Pterigium, Keadaan Seperti Daging Yang Tumbuh Di Area Dalam Mata

Pterigium

Pernahkah kamu mendengar istilah tentang Pterigium? Singkatnya, pterigium adalah gumpalan seperti daging yang tumbuh di area dalam mata. Atau bisa juga dikatakan sebagai suatu pertumbuhan merah di mata yang pada umumnya tidak berbahaya. Tapi, walaupun demikian keadaan tersebut tidak enak dipandang dan juga tentunya dapat menghalangi penglihatan.

Setelah membaca sedikit penjelasan di atas, mungkin kamu baru teringat jika ada seseorang yang di sekitar kamu yang mengalami hal tersebut. Jika iya, pastinya kamu akan bertanya – tanya dalam hati, sebenarnya apa yang membuat mata kita bisa mengalami keadaan seperti itu.

Nah, untuk itu pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk membantu menjawab pertanyaan yang ada di benak kamu mengenai keadaan mata yang mengalami pterigium ini. Untuk lebih jelasnya lagi, mari kita simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Pterigium

1

Pterygium adalah pertumbuhan fibrous berbentuk selaput tipis dari jaringan bagian putih mata dan mengalami pembesaran ke arah kornea, umumnya pterigium tidak bertumbuh ataupun membesar, namun kelainan bisa terjadi hingga pterigium menutupi bagian kornea mata. penyebabnya sampai saat ini belum begitu jelas, namun secara statistik, penyakit ini banyak menimpa para pekerja out door yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, hingga lebih sering terkena sinar matahari, angin dan debu. Oleh karena itu penyakit ini lebih banyak dijumpai di daerah tropis.

Pada umumnya, pterygium hanyalah berupa tumbuhnya selaput pada permukaan bola mata tanpa ada keluhan lain. Namun kadang kondisi ini juga dapat disertai oleh gejala yang meliputi mata merah, iritasi, gatal, atau perih pada mata, pandangan samar atau kabur dan terasa ada yang mengganjal di mata apabila selaput pterygium tebal atau lebar.

Kondisi ini berkembang secara perlahan, sifatnya jinak, dan pada umumnya tidak berbahaya. Namun, pterigium kadang kala tumbuh pada kornea, dan dalam beberapa kasus langka, dapat tumbuh cukup besar sehingga menutupi kornea pusat dan mengganggu penglihatan.

Penyakit yang termasuk lesi nonkanker ini jarang menyebabkan komplikasi berbahaya. Tetapi jika terus tumbuh dan tidak ditangani, pterygium bisa menyebar sampai menutupi pupil mata sehingga mengganggu penglihatan penderitanya.

Pterigium biasanya mulai dari bagian nasal mata (tepi mata yang dekat dengan hidung) dan menyebar ke arah tengah mata. Pertumbuhan dapat mencapai kornea, bagian yang melindungi pupil pada mata. Bila ini terjadi, maka kemampuan melihat dapat terganggu karena pterigium menghalangi masuknya cahaya melalui pupil. Masalah ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata. Apabila menyerang kedua mata, kondisi ini disebut bilateral pterigium.

Apa Penyebab Terjadinya Pterigium

Adapun penyebab di balik munculnya pterygium sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti, akan tetapi kondisi ini banyak dialami oleh mereka yang sering kali melakukan aktivitas atau kegiatan di luar ruangan. Adapun pajanan sinar matahari, pajanan debu, asap, dan juga angin diduga memiliki potensi untuk meningkatkan risiko terjadinya pterygium. Mata kering juga diduga dapat menjadi faktor pemicu.

Adapun pterygium dapat dideteksi oleh dokter lewat gejala utamanya berupa pertumbuhan seperti selaput di bola mata. Selain itu kamu juga dapat menjalani pemeriksaan mata secara lebih saksama untuk membantu memastikan kondisi dan keadaan mata kamu. Apabila memang dibutuhkan, maka dokter biasanya akan menganjurkan beberapa tes untuk mengukur kemampuan dan kekuatan penglihatan serta dengan memeriksa perubahan pada lengkungan di kornea mata kamu.

Bagaimana Cara Mengatasi Pterigium

Satu-satunya cara untuk menghilangkan selaput merah muda yang mengganggu ini adalah lewat jalan operasi. Namun tidak semua pterigium harus dioperasi. Gejala ringan biasanya tidak membutuhkan pengobatan apapun. Jika kondisi ini menyebabkan mata kamu memerah atau iritasi, dokter akan menyarankan untuk menggunakan obat tetes mata atau salep resep untuk mengurangi keluhannya. Untuk mencegah agar tidak terjadi iritasi kamu bisa menggunakan air mata buatan atau obat tetes mata.

Sesudah pemeriksaan selesai, biasanya dokter akan mengetahui seberapa tingkat keparahan dari pterigium yang kamu derita. Kondisi ini biasanya tak membutuhkan penanganan khusus apabila tergolong ringan serta tidak mengganggu penglihatan ataupun kenyamanan pada mata kamu. Meskipun demikian, kamu masih tetap disarankan untuk melakukan atau menjalani pemeriksaan mata dengan cara berkala yang gunanya untuk memantau perkembangannya.

Tergantung seberapa besar pertumbuhan jaringannya dan seberapa mengganggu kondisinya, maka dokter dapat menyarankan kamu untuk dioperasi. Umumnya, ketika pterygium mulai mengganggu pandangan, maka hal tersebut sudah menjadi indikasi untuk dilakukan operasi.

Adakah cara mencegahnya?

Upaya untuk mencegahnya adalah hindari paparan radiasi sinar ultraviolet. Jika kamu berisiko tinggi untuk mengalami hal ini, gunakan kacamata hitam setiap kali pergi keluar rumah. Pilih kacamata hitam yang dapat menahan sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB) hingga 99%-100%. Gunakan topi untuk mengurangi parapan sinar matahari. Kamu juga dapat menggunakan air mata buatan atau obat tetes mata untuk menjaga agar mata kamu tetap lembab pada cuaca yang panas.

Itu tadi adalah penjelasan tentang pterigium yang mana keadaan ini membuat kita kurang percaya diri jika mengalaminya dan juga bisa berdampak pada penglihatan kita. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kamu dan terima kasih sudah membaca.

Related posts