Ulasan Mengenai Sunat Atau Khitan

q

Bagi kaum lelaki, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Ya, Khitan atau dalam bahasa umunya sering disebut Sunat. Pada masa kecil, “sunat” adalah suatu kata yang dianggap sebagai momok menakutkan bagi laki-laki karena membayangkan sang “adik” akan dipotong saja sudah membuat ngeri.

Terlepas dari perintah agama, sunat atau khitan merupakan proses bagi seorang laki-laki menuju kedewasaan. Biasanya juga, proses khitan terjadi saat laki-laki berusia seumur anak SD, walaupun ada juga yang menjalani proses khitan saat sudah dewasa. Namun, proses penyembuhannya terjadi lebih lama daripada untuk usia muda.

Sunat atau Khitan ini merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh pemeluk agama islam, namun di dunia barat sana masih banyak orang yang tidak mau melakukan Khitan karena dianggap hal yang sia sia dan menyakitkan organ kelamin.

Untuk membahas lebih jauh, khitan atau sunat disamping perintah agama, ternyata menyimpan banyak manfaat dibaliknya. Selain itu, di beberapa daerah di dunia, terdapat proses khitan atau sunat yang bisa dibilang sebagai proses yang pedih demi menuju kedewasaan. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Sunat/Khitan

w

Sebelum kita membahas tentang manfaat dan hal-hal menarik yang berkaitan dengan sunat, ada baiknya kita mengetahui lebih terperinci mengenai pengertian sunat ini terlebih dahulu. Sunat atau khitan adalah suatu proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis.

Sunat telah dilakukan sejak zaman prasejarah, setelah diamati dari gambar-gambar di gua yang berasal dari Zaman Batu dan makam Mesir purba. Alasan dari tindakan ini masih belum jelas pada masa itu, tetapi teori-teori memperkirakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari ritual pengorbanan atau persembahan, tanda penyerahan pada Yang Maha Kuasa, langkah menuju kedewasaan, tanda kekalahan atau perbudakan, atau upaya untuk mengubah estetika atau seksualitas.

Khitan atau sirkumsisi sudah bisa dilakukan sehari atau dua hari setelah anak laki-laki dilahirkan. Di Indonesia, umumnya proses ini dilakukan saat anak laki-laki menduduki sekolah dasar. Yang jelas, semakin tua usia anak lelaki atau pria yang disunat, semakin besar juga risiko dan tingkat kerumitannya.

Sunat atau khitan sama sekali tidak memengaruhi kesuburan atau pun mengurangi kenikmatan seksual pada pria dan pasangannya. Nyatanya, sunat atau dalam bahasa medis disebut sirkumsisi ini, memiliki beberapa manfaat seperti perlindungan dari penyakit menular seksual dan infeksi saluran kemih.

Di Indonesia, ”sunatan” sudah menjadi tradisi bagi anak laki-laki yang sedang beranjak remaja. Biasanya akan diadakan pesta sebagai tanda kebahagiaan dari keluarga bahwasannya anak laki-lakinya sudah berani disunat. Dan setelah itu akan digendong keliling kampung sebagai tanda bangga bahwasannya anak laki-laki mereka sudah dewasa.

Lalu, apa sebenarnya tujuan dan manfaat dari sunat atau khitan ini? Mari kita bahas.

Tujuan Dan Manfaat Sunat/Khitan

t

Jika dilihat dari sudut pandang medis, seperti yang telah diungkapkan oleh para ahli kedokteran, khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang telah menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan bau yang tidak sedap. Dan kamu tahu, air kencing mengandung semua unsur-unsur kotor tersebut.

Ketika air seni keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, endapan dari kotoran yang biasa disebut dengan smegma ini, sebagian akan tertahan oleh kulit tersebut. Dan semakin lama, endapan yang telah terkumpul tersebut akan menjadi semakin banyak.

Bisakah kamu membayangkan berapa lama seseorang membuang air kencingnya dalam waktu sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin tersebut dalam setahun. sudah pasti banyak endapan yang terkumpul di area tersebut.

Oleh karena itu, bila tidak segera dibersihkan, endapan dari kotoran yang tertahan itu dapat menyebabkan infeksi pada penis kamu serta kanker leher rahim pada perempuan yang nantinya akan disetubuhinya. Hal ini cukup mengerikan bukan? Perlu kamu ketahui, ada beberapa manfaat luar biasa dibalik “sunat” atau khitan ini, antara lain :

1. Terhindar Dari Infeksi saluran kencing

Kejadian infeksi saluran kencing pada laki-laki ditemukan lebih rendah pada orang yang disunat dibandingkan dengan yang tidak disunat. Penelitian yang dilakukan pada tahun 1982 menunjukkan bahwa infeksi saluran kencing lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki daripada bayi perempuan, dan kemudian terungkap bahwa sebesar 95% bayi yang mengalami infeksi ini ternyata belum disunat. Sunat bisa mencegah pertumbuhan bakteri yang berada di bawah preputium, sehingga bisa melindungi kamu dari infeksi saluran kencing.

2. Mencegah Kanker prostat

Sunat juga ternyata dapat melindungi laki-laki dari risiko kanker prostat, seperti yang telah dibuktikan oleh penelitian oleh University of Quebec’s INRS-Institut Armand-Frappier di Montreal. Penelitian yang dilakukan tersebut menemukan bahwa laki-laki yang disunat saat bayi memiliki risiko 14% lebih kecil untuk mengembangkan kanker prostat dibandingkan dengan laki-laki yang tidak disunat. Lalu, laki-laki yang disunat di usianya yang lebih besar juga memiliki kemungkinan 45% lebih kecil untuk menderita kanker prostat dibandingkan dengan laki-laki yang tidak disunat.

3. Mengurangi Resiko Penyakit Kelamin

Khitan mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis. Meski demikian, pria yang sudah menjalani sunat harus tetap melakukan hubungan seksual yang sehat dan aman.

4. Mencegah Penyakit Penis

Mencegah terjadinya penyakit pada penis seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis. Ini adalah kondisi saat kulup penis yang tidak disunat sulit untuk ditarik. Kondisi ini bisa menyebabkan radang pada kepala penis yang disebut balanitis.

Namun, dibalik banyaknya manfaat sunat atau khitan ini ternyata ada beberapa resiko yang harus ditanggung. Apa saja itu?

Resiko Sunat/Khitan

5

Ternyata sunat atau khitan ini memiliki beberapa resiko yang harus dihadapi, antara lain :

– Perdarahan.
– Infeksi pada luka sunat.
– Gangguan pada saluran kemih.
– Kulit kulup mungkin terpotong terlalu pendek atau terlalu panjang.
– Sisa kulup dapat menempel kembali ke ujung penis sehingga perlu operasi kecil sebagai penanganan.
– Sensitivitas penis yang telah disunat berkurang, sehingga dapat berpengaruh pada hubungan seksual.
– Sunat dapat menjadi tindakan berbahaya jika diterapkan pada pasien dengan gangguan pembekuan darah.

Selain hal-hal di atas, terdapat beberapa resiko lainnya yang mungkin juga bisa terjadi. Disarankan segera menemui dokter atau pergi ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat jika setelah disunat, terjadi hal-hal berikut ini :

– Perdarahan tidak berhenti.
– Dari ujung penis keluar cairan bernanah atau berbau busuk.
– Dua belas jam setelah disunat, urine tidak dapat keluar seperti biasa.
– Hingga beberapa hari setelah sunat, proses buang air kecil masih saja terasa menyakitkan.
– Setelah dua minggu, penis masih bengkak.
– Demam.

Setelah melakukan proses dunat atau khitan, ada beberapa cara yang digunakan untuk penanganannya.

Penanganan Setelah Disunat/Khitan

d

 

Ada baiknya setelah melaksanakan sunat, jangan melakukan pekerjaan yang bersifat berat, karena bisa menyebabkan pendarahan pada lukanya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar luka pada bekas sunat bisa segera sembuh, antara lain :

1. Menjaga kelamin dari berbagai sentuhan.

Terkadang efek setelah sunat adalah rasa gatal pada alat vital. Untuk itu, kita seringkali ingin menggaruk atau menyentuh kemaluan itu yang sebenarnya malah akan memperlama proses penyembuhan luka sunat atau khitan. Mengingat selepas sunat kondisi kemaluan masih luka, maka akan lebih baik jika kemaluan tersebut ditutup dengan menggunakan kain lebar, sarung atupun jenis kain lain yang bisa mengamankan kemaluan dari segala sentuhan.

Tips unik untuk menghindarkan kemaluan dari sentuhan adalah dengan menggunakan botol mineral. Ambil satu botol air mineral lalu potong kedua ujungnya sehingga terbentuk lubang di atas dan bawahnya. Lalu, pasangkan botol tersebut pada kemaluan dan bagian kemaluan yang melekat pada badan kencangkan dengan menggunakan solasi sehingga akan membuatnya terhindar dari sentuhan.

2. Mengatur makanan yang dikonsumsi

Mengatur pola makan yang dikonsumsi adalah kepentingan utama selepas khitan atau sunatan. Jika dahulu kita sering mendengar bahwa anak yang dikhitan harus hanya mengonsumsi tahu dan tempe, sekarang tidak lagi seperti. Pihak medis menyatakan bahwa anak yang dikhitan bisa mengonsumsi makanan yang kaya protein, baik protein hewani maupun nabati untuk mempercepat proses pengeringan luka khitan.

3. Jangan aktif bergerak

Untuk mempercepat proses penyembuhan luka setelah sunat atau khitan, jangan melakukan gerakan yang terlalu banyak sehingga akan membuat luka khitan lama sembuhnya. Untuk itu, bergeraklah perlahan seperti saat sedang akan buang air besar atau buang air kecil dan kurangi intensitas gerak agar pengeringan luka berlangsung lebih cepat.

4. Konsumsi obat analgesik

Dokter yang melakukan khitan pada umumnya telah memberikan obat analgesik atau obat anti nyeri selama proses khitan berlangsung. Obat ini biasanya akan bertahan lebih kurang 2 sampai 2.5 jam lamanya. Setelah reaksi obat analgesik tersebut habis, maka kita bisa mengonsumsi obat analgesik yang meredakan nyeri dari dokter. Obat ini biasanya akan diberikan untuk 5 sampai 10 hari pasca khitan. Obat tersebut bertujuan untuk menghilangkan rasa nyeri dan juga mencegah terjadinya infeksi.

5. Check up ke dokter

Segera lakukan check up ke dokter terkait apabila terjadi keluhan pada daerah kelamin. Lebih baik lagi kelamin yang selesai disunat tidak diperban untuk memberikan ventilasi agar luka bisa cepat kering. Biasanya pemakaian perban hanya berlangsung selama 24 jam dan setelah itu bisa dibuka sendiri tanpa harus dipakai lagi untuk mempercepat proses penyembuhan.

6. Jangan menarik perban secara paksa

Beberapa tempat sunat masih menggunakan perban untuk menjaga agar luka tetap steril. Namun, menarik paksa perban akan menimbulkan luka baru pada bagian kulit yang baru tertutup.

Untuk itu, agar tidak terlalu nyeri pada saat melepaskan perban, ada hal yang bisa kita lakukan. Yaitu berendamlah di air hangat yang sudah diberi obat tetes untuk mensterilkan bakteri. Kemudian lepaskanlah perban yang menempel secara perlahan agar tidak menimbulkan luka.

Setelah mengetahui manfaat serta penanganan khitan, kamu harus tahu apa-apa saja bahaya yang ditimbulkan jika tidak sunat.

Bahaya Jika Tidak Sunat/Khitan

7

Ada beberapa bahaya jika tidak melakukan sunat atau khitan, antara lain :

1. Peradangan

Pria yang tidak disunat bisa mengalami peradangan kepala penis akibat kebersihan yang buruk. Hal ini dikarenakan sulitnya membersihkan smegma akibat fimosis. Selain itu, penggunaan sabun yang tidak tepat juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi sehingga peradangan yang terjadi akan semakin parah.

Pada negara maju seperti halnya Amerika Serikat, kini sunat telah banyak dianjurkan untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih serta untuk menghindari terjadinya kanker serviks. Penis yang disunat ternyata akan menghasilkan smegma yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan mereka yang tidak sunat. Penis yang telah disunat dapat menghasilkan smegma yang lebih sedikit atau bahkan sama sekali tidak ada sehingga penis lebih mudah dijaga faktor kebersihannya.

2. Terkena Infeksi

Pria yang tidak disunat maka kelembaban yang ada akan terperangkap pada penis serta bagian kulupnya. Hal ini dapat meningkatkan perkembangbiakan kuman serta bakteri yang ada. Bukan hanya itu, namun pria yang tidak disunat rentan akan jamur serta infeksi pada saluran kencing.

Bahayanya lagi, pria yang tidak disunat lebih rentan terkena penyakit menular seperti HPV dan HIV – AIDS. Melakukan hubungan seks dengan pria yang tidak disunat terkait dengan faktor kebersihannya. Mereka yang tidak disunat akan kesulitan dalam menjaga penis mereka untuk tetap bersih.

3. Fimosis

Seorang laki-laki yang tidak disunat dapat mengalami fimosis taitu penyempitan kulup yang tidak bisa ditarik melalui kepala penis. Berikut ini adalah hal tentang fimosis :

– Fimosis dapat terjadi karena bawaan atau bisa pula disebabkan oleh infeksi yang terjadi berulang kali pada kulit.
– Pada usia anak-anak di bawah lima tahun, kulup yang tidak sepenuhnya dapat ditarik masih bersifat normal. Kulup secara alami akan menjadi lebih longgar dan lemas seiring dengan usia yang bertambah.
– Namun setelah usia 5 tahun berlalu dan kulup masih juga lengket, hal ini bisa bermasalah akibat glans yang tidak dapat dibersihkan.
– Jika sudah demikian, smegma akan semakin banyak disana. Akibat dari penumpukan smegma atau kotoran pada glans adalah infeksi, inflamasi atau bisa pula susah buang air.
– Pada pria yang telah dewasa masalah ini dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga akibat hubungan seksual yang menjadi tidak nyaman. Bahkan tidak jarang fimosis dapat menimbulkan rasa sakit ketika ereksi.

4. Parafimosis

Tidak hanya fimosis, namun pria yang tidak disunat ternyata juga beresiko mengalami parafimosis. Parafimosis adalah keadaan dimana kulup dapat ditarik namun tidak bisa dikembalikan pada posisi semula. Kondisi ini dapat terjadi akibat peradangan atau penyempitan pada bagian kulup. Di dunia medis, dokter mungkin bisa mengembalikan kulup untuk kembali menutupi glans namun ketika masalah yang sama terjadi terus dan berulang, maka sunat menjadi pilihan yang harus dilakukan.

5. Alasan Seksual

Alasan utama dari sunat lainnya adalah dipandang dari sisi seksual. Mereka yang tidak melakukan sunat bisa mengalami ejakulasi dini atau gangguan akibat kulup yang terlalu panjang. Kulup penis yang ukurannya terlalu panjang dapat mempengaruhi pengalaman seksual akibat tidak adanya stimulus yang tepat selama melakukan hubungan intim. Mereka yang mengalami ejakulasi dini dapat menjadikan sunat sebagai salah satu solusinya.

Pada sebuah studi yang dilakukan di negara Denmark, banyak laporan mengenai istri yang merasa tidak puas dengan kehidupan seksual mereka dengan suami yang tidak bersunat. Meski begitu hingga saat ini masih belum bisa dipastikan menganai bagaimana sunat bisa mempengaruhi kenikmatan hubungan seksual bagi seorang wanita.

Itulah beberapa hal berbahaya yang mungkin bisa terjadi jika penis kamu tidak disunat. Dan, disamping semua hal mengenai sunat atau khitan di atas, ternyata terdapat beberapa fakta unik tentang sunat atau khitan ini. Seperti apa?

Fakta-fakta Tentang Sunat/Khitan

6

Terdapat beberapa fakta mengenai khitan di dunia yang mungkin belum kamu ketahui, yaitu :

1. Obat Kelumpuhan

Pada akhir tahun 1800-an, dokter memanfaatkan prosedur khitan untuk menyembuhkan keracunan, penyakit kuning, sampai kelumpuhan. Era tersebut memang sedang marak dilakukan operasi kelamin.

Menurut studi dalam jurnal Transactions of the American Medical Association, ahli bedah di Bellevue Hospital Medical College sempat menceritakan kisah tentang khitan sebagai penyembuhan lumpuh. Saat itu, adalah Lewis Sayre yang dipanggil untuk mengobati seorang anak berusia 5 tahun yang tidak bisa berjalan. Namun setelah dikhitan, dalam waktu kurang dari dua minggu, anak itu bisa berjalan lagi.

Apapun penyebab kelumpuhan si anak, kabarnya rasa sakit di ujung kelaminnya adalah pemicu kesusahan berjalan yang dialaminya. Jadi setelah ujung kelamin tersebut dipotong, si anak pun bisa berjalan lagi.

2. Ujung Kelamin

Bagian ujung kemaluan pria bukan hanya sekadar kulit. Bahkan bagian tersebut bisa dianggap sebagai kelopak mata dari alat kelamin pria. Ada membran mukosa yang terdapat di ujung kemaluan tersebut. Hal itu membuat bagian ini lembab dan memungkinkan infeksi penyakit menular seksual.

Wanita sebenarnya juga memiliki ujung kemaluan yang dikenal dengan klitoris. Sebagai ujung kelamin, jaringan klitoris menyebar sampai pada rahim.

3. Khitan pertama

Sejarah menyebutkan tanah Fir’aun adalah pelopor prosedur khitan. Sekitar tahun 2.400 sebelum masehi, ada relief di pemakaman kuno Saqqara yang menggambarkan serangkaian adegan medis. Alat bedah kemudian menjelaskan bahwa adegan tersebut diindikasikan sebagai proses khitan.

Khitan di Mesir tidak dilakukan pada masa bayi, melainkan masa transisi anak menjelang dewasa atau akil baligh dalam istilah Muslim. Sementara itu, penduduk Yunani menganggap tradisi ini aneh. Namun pada abad ke-5, Herodotus mengeluarkan karyanya yang disebut The History of Herodotus.

“Mereka dikhitan demi kebersihan,” demikian tulisnya. “Mempertimbangkan kebersihan daripada hanya sekadar keindahan.”

4. Alat Unik Untuk Sunat

Kebanyakan khitan di Amerika Serikat menggunakan tiga perangkat, yaitu penjepit Mogen, Plastibell, dan penjepit Gomco. Mogen merupakan perangkat menyerupai gunting yang digunakan untuk memotong aliran darah di ujung kemaluan. Sebuah pisau bedah kemudian digunakan untuk mengiris bagian tersebut.

Sementara Plastibell adalah perangkat plastik yang ditempatkan di atas kepala kemaluan, di bawah ujung kelamin. Dokter atau perawat lalu mengikat sekitar ujung kemaluan dan memotong sirkulasi. Plastibell ini dapat dibiarkan selama seminggu atau lebih, jadi ujung kelamin akan ‘mati’ dan putus dengan sendirinya.

Terakhir, penjepit Gomco yang disisipkan di antara kepala dan ujung kemaluan. Sama seperti Plastibell, Gomco memotong sirkulasi dan membuat darah menggumpal. Dokter kemudian menggunakan pisau bedah untuk memotong ujung kemaluan. Berbagai metode ini kadang meninggalkan bekas luka berwarna cokelat khas yang tampak pada ujung kemaluan.

Itulah beberapa fakta menarik tentang khitan yang mungkin belum kamu tahu. Nah, untuk kamu sendiri, sudah disunat atau belum? Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *