Mengenal Raja Arthur Dan Pedang Excalibur Kebanggaannya

q

Sosok Raja Arthur yang legendaris tentu saja sudah banyak orang yang mengenalnya. Figur raja dan ksatria Inggris yang termahsyur di daratan britania dengan ksatria meja bundar dan senjata yang melegenda setenar namanya, Excalibur. Banyak film dan video games yang menggunakan legenda Raja Arthur sebagai referensi cerita mereka.

Jika kita berbicara tentang Raja Arthur ada satu hal yang tak terpisahkan dari dirinya yaitu pedangnya Excalibur. Banyak yang bertanya darimana sebenarnya asal-usul pedang Excalibur ini. Namun tentu saja jawabannya adalah pedang ini adalah pedang yang ditarik oleh Arthur dari sebuah batu dimana tak ada seorangpun yang mampu menarik pedang ini dari batu tersebut.

Sejarah Raja Arthur di Masyarakat

w

Legenda Raja Arthur menyatakan bahwa dia terlahir pada abad ke-5 Masehi. Disebutkan bahwa penyihir besar pada waktu itu yaitu Merlin mengelabui Uther Pendragon, salah satu serdadu Inggris, untuk menyamar sebagai Duke dari Tintagel (suami Igraine dari Corwall). Uther merayu Igraine di sebuah pondok Tintagel, tetapi anak yang dilahirkan dari hubungan mereka diberikan kepada orang lain sejak lahir. Anak itu diberi nama Arthur dan dibesarkan tanpa mengetahui sama sekali garis keturunannya.

Ketika Uther meninggal, tahta kerajaan kosong. Merlin menancapkan sebilah pedang yang disebut Excalibur ke dalam sebuah batu dan menyatakan bahwa hanya seorang yang benar-benar dari garis keturunan kerajaan yang akan mampu mencabut Excalibur dari batu tersebut.

Ketika Arthur beranjak dewasa, ternyata dia adalah orang satu-satunya yang mampu mencabutnya, dia diumumkan sebagai raja. Tujuh penguasa Inggris lainnya memberontak melawan pemimpin yang masih muda itu, namun Arthur mampu memadamkan pemberontakan mereka dan memulai suatu pemerintahan yang jaya.

Arthur menikahi Guinevere dan mengumpulkan sekelompok ksatria pemberani dan jujur di suatu kerajaan yang berkedudukan di Camelot, Lembah Avalon. Untuk menghindari perasaan pilih kasih dikalangan ksatria, ayah Guinevere memberikan meja bundar yang sangat terkenal kepada Raja Arthur.

Bersama-sama mereka mendapatkan kemenangan-kemenangan besar melawan para penyerbu Saxon dan Kekaisaran Romawi. Arthur bahkan dikatakan menjadi kaisar sendiri dan memulai pencarian Cawan Suci. Akan tetapi, pada waktu itu salah seorang ksatria dari Raja Arthur yang paling dipercaya, Lancelot, berselingkuh dengan Guinevere.

Hal ini menandai permulaan runtuhnya kejayaan Sang Raja Arthur. Kedua kekasih itu melarikan diri ke negeri Lancelot di Brittany, Prancis. Arthur memutuskan untuk menyusulnya dan melawan mantan sahabatnya. Kemudian Inggris diserahkan kepada Mordred, keponakannya. Ketika Arthur sedang bertempur di sepanjang Terusan Inggris, Mordred memberontak, sehingga Arthur terpaksa kembali ke negaranya.

Perang yang sengit berlangsung di Dataran Salibury. Raja Arthur berhasil membunuh Mordred, tetapi sang raja terluka parah. Di ambang kematian, dia kembali ke Avalon. Konon dia telah melemparkan Excalibur ke danau kerajaan dan dia sendiri menghilang ke dalam sebuah goa, dan bersumpah bahwa dia akan kembali jika bahaya mengancam Inggris.

Kisah Raja Arthur Yang Sebenarnya

e

Sulit membayangkan Arthur sebagai tokoh sejarah. Kisah hidupnya terlalu banyak dibumbui hal-hal gaib dan mistik. Dalam versi aslinya yang memang berbentuk legenda, Arthur digambarkan sebagai pemimpin kelompok pahlawan super. Tempat tinggalnya dipenuhi makluk-makluk aneh, raksasa dan berbagai keajaiban.

Menurut kisah Cai and Bedwyr, Arthur tinggal di bagian paling liar dari daratan Britania. Arthur juga dilukiskan sebagai pelindung negerinya, pembunuh raksasa dan penyihir, pemburu binatang buas seperti babi hutan raksasa, unicorn (kuda bertanduk satu), kucing buas, naga terbang dan pembebas para tawanan. Setelah kematiannya di Camlann, Arthur juga dipercaya akan hidup kembali dari Pulau Avalon.

Meskipun banyak yang menganggap Arthur hanya tokoh rekaan, masih banyak juga yang percaya tokoh ini benar-benar pernah hidup. Golongan terakhir ini yakin Arthur hidup pada masa berakhirnya penjajahan Romawi di Inggris, pada sekitar abad ke-5 sampai 6 Masehi. Jika benar-benar ada, siapakah Arthur yang sebenarnya? Sampai saat ini tidak ada yang mengetahuinya secara pasti.

Tetapi banyak tokoh sejarah yang dikait-kaitkan dengan Arthur. Tokoh yang sering disebut-sebut sebagai Arthur yang asli adalah Lucius Artorius Castus. Castus adalah komandan pasukan Romawi dari Sarmatian. Ia pernah memimpin pemadaman pemberontakan di Gaul (Perancis). Nama tengahnya, Artorius, mungkin kemudian dipakai sebagai nama gelar bagi para pahlawan abad ke-5 Masehi. Dari sinilah legenda Raja Arthur dimulai.

Kandidat kedua adalah Riothamus, pahlawan pertempuran Deols di Poitou. Menurut sejarawan Geoffrey Asshe, seorang sejarawan yang banyak meneliti naskah kuno tentang Arthur, panglima perang Romawi ini memang dikenal gagah berani. Lalu apa hubungannya dengan nama Arthur? Namanya sama sekali tidak mirip dengan Arthur. Ternyata Arthur adalah nama baptisnya. Sayangnya, nasibnya berakhir tragis saat menumpas pemberontakan bangsa Visigoth di Burgundy pada tahun 470 M. Padahal dalam babad klasiknya, Arthur justru gugur dalam pertempuran di Camlann pada tahun 539 M.

Sejarah Pedang Excalibur

r

Banyak sumber yang mengatakan bahwa Sword of the stone, pedang yang ditarik Arthur dari sebuah batu, adalah pedang Excalibur. Salah satu karya yang mengatakannya adalah prosa Merlin karya dari Robert de Boron (12th century-13th century). Dalam karyanya, Robert mengatakan bahwa pedang yang Arthur tarik dari sebuah batu tersebut merupakan pedang Excalibur, pedang yang melimpahkan penggunanya kekuasaan untuk menguasai daratan britania. Hal ini dijelaskan lebih lanjut dalam bagian Lancelot-Grail.

Namun beberapa sumber juga menyatakan bahwa pedang yang Arthur tarik bukanlah pedang Excalibur. Dalam karyanya yang berjudul King Arthur and His Knights (1903), Maude L. Radford menyatakan bahwa pedang Excalibur diperoleh Raja Arthur dari Lady of the Lake. Dalam perjalananya bersama Merlin, Raja Arthur bertemu dengan seorang ksatria yang menantangnya untuk bertempur.

Meskipun memenangkan pertarungan, Raja Arthur kehilangan pedangnya. Mengetahui hal tersebut Merlin mengajak Raja Arthur untuk melanjutkan perjalanan menuju sebuah danau. Di danau inilah Raja Arthur memperoleh Excalibur dari seorang wanita yang dikenal dengan Lady of the Lake.

Menguak Keaslian Pedang Excalibur

t

Walaupun legenda Arthur merupakan cerita rakyat belaka, ternyata pedang excalibur benar-benar ada. Hanya saja pedang tersebut tidak ditemukan di Inggris, melainkan di Italia. Di dalam sebuah kapel di Monte Siepi, Italia ada sebuah pedang kuno yang tertanam di dalam batu. Pedang itu diyakini sebagai senjata milik San Galgano, seorang kesatria dari Tuscany yang hidup pada abad 13.

Galgano yang bernama asli Galgano Guidotti tadinya adalah kesatria bengis yang sudah membunuh begitu banyak nyawa. Dia menghabisi nyawa musuh-musuhnya dengan pedang tersebut. Suatu ketika ia didatangi Malaikat Michael dan diminta untuk meninggalkan cara hidupnya yang penuh dosa. Galgano menegaskan bahwa melakukan hal itu sama sulitnya dengan menancapkan pedang ke batu.

Kemudian untuk membuktikan perkataannya itu Galgano mencoba menancapkan pedangnya ke sebuah batu di dekatnya. Tak disangka pedang tersebut tertancap di dalam batu begitu mudahnya. Kemudian Galgano pun memutuskan untuk bertobat dan meninggalkan pedangnya yang masih tertancap di dalam batu hingga sekarang.

Pedang dan batu itu sampai sekarang masih tersimpan di San Galgano Abbey, Monte Siepi, Italia. Kemungkinan besar kisah pedang ini sampai ke Inggris dan menjadi asal-usul legenda Arthur. Selama ini banyak yang menduga kalau pedang excalibur di San Galgano Abbey palsu. Tetapi penelitian pada tahun 2001 membuktikan kalau pedang ini berasal dari periode yang sama dengan kisah hidup San Galgano.

“Melakukan penanggalan pada logam adalah tugas yang sangat sulit, tapi kami dapat mengatakan kalau komposisi logam dan modelnya cocok dengan era legenda tersebut berasal,” kata Luigi Garlaschelli, salah satu peneliti dari University of Pavia seperti dilansir The Guardian.

Masih banyak yang memperdebatkan tentang bagaimana sebenarnya kisah dan kebenaran tentang Raja Arthur dan Pedang Excalibur meskipun sudah diketahui bagaimana kisah aslinya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kamu ya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *