder (Munchausen Syndrome)

Factitious Disorder (Munchausen Syndrome), adalah jenis gangguan buatan atau penyakit mental. Pada dindrom ini, penderita secara berulang-ulang bertindak seolah memiliki gangguan fisik atau mental untuk mendapatkan perhatian dan dilihat sebagai orang yang sakit atau terluka. Saat itu, sebenarnya, mereka telah menyebabkan gejala penyakit jiwa yang berhubungan dengan kesulitan emosional parah.

Cara Mendiagnosis Gangguan Trikotilomania

b

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mendiagnosis terjadinya gangguan trikotilomania, caranya adalah sebagai berikut :

1. Pantau tindakan atau reaksi yang menandakan gangguan tertentu ini.

Trikotilomania resmi digolongkan sebagai gangguan kontrol impuls, sama seperti pyromania, kleptomania, dan judi patologis. Jika kamu menderita trikotilomania, kamu dapat bertindak atau bereaksi dengan cara tertentu ketika mencabut rambut, termasuk:

– Mengunyah atau memakan rambut yang dicabut.
– Menggosok rambut yang telah dicabut pada bibir atau wajah.
– Meningkatnya ketegangan segera sebelum rambut dicabut atau saat menolak perilaku ini.
– Kesenangan, kepuasan, atau perasaan lega ketika mencabut rambut.
– Mendapati diri sendiri mencabut rambut tanpa melihat (ini disebut dengan mencabut “otomatis” atau tidak disengaja).
– Mengetahui kamu mencabut rambut secara sengaja (ini disebut dengan “fokus” mencabut rambut).
– Menggunakan pinset atau alat-alat lain untuk mencabut rambut.

2. Kenali tanda-tanda fisik gangguan ini.

Ada beberapa tanda-tanda yang ditunjukkan penderita trikotilomania secara tersamar, termasuk:

– Terlihat rambut rontok yang disebabkan perilaku mencabut rambut.
– Area botak pada kulit kepala atau area lain dari tubuh.
– Bulu mata atau alis jarang atau hilang.
– Infeksi folikel rambut.

3. Perhatikan apakah kamu memiliki masalah tubuh kompulsif lainnya.

Beberapa penarik rambut atau penderita dapat menemukan dirinya sedang menggigit kuku, mengisap jempol, membenturkan kepala, dan menggores atau mencungkil kulit secara kompulsif. Catat perilaku ini selama beberapa hari untuk melihat apakah telah menjadi kebiasaan. Perhatikan waktu kamu melakukannya dan seberapa sering kamu melakukannya.

4. Perhatikan apakah kamu memiliki gangguan lain.

Pastikan apakah trikotilomania adalah satu-satunya gangguan yang memengaruhi kamu. Penarik rambut atau penderita kompulsif dapat menderita depresi, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan Tourette, gangguan bipolar, fobia, gangguan kepribadian, dan dalam beberapa kasus, menunjukkan kecenderungan bunuh diri. Datangi dokter atau profesional kesehatan mental untuk menentukan apakah kamu memiliki gangguan lain.

5. Bicarakan tentang gangguan rambut rontok dengan dokter.

Seseorang yang meyakini bahwa dirinya menderita trikotilomania harus diperiksa oleh dokter yang memang benar-benar berkualitas untuk mengesampingkan gangguan folikel rambut lainnya. Beberapa gangguan ini termasuk alopecia atau tinea capitis yang sama-sama menyebabkan rambut rontok. Ketika dokter memeriksa keadaan kamu, dia akan mencari bukti rambut rusak tidak berkala, rambut tergulung, dan gangguan rambut lainnya sebagai tanda-tanda trikotilomania.

Pengobatan Yang Bisa Dilakukan Bagi Penderita Trikotilomania

n

Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya penyembuhan bagi penderita trikotilomania, yaitu :

1. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

CBT adalah bentuk terapi yang bertujuan untuk mengubah perilaku dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu rambut tersebut ditarik. Terapi perilaku kognitif dapat diperlihatkan ke pasien dan diajarkan strategi positif yang fleksibel, sering digabung dengan latihan keterampilan sosial. metode CBT ini harus dilakukan oleh psikolog terlatih dan berpengalaman dalam trikotilomania. Jika tidak, maka hasilnya tentu tidak akan bisa maksimal.

2. Terapi Farmakologi

Beberapa obat yang telah mengurangi keparahan gejala TTM pada beberapa individu. Antidepresan, clomipramine,asam aminodan N-asetil sistein, telah menunjukkan manfaat paling efektif. Sebuah golongan obat yang disebut sebagai selektif serotonin reuptake inhibitor (SSRI), yang paling umum dikenalprozac, telah menunjukkan hasil yang beragam.

Sebagian orang yang menggunakan obat ini mengakui mereka telah berhenti dan sama sekali tidak lagi menarik rambut mereka. Sementara yang lain merasa tidak berpengaruh sama sekali. Tetapi ada juga orang yang masih merasakan dorongan untuk menarik rambut mereka namun berkurang sedikit demi sedikit selama beberapa periode waktu.

Selain pengobatan di bidang psikiatri, terdapat obat-obatan di bidang dermatologi yang dapat diberikan terutama untuk mengurangi gejala yang dapat menyebabkan pasien mencabuti rambutnya. Rasa gatal dapat dikurangi dengan pemberian kortikosteroid topikal atau dengan pemberian obat anti histamin.

3. Terapi Alternatif

Ada laporan yang merupakan hasil penelitian, mengatakan bahwa beberapa orang dengan TTM telah dibantu oleh berbagai terapi alternatif, termasuk hipnotherapy, biofeedback, perubahan pola makan, dan berolahraga.

4. Habit Reversal Training

Suatu bentuk psikoterapi yang disebut pelatihan kebiasaan reversal mungkin merupakan pengobatan yang efektif untuk trikotilomania. Jenis terapi ini membantu pasien belajar bagaimana mengenali situasi di mana ia cenderung menarik rambut dan bagaimana menggantikannya dengan perilaku lain, seperti mengepalkan tangan untuk “membekukan” dorongan, atau mengalihkan tangan dari rambut ke telinga.

Kadang-kadang unsur terapi lain dapat digabung dengan pelatihan kebiasaan reversal. Misalnya, dokter menggunakan terapi kognitif untuk membantu pasien menantang dan memeriksa perilaku menyimpang yang mungkin dimilikinya dalam kaitannya dengan tindakan menarik rambut.

Terapi pengobatan lainnya, yakni terapi penerimaan dan komitmen, membantu orang belajar untuk menerima perilaku mencabut rambut yang mendesak, dan pada waktu yang bersamaan, mengajari mereka tindakan apa untuk menghentikan dorongan yang muncul.

5. Dukungan

Banyak orang dengan trikotilomania melaporkan bahwa mereka merasa sendirian dalam menghadapi kondisi mereka. Bergabung dengan kelompok dukungan untuk orang dengan trikotilomania mungkin dapat membantu karena kamu dapat bertemu orang lain dengan pengalaman dan perasaan yang cenderung sama. Kamu mungkin dapat bertaya pada dokter mengenai kelompok dukungan. Keluarga dan teman-teman orang yang memiliki trikotilomania juga dapat memperoleh manfaat dari terapi kelompok.

Upaya Pencegahan Trikotilomania

m

Referensi pencegahan terhadap gangguan trikotilomania belum banyak diketahui, kemungkinan dengan tata laksana pada kondisi ketegangan yang dialami penderita bisa membuat hal ini tidak terjadi. Teknik terapi perilaku yang dikenal sebagai “substitusi perilaku” atau teknik “pengganti perilaku”. Ini merupakan salah satu cara yang baik. Selain itu, hindari faktor pencetus seperti stress dan depresi dengan berupaya untuk rileks, perhatian keluarga terutama orang tua dan orang-orang yang ada di sekitar juga berperan penting dalam pencegahan trikotilomania ini.

Kesimpulan

Kesimpulan dari artikel tentang Trikotilomania ini adalah bahwa kebiasaan mencabut rambut yang telah dibahas diatas adalah sebuah penyakit mental yang bisa saja menyerang siapapun. Namun, pada kebanyakan kasus yang terjadi, pengidap trikotilomania sebagian besar adalah perempuan.

Dan meskipun kebiasaan ini terlihat sepele, namun pada kenyataannya bahkan penyakit mental ini bisa menyebabkan kematian. Hal itu di dasari karena kebiasaan memakan rambut setelah mencabutnya dan menyebabkan rambut-rambut tersebut menjadi gumpalan yang bersarang di dalam pencernaan yang akhirnya bisa mengurangi berat badan dan juga menyebabkan kematian.

Untuk penyembuhannya sendiri itu tergantung pada keinginan penderitanya untuk benar-benar sembuh. Cara yang paling umum dan banyak digunakan untuk penyembuhannya adalah dengan metode terapi. Hal ini karena trikotilomania merupakan sebuah penyakit mental.

Dan untuk pencegahan dari trikotilomania sendiri sampai saat ini masih belum banyak diketahui. Yang pasti, dukungan dan peran dari keluarga serta orang terdekat merupakan hal penting yang bisa dilakukan untuk setidaknya mengurangi kebiasaan penderita untuk mencabuti rambut.

Sekian artikel tentang trikotilomania ini, semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta pengetahuan kita semua. Terima kasih sudah membaca.

Related posts