Yuk Ketahui Lebih Jauh Tentang Permen, Dampak Serta Manfaatnya

dd

Siapa yang tidak suka permen, makanan manis dengan berbagai bentuk dan warna-warna yang unik semakin membuat permen menjadi lebih menarik lagi. Bahkan hampir semua orang di dunia pasti menyukai permen. Ditambah lagi di hampir setiap perayaan tahunan atau apapun itu pasti tidak terlepas dari adanya permen.

Bentuk dan warna-warna permen yang unik membuat banyak orang menyukainya, tidak peduli berada di kalangan usia dan golongan orang manapun, permen selalu mempunyai daya tarik tersendiri untuk dinikmati, entah itu dinikmati sendiri ataupun bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

Permen merupakan makanan semacam gula-gula yang berkalori tinggi. Biasanya, berbahan dasar gula, air, dan sirup fruktosa. Kadar gula yang tinggi dalam permen dapat membuat gigi berlubang jika mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebih.

Tapi, tahukah kamu kalau permen itu bahkan sudah ada saat peradaban Mesir kuno sekitar 40 abad atau sekitar 3500-an tahun yang lalu? Untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang permen, yuk simak ulasannya di bawah ini.

Sejarah Perkembangan Permen

w

Para ahli pernah menemukan permen purba di Mesir sekitar 3500 tahun yang lalu. Dan di tempat yang lain juga pernah ditemukan gumpalan madu kering yang diduga dijadikan permen oleh manusia purba pada saat itu. Kegemaran yang awalnya hanya iseng belaka ini kemudian mendorong bangsa Mesir, Arab, dan Cina kuno untuk membuat racikan manisan madu dengan berbagai macam rasa. Mulai dari rasa buah buahan sampai kacang kacangan. Perkembangan pembuatan permen ini juga di pengaruhi oleh kebiasaan makan coklat yang di populerkan suku Indian, Aztec, dan Maya.

Ketika Iskandar Agung dari Masedonia menaklukan Persia, 24 abad yang lalu diketahui tentaranya suka mengisap-isap kand. Permen primitif itu adalah tangkai tanaman yang dicelup ke madu dicampur rempah-rempah.

Karena madu tidak mudah diperoleh, permen merupakan barang mewah. Kenapa tidak memakai gula saja? Mau bagaimana lagi, waktu itu manusia belum bisa membuat gula.

Baru pada abad ke-3 atau ke-4 manusia baru bisa membuat gula tebu di Persia. Pengetahuan ini menyebar ke Arab, Afrika Utara dan Eropa. Permen pun dibuat dari gula. Dalam bahasa Inggris permen disebut candy. Mungkin berasal dari kata kand (permen serdadu Iskandar Agung itu), mungkin pula dari kata Arab qand yang artinya gula.

Pada akhir abad ke-15, Columbus memperkenalkan tebu dari benua Amerika ke berbagai tempat. Lalu mulai bermunculan perkebunan tebu dan kemudian pabrik gula di daerah tropis. Abad XIX, di zaman Kaisar Napoleon, produksi gula bit digalakan di Eropa. Sehingga di seluruh dunia menjadi lebih banyak dan lebih murah.

Pertengahan abad ke-19 manusia mampu membuat mesin-mesin canggih pembuat permen bisa dibuat banyak dan murah. Kira-kira seabad kemudian , di kota maupun di desa, kita bisa membeli permen.

Jenis-Jenis Permen Serta Para Penemunya

Ada banyak jenis permen di dunia. Mulai dari permen coklat sampai permen karet, semua memiliki sejarah dan penemu yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenis permen karet beserta para penemunya :

1. Permen Cokelat

a

Permen ini pertama kali dibuat di dunia oleh seorang Belanda bernama Conrad J. Van Houten pada tahun 1828. Permen cokelat dibuat dari perasan biji cokelat yang lalu dicampur dengan gula hingga menjadi permen.

2. Permen Karet

s

Thomas Adam, seorang berkebangsaan Amerika Serikat, menciptakan permen dari bahan karet pada tahun 1869. Pada mulanya, dia ingin membuat ban sepeda, tetapi selalu mengalami kegagalan. Pada waktu itu, dia memasukkan karet ke dalam mulutnya dan timbullah ide untuk menambahkan rasa pada karet yang dimakannya. Dari situlah tercipta permen karet dan Thomas mematenkan temuannya pada tahun 1871.

3. Permen Lolly Pop

d

Pada tahun 1908, George Smith memberikan nama Lolly Pop pada permen bertangkai ini. Nama tersebut diambil dari nama kuda balapnya. Tetapi, tidak banyak diketahui awal keberadaan dari lolly pop. Walaupun demikian, seorang warga Amerika keturunan Rusia diketahui menciptakan mesin pembuat lolly pop.

4. Permen Polo

g

Pencipta permen mint pada tahun 1912 adalah Clarence Crene. Sebenarnya, permen mint sudah ada di daratan Eropa dalam bentuk persegi. Lalu, Crene berinovasi dengan menciptakan bentuk lain dari permen mint yakni dengan bentuk bulat dan bolong di bagian tengahnya.

Awalnya, permen teresbut dinamai life saver karena bentuknya yang mirip dengan pelampung atau ban penyelamat. Namun sekarang, permen ini lebih dikenal dengan sebutan permen polo.

5. Permen Gummy Bear

h

Hans Riegel pertama kali membuat permen kenyal dan lengket dengan rasa buah ini di Jerman pada tahun 1922. Nama permen ini pada mulanya bernama gummy bear atau gummibar atau gummibarchen. Karena teksturnya yang kenyal, permen Gummy Bear banyak disukai mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Nah, itu tadi jenis-jenis permen beserta para penemunya. Lalu, apa saja kandungan yang terdapat pada permen?

Kandungan Yang Terdapat Pada Permen

Kalau mau diperinci, apa saja sih yang terkandung dalam sebutir permen? Berikut di antaranya:

1. Sukrosa dan glukosa

1

Komponen utama permen adalah gula yang dalam bahasa ilmiahnya disebut sukrosa. Sebagian besar permen rasanya manis lantaran mengandung sukrosa atau gula pasir. Itulah mengapa permen juga disebut gula-gula. Sementara glukosa umumnya juga terkandung di dalam permen untuk memperbaiki tekstur permen agar terasa lembut saat dinikmati.

2. Sakarin atau siklamat

2

Merupakan gula buatan yang menghasilkan rasa manis yang amat sangat. Gula buatan ini biasanya menimbulkan rasa pahit/getir di lidah konsumen. Bahan ini sekarang jarang digunakan lagi.

3. Asam malat atau asam sitrat

3

Merupakan asam organik yang ditambahkan pada permen hingga memberi rasa asam atau segar seperti jeruk, stroberi atau rasa buah lainnya. Ketika makan permen seolah-olah kita mengonsumsi buah-buah tersebut.

4. Zat pewarna

4

Sebagai pemikat, ke dalam pembuatan permen juga ditambahkan zat pewarna. Misalnya, warna merah menggunakan erythrosin atau karmin, sedangkan warna kuning tartazin.

5. Zat tambahan lainnya

5

Kadang permen juga mengandung zat tambahan seperti susu. Namun presentase kandungannya tentu kecil sekali karena biasanya memang hanya dimaksudkan sebagai pencita rasa. Ada juga yang menggunakan ekstrak kopi, vanili, lemak nabati ataupun lemak sayuran, lecitin (zat yang banyak terdapat dalam kacang kedelai).

Ada juga permen yang mendapat tambahan zat serat, terutama serat larut air seperti gel. Tambahan ini dimaksudkan agar permen mendatangkan rasa nikmat saat digigit. Gel juga berasal dari sari buah dan agar-agar atau gelatin yang membuatnya terasa kenyal. Meski ada zat tambahan ini, komponen permen yang dominan tetaplah gula.

Nah, apa dampaknya jika mengkonsumsi permen secara berlebihan?

Dampak Terlalu Sering Mengkonsumsi Permen

66

Permen mengandung gula instan, padahal penelitian telah menunjukkan bahwa gula instan tidak baik bagi tubuh. Berikut adalah beberapa efek berbahaya dari terlalu banyak makan permen:

1. Menyebabkan obesitas

Ukurannya yang mungil membuat kamu tidak menyadari berapa banyak permen yang selama ini sudah kamu makan. Permen berisi kalori kosong yang bisa dicerna cepat dengan menggunakan mineral dalam tubuh kamu selama proses pencernaan. Permen juga tidak memiliki protein, lemak sehat, vitamin, mineral atau enzim. Mengkonsumsi permen terus-menerus bisa membuat Anda gampang gemuk.

2. Membuat kecanduan

Gula pada dasarnya adalah sama seperti obat, karena mengaktifkan pusat reward di otak, sehingga begitu adiktif. Tidak seperti makanan alami, makanan gula seperti permen memicu pelepasan sejumlah besar dopamin, yang mengarah ke arah mengidam dan kecanduan.

3. Merusak hati (liver)

Sebelum gula memasuki aliran darah kamu, mereka melewati hati dan baru kemudian mengelompokkannya. Jika kamu makan banyak permen, hati kamu harus bekerja lembur untuk memproses gula dan mengubahnya menjadi lemak. Seiring waktu, beberapa partikel lemak terjebak dalam hati kamu.

4. Merusak kekebalan tubuh

Organisme seperti bakteri dan ragi berkembang pada gula, sehingga makan banyak permen dapat menyebabkan mereka berkembang biak secara tidak proporsional, dan hasilnya kamu menjadi lebih mungkin untuk sering jatuh sakit.

5. Gigi rusak

Masalah yang paling umum diketahui dari dampak memakan permen adalah rusaknya gigi. Bagaimanapun ceritanya, jika berbicara tentang dampak negatif dari permen, setiap orang pasti langsung berfikir permen akan merusak gigi.

Saat makan kamu biasanya pasti mengunyahnya terlebih dahulu baru menelannya. Berbeda dengan permen, Anda akan menghisapnya tanpa henti. Akibatnya gigi Anda bermandikan gula. Karena gula mudah dicerna, bakteri bisa berkembang biak dengan cepat. Bakteri-bakteri ini bisa menjadi faktor berbagai masalah gigi yang meliputi erosi enamel, penyakit gusi dan kerusakan gigi.

Tapi, jangan salah, tidak semua permen memiliki dampak yang negatif. Ada beberapa permen yang malah dianjurkan di konsumsi karena memiliki kandungan yang baik untuk tubuh. Seperti contohnya permen karet. Permen karet adalah salah satu jenis permen yang memiliki segudang manfaat positif, berbeda dengan permen lainnya. Apa saja?

Manfaat Permen Karet

8

Sekarang begitu banyak macam permen karet yang beredar di pasaran. Dilihat dari bentuk, rasa kandungannya sampai harganya yang beragam. Permen karet pun terbagi dua berdasarkan kandungannya, yaitu permen karet yang mengandung gula dan yang tidak mengandung gula atau sugar free.

Terdapat isu kesehatan bahwa permen karet tanpa gula memiliki nilai kesehatan. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari mengunyah permen karet bebas gula. Dalam permen karet ini, unsur pemanis digantikan oleh bahan lain yang disebut xylitol. Xylitol merupakan bahan pemanis alami.

Secara alami xytol ditemukan di dalam tanaman, hewan dan manusia. Xylitol murni berupa kristal putih, dengan wujud dan rasa seperti gula. Pada produk makanan, xylitol sering dimasukkan sebagai golongan karbohidrat. Xylitol diabsorbsi secara lambat dan hanya sebagian yang dimetabolisme, maka nilai kalorinya 40% lebih kecil dari pada kelompok karbohidrat lainnya atau 2,4 K kalori.

Xylitol merupakan bahan alternatif yang memiliki sifat sangat baik bagi pengembangan produk makanan maupun produk farmasi. Beberapa sifat yang dimiliki adalah memberikan sensasi dingin (cooling sensation) seperti mentol, memiliki tingkat kemanisan yang sama dengan sukrosa (gula tebu), menghasilkan energi hanya 2,4 K kalori/g (cocok bagi penderita obesitas/kegemukan), tidak memerlukan insulin untuk metabolismenya (cocok bagi penderita diabetes), serta bersifat anticariogenic (melindungi dari kerusakan gigi).

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu persatu manfaat dari permen karet yang mengandung xylitol ini :

1. Mencegah Kerusakan Gigi

 

Suatu pembenaran ilmiah menyatakan bahwa mengunyah permen karet bebas gula dapat melindungi gigi dari kerusakan. Selain itu, mengunyah permen karet dapat menggantikan kegiatan menggosok gigi setelah makan. Terlebih bila kita merasa tidak nyaman membawa sikat gigi ke mana-mana.

2. Menyehatkan Otak

Mengunyah dapat meningkatkan kinerja berbagai aktivitas yang memerlukan perhatian, konsentrasi dan kewaspadaan. Misalnya pengemudi yang mengunyah permen karet sambil menyetir memiliki respons yang lebih baik dalam berkendaraan.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang menunjukkan, dengan mengunyah permen karet sambil menyetir akan melancarkan aliran darah ke otak, dan dapat juga mengurangi rasa ngantuk. Riset menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat membantu meningkatkan daya ingat.

Kemampuan untuk mengingat kata-kata dapat ditingkatkan sebanyak 35% dari awal mengunyah. Penelitian bersama University of Northumbria dan Cognitive Research Unit (Reading) di Inggris, membuktikan bahwa mengunyah permen karet berefek positif pada tugas-tugas kognitif seperti berpikir dan mengingat.

3. Manfaat Bagi Kesehatan

Suatu penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet akan mengurangi ketegangan pada otot. Karena kemampuannya yang dapat membuat lebih waspada sekaligus melemaskan otot yang tegang, angkatan perang Amerika menyediakan permen karet untuk pasukannya sejak Perang Dunia I, bahkan sampai sekarang.

Begitu pula setiap atlet selalu mengunyah permen karet pada saat berlatih atau saat bertanding. Hasil penelitian lain menyebutkan dengan mengunyah permen karet selama 1/2 jam setelah makan dapat meringankan gejala perubahan derajat keasaman tubuh.

Kesimpulan :

Memakan atau mengkonsumsi permen memang mengasyikkan dan memiliki kenikmatan tersendiri. Namun, alangkah baiknya kalau kita juga memperhatikan dampak yang bisa dihasilkan jika kita mengkonsumsi permen terlalu berlebihan, karena bisa berakibat buruk bagi diri kita sendiri. Dan disamping efek negatif tersebut, ternyata ada juga jenis permen yang bermanfaat bagi kita yang mengkonsumsinya. Ya, semua kembali pada diri kita masing-masing mau bagaimana menikmati makanan manis ini.

Apakah kamu juga salah satu pecinta permen dan sudah mencicipi semua permen yang sudah disebutkan di atas? kalau iya, jangan lupa untuk membatasi konsumsi permen ya. Perhatikan kesehatan kamu juga. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.

Related posts