Yuk Intip Sejarah Perkembangan Dan Jenis – Jenis Radio

radio

Berita merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh semua orang agar bisa mengetahui kejadian apa saja yang sedang ataupun telah terjadi di dunia. Dengan adanya berita, setiap orang bisa mengetahui hampir semua kejadian dan juga bisa berasumsi mengenai saran apa yang bisa diberikan atas kejadian yang diberitakan.

Salah satu media yang menyiarkan atau menyebarkan berita dengan sangat baik dan banyak diminati oleh masyarakat adalah melalui siaran radio. Selain televisi, tidak bisa kita pungkiri bahwa radio merupakan sebuah alat elektronik penyebar berita yang masih banyak digunakan sampai sekarang ini.

Hal tersebut terbukti dengan masih adanya penggunaan radio di kalangan masyarakat dan semakin berkembangnya teknologi radio yang ada sekarang ini. Selain itu, seperti yang kita tahu untuk sekarang ini semakin banyak stasiun radio sebagai pemberi atau penyedia layanan bagi penikmat siaran radio.

Berbicara mengenai radio, selain sebagai alat elektronik yang digunakan untuk media penyebaran berita, sebenarnya apa definisi dari radio ini? Bagaimana sejarah perkembangannya dan apa saja jenis-jenis yang ada dari radio ini? Tentunya kita semua ingin mengetahui lebih dalam tentang pemahaman mengenai radio ini.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini saya akan memberikan ulasan mengenai sejarah dan juga jenis radio yang mana bisa menjadi pemahaman yang berguna untuk kita semua yang membacanya. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Radio

Radio merupakan salah satu perangkat elektronik yang banyak digunakan di lingkungan masyarakat selain televisi. Radio memang merupakan sebuah alat komunikasi elektronik yang sudah tidak asing lagi karena sudah ada sejak jaman dulu dan merupakan alat penyebaran berita yang sangat bersejarah.

Radio adalah sebuah perangkat teknologi yang mana digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

radio

Bentuk radio sangat beragam tapi secara sederhana bisa dibagi kedalam dua bagian besar. Pertama radio sebagai alat penerima informasi yang kedua radio sebagai pemberi informasi istilah yang baku untuk yang kedua ini adalah stasiun radio. Radio sebagai alat penerima informasi biasanya terdiri dari alat pengatur pencarian gelombang (tunning), pengatur keras suara (volume), antena penerima, sound, output dan input. Radio sebagai pemberi informasi atau stasiun radio adalah media tempat mengelola informasi yang menggunakan frekuensi sebagai media penyampaian informasinya. Dan inilah yang dimaksud dengan radio dalam pembahasan kita ini.

Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio (ditumpangkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF) pada satu spektrum elektromagnetik dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.

Cara kerja radio yaitu sinyal radio dipancarkan menggunakan gelombang pembawa. Gelombang radio merupakan suatu bagian dari spektrum elektromagnetik. Dengan panjang gelombang paling panjang dipantulkan oleh lapisan udara yang berada tinggi dalam atmosfer Bumi ini, yang disebut ionosfer. Dengan menggunakan cara ini, pesan lewat radio dapat dipantulkan sehingga mencapai jarak yang sangat jauh.

Pemancar radio mengubah, ataupun melakukan modulasi gelombang radio agar dapat menyampaikan berbagai macam informasi. Dalam radio AM, ketinggian dari gelombang pembawa diubah-ubah menurut suara yang ditangkap mikrofon. Dalam radio FM, frekuensi atau jarak antara puncak radio yang diubah. Pesawat penerima sinyal radio menangkap sinyal ini, memperkuat dan juga kemudian mengartikannya. Jika sinyal itu lemah atau tidak kuat, radio AM dapat mengeluarkan seperti bunyi gemerisik, itulah sebabnya radio jenis ini digantikan oleh radio FM yang penerimaannya jauh lebih bagus dan jernih.

Sejarah Perkembangan Radio

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, radio merupakan salah satu alat penyedia layanan komunikasi tertua yang ada di dunia. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio.

Kemungkinan transmisi sinyal pertama sengaja dilakukan dengan gelombang elektromagnetik dalam eksperimen oleh David Edward Hughes sekitar tahun 1880, meskipun hal ini dianggap sebagai induksi pada saat itu. Pada tahun 1888 Heinrich Rudolf Hertz berhasil membuktikan gelombang elektromagnetik udara yang ditransmisikan untuk meyakinkan lebih dalam eksperimen yang membuktikan teori elektromagnetisme Maxwell.

Perkembangan Radio

Setelah penemuan “gelombang Hertzian” ini banyak ilmuwan dan penemu bereksperimen dengan transmisi nirkabel. Beberapa mencoba mengembangkan sistem komunikasi, kemudian beberapa yang sengaja menggunakan gelombang Hertzian. Teori Maxwell yang menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik ringan dan Hertzian adalah fenomena yang sama pada panjang gelombang.

Namun ada yang berbeda yang menyebabkan ilmuwan “Maxwellian” seperti John Perry, Frederick Thomas Trouton dan Alexander Trotter menganggapnya analog dengan sinyal optik dan orang Serbia Insinyur Amerika Nikola Tesla untuk menganggap mereka relatif tidak berguna untuk komunikasi karena “cahaya” tidak dapat mentransmisikan lebih jauh dari sekadar penglihatan.

Pada tahun 1892 fisikawan William Crookes menulis tentang kemungkinan telegrafi nirkabel berdasarkan gelombang Hertzian dan pada tahun 1893 Tesla mengusulkan sebuah sistem untuk mentransmisikan kecerdasan dan kekuatan nirkabel yang menggunakan bumi sebagai mediumnya.

Yang lain, seperti Amos Dolbear, Sir Oliver Lodge, Reginald Fessenden dan Alexander Popov terlibat dalam pengembangan komponen dan teori yang terkait dengan transmisi dan penerimaan gelombang elektromagnetik di udara untuk karya teoretis mereka sendiri atau sebagai sarana komunikasi potensial.

Selama beberapa tahun dimulai pada tahun 1894, penemu Italia, Guglielmo Marconi, membangun sistem telegrafi nirkabel pertama yang lengkap dan sukses secara komersil berdasarkan gelombang Hertzian udara (transmisi radio). Marconi mendemonstrasikan aplikasi radio dalam komunikasi militer dan kelautan kemudian memulai sebuah perusahaan untuk pengembangan dan perambatan layanan dan peralatan komunikasi radio.

Dalam sebuah presentasi tahun 1864, yang diterbitkan pada tahun 1865, James Clerk Maxwell mengusulkan teori dan bukti matematisnya tentang elektromagnetisme yang menunjukkan bahwa fenomena ringan dan fenomena lainnya adalah semua jenis gelombang elektromagnetik yang menyebar melalui ruang bebas. Pada tahun 1886-1888 Heinrich Rudolf Hertz melakukan serangkaian percobaan yang membuktikan adanya gelombang elektromagnetik Maxwell.

Menggunakan frekuensi yang disebut spektrum radio. Banyak penemuan pengembangan dan sistem yang dibangun oleh pengusaha berdasarkan pemahaman mereka sendiri mengenai fenomena lainnya. Dengan demikian “telegrapi nirkabel” dan sistem berbasis gelombang radio dapat dikaitkan dengan beberapa “penemu”. Pengembangan dari demonstrasi laboratorium ke entitas komersial membentang beberapa dekade dan membutuhkan usaha banyak praktisi.

Pada tahun 1878, David E. Hughes menyadari bahwa percikan api dapat di dengar penerima telepon saat bereksperimen dengan mikrofon karbonnya. Dia mengembangkan detektor berbasis karbon ini lebih jauh dan akhirnya bisa mendeteksi sinyal selama beberapa ratus meter. Dia mendemonstrasikan penemuannya ke Royal Society pada tahun 1880, namun diberitahu bahwa itu hanyalah induksi

Mereka meninggalkan penelitian lebih lanjut. Thomas Edison menemukan fenomena elektromagnetik saat bereksperimen dengan telegram di Menlo Park. Dia mencatat efek transmisi yang tidak dapat dijelaskan saat bereksperimen dengan telegraf. Dia menyebut ini sebagai kekuatan eter dalam sebuah pengumuman, tepatnya pada tanggal 28 November 1875. Elihu Thomson menerbitkan temuannya tentang “kekuatan” baru Edison dan menghubungkannya dengan induksi, sebuah penjelasan yang diterima Edison.

Pada 1912 kemampuan penerimaan ini ditingkatkan lagi oleh Edwin Howard Armstrong yang menemukan penguat gelombang radio/radio amplifier. Alat ini bekerja menangkap sinyal elektromagnetik dari transmisi radio dan memberikan sinyal balik dari tabung. Dengan begitu kekuatan sinyal meningkat sebanyak 20.000 kali perdetik. Suara yang ditangkap juga jauh lebih kuat. Penemuan ini kemudian menjadi sangat penting dalam sistem komunikasi radio karena jauh lebih efisien.

Edwin Howard Armstrong, yang menciptakan sirkuit superheterodyne 1918. Sirkuit ini punya kemampuan seleksi yang tinggi. Armstrong berjasa mengembangkan sistem siaran FM pada 1933 yang dikenal sebagai “Bapak penemu radio FM”. Namun hak paten atas amplifier jatuh ke tangan Dr. Lee deforest. Sampai saat ini radio amplifier masih menjadi teknologi inti pada pesawat radio.

Hanya sesaat kekuatan sinyal akan meningkat sebanyak 20.000 kali/detik. Fenomena ini oleh Armstrong disebut dengan “regenerasi radio”, yang merupakan penemuan penting dan perlu saat radio pertama kali ada. Dengan pengembangan ini, para teknisi radio tidak memerlukan 20 ton generator lagi agar stasiun radio mereka mengudara. Desain sirkuit tunggal temuan Armstrong menjadi kunci kelangsungan gelombang transmiter yang menjadi inti operasional radio. Dan dia lulus sarjana teknik 1913.

Atas temuannya tersebut, Armstrong mematenkan ciptaannya dan memberi lisensinya pada Marconi Corporation 1914. Enam tahun kemudian, Westinghouse membeli hak paten Armstrong atas penerima superheterodyne dan memulai kiprahnya menjadi stasiun radio pertama bernama KDKA di Pittsburgh. Radio menjadi sangat populer pada saat itu dan bermunculan terus gelombang radio lainnya. RCA (The Radio Corporation of America) membeli seluruh hak paten radio begitu juga yang lainnya.

Penelitian demi penelitian pun terus dia lakukan untuk lebih menyempurnakan suara radio tersebut. Pada 1933 Amstrong memperkenalkan sistem radio FM (frequency modulation), yang memberi penerimaan jernih meskipun ada badai dan menawarkan ketepatan suara yang tinggi yang sebelumnya belum ada. Sistem tersebut juga menyediakan sebuah gelombang tunggal membawa dua program radio dengan sekali angkut. Pengembangan ini disebut dengan multiplexing.

Untuk memperkenalkan temuannya pada dunia, pada tahun 1940 Armstrong mendapat izin untuk mendirikan stasiun radio FM pertama yang didirikan di Alpine, New Jersey. Berkat temuannya tersebut 1941, Institut Franklin memberi penghargaan kepada Armstrong berupa medali Franklin yang merupakan salah satu penghargaan tertinggi komunitas ilmuwan. Kekalahannya dalam sengketa selama bertahun-tahun dengan perusahaan yang telah memanfaatkan hak ciptanya, tak berpengaruh terhadap pemberian medali Franklin tersebut.

Armstrong harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Sang penemu gelombang radio FM tersebut diketemukan mati bunuh diri di tahun 1954. Istrinya, Marion MacInnes, yang menjadi pewaris hasil temuan Armstrong melanjutkan perjuangan suaminya bertempur di persidangan dan memenangkan jutaan dolar. Atas kejernihan suara yang dihasilkannya, saluran FM mendominasi sistem radio dan bahkan digunakan untuk komunikasi oleh Badan Antariksa Nasional Amerika, NASA.

Jenis – Jenis Radio

Sebagian dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah radio FM. Yang mana jenis radio ini adalah yang paling banyak digunakan oleh kebanyakan masyarakat. Namun, ternyata masih ada beberapa jenis radio yang lainnya. Berikut ini adalah beberapa jenis radio yang ada, antara lain :

Radio AM

Radio AM

Radio AM (modulasi amplitudo) bekerja dengan prinsip memodulasikan gelombang radio dan gelombang audio. Kedua gelombangg ini sama-sama memiliki amplitudo yang konstan. Namun proses modulasi ini kemudian mengubah amplitudo gelombang penghantar (radio) sesuai dengan amplitudo gelombang audio.

Awalnya penggunanaan radio AM hanya untuk keperluan telegram nirkabel. Orang pertama yang melakukan siaran radio dengan suara manusia adalah Reginald Aubrey Fessenden. Ia melakukan siaran radio pertama dengan suara manusia pada 23 Desember 1900 pada jarak 50 mil (dari Cobb Island ke Arlington, Virginia). Saat ini radio AM tidak terlalu banyak digunakan untuk siaran radio komersial karena kualitas suara yang buruk.

Radio FM

Radio FM

Radio FM (modulasi frekuensi) bekerja dengan prinsip yang serupa dengan radio AM, yaitu dengan memodulasi gelombang radio (penghantar) dengan gelombang audio. Hanya saja, pada radio FM proses modulasi ini menyebabkan perubahan pada frekuensi. Ketika radio AM umum digunakan, Armstrong menemukan bahwa masalah lain radio terletak pada jenis sinyal yang ditransmisikan. Pada saat itu gelombang audio ditransmisikan bersama gelombang radio dengan menggunakan modulasi amplitudo (AM).

Modulasi ini sangat rentan akan gangguan cuaca. Pada akhir 1920-an Armstrong mulai mencoba menggunakan modulasi dimana amplitudo gelombang penghantar (radio) dibuat konstan. Pada tahun 1933 ia akhirnya menemukan sistem modulasi frekuensi (FM) yang menghasilkan suara jauh lebih jernih, serta tidak terganggu oleh cuaca buruk.

Sayangnya teknologi ini tidak serta merta digunakan secara massal. Depresi ekonomi pada tahun 1930-an menyebabkan industri radio enggan mengadopsi sistem baru ini karena mengharuskan penggantian transmiter dan receiver yang memakan banyak biaya. Baru pada tahun 1940 Armstrong bisa mendirikan stasiun radio FM pertama dengan biayanya sendiri.

Dua tahun kemudian Federal Communication Comission (FCC) mengalokasikan beberapa frekuensi untuk stasiun radio FM yang dibangun Armstrong. Perlu waktu lama bagi modulasi frekuensi untuk menjadi sistem yang digunakan secara luas. Selain itu hak paten juga tidak kunjung didapatkan oleh Armstrong.

Frustasi akan segala kesulitan dalam memperjuangkan sistem FM, Armstrong mengakhiri hidupnya secara tragis dengan cara bunuh diri. Beruntung istrinya kemudian berhasil memperjuangkan hak-hak Armstrong atas penemuannya. Barulah pada akhir 1960-an FM menjadi sistem yang benar-benar mapan. Hampir 2000 stasiun radio FM tersebar di Amerika, FM menjadi penyokong gelombang mikro (microwave), pada akhirnya FM benar-benar diakui sebagai sistem unggulan di berbagai bidang komunikasi.

Radio Internet

Radio Internet

Penemuan internet mulai mengubah transmisi sinyal analog yang digunakan oleh radio konvensional. Radio internet (dikenal juga sebagai web radio, radio streaming dan e-radio) bekerja dengan cara mentransmisikan gelombang suara lewat internet. Prinsip kerjanya hampir sama dengan radio konvensional yang gelombang pendek (short wave), yaitu dengan menggunakan medium streaming berupa gelombang yang kontinyu.

Sistem kerja ini memungkinkan siaran radio terdengar ke seluruh dunia asalkan pendengar memiliki perangkat internet. Itulah sebabnya banyak kaum ekspatriat yang menggunakan radio internet untuk mengobanti rasa kangen pada negara asalnya. Di Indonesia, umumnya radio internet dikolaborasikan dengan sistem radio analog oleh stasiun radio teresterial untuk memperluas jangkauan siarannya.

Radio Satelit

Radio Satelit

Radio satelit mentransmisikan gelombang audio menggunakan sinyal digital. Berbeda dengan sinyal analog yang menggunakan gelombang kontinyu, gelombang suara ditransmisikan melalui sinyal digital yang terdiri atas kode-kode biner 0 dan 1. Sinyal ini ditransmisikan ke daerah jangkauan yang jauh lebih luas karena menggunakan satelit. Hanya saja siaran radio hanya dapat diterima oleh perangkat khusus yang bisa menerjemahkan sinyal terenkripsi.

Siaran radio satelit juga hanya bisa diterima di tempat terbuka dimana antena pada pesawat radio memiliki garis pandang dengan satelit pemancar. Radio satelit hanya bisa bekerja yang tidak memiliki penghalang besar seperti terowongan atau gedung. Oleh karena itu perangkat radio satelit banyak dipromosikan untuk radio mobil. Untuk mendapat transmisi siaran yang baik, perlu dibuat stasiun repeater seperti di Amerika agar kualitas layanan prima.

Perangkat yang mahal (karena menggunakan satelit) membuat sistem ini komersil. Pendengar harus berlangganan untuk dapat mendengarkan siaran radio. Meskipun begitu kualitas suara yang dihasilkan sangat jernih, tidak lagi terdapat noise seperti siaran radio konvensional. Selain itu sebagian besar isi siaran juga bebas iklan dan pendengar memiliki jauh lebih banyak pilihan kanal siaran (lebih dari 120 kanal).

Perusahaan penyedia satelit radio dunia adalah Worldspace yang melayani siaran radio satelit di Amerika, Eropa, Asia, Australia, dan Afrika. Worldspace memiliki tiga satelit yang melayani wilayah berbeda. Di Indonesia, sampai tahun 2002 Worldspace telah bekerja sama dengan RRI, Radio trijaya, Borneo Wave Channel (Masima Group), goindo.com dan Kompas Cyber Media sebagai pengisi konten layanan radio satelit dengan menggunakan satelit Asia Star.

Radio berdefinisi tinggi (HD Radio)

Radio berdefinisi tinggi (HD Radio)

Radio yang dikenal juga sebagai radio digital ini bekerja dengan menggabungkan sistem analog dan digital sekaligus. Dengan begitu memungkinkan dua stasiun digital dan analog berbagi frekuensi yang sama. Efisiensi ini membuat banyak konten bisa disiarkan pada posisi yang sama. Kualitas suara yang dihasilkan HD radio sama jernihnya dengan radio satelit, tetapi layanan yang ditawarkan gratis. Namun untuk dapat menerima siaran radio digital pendengar harus memiliki perangkat khusus yang dapat menangkap sinyal digital.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai sejarah dan juga jenis-jenis dari radio. Ternyata radio merupakan salah satu alat komunikasi yang bisa dibilang merupakan yang tertua di dunia. Hal tersebut terbukti dari penjelasan mengenai sejarahnya di atas.

Dan juga radio memiliki banyak jenis yang berbeda dan tentunya juga memiliki fungsi dan cara kerjanya masing-masing seperti yang sudah dijelaskan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua yang membacanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *