Suka Ngemil Es Batu, Mungkin Kamu Mengidap Pagophagia

l

Setiap orang pasti memiliki hobi atau kebiasaan yang unik pada diri masing-masing. Biasanya kebiasaan tersebut sudah ada dan tidak kita sadari bahkan sejak kita kecil. Mulai dari kebiasaan menggaruk telinga, menggigit kuku, dan banyak lagi yang lainnya.

Namun, ada satu kebiasaan unik yang bisa dibilang kebiasaan ini tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya berbahaya untuk pengidapnya, yaitu kebiasaan ngemil es batu. Bagi sebagian orang, mengunyah es batu saja pasti rasanya sangat ngilu ketika bersentuhan dengan gigi. Namun tidak begitu dengan orang yang hobi ngemil es batu.

Kebiasaan memakan atau istilahnya ngemil es batu disebut dengan Pagophagia, dimana seseorang memiliki keinginan yang berlebih untuk mengkonsumsi es batu. Untuk penjelasan lebih lanjut, yuk kita simak ulasannya.

Apa Yang Dimaksud Dengan Pagophagia?

y

Kebiasaan mengunyah es batu merupakan salah satu bentuk kondisi medis yang disebut pica, yaitu kebiasaan mengunyah atau memakan benda yang tidak lazim. Pica biasanya dialami oleh anak-anak, namun kebiasaan atau kecanduan mengunyah es batu atau yang secara medis dikenal dengan istilah pagophagia, biasanya dapat terjadi pada segala usia.

Pica biasanya dapat muncul akibat seseorang mengalami kekurangan suatu nutrisi tertentu pada tubuh. Biasanya, pada pagophagia, kondisi tersebut muncul akibat penderita mengalami kekurangan zat besi atau anemia.

Untuk masuk dalam kategori pagophagia atau kecanduan mengunyah es, Anda harus memiliki gejala selama satu bulan atau lebih. Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya akan mencari es secara terus menerus, bahkan dapat mengunyah es dari freezer untuk memenuhi keinginannya.

Bahaya Yang Dihasilkan Dari Pagophobia?

6

Kebiasaan ngemil dan mengunyah es batu memiliki bahaya yang jarang disadari oleh orang yang melakukannya. Apa saja bahayanya? Berikut ulasannya :

1. Defisiensi zat besi

Banyak yang mengungkapkan bahwa salah satu penyebab mengunyah es batu adalah karena pengidapnya mengalami kekurangan zat besi pada tubuhnya. Sehingga mereka lebih tertarik dan lebih menginginkan mengkonsumsi es batu dibandingkan dengan yang lain.

Pada beberapa orang, kekurangan zat besi juga bisa membuat mereka mengunyah es batu. Jika memang hal itu terjadi, lebih baik memastikan zat besi cukup melalui diet untuk mengurangi kebiasaan buruk mengunyah es batu tersebut.

2. Mengganggu Metabolisme

Bahaya makan es batu setiap hari dapat mengganggu metabolisme tubuh dan menghambat pembakaran lemak dalam tubuh. Mengkonsumsi es secara berlebih dapat membekukan lemah yang ada dalam aliran darah. Akibatnya, aliran darah terganggu, proses pembakaran lemak dan metabolisme tubuh juga terganggu.

3. Merusak Gigi

Mengonsumsi es batu dengan cara dikunyah dapat merusak gigi. Mengunyah es batu berpotensi merusak email gigi dan berbuntut pada rusaknya gigi. Kerusakan tersebut terjadi ketika gigi berusaha untuk memecahkan substansi yang keras. Akibatnya, gigi yang digunakan untuk mengunyah akan lebih cepat rusak.

4. Membuat Diare

Makan es batu juga bisa bikin dehidrasi dan mual. Hal ini karena kalau kita mengunyah es batu, kita bisa lupa waktu. Selain itu kandungan es batu yang kita kunyah belum tentu benar-benar sehat. Beberapa es batu yang bebas dijual di pasaran, bukan yang kita bikin sendiri di rumah, terbuat dari air mentah dan bisa mengandung bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Bakteri tersebut antara lain seperti bakteri Ecoli yang bisa menyebabkan diare.

5. Kekurangan Nutrisi

Hal nggak terduga kalau kita sering makan es batu bukan hanya terjadi pada gigi tapi juga berdampak untuk tubuh kita. Sering makan es batu katanya bisa menurunkan nafsu makan tapi kalau hal ini dijadikan kebiasaan terus-menerus, bisa menyebabkan kekurangan gizi dan nutrisi.

Penyebab Seseorang Mengidap Pagophagia?

5

Banyak yang mengatakan bahwa penyebab dari kebiasaan mengunyah atau ngemil es batu itu karena kurangnya zat besi pada tubuh. Apa hubungannya kekurangan zat besi dengan mengunyah es batu?

Hubungan Antara Hobi Mengunyah Es Batu, Dengan Kekurangan Zat Besi

Untuk memperlihatkan hubungan antara mengunyah es dengan kekurangan zat besi, sebuah penelitian mengevaluasi perilaku 81 pasien yang menderita anemia defisiensi besi dan menemukan bahwa pagophagia merupakan kondisi yang sering ditemui. Ditemukan bahwa 16% dari peserta yang mengalami pagophagia memperlihatkan penurunan gejala lebih cepat setelah diberikan suplemen zat besi.

Lalu bagaimana kekurangan zat besi dapat menyebabkan kebiasaan mengunyah es? Beberapa teori mengatakan bahwa kekurangan zat besi dapat menyebabkan gejala seperti nyeri pada lidah, mulut kering, berkurangnya kemampuan mengecap, dan kesulitan menelan. Gejala-gejala tersebut akan diperingan dengan mengunyah atau mengemut es. Kegiatan ini dapat mengurangi inflamasi dan rasa tidak nyaman.

Cara Mengatasi Kebiasaan Mengunyah Es Batu Ini?

55

Jika kamu mengalami pagophagia dan curiga bahwa jangan-jangan kamu mengalami kekurangan zat besi, maka kamu dapat langsung berkonsultasi ke dokter. Dokter kamu mungkin akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti pengambilan darah untuk mengetahui kadar zat besi yang ada dalam tubuh kamu.

Jika kamu memang mengalami kekurangan zat besi, maka kamu dapat mengonsumsi suplemen atau meningkatkan asupan nutrisi kamu dengan beberapa bahan pangan yang kaya akan zat besi, seperti daging dan sayuran hijau.

Ternyata kebiasaan mengunya es batu tidak selamanya menyenangkan, ada bahaya dan efek sampingnya juga ya jika di konsumsi secara berlebihan. Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.

Related posts