Sering Mengalami Gusi Bengkak? Yuk Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya

zz

Apakah kamu pernah mengalami pembengkakan gusi? Jika pernah, pasti kamu tahu bagaimana menyakitkannya rasa yang dihasilkan dari pembengkakan tersebut sehingga membuatmu sampai meringis menahannya. Gusi bengkak juga membuat kita susah makan bahkan juga jadi sulit berbicara karena terasa sakit ketika membuka mulut.

Gusi bengkak memang sudah menjadi gangguan mulut yang sering dialami oleh banyak orang, kondisi ini biasanya dapat ditandai dengan terjadinya pembengkakan, menggelembung dan menonjol. Pada beberapa kasus yang pernah terjadi, gusi bengkak ini dapat terjadi dalam ukuran yang cukup besar bahkan bisa sampai menutupi bagian gigi.

Umumnya penyebab gusi bengkak sebagai salah satu gangguan gusi adalah karena menumpuknya plak pada gigi. Plak yang sangat lengket itu umumnya terbentuk ketika proses makan dan minum. Plak juga mengandung banyak bakteri yang sebagian di antaranya dapat mengganggu kesehatan gusi.

Gusi bengkak adalah salah satu gejala dari gingivitis kronis atau peradangan gusi kronis. Apa sih Gingivitis itu? Gingivitis adalah bentuk kelainan yang terjadi pada gusi karena terjadinya peradangan atau inflamasi. Gingivitis dapat muncul kapan saja begitu gigi mulai tumbuh, dan dapat terjadi pada siapapun.

Penyebab Gusi Bengkak

plak-300x169

Padahal sudah sering sikat gigi namun kenapa merasakan gusi bengkak, hmm jika tenyata inilah penyebabnya:

1. Plak dan Tartar

Ini adakah penyebab paling umum pembengkakan gusi. Plak adalah lapisan tak terlihat pada gigi dan gusi yang terbentuk oleh bakteri di mulut.

Plak akan terlihat jika gigi tidak dibersihkan secara rutin sehingga menimbulkan zat berwarna kekuningan pada permukaan gigi. Plak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi karena konsistensinya yang lunak.

Plak tidak hanya menyebabkan gigi berlubang tapi juga menyebabkan infeksi. Plak yang menumpuk dapat masuk ke dalam gusi dan menyebabkan peradangan.

Tartar terbentuk dari plak yang mengeras dan juga dikenal dengan sebutan dental kalkulus atau karang gigi. Plak akan berubah menjadi tartar dalam kurun waktu tertentu atau biasanya lebih dari 10 hari.

Biasanya tartar terbentuk di antara celah gigi dan gusi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi, sehingga pembentukannya cenderung tidak terkontrol dan hanya bisa dibersihkan oleh dokter gigi.

2. Iritasi

Reaksi alergi terhadap bahan yang terkandung dalam pasta gigi, makanan, obat-obatan atau bahkan kawat gigi, dapat menyebabkan iritasi dengan gejala kemerahan dan pembengkakan pada jaringan gusi.

Banyak orang baru menyadari bahwa mereka mengalami gusi bengkak setelah mengganti pasta gigi jenis yang berbeda dari biasanya.

3. Obat-obatan tertentu

Jika anda sudah sangat baik dalam merawat kesehatan gigi tapi masih mengalami gusi bengkak, maka saatnya untuk mencurigai obat yang Anda konsumsi.

Beberapa obat seperti obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi dapat membuat pertumbuhan berlebih dari jaringan gusi yang terlihat seperti bengkak.

Cara Mengatasi

o

Gangguan ringan, seperti gusi bengkak, umumnya dapat ditangani dengan memberikan lebih banyak perhatian pada kebersihan mulut. Sikat gigi dua kali tiap hari dan lengkapi kebersihannya dengan menggunakan benang gigi. Untuk membantu mengatasi gusi bengkak, penderita disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta menghindari merokok, minuman beralkohol, dan makanan yang mengandung glukosa tinggi.

i

Gusi bengkak yang disebabkan oleh gigi sensitif terhadap pasta gigi, dapat diatasi dengan mengganti produk yang biasa digunakan. Jika gusi bengkak disebabkan oleh produk obat kumur, segera hentikan penggunaannya. Sedangkan, jika hal itu merupakan reaksi dari obat yang Anda konsumsi, maka konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan mengganti obat tersebut dengan yang lain. Penghentian atau penggantian obat harus selalu dalam pengawasan dokter.

n

Penanganan lain di dokter gigi untuk mengatasi gusi bengkak akibat plak bisa melalui pembersihan dengan prosedur scalling. Selain itu, untuk kasus tertentu dapat dilakukan root planning untuk membersihkan

Gangguan gusi yang sudah tergolong parah, kemungkinan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Misalnya, kondisi Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis (ANUG) atau gingivitis ulseratif akut yang ternekrotisasi, perlu mendapatkan pengobatan, termasuk obat pereda nyeri, antibiotik serta obat kumur khusus mengandung klorheksidin, atau hidrogen peroksida.

Bila gusi bengkak atau gangguan gusi lain berlangsung lebih dari dua minggu, segera temui dokter gigi.

Cara Mencegah Terjadinya Pembengkakan Gusi?

1. Jaga kebersihan gigi dan mulut

k

Gangguan ringan, seperti gusi bengkak, umumnya dapat ditangani dengan memberikan perhatian lebih pada kebersihan mulut. Menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat kamu lakukan dengan cara:

Gosok gigi minimal 2 kali sehari yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Ketika mengalami gusi bengkak usahakan memakai sikat gigi yang lembut. Selain itu, pastikan jangan menggosok gigi terlalu kasar, lebih baik gosok gigi secara perlahan dengan gerakan melingkar.

Flossing atau membersihkan gigi dengan memakai benang khusus gigi.
Berkumur-kumurlah setelah makan untuk membuang sisa makanan yang mungkin tidak terjangkau oleh sikat gigi. Bila perlu, gunakan obat kumur yang sudah terkenal akan kualitasnya.

2. Berkumurlah dengan air garam hangat

66

Berkumur dengan air garam sebenarnya termasuk cara mengobati gusi bengkak yang sudah kuno. Namun meski demikian, sampai sekarang cara ini masih efektif untuk meredakan gusi bengkak.

Air garam memiliki sifat antibakterial yang dapat membunuh bakteri penyebab gusi bengkak. Bahkan ia juga diperkaya dengan kandungan anti-inflamasi yang dapat menenangkan radang gusi.

Cara mengatasi gusi bengkak dengan air garam:

– Sediakan air hangat sebanyak 1 gelas
– Tambahkan satu sendok teh garam dapur
– Aduk-aduk hingga semua garam terlarut sempurna
– Gunakan air tadi untuk berkumur selama kurang lebih satu menit dengan fokus utama pada gusi bengkak. Ulangi lagi sebanyak 4-5 kali sehari.

3. Konsumsi makanan yang kaya vitamin C dan D

55

Mulai sekarang perbanyaklah mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin C seperti lemon, jeruk, anggur, kiwi, mangga, pepaya, dan stroberi. Vitamin C merupakan antioksidan yang dapat mempromosikan pertumbuhan jaringan ikat dan regenerasi tulang, sekaligus dapat menjaga kesehatan gusi.

Selain itu, perbanyak pula asupan vitamin D. Jenis vitamin ini memiliki sifat anti-inflamasi, sehingga dapat digunakan untuk mengobati gusi bengkak dan mencegah kekambuhannya. Dapatkan vitamin D dengan cara berjemur di pagi hari minimal 30 menit dua kali seminggu, serta jangan lupa konsumsi makanan sumber vitamin D terbaik.

Nah, itu tadi penjelasan tentang gusi bengkak dan bagaimana cara untuk mencegah dan mengobatinya. Apakah kamu pernah merasakan pembengkakan gusi seperti yang dijelaskan tadi? Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih karena sudah membaca.

Related posts