Penjelasan Tentang Tahi Lalat Dan Cara Menghilangkannya

1

Kita semua pastinya pernah melihat tahi lalat bukan? Ya, bintik kecil yang berwarna coklat gelap atau terkadang juga berwarna hitam yang tumbuh di permukaan kulit. Hampir semua orang di dunia pasti memiliki tahi lalat di tubuhnya. Entah itu pada bagian muka ataupun pada bagian tubuh yang lainnya yang tidak terlihat.

Pada saat kita kecil, pasti kita semua sering berfikir kalau tahi lalat itu sebenarnya berasal dari kotoran lalat yang menempel dan mengeras pada permukaan kulit kita. Padahal, pada kenyataannya bukan kotoran lalat yang menempel. Ada faktor penyebab lain timbulnya tahi lalat pada tubuh kita.

Untuk itu, pada artikel kali ini saya akan mencoba untuk menjelaskan secara terperinci mengenai tahi lalat. Serta bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan tahi lalat. Untuk lebih jelasnya, yuk langsung saja kita simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Tahi Lalat

22

Tahi lalat merupakan bintik kecil yang berwarna cokelat atau berwarna agak kehitaman di atas permukaan kulit yang terbentuk dari pengelompokan sel-sel penghasil zat warna kulit yang bernama melanosit. Selain berwarna cokelat atau agak gelap, warna tahi lalat juga ada yang sama persis dengan warna kulit. Bentuknya juga ada yang bulat, oval, menonjol, atau juga datar. Tekstur permukaan dari tahi lalat juga bervariasi, ada yang halus atau kasar, bahkan beberapa di antaranya ada juga yang ditumbuhi bulu.

Orang-orang yang berkulit lebih terang biasanya akan memiliki tahi lalat lebih banyak daripada mereka yang berkulit lebih gelap. Sebagian besar tahi lalat mulai tumbuh selama 30 tahun pertama kehidupan seseorang dan sebagian lainnya sudah ada sejak lahir.

Jika anggota keluarga kamu ada yang memiliki tahi lalat pada bagian tubuhnya, maka kamu sebagai keturunannya juga berpotensi untuk mengalami hal yang serupa. Selain itu, jika kamu sering terpapar dengan sinar matahari, kamu akan lebih mudah untuk memiliki tahi lalat pada tubuh kamu.

Dalam kehidupan seseorang, tampilan atau jumlah tahi lalat bisa saja berubah. Salah satu penyebab terjadinya hal ini adalah faktor dari perubahan hormon. Contohnya adalah jumlah tahi lalat yang meningkat saat usia remaja dan tahi lalat yang menghilang ketika seseorang memasuki usia 40 tahun ke atas. Pada wanita hamil, warna tahi lalat akan cenderung berubah menjadi lebih gelap dari sebelumnya.

Tahi lalat pada umumnya bisa muncul pada siapa saja dan dimana saja. Keberadaan tahi lalat selama ini hanya dianggap sebagai penanda pada sebagian orang dan bukan suatu kondisi yang membahayakan. Tahi lalat dapat dibedakan berdasarkan warna, bentuk dan ukuran. Namun jika tahi lalat tiba-tiba muncul dan disertai dengan rasa gatal dan atau nyeri, perlu diwaspadai karena bisa jadi merupakan salah satu tanda awal kanker kulit.

Jenis – Jenis Tahi Lalat

 

Ada beberapa jenis tahi lalat yang ada. Berikut ini adalah penjelasannya :

1. Tahi lalat jinak3

Tahi lalat jinak ini dapat ditandai dengan bintik kecil berwarna pada kulit yang datar atau timbul, halus atau kasar dan ada beberapa yang malah ditumbuhi rambut. Tahi lalat jinak ini sangat umum terjadi dan biasanya tidak membahayakan atau dianggap normal kecuali ada gejala seperti gatal, nyeri, perubahan dalam warna dan ukuran atau asimetri. Jika kamu merasakan gejala tersebut dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter karena dapat merupakan gejala kanker kulit.

2. Keratosis seboroik

222

Keratosis seboroik dapat ditandai dengan munculnya bintik-bintik cokelat seperti kutil, umumnya akan muncul pada usia paruh baya, kata Dr Joanna Gach, consultant dermatologist at University Hospital Coventry and NHS Trust and BMI Meridien Hospital in Coventry. Ukuran dan bentuk bisa saja berbeda beda pada masing-masing orang, coklat atau hampir hitam, datar atau berkutil, kadang seperti kembang kol dalam tekstur dan cenderung sering muncul di kulit kepala dan wajah, meskipun bisa muncul di mana saja. Namun jenis ini masih tergolong normal dan tidak berbahaya.

3. Skin Tags

33

Bentuknya seperti daging tumbuh, berwarna merah atau coklat yang menggantung di kulit, dan biasanya terdapat di sekitar leher atau ketiak. Sebagian besar wanita umumnya terdapat skin tags karena kehamilan dan mereka yang memiliki keturunan skin tags dalam keluarga. Meski tidak berbahaya, namun kemunculannya dapat menganggu penampilan.

4. Lipoma

34

Lipoma memiliki ciri-ciri berupa benjolan bulat yang terbentuk di bawah kulit yang disebabkan oleh timbunan lemak. Meskipun lipoma dapat muncul di mana saja, namun sering berada di kulit kepala. Namun jika sudah terinfeksi akan menyakitkan, terasa panas dan bila sudah pecah muncul bau yang tidak sedap. Alangkah lebih baik segera menemui dokter.

Tahi lalat ada yang berbahaya dan ada juga yang tidak berbahaya. Meski tidak berbahaya, sebagian orang menjadi tidak percaya diri karena memiliki tahi lalat yang bentuknya mengganggu penampilan. Selain itu, kadang-kadang tahi lalat juga bisa mengganggu keleluasaan, misalnya ketika bercukur (apabila tahi lalat tumbuh di wajah) dan ketika berpakaian (apabila tahi lalat kerap tersangkut di baju yang akan kita kenakan).

Diantara semua jenis-jenis tahi lalat yang sudah disebutkan di atas, rata-rata tidak memiliki bahaya apapun. Namun, alangkah baiknya segera memeriksakan ke dokter untuk penanganan dan pemberitahuan lebih lanjut mengenai tahi lalat yang ada pada tubuh berbahaya atau tidak.

Lalu, bagaimana cara untuk mengetahui kalau tahi lalat yang ada pada tubuh kita berbahaya?

Ciri-Ciri Tahi Lalat Yang Berbahaya

Ada beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat untuk mengetahui kalau tahi lalat yang ada pada tubuh merupakan tahi lalat yang berbahaya. Berikut penjelasannya :

1. Tahi lalat yang berbentuk tidak normal.

q

Jika sebagian besar tahi lalat di kulit berwarna dan berukuran normal, cobalah cari tahi lalat yang berukuran atau berbentuk tidak normal. Tahi lalat yang aneh biasa disebut tahi lalat displastik. Keanehan bentuknya menunjukkan sel-sel di dalamnya berperilaku berbeda dari sel-sel sehat yang terdapat pada tahi lalat lain.

2. Tahi lalat yang muncul ketika dewasa.

w

Tahi lalat cenderung muncul dan mulai tumbuh ketika kita masih kanak-kanak. Namun, risiko kanker kulit meningkat pada orang dewasa seiring dengan seringnya kulit terpapar sinar matahari. Melanoma (bentuk paling berbahaya dari kanker kulit), adalah bentuk umum dari kanker tersebut yang muncul pada orang dewasa usia 25 sampai 29 tahun.

3. Ukuran tahi lalat lebih besar dari rata-rata tahi lalat lainnya.

e

Ketika kanker menyebar, sel-selnya mulai tumbuh cepat. Jadi jika kanker berkamuflase menjadi tahi lalat, bentuk tahi lalat itu akan lebih besar dan terus membesar dari rata-rata tahi lalat lainnya (sebab sel kanker berkembang lebih cepat dari sel biasa).

4. Ada rasa sakit dan gatal

r

Tahi lalat biasanya bersifat netral, tidak terasa sakit atau gatal. Jika ada tahi lalat yang terasa gatal, sakit, atau berdarah, artinya ada sesuatu yang salah dari tahi lalat itu. Segera periksakan ke dokter karena bisa menjadi ciri adanya kanker kulit.

5. Ada perubahan tekstur.

t

Perubahan pada tahi lalat dinilai wajar, dari sisi warna, ukuran, dan bentuk. Namun, yang harus dikhawatirkan, jika tahi lalat berubah menjadi kasar atau bersisik.

Lalu, Apa saja faktor penyebab timbulnya tahi lalat pada tubuh?

Faktor Penyebab Timbulnya Tahi Lalat

Tahi lalat bisa saja tumbuh tanpa memandang siapapun orangnya. Berikut adalah beberapa faktor timbulnya tahi lalat pada tubuh :

1. Faktor Genetik

i

Pada dasarnya orang-orang yang memiliki kulit teranglah yang biasanya memiliki tahi lalat lebih banyak dibandingkan dengan orang yang memiliki kulit gelap. Tumbuhnya tahi lalat biasanya akan muncul selama 30 tahun masa awal kehidupan kita walaupun ada juga yang dari lahir sudah memiliki tahi lalat. Hal ini akan lebih besar kemungkinan terjadi pada seseorang yang anggota keluarganya juga mempunyai banyak tahi lalat dan rupanya memang hal ini bisa menurun.

2. Tinggal di Wilayah Beriklim Panas

ii

Percaya atau tidak, orang-orang yang tinggalnya di daerah beriklim panas akan lebih tinggi risikonya memiliki tahi lalat yang banyak di tubuh. Menurut penelitian, timbulnya tahi lalat dikarenakan kulit yang rusak akibat paparan sinar matahari sehingga tinggal di iklim yang panas akan otomatis membuat tahi lalat timbul dan tumbuh lebih mudah.

Bagi kamu yang juga memiliki banyak kegiatan di luar ruangan, terpapar sinar matahari adalah risiko dan juga akan memperbesar kesempatan tumbuhnya tahi lalat. Itulah bahaya sinar matahari langsung apalagi secara terus-menerus.

3. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

o

Munculnya tahi lalat yang semakin bertambah terus menerus di tubuh bisa jadi dipicu oleh konsumsi obat-obatan tertentu, seperti misalnya obat hormonal, antibiotik, dan antidepresan. Obat-obat tersebut akan membuat kinerja dari sistem kekebalan tubuh menurun sehingga sensitivitas kulit dapat meningkat terhadap cahaya matahari.

Hal ini kemudian otomatis ada kaitannya dengan penyebab yang disebutkan sebelumnya dan risiko untuk memiliki tahi lalat lebih banyak pun naik. Ingat, bahaya sinar matahari di siang hari ketika Anda berkegiatan di luar.

4. Penyebaran Melanosit Tidak Merata

p

Diketahui bahwa adanya sel melanosit yang penyebarannya tidak merata maka akan memicu terbentuknya tahi lalat baru. Jadi, setiap kali kamu menemukan adanya tahi lalat baru pada beberapa bagian tubuh, hal ini kemungkinan disebabkan oleh terjadinya pendistribusian melanosit yang tidak merata. Namun, tetap selalu waspada karena tahi lalat yang terus tumbuh dan bertambah banyak bisa jadi tanda melanoma.

5. Memiliki Sel-sel Kulit Muda

pp

Ditunjukkan oleh sebuah penelitian terbaru, wanita yang memiliki tahi lalat paling banyak pada dasarnya karena mempunyai sel-sel kulit yang terbilang muda. Telah diteliti oleh para ilmuwan dengan melakukan perbandingan jumlah tahi lalat yang seorang wanita miliki dengan panjang sel telomere yang adalah DNA di ujung kromosom. Telomere akan menjadi lebih pendek saat sel menua dan wanita yang memiliki lebih banyak tahi lalat diketahui juga mempunyai sel dengan telomere lebih panjang. Hal tersebut otomatis juga menunjukkan bahwa artinya sel-sel kulit wanita ini lebih muda.

Itu tadi merupakan faktor penyebab yang bisa menimbulkan tahi lalat pada tubuh. Nah, sekarang bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan tahi lalat?

Cara menghilangkan Tahi Lalat

l

Banyak orang mengatakan kalau memiliki tahi lalat pada wajah merupakan sebuah tanda pemanis. Namun, apabila tahi lalat yang tumbuh malah semakn banyak, justru akan mengganggu penampilan dan membuat kita menjadi tidak percaya diri. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan tahi lalat. Ada yang menggunakan metode kedokteran dan ada juga yang menggunakan cara alami. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak si bawah ini :

Menghilangkan Tahi Lalat Dengan Prosedur Kedokteran

Jika menurut kalian tahi lalat yang kalian dapat mengganggu penampilan dan risih dengan keberadaannya, maka kalina dapat menghilangkannya dengan metode ataupun prosedur kedokteran seperti berikut ini:

1. Krim penghilang tahi lalat

Ada beberapa krim di pasaran yang mengklaim mampu menghilangkan tahi lalat. Krim penghilang tahi lalat memang difavoritkan sebagai metode yang lebih murah dan bebas operasi untuk menyingkirkan tahi lalat yang mengganggu. Namun, krim seperti ini biasanya tidak efektif.

Kebanyakan krim penghilang tahi lalat mengharuskan kamu menggores pemukaan kulit tahi lalat terlebih dulu sebelum dioleskan. Kemudian, krim ini terserap masuk ke dalam tahi lalat melalui luka terbuka tersebut dan bekerja membakar kulit dari dalam, sehingga menciptakan koreng di bawah tahi lalat. Lama-kelamaan, kopeng akan rontok terlepas dan membawa tahi lalat kamu bersamanya.

2. Cryotherapy (pembekuan)

Metode cryotherapy untuk menghilangkan tahi lalat dilakukan oleh dokter. Dokter akan mengoleskan atau menyemprot area tahi lalat kamu dengan dosis kecil nitrogen cair yang super dingin. Pada umumnya, metode ini digunakan untuk menghilangkan tahi lalat yang menonjol atau kutil. Prosedur ini memiliki rasa yang sedikit sakit, tapi dokter akan membius kulit kamu dengan anestesi lokal sebelum ia mulai melakukan prosedur ini.

Setelah melakukan cryotherapy, kamu mungkin akan menyadari kulit lokasi bekas tahi lalat kamu menjadi sedikit melepuh, tapi ini akan segera sembuh dengan sendirinya.

3. Menggunakan laser

Laser biasanya direkomendasikan untuk tahi lalat yang berukuran lebih kecil, datar, dan berwarna lebih cerah hingga sedang untuk alasan kosmetik. Keuntungan utama dari laser adalah bahwa teknik ini meninggalkan hasil yang rapi dengan jaringan parut minimal dibandingkan dengan pilihan bedah.

Prosedur ini terasa sedikit sakit, tapi dokter akan membius kulit kamu dengan anestesi lokal sebelum ia mulai prosedurnya. Setelah pemeriksaan, dokter atau ahli bedah akan memilih teknologi laser yang paling tepat tergantung pada tahi lalat.

Sinar laser memancarkan panjang gelombang cahaya tertentu untuk menargetkan pigmen gelap di kulit dan menguapkannya. Laser juga membakar luka yang berarti bahwa prosedur ini hampir tidak menimbulkan perdarahan dan bisa sembuh dengan cepat.

Meski demikian, laser bukan metode pilihan yang efektif untuk sebagian besar tahi lalat yang mendalam karena sinar laser tidak mampu menembus cukup dalam, dan tidak ada jaringan yang tersisa untuk memeriksa tanda-tanda peringatan awal kanker.

4. Dibakar

Dengan teknik pembakaran, dokter akan menggunakan bantuan arus listrik untuk memanaskan sebuah kawat steril. Kawat panas ini kemudian digunakan untuk membakar lapisan teratas kulit tahi lalat kamu. Panas yang dihasilkan akan mencegah perdarahan. Namun kamu mungkin membutuhkan lebih dari satu kali sesi pengobatan untuk benar-benar menghilangkan tahi lalat.

5. Dibedah

Tahi lalat yang menonjol atau terangkat dari kulit (skin tag) merupakan jenis yang cocok untuk dihilangkan dengan metode pengangkatan melalui prosedur bedah menggunakan pisau atau gunting bedah. Beberapa tahi lalat dapat “dicukur” rata dengan kulit, sementara yang lain mungkin masih memiliki sel tahi lalat yang berada di bawah kulit sehingga dokter mungkin butuh memotong lebih dalam lagi hingga ke akarnya demi mencegah tahi lalat timbul kembali.

Bedah untuk menghilangkan tahi lalat hanya membutuhkan waktu beberapa menit dan penyembuhan lukanya sendiri memakan waktu 7-10 hari dengan tanda kemerahan merah muda ringan selama 3-4 minggu yang secara bertahap memudar selama beberapa bulan mendatang.

Menghilangkan Tahi Lalat Dengan Cara Alami

Jika untuk menghilangkan tahi lalat dengan menggunakan prosedur dokter membuat dompet kalian tipis ataupun kalian low budget. Mak ada cara ampuh dan murah serta alami yang dapat kalian lakukan. Dan berikut adalah daftarnya:

1. Bawang Putih

Cara menghilangkan tahi lalat dengan bawang putih dapat dilakukan dengan mengupas bawang putih terlebih dahulu, kemudian dihancurkan sampai menjadi bubur atau pasta. Setelah itu kamu juga perlu menyiapkan plester seperti tensopplast untuk menempelkan pasta bawang ini langsung dipermukaan tahi lalat. Lakukanlah hal demikian setiap malam hari sebelum tidur. Lengketkan pasta bawang putih tersebut hingga pagi hari, kemudian ketika kamu bangun maka cabutlah plesternya. Lakukan hal ini hingga beberapa hari, sehingga akhirnya tahi lalat terkelupas atau luntur dengan sendirinya.

2. Jus Nanas

Nanas juga terbukti sebagai bahan alami penghilang tahi lalat, termasuk menghilangkan tahi lalat yang sudah rata tetapi belum hilang. Jangan gunakan jus nanas dalam kemasan instan, tetapi gunakanlah nanas asli untuk sumber jusnya. Gosokkan jus kepermukaan tahi lalat, hingga terkelupas dan hilang.

3. Bunga Kol

Dengan cara ini, maka terlebih dahulu yang kamu lakukan adalah memblender kol dan dibuat menjadi jus murni. Artinya adalah bahwa blender bunga kol tanpa mengunakan air tambahan. Setelah jus bunga kol selesai dibuat, maka oleskanlah jus cair tersebut setiap hari dipermukaan tahi lalat kamu. Hal ini dilakukan setiap hari hingga seminggu. Jus bunga kol akan menyebabkan tahi lalat terkelupas sendiri tanpa menyisakan rasa sakit.

4. Cuka Cider Vinegar

Metode ini bisa juga kamu lakukan untuk menghilangkan tahi lalat dengan cara menggosok tahi lalat dengan air panas terlebih dahulu. Kemudian setelah kering, gunakan cider vinegar. Caranya, celupkan terlebih dahulu cotton bud ke bagian cuka, lalu kemudian dioles kepermukaan tahi lalat. Setelah itu biarkan kering hingga 10 menit, lalu bilas. Metode ini sebenarnya sedikit agak ribet, karena harus dilakukan 5 hingga 10 kali perhari selama satu minggu, sehingga hasilnya akan kelihatan.

5. Madu

Penggunaan madu mempunyai hasil yang sama seperti halnya jus nanas. Kamu bisa mengoles madu. Hal ini dilakukan secara rutin dalam setiap hari dalam seminggu, sehingga hasilnya akan kelihatan.

Nah, itu tadi penjelasan tentang tahi lalat, penyebab, serta bagaimana cara untuk menghilangkannya. Semoga bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita semua. Terima kasih sudah membaca.

Related posts