Zoophilia, Keinginan Untuk Berhubungan Seks Dengan Binatang

i

Seperti yang kita semua ketahui, tentu bagi seluruh makhluk hidup yang ada di alam semesta, seks adalah kebutuhan untuk reproduksi. Namun bagi manusia dan mungkin lumba-lumba, ada kalanya seks digunakan sebagai sarana rekreasi, alias untuk kesenangan semata.

Namun, disamping itu terdapat beberapa kelainan seks yang menyimpang yang banyak terjadi di kehidupan sekitar kita. Seperti misalnya Homoseksual, Sadomasokisme, Ekshibisionisme, Pedofilia, dan banyak lagi perilaku seks menyimpang yang lainnya.

Dan apakah kamu tahu hal penyimpangan seksual yang paling aneh? Pernahkah kamu mendengar atau tahu tentang perilaku seks menyimpang yaitu melakukan hubungan seks dengan binatang? Perilaku seks menyimpang yang satu ini disebut dengan Zoophilia.

Apa Itu Zoophilia

f

Membaca istilah ini mungkin masih asing di telinga. Karena, istilah ini memang jarang dipakai dalam obrolan seks sehari-hari.

Untuk lebih lengkapnya, apa sih Zoophilia itu? zoophilia adalah salah satu paraphilia atau kelainan seksual yang penderitanya bergairah dengan berfantasi atau melakukan kegiatan seksual dengan binatang! Seorang zoophilia biasanya akan menggunakan tali untuk mengikat binatang tersebut, obat, atau makanan untuk membuat binatang tersebut bisa diatur sehingga bisa bersetubuh dengan si penderita! Gila bukan?

Memang ada yang tertarik berhubungan intim dengan binatang? Jangan kaget, meskipun sangat jarang, tapi bestiality atau zoophilia itu benar adanya. Salah satu kasus zoophilia terjadi di Carolina Utara, Amerika Serikat. Seperti yang dilansir situs dailymail.co.uk, sepasang suami istri berusia 23 tahun, Amber dan Ruben Fox ditangkap pada September lalu dengan tuduhan melakukan kejahatan yang melawan alam serta karena mempertontonkan materi yang tidak senonoh.

Sepasang suami istri ini merekam kegiatan seksual mereka bersama anjing mereka dan meng-upload video tersebut sebagai video pornografi online! Polisi kemudian menyita dua ekor anjing dan tiga ekor kucing dari kediaman mereka untuk diserahkan ke penampungan binatang. Di beberapa negara, bestiality termasuk suatu tindakan criminal, dan kini mereka berdua harus menghadapi tuntutan serius atas perbuatan mereka serta diharuskan membayar denda masing-masig 15.000 USD.

 

Ciri dari Zoophilia

u

Zoophilia dapat merujuk pada aktivitas seksual dengan non-manusia binatang (kebinatangan), keinginan untuk melakukannya, atau ke paraphilia (gairah atipikal) dengan nama yang sama yang menunjukkan pemilihan hewan oleh manusia sebagai mitra seksual. Ciri utama dari zoophilia adalah keterikatan emosional dengan hewan yang mengarah dengan memilih hewan sebagai mitra seksual atau daya tarik seksual. Alasan utama melakukan hal tersebut adalah untuk menunjukan rasa cinta dan kasih sayang terhadap binatang.

Sebuah ciri khusus dari penelitian dijelaskan bahwa mereka yang mengaku melakukan hubungan seks dengan binatang. Peretti dan Rowan (1983) menyelidiki sampel 27 pria dan wanita, berusia 17-28 tahun, yang pernah melakukan kontak seksual dengan hewan setidaknya dua kali sebulan selama minimal 2 tahun.

Peserta dirujuk oleh dokter mereka dan menawarkan diri untuk diwawancarai tatap muka tentang perilaku mereka. Semua peserta melaporkan bahwa mereka juga memiliki hubungan seksual dengan manusia yang memuaskan. Bagi sebagian pria (93%), ekspresif seksual adalah faktor untuk terlibat dalam kontak seksual dengan hewan selama periode waktu yang panjang.

Pemusatan seksual (81%), tidak ada keterlibatan sosial dengan manusia yang diperlukan (63%), ekonomis (59%), dan keterlibatan emosional (26%) di dapatkan dari pria. Faktor yang paling penting bagi perempuan keterlibatan emosional (88%), tidak ada keterlibatan sosial dengan manusia yang diperlukan (75%), tidak ada negosiasi (58%), ekspresif seksual (46%), fantasi seksual (38%) dan alasan ekonomis (21 %).

Mereka peserta yang beralasan ekspresif seksual menggunakannya sebagai alasan untuk terlibat dianggap “sebagai satu bentuk perilaku seksual” (Pretti & Rowan 1983, p. 129) yang memungkinkan mereka lebih banyak kebebasan dari kegiatan seksual dengan manusia termasuk “terlibatnya kepedulian dan bersikap berpura-pura “(p.129) dan lebih banyak variasi teknik erotis seperti rangsangan oral atau dengan hewan atau hubungan seksual dengan hewan.

Resiko Dari Kelainan Zoophilia

t

Memang sulit dibayangkan jika di jaman saat ini masih ada orang yang melakukan seks dengan hewan. Di daerah pedalaman Amerika Selatan, kebiasaan ini masih ada. Kebiasaan ini sangat berbahaya, sebab pria yang berhubungan seks dengan hewan dua kali lebih mungkin terserang kanker penis.

Sebuah penelitian terhadap 492 pria berusia 18-80 tahun di pedalaman Brasil menemukan bahwa 35 persen pernah berhubungan seks dengan binatang. Sebagian di antaranya sudah didiagnosis mengidap kanker penis.

Menurut para peneliti, selain melakukan hubungan seks dengan hewan, tiga faktor risiko kanker penis lainnya adalah merokok, luka pada penis, dan fimosis, yaitu kondisi di mana kulup tidak bisa ditarik kembali menutupi penis.

Dari 118 pasien kanker penis, 45 persen di antaranya mengaku pernah berhubungan seks dengan binatang. Sedangkan pada pria sehat yang mengunjungi pusat kesehatan, hanya 32 persen dari pria yang melakukan check-up untuk pencegahan kanker.

Soal resiko, seks dengan hewan tergolong aktivitas berbahaya. Penelitian di Brasil mengatakan, zoophilia dapat memicu kanker penis pada pria. Potensi terkena kanker mencapai 45 persen. Salah satu pencetus kanker ini adalah terkontaminasinya penis dengan cairan yang memicu kanker (karsinogen). Cairan menempel di daerah anus atau mukus si hewan. Cairan ini kemudian masuk melalui mikroabrasi dan menginfeksi penis saat melakukan anal seks.

Ternyata ada juga ya perilaku seks yang menyimpang seperti ini. Apakah kamu pernah membayangkan bagaimana rasanya melakukan hubungan intim dengan hewan? Pastinya sangat menjijikkan bukan? Semoga kita semua terhindar dari hal-hal seperti ini ya. Dan semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kamu ya. Terima kasih sudah membaca.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *