Pernah Mengalami Benjolan Kecil Pada Mulut, Ini Penjelasannya

q

Bagi masyarakat awam, mengalami gangguan penyakit pada mulut merupakan hal yang biasa terjadi, seperti contoh sariawan, bibir pecah-pecah, bibir kering, dan lainnya. Apalagi pada masyarakat Indonesia, biasanya hal tersebut selalu dianggap ada kaitannya dengan panas dalam dan hanya mengobatinya dengan cara perbanyak konsumsi air putih.

Tapi, ada satu penyakit pada mulut yang jarang diketahui. pernahkah kamu merasakan munculnya sesuatu seperti benjolan lunak pada bibir bagian dalam kamu? Biasanya benjolan tersebut berbentuk seperti biji kecil dan kelihatan seperti berisi air.

Masalah pada rongga mulut ternyata tidak hanya terbatas pada gigi. Sebagian masyarakat mungkin sudah banyak yang pernah mengalami benjolan di rongga mulut, baik mulut di bagian atas, bawah, maupun bawah lidah.

Jika pernah, istilah kedokteran biasanya menyebut penyakit tersebut sebagai Mukokel. Dan ternyata, mukokel ini adalah merupakan kista kecil lho. Jika sudah mendengar kata kista, pastinya tidak bisa sembarangan dong ya. Gangguan tersebut disebabkan oleh trauma pada kelenjar ludah. Akibatnya, kelenjar ludah tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya, sehingga membentuk benjolan yang berisi air.

Mucocele bervariasi ukurannya, mulai dari 1 mm sampai 1 cm lebih. Tidak mengakibatkan rasa sakit namun bisa sangat menggangu bagi penderitanya. Kebanyakan mucocele bisa sembuh dan pecah sendiri yang kemudian akan mengeluarkan lendir berwarna kuning bening. Tidak bisa ditentukan berapa lama kesembuhannya. Ada yang beberapa minggu, beberapa bulan bahkan bisa tahunan.

Mukokel merupakan contoh dari beberapa penyakit mulut yang melibatkan glandula saliva. Sebelum membahas mengenai penyakit mukokel tersebut, kita akan membahas mengenai glandula saliva secara umum terlebih dahulu.

Pengertian Glandula Saliva

i

Glandula adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kata kelenjar. Sedangkan Saliva adalah suatu cairan oral yang kompleks dan tidak berwarna yang terdiri atas campuran sekresi dari kelenjar ludah besar dan kecil yang ada pada mukosa oral. Semua kelenjar ludah mempunyai fungsi untuk membantu mencerna makanan dengan mengeluarkan suatu sekret yang disebut “salivia” (ludah atau air liur).

Glandula saliva terbagi dua, yaitu glandula saliva mayor dan glandula saliva minor. Glandula saliva mayor terdiri dari:

1. Glandula parotis

Glandula-parotis-300x300

Merupakan glandula terbesar yang letaknya pada permukaan otot masseter
yang berada di belakang ramus mandibula, di anterior dan inferior telinga. Glandula
parotis menghasilkan hanya 25% dari volume total saliva yang sebagian besar
merupakan cairan serus.

2. Glandula submandibula

Glandula-submandibula-300x225

 

Merupakan glandula terbesar kedua setelah glandula parotis. Letaknya di
bagian medial sudut bawah mandibula. Glandula submandibula menghasilkan 60-
65% dari volume total saliva di rongga mulut, yang merupakan campuran cairan serus
dan mukus.

3. Glandula sublingualGlandula-sublingual-300x225

Glandula yang letaknya pada fossa sublingual, yaitu dasar mulut bagian
anterior. Merupakan glandula saliva mayor yang terkecil yang menghasilkan 10%
dari volume total saliva di rongga mulut dimana sekresinya didominasi oleh cairan
mukus.

Sedangkan glandula saliva minor terdiri dari 1000 kelenjar yang tersebar pada lapisan mukosa rongga mulut, terutama di mukosa pipi, palatum, baik palatum durum maupun palatum molle, mukosa lingual, mukosa bibir, dan juga terdapat di uvula, dasar mulut, bagian posterior lidah, dasar atau ventral lidah, daerah sekitar retromolar, daerah peritonsillar, dan sistem lakrimal.

Glandula saliva minor terutama menghasilkan cairan mukus, kecuali pada glandula Von Ebner’s (glandula yang berada pada papilla circumvalata lidah) yang menghasilkan cairan serus.

Kasus mukokel umumnya melibatkan glandula saliva minor. Tidak tertutup kemungkinan mukokel dapat melibatkan glandula saliva mayor tergantung pada letaknya.

Setelah membahas tentang Glandula Saliva, sekarang kita akan membahas Mukokel, sesuai dengan judul di atas.

Apa Itu Mukokel

xx

Mukokel merupakan lesi mukosa oral yang terbentuk akibat rupturnya duktus glandula saliva minor dan penumpukan mucin pada sekeliling jaringan lunak. Umumnya sering diakibatkan oleh trauma lokal atau mekanik. Mukokel merupakan kista benigna, tetapi dikatakan bukan kista yang sesungguhnya, karena tidak memiliki epithelial lining pada gambaran histopatologisnya. Lokasinya bervariasi. Bibir bawah merupakan bagian yang paling sering terkena mukokel, yaitu lebih dari 60% dari seluruh kasus yang ada.

Umumnya terletak di bagian lateral mengarah ke midline. Beberapa kasus ditemui pada mukosa bukal dan ventral lidah, dan jarang terjadi pada bibir atas. Banyak literatur yang menyebut mukokel sebagai mucous cyst. Kebanyakan kasus melaporkan insidensi tertinggi mukokel adalah usia muda, tetapi hingga saat ini belum ada studi khusus pada usia yang spesifik.

Mukokel memiliki gambaran klinis yang khas, yaitu benjolan atau pembengkakan lunak yang berfluktuasi, berwarna translusen kebiruan apabila benjolan belum begitu dalam letaknya, kadang-kadang warnanya normal seperti warna mukosa mulut apabila benjolan sudah terletak lebih dalam, apabila disentuh tidak terasa sakit. Benjolan ini berdiameter 1 mm hingga beberapa sentimeter, beberapa literatur menuliskan diameter mukokel umumnya kurang dari 1 cm saja.

Penyebab Terjadinya Mukokel

y+

Pada umumnya mucocele atau mukokel disebabkan oleh trauma lokal, misalnya bibir yang sering tergigit pada saat sedang makan. Atau dapat juga disebabkan karena adanya penyumbatan pada duktus (saluran) kelenjar liur minor. Mukokel biasa terjadi akibat benturan di sekitar rongga mulut karena tersodok sikat gigi atau benturan lain.

Benjolan mukokel dapat dihilangkan, tapi membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan lamanya dan melalui fase pecah-timbul-pecah-timbul sampai benar-benar hilang. Kalau mau cepat hilang disarankan untuk segera di operasi pengangkatan mukokel oleh dokter bedah mulut. Namun kamu juga bisa mencoba pengobatan herbal.

Bagaimana Cara Mengatasi Mukokel

j

Jika selaput luar mukokel cenderung tipis, kemungkinan besar akan bisa pecah dalam waktu singkat jika akumulasi ludah yang tersumbat sudah cukup banyak yang ditandai dengan semakin membesarnya mukokel, namun bila selaput yang membungkus relatif tebal mukokel bisa bertahan lama dan tidak segera pecah meskipun sudah membesar ukurannya, maka yang demikian itu akan mulai mengganggu bagi penderitanya, mungkin saat makan, saat berbicara ataupun mengganggu penampilan.

Jika sudah sangat besar dan mengganggu ada baiknya segera pergi ke dokter gigi dan mulut untuk berkonsultasi dan menentukan itu apa. Kemungkinan akan dianjurkan untuk dibedah. Namun bedah sebenarnya juga menimbulkan resiko munculnya mukokel baru disekitar luka akibat tindakan pembedahan tadi.

Biaya untuk proses pembedahan mucocele sendiri cukup mahal belum lagi adanya efek samping yang ditimbulkan setelah proses pembedahan selesai. Namun ada cara lainnya yang bisa anda lakukan untuk mengatasi benjolan mucocele tersebut yaitu dengan pengobatan herbal mucocele.

Beberapa orang menganjurkan untuk mengupayakan kesembuhan sendiri dengan jalan berkumur dengan air garam selama beberapa menit sebanyak tiga s/d enam kali sehari. Tindakan ini konon akan membantu mengecilkan ukuran mucocele dengan menarik cairan yang ada dalam mucocele tanpa merusak selaput yang membungkusnya.

Nah gimana, sudah tahu kan penjelasan tentang mukokel? Ada baiknya mulai dari sekarang kita lebih berhati-hati lagi dalam menjaga kesehatan mulut. Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.

Related posts