Mengenal Lebih Jauh Jenis-jenis Vape Atomizer

q

Dalam dunia vape, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu bagian -bagian penting yang ada pada vape. Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang Atomizer yang merupakan bagian yang cukup penting yang terdapat ada pada vape.

Sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya kamu mengetahui apa itu atomizer. Atomizer adalah tempat yang disediakan untuk coil yang telah dililit untuk memanaskan liquid atau cairan perasa vape agar menjadi uap yang bisa kita hisap. Secara singkat, atomizer berfungsi unuk mengubah liquid yang kita teteskan kemudian dipanaskan menjadi uap.

Sejauh ini, atomizer telah dikembangkan sehingga memiliki banyak variasi yang berbeda. Mulai dari bentuk Deck, Post, hingga driptip yang memiliki variasi yang berbeda satu sama lain. Di bawah ini telah saya rangkum beberapa jenis atomizer yang harus kamu ketahui sebelum kamu melangkah lebih jauh ke dunia vaping :

1. Pre-made atomizers

33

Yang akan kita bahas pertama ada Pre-made Atomizer. Untuk pemula, biasanya untuk melakukan rebuild coil adalah hal yang sulit dilakukan, karena selain harus melilit koil dengan rapi, dibutuhkan keahlian dan kejelian juga untuk melakukannya. Dan hal itulah yang menjadi alasan diciptakannya atomizer jenis ini.

Dikatakan Pre-made Atomizer karena atomizer yang satu ini memiliki kelebihan yaitu kita tidak perlu susah payah berulang kali meneteskan liquid atau mengganti-ganti coil. Karena Pre-made Atomizer ini berbentuk seperti tank yang dimana kita hanya perlu mengisi tank tersebut dengan liquid dan bisa langsung kita gunakan. Kita juga tidak perlu berulang kali mengganti coil karena biasanya Pre-made Atomizer memiliki coil bawaan di dalamnya yang bisa kita gunakan untuk jangka waktu yang cukup lama.

Atomizer jenis ini biasanya terdapat pada vape jenis starter kit yang memiliki watt rendah yang dikhususkan untuk vaper pemula atau orang yang baru memulai vaping.

2. Rebuildable Atomizer

55

Berbeda dengan Pre-made Atomizer yang coilnya tidak bisa diganti atau harus menggunakan coil yang merupakan bawaan dari atomizernya, Rebuildable Atomizer lebih dikhususkan untuk vaper yang ingin merakit atomizernya sesuai dengan yang diinginkan. Atomizer jenis ini tidak disarankan untuk digunakan oleh vaper pemula.

Selain itu, kelebihan lainnya dari atomizer jenis ini adalah kita bisa menggunakan berbagai jenis coil yang ingin kita rakit dan juga bisa menggunakan kapas wicking sesuai keinginan kita tanpa adanya batasan penggunaan (asalkan sesuai anjuran).

Rebuildable Atomizer ini memiliki berbagai jenis yang mana memiliki ciri khas dan bentuk yang berbeda, antara lain :

– RDA

66

Jenis Rebulidable Atomizer yang pertama yaitu RDA. RDA adalah singkatan dari Rebuildable Dripping Atomizer. Atomizer ini lebih merujuk pada Dripping Atomizer yang dapat dibongkar pasang lalu dibangun ulang sesuai dengan kebutuhan pengguna vaporizer untuk menghasilkan rasa dan ketebalan uap yang diinginkan oleh vapers.

Atomizer jenis ini mengharuskan kamu untuk membangun sendiri coil yang kamu gunakan, dan kamu bisa langsung menghisap uap yang dihasilkan dengan meneteskan sedikit saja liquid yang sesuai dengan rasa kesukaan kamu.

Atomizer ini memberikan rasa yang begitu luar biasa dan juga menghasilkan uap cloud yang luar biasa ngebul. Dengan sedikit belajar, kamu pasti bisa merakit sendiri coil untuk kamu gunakan sesuai dengan keinginan kamu.

Namun bukan berarti atomizer jenis ini tidak memiliki kekurangan. Kekurangan dari RDA sendiri adalah buat kalian yang tidak suka repot untuk meneteskan liquid berulang kali tiap kapas kering, tipe ini tidak direkomendasikan untuk kalian. Lalu kalian juga harus sering-sering perhatikan kondisi kapas, jangan sampe kapas sudah kering tapi kalian masih inhale. Kemudian, untuk yang suka main quad coil dengan watt gede, biasanya RDA jadi panas banget karna bagian post langsung bersebrangan dengan dinding RDA

– RTA

7

Rebuildable Atomizer berikutnya yaitu RTA. RTA merupakan singkatan dari Rebuildable Tank Atomizer, berbeda dengan RDA karena atomizer jenis ini memiliki tank yang berfungsi menampung liquid, sehingga kita tidak perlu berulang kali meneteskan liquid ke coilnya. Untuk para vapers yang tidak mau repot buat netesin tiap kapas mulai kering, tipe ini pas buat kalian, tinggal isi seperempat, setengah, atau full tank, bisa langsung dinikmati.

Namun ada hal yang kurang dari atomizer ini. Atomizer yang satu ini tidak begitu terasa nyaman karena liquid yang sudah terisi dalam tank bisa saja bocor jika kita meletakkan Vape dalam keadaan miring sehingga liquid bisa bocor bahkan sampai ke dalam pin connector yang ada dalam mod.

Selain itu, kalau menggunakan atomizer ini, akan boros liquid. Karena jika kita mengisi liquid nya terlalu penuh, dan tidak kita hisap sampai habis, liquid tersebut akan terbuang sia-sia. Ditambah lagi, liquid yang dibiarkan berada dalam tank atomizer untuk waktu yang lama sudah memiliki rasa yang berbeda dan tidak enak lagi.

– RDTA

8

Berikutnya ada Rebuildable Atomizer yang disebut RDTA. RDTA atau singkatan dari Rebuildable Dripping Tank Atomizer memungkinkan vapers untuk menetes atau menampung liquid sesuai bagaimana keinginan kamu sebagai pengguna. Secara singkatnya, RDTA ini adalah gabungan antara RDA dan RTA yang memungkinkan kita untuk merasakan sensasi antara keduanya.

Pada beberapa RDTA bahkan bisa diubah menjadi RDA atau RTA dengan mencopot bagian tank atau memasang bagian tank tersebut, seperti pada Ijoy Combo RDTA. Umumnya tipe RDTA memiliki tank yang terletak dibagian bawah deck.

Kekurangan dari RDTA sendiri adalah, ketika kalian build, kalian harus wicking dengan kapas yang agak panjang yang bisa menjangkau bagian tank nya. Hal tersebut juga membuat atomizer ini jadi memakan waktu lebih lama untuk dibersihkan.

Nah, setelah membaca artikel ini, semoga menambah wawasan kamu mengenai banyaknya atomizer yang sekarang banyak beredar di pasaran ya. Sebagai vapers, kamu harus lebih teliti dalam memilih jenis atomizer yang ingin kamu gunakan ya. Stop Smoking, Start Vaping.

Related posts