Penjelasan Tentang Sabun, Yuk Ketahui Selengkapnya Disini

1

Mandi merupakan sebuah aktivitas yang sudah menjadi hal rutin yang harus dilakukan oleh semua orang agar tubuh selalu bersih, wangi dan juga sehat. Untuk aktivitas mandi ini, dianjurkan melakukannya dua kali sehari agar tubuh tetap sehat dan tentunya terhindar dari kuman dan juga kotoran.

Berbicara tentang mandi, pastinya tidak akan bisa terlepas dengan apa yang kita gunakan ketika mandi, yakni sabun. Semua orang di seluruh dunia pastinya menggunakan sabun saat mandi. Karena sabun bisa membuat tubuh kembali bersih dan wangi setelah berkeringat karena beraktifitas sepanjang hari.

Nah, mengenai sabun ini, apakah kamu tahu bagaimana asal usul dan apa saja jenis – jenis sabun yang ada? Jika tidak, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan segala hal tentang sabun yang mungkin saja belum kamu ketahui.

Apa Itu Sabun

2

Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen.

Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion. Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali.

Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang di sebut surfaktan. Zat aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.

Sejarah Singkat Perkembangan Sabun

3

Tak ada catatan pasti, kapan nenek moyang kita mulai menggunakan sabun. Konon, tahun 600 SM masyarakat Funisia di mulut Sungai Rhone sudah membuat sabun dari lemak kambing dan abu kayu khusus. Mereka juga membarterkannya dalam berdagang dengan bangsa Kelt, yang sudah bisa membuat sendiri sabun dari bahan serupa. Pliny menyebut sabun dalam Historia Naturalis, sebagai bahan cat rambut dan salep dari lemak dan abu pohon beech yang dipakai masyarakat di Gaul, Prancis. Tahun 100 masyarakat Gaul sudah memakai sabun keras. Ia juga menyebut ada terdapat pabrik sabun di Pompei yang berusia 2000 tahun, yang belum tergali.

Di masa itu sabun lebih digunakan sebagai obat. Baru belakangan ia dipakai sebagai pembersih, seperti kata Galen, ilmuwan Yunani, di abad II. Tahun 700-an di Italia membuat sabun mulai dianggap sebagai seni. Seabad kemudian muncul bangsa Spanyol sebagai pembuat sabun terkemuka di Eropa. Sedangkan Inggris baru memproduksi tahun 1200-an. Secara berbarengan Marseille, Genoa, Venice, dan Savona menjadi pusat perdagangan karena berlimpahnya minyak zaitun setempat serta deposit soda mentah. Akhir tahun 1700-an Nicolas Leblanc, kimiawan Prancis, menemukan, larutan alkali dapat dibuat dari garam meja biasa.

Sabun pun makin mudah dibuat, alhasil ia terjangkau bagi semua orang. Di Amerika Utara industri sabun lahir tahun 1800-an. “Pengusaha-“nya mengumpulkan sisa-sisa lemak yang lalu dimasak dalam panci besi besar. Selanjutnya, adonan dituang dalam cetakan kayu. Setelah mengeras, sabun dipotong-potong, dan dijual dari rumah ke rumah. Begitupun, baru abad XIX sabun menjadi barang biasa, bukan lagi barang mewah.

Seiring dengan perkembangan jaman, penggunaan sabun yang digunakan untuk aktifitas mandi pun berkembang di daerah Mediterania dan Arab. Setelah abad kedelapan, banyak negara di Eropa yang menjadi produsen sabun, termasuk, Italia, Spanyol, Perancis, dan Inggris. Sebagian produsen menggunakan minyak zaitun ynag telah terkenal khasiatnya sebagai bahan dasar pembuatan sabun. Bagi produsen yang tidak dapat memperoleh minyak zaitun seperti Inggris dan Perancis, mereka hanya menggunakan lemak hewan dan minyak yang kurang berkualitas sehingga kualitas sabun yang dihasilkan pun kurang bersaing.

Pada jaman modern ini, sabun mandi yang digunakan telah berevolusi. Sabun tidak lagi menggunakan lemak hewan dan minyak tumbuhan alami. Dengan menggunakan teknologi tinggi dan material yang terdapat di alam serta diambil ekstrak terbaiknya, didapatlah sabun yang ternyata memiliki sedikit kesamaan dengan sabun untuk mandi di jaman kuno. Jadi, sekarang kita semua sudah tahu ternyata sabun untuk mandi telah muncul dan berkembang sejak ribuan tahun yang lalu.

Jenis-Jenis Sabun

4

Tentunya kamu tahu kalau sabun tidak selalu berbentuk batang. Karena ada juga sabun yang berbentuk cair seperti kebanyakan sabun mandi yang ada sekarang ini. Nah, berikut adalah jenis-jenis sabun, antara lain :

Sabun Batang

Sabun jenis ini adalah jenis pembersih tubuh yang paling lama dan kemungkinan yang paling pertama diciptakan manusia. Dalam sebuah prasasti dari zaman Babylonia sekitar tahun 2200 SM, ada catatan yang menyatakan penggunaan sabun batang yang terbuat dari air, alkali dan minyak cassia. Hebat, ya? Sabun jenis ini biasanya mengandung sodium hydroxide yang diperlukan untuk mengubah lemak nabati atau hewani cair menjadi sabun keras. Kandungan ini yang bisa membuat kulit menjadi kering. Untuk kamu yang biasa memakai sabun batang, pastikan ada kandungan pelembap tambahan, seperti minyak esensial atau madu.

Sabun jenis ini bisa digunakan untuk segala jenis kulit dan kebutuhan. Di pasaran, kamu bisa menemukan sabun batang dengan tambahan pewangi alami, sabun batang dengan fungsi anti bakteri, sabun batang dengan scrub yang bisa kamu gunakan untuk eksfoliasi, atau juga sabun batang anti jerawat.

Sabun Cair

Banyak orang yang lebih memilih sabun jenis ini karena lebih praktis dan higienis. Sama seperti sabun batang, sabun jenis ini juga memiliki berbagai variasi. Namun, ingat baik-baik, jika kamu menggunakan sabun cair bersama shower foam, sikat, loofah, atau spons untuk mandi, pastikan alat-alat ini terjaga kehigienisannya. Tubuh sudah bersih, namun kalau alatnya menyimpan bakteri dan kuman, tak baik juga kan?

Shower Gel

Inilah salah satu variasi dari sabun cair. Dengan tekstur gel, sabun ini tak ‘seringan’ sabun cair pada umumnya, namun tak kental sampai terasa lengket. Shower gel semakin sering ditemukan karena mampu menjadikan kulit lebih lembut setelah mandi alias tak mengeringkan. Sabun jenis ini pun kadang dikemas multifungsi sehingga bisa digunakan juga sebagai sampo.

Shower Oil

Setelah gel, kamu juga bisa menemukan sabun dengan kadar minyak yang lebih banyak. Ya, sabun jenis ini tergolong lebih kental karena kandungan minyak tersebut. Biasanya, sabun jenis ini memiliki tingkat pH yang netral sehingga aman digunakan untuk kamu yang memiliki kulit sensitif. Baik dipakai untuk pemilik kulit dan kasar.

Komposisi Yang Terdapat Pada Sabun

5

Seperti yang sudah dijelaskan pada sejarah sabun di atas, umumnya sabun dibuat dengan menggunakan minyak. Nah pada jaman sekarang ini, sudah jarang sekali ditemukan sabun yang terbuat dari bahan dasar minyak. Selain minyak, ada juga campuran bahan lainnya yang ada dalam sabun. Nah, di bawah ini adalah beberapa kandungan yang terdapat dalam sabun :

  • Surfaktan

Surfaktan adalah molekul yang memiliki gugus polar yang suka air (hidrofilik) dan gugus non polar yang suka minyak (lipofilik) sehingga dapat memperasatukan campuran yang terdiri dari minyak dan air yang bekerja menurunkan tegangan permukaan. Surfaktan merupakan bahan terpenting dari sabun. Lemak dan minyak yang dipakai dalam sabun berasal dari minyak kelapa (asam lemak C12), minyak zaitun (asam lemak C16-C18), atau lemak babi.

Penggunaan bahan berbeda menghasilkan sabun yang berbeda, baik secara fisik maupun kimia. Ada sabun yang cepat berbusa tetapi terasa airnya kasar dan tidak stabil, ada yang lambat berbusa tetapi lengket dan stabil.

  • Pelumas

Untuk menghindari rasa kering pada kulit diperlukan bahan yang tidak saja meminyaki kulit tetapi juga berfungsi untuk membentuk sabun yang lunak, misal: asam lemak bebas, fatty alcohol, gliserol, lanolin, paraffin lunak, cocoa butter, dan minyak almond, bahan sintetik ester asam sulfosuksinat, asam lemak isotionat, asam lemak etanolamid, polimer JR, dan carbon resin (polimer akrilat).

  • Antioksidan dan Sequestering Agents

Antioksidan adalah senyawa atau zat yang dapat menghambat, menunda, mencegah, atau memperlambat reaksi oksidasi meskipun dalam konsentrasi yang kecil. Untuk menghindari kerusakan lemak terutama bau tengik, dibutuhkan bahan penghambat oksidasi, misalnya stearil hidrazid dan butilhydroxy toluene (0,02%-0,1%). Sequestering Agents dibutuhkan untuk mengikat logam berat yang mengkatalis oksidasi EDTA. EHDP (ethanehidroxy-1-diphosphonate).

  • Deodorant

Deodorant adalah suatu zat yang digunakan untuk menyerap atau mengurangi bau menyengat. Deodorant dalam sabun mulai dipergunakan sejak tahun 1950, namun oleh karena khawatir efek samping, penggunaannya dibatasi. Bahan yang digunakan adalah TCC (trichloro carbanilide) dan 2-hidroxy 2,4,4- trichlodiphenyl ester.

  • Pewarna

Kebanyakan sabun toilet berwarna cokelat, hijau biru, putih, atau krem. Pewarna sabun dibolehkan sepanjang memenuhi syarat dan peraturan yang ada, pigmen yang digunakan biasanya stabil dan konsentrasinya kecil sekali (0,01- 0,5%). Titanium dioksida 0,01% ditambahkan pada berbagai sabun untuk menimbulkan efek berkilau. Akhir-akhir ini dibuat sabun tanpa warna dan transparan.

  • Parfum

Isi sabun tidak lengkap bila tidak ditambahkan parfum sebagai pewangi. Pewangi ini harus berada dalam pH dan warna yang berbeda pula. Setiap pabrik memilih bau dan warna sabunbergantung pada permintaan pasar atau masyarakat pemakainya. Biasanya dibutuhkan wangi parfum yang tidak sama untuk membedakan produk masing-masing.

  • Pengontrol pH

Penambahan asam lemak yang lemah, misalnya asam sitrat, dapat menurunkan pH sabun.

Syarat Mutu Yang Harus Dipenuhi Oleh Sabun

6

Ternyata ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan untuk menilai mutu atau kualitas yang dimiliki oleh sabun yang di produksi. Beberapa syarat mutu sabun adalah sebagai berikut :

1. Kadar Air

Kadar air merupakan bahan yang menguap pada suhu dan waktu tertentu. Maksimal kadar air pada sabun adalah 15%, hal ini disebabkan agar sabun yang dihasilkan cukup keras sehingga lebih efisien dalam pemakaian dan sabun tidak mudah larut dalam air. Kadar air akan mempengaruhi kekerasan dari sabun.

2. Jumlah Asam Lemak

Jumlah asam lemak merupakan jumlah total seluruh asam lemak pada sabun yang telah atau pun yang belum bereaksi dengan alkali. Sabun yang berkualitas baik mempunyai kandungan total asam lemak minimal 70%, hal ini berarti bahan-bahan yang ditambahkan sebagai bahan pengisi dalam pembuatan sabun kurang dari 30%. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi proses pembersihan kotoran berupa minyak atau lemak pada saat sabun digunakan.

Bahan pengisi yang biasa ditambahkan adalah madu, gliserol, waterglass, protein susu dan lain sebagainya. Tujuan penambahan bahan pengisi untuk memberikan bentuk yang kompak dan padat, melembabkan, menambahkan zat gizi yang diperlukan oleh kulit.

3. Alkali Bebas

Alkali bebas merupakan alkali dalam sabun yang tidak diikat sebagai senyawa. Kelebihan alkali bebas dalam sabun tidak boleh lebih dari 0,1% untuk sabun Na, dan 0,14% untuk sabun KOH karena alkali mempunyai sifat yang keras dan menyebabkan iritasi pada kulit. Kelebihan alkali bebas pada sabun dapat disebabkan karena konsentrasi alkali yang pekat atau berlebih pada proses penyabunan. Sabun yang mengandung alkali tinggi biasanya digunakan untuk sabun cuci.

4. Asam Lemak Bebas

Asam lemak bebas merupakan asam lemak pada sabun yang tidak terikat sebagai senyawa natrium atau pun senyawa trigliserida (lemak netral). Tingginya asam lemak bebas pada sabun akan mengurangi daya membersihkan sabun, karena asam lemak bebas merupakan komponen yang tidak diinginkan dalam proses pembersihan. Sabun pada saat digunakan akan menarik komponen asam lemak bebas yang masih terdapat dalam sabun sehingga secara tidak langsung mengurangi kemampuannya untuk membesihkan minyak dari bahan yang berminyak.

5. Minyak Mineral

Minyak mineral merupakan zat atau bahan tetap sebagai minyak, namun saat penambahan air akan terjadi emulsi antara air dan minyak yang ditandai dengan kekeruhan. Minyak mineral adalah minyak hasil penguraian bahan organik oleh jasad renik yang terjadi berjuta-juta tahun.

Minyak mineral sama dengan minyak bumi beserta turunannya. Contoh minyak mineral adalah: bensin, minyak tanah, solar, oli, dan sebagainya. Kekeruhan pada pengujian minyak mineral dapat disebabkan juga oleh molekul hidrokarbon dalam bahan.

Manfaat Lain Dari Sabun

7

Selama ini yang kita tahu bahwa sabun sangat bermanfaat untuk membebaskan diri dari kuman dan membuat tubuh bersih serta wangi. Namun ternyata selain itu ada beberapa manfaat lain dari sabun yang mungkin belum kamu ketahui, antara lain :

1. Pembasmi serangga

Selama berabad-abad, sabun ternyata juga telah digunakan sebagai pestisida, zat pembunuh hama pada tanaman. Namun, jangan menggunakan lebih dari 2 sendok makan sabun ke dalam 3,8 liter air karena terlalu banyak sabun bisa mematikan tumbuhan. Zat yang terdapat pada sabun bisa merusak sel membran serangga, mematikannya dengan membuat mereka dehidrasi.

2. Pembersih lantai kayu

Sabun juga bisa kamu gunakan untuk membersihkan lantai yang terbuat dari kayu. Namun, sabun harus berbahan alami dan mengandung banyak emolien, Sabun dengan kandungan emolien sangat baik untuk membersihkan lantai kayu rumah sehingga membuatnya mengkilap.

3. Pelicin karat

Gosokkan sabut pada mur atau baut yang berkarat untuk membuatnya kembali berfungsi dengan baik. Bisa juga kamu pergunakan untuk engsel pintu yang engselnya berderit. Pakailah sabun untuk melicinkan engselnya dan meredam bunyinya.

4. Pembersih bahan kulit

Sabun kuda atau pelana merupakan bahan zaman dulu yang bisa digunakan untuk membetrsihkan bahan-bahan kulit. Kamu bisa membuatnya dengan cara mencampurkann bahan-bahan, seperti 56 gram minyak jojoba, 56 gram minyak zaitun, 28 gram parutan atau irisan sabun, 84 gram air, dan 28 gram alkohol. Panaskan minyak jojoba, zaitun, dan sabun dengan suhu medium. Setelah semuanya mencair, angkat dari kompor dan tambahkan air serta alkohol. Setelah itu, aduk hingga semua bahan tercampur rata. Olahan ini bisa bertahan hingga 6 bulan jika kamu meletakkannya di dalam toples dengan tutup yang rapat.

5. Pencuci pakaian

Hampir setiap orang mencuci bajunya dengan menggunakan detergen. Jika kamu memiliki kualitas air rumah yang baik, maka lebih baik menggunakan sabun batangan berbahan alami untuk mencuci pakaian. Pada dasarnya, sabun batangan sangat baik untuk membersihkan kotoran pada pakaian.

6. Pembersih kaca

Sabun juga bisa kamu gunakan untuk membersihkan kaca yang baru. Setelah itu, kamu bisa membersihkannya dengan cuka. Saat kaca dibersihkan dengan sabun, hasilnya nampak bersih dan tidak kusam.

7. Anti kutu pada hewan peliharaan

Sabun dan air bisa kamu gunakan untuk membasmi kutu pada hewan peliharaan di mana kutu akan luruh bersama air setelah bulu hewan disabuni. Namun, jangan lupa juga untuk menyisir bagian kepala hewan saat disabuni. Tujuannya adalah agar kutu tidak berpindah ke bagian yang tidak terkena sabun.

Nah, ternyata sabun sudah ada di dunia bahkan ribuan tahun yang lalu. Pada awalnya sabun dianggap sebagai karya seni, namun lama kelamaan sabun dianggap sebagai hal biasa yang digunakan untuk mandi. Sabun juga memiliki beberapa jenis dan dengan tekstur yang berbeda.

Dan juga, di dalam sebuah sabun terdapat beberapa komposisi atau kandungan yang dicampurkan yang memiliki masing-masing kegunaannya di dalam sabun yang dibuat. Dan sabun juga ternyata memiliki standarisasi mutu yang digunakan dalam produksinya.

Setelah membaca artikel ini, kamu jadi lebih paham tentang sabun kan?

Related posts