Hypersex Bisa Terjadi Pada Pria Maupun Wanita, Ketahui Selengkapnya Disini

q

Berbicara atau membahas sesuatu yang berkaitan tentang seks, pasti tidak akan ada habisnya. Karena tidak bisa dipungkiri, seks juga merupakan bagian penting yang ada dalam kehidupan manusia. Dan juga seks merupakan salah satu kebutuhan primer bagi setiap individu yang ada di dunia ini.

Nah mengenai hal itu, pernahkah kamu mendengar istilah hypersex? Yaitu suatu kelainan yang membuat seseorang menjadi tergila-gila akan berhubungan intim dan tidak pernah merasa puas untuk terus melakukannya. Jika kamu belum tahu, pada artikel ini saya akan mencoba untuk menjelaskan tentang apa itu hypersex. Yuk kita simak ulasannya dibawah ini.

Apa Itu Hypersex

o

Hypersex merupakan salah satu kelainan seksual yang dapat dialami oleh pria maupun wanita. Kelainan ini terkadang dapat mengganggu dan membuat rasa yang tidak nyaman bagi pasangannya. Di Indonesia sendiri, seperti disebutkan laman perempuan.com, bukan berarti kasus ini tidak sering dijumpai. Kasusnya ternyata sangat banyak dan bukan tidak mungkin kamu juga merupakan salah satu dari (calon) penderitanya.

Beberapa orang ada yang menyebutnya sebagai Hypersexuality Disorder alias kecanduan seks. Dalam istilah medis, gangguan ini benar-benar susah sekali untuk dikendalikan oleh orang yang menderitanya. Biasanya, orang yang terjangkit gangguan ini akan terus menerus sibuk dengan fantasi seksual dan selalu menyiapkan diri untuk berhubungan seks, entah dengan siapapun saat dia sedang ingin melakukan hal tersebut.

Hypersexuality disorder adalah gangguan kontrol impuls yang serius dan dapat mengakibatkan kerusakan besar pada kesehatan seseorang dan kehidupannya secara umum. Mereka yang menderita gangguan ini pun harus mendapatkan bantuan dari para ahli untuk memberikan dukungan emosional.

Haris dan Baron (2000) mengatakan bahwa perilaku hiperseks merupakan perilaku penyimpangan aktivitas seksual dimana individu tidak pernah merasakan kepuasan dalam hubungan seksual yang tidak dapat dikendalikan dengan tempo yang tidak terkendali.Sedangkan menurut Wiramiharja (2005), hiperseksualitas adalah suatu istilah yang merujuk pada hasrat untuk melakukan aktivitas seksual pada suatu tingkat yang dianggap sangat tinggi dalam hubungannya dengan perkembangan yang normal.Hal ini dianggap sebagai kelainan psikologis yang ditandai dengan hasrat seksual hiperaktif, obsesi yang berlebihan pada seks, dan halangan seksual yang rendah.

Walaupun beberapa diantaranya secara konstan memilih melakukan masturbasi, namun kebanyakan ingin mencari pasangan seks, yang belum tentu diketahui identitas aslinya (promiscuity).Protected promiscuity adalah kecenderungan seseorang untuk berganti-ganti pasangan untuk merasakan kepuasan seksual. Jika seseorang belum merasa puas dengan beberapa wanita, ia akan terus mencari kepuasan tersebut dengan wanita-wanita lain. Oleh karenanya para ahli kesehatan jiwa meyakini kelainan seksaholisme (orang yang mengidap hiperseksual) berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi.Seorang seksaholik biasanya juga punya masalah dengan kemampuan mengendalikan diri dalam urusan selain seks.Individu ini menjadikan seks sebagai pelampiasan dari segala bentuk masalah dalam hidupnya.

Ciri-Ciri Orang Yang Memiliki Kelainan Hypersex

e

Tentunya dalam suatu kondisi, ada beberapa hal yang menunjukan ciri-ciri dari kondisi tersebut. Berikut ini adalah beberapa ciri orang yang menderita kelainan hypersex secara umum, antara lain :

  • Hasrat yang berlebihan

Merupakan sebuah perilaku yang tidak bisa mengontrol dirinya dalam berhubungan seks sehingga hal tersebut terlihat tidak normal. Frekuensi berhubungan seks yang tidak normal bisa dilihat dengan bagaimana seseorang atau pasangan yang menginginkan hubungan seks tersebut terjadi. Sebagai contoh seorang istri yang menginginkan hubungan seks sebanyak 20 kali dalam seminggu atau 3 sampai 4 kali sehari.

  • Tidak bisa menikmati sesi bercinta yang normal

Mereka yang mempunyai kecenderungan hyper tidak mudah merasa puas dengan permainan yang dilakukan bersama pasangannya. Mereka akan terus mencari sampai menemukan kenikmatan yang membuat mereka senang. Dan hal tersebut juga tentunya akan berlanjut hingga berulang kali karena tidak pernah merasa puas.

  • Berselingkuh berkali-kali

Seseorang yang memiliki kecenderungan hyper, mereka akan memilih berselingkuh dengan orang lain karena merasa bahwa pasangannya tidak bisa memberikan kepuasan pada dirinya. Mereka akan terus-menerus berselingkuh hingga mereka menemukan seseorang yang bisa memuaskan mereka.

  • Hanya seks yang ada di dalam pikirannya

Orang yang memiliki tipe seperti ini cenderung mengabaikan akibat yang akan terjadi pada dirinya ataupun pasangannya. Di dalam pikirannya hanya bagaimana dia bisa memuaskan dirinya.

  • Sering menjauhkan diri

Setelah melakukan hubungan seks, umumnya si penderita cenderung menjauh dan menjadi semakin ‘dingin’ pada pasangannya. Dan sebabnya pun sangat kompleks. Bisa rasa menyesal dan minder, mungkin juga rasa bersalah larena sudah mengkhianati pasangan, atau bisa jadi justru makin mengecilkan pasangan yang dianggap tidak mampu memberi kepuasan.

  • Tidak peduli akan terjegal hukum

Karena keinginan yang sangat kuat seseorang yang bertipe seperti ini tidak akan menghiraukan apa yang akan terjadi meskipun akan terjegal oleh hukum. Mereka akan melakukan apapun untuk memuaskan diri mereka.

Namun ternyata, ciri-ciri hypersex antara pria dan wanita dijabarkan dan dibedakan lagi untuk masing-masingnya. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

Ciri-Ciri Hypersex Pada Pria

Mungkin jika kalian ingin melihat ataupun merasakan ada kejangalan pada teman atau kerabat kalian yang hobinya berganti pasangan dan bahkan memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Maka bisa jadi jika ia memiliki ciri-ciri sebagai Hypersex. Dan lebih baik lagi jika anda melihat daftar ciri-cirinya. Apakah benar teman atau krabat anda mengalami hypersex. Berikut ciri-cirinya|:

  • Berganti pasangan
    Ada orang yang memang dengan cepat mendapat pasangan baru setelah berakhirnya hubungan yang lama. Tetapi, jika sudah menjadi kebiasaan, seseorang akan memiliki kebutuhan besar mendapat pasangan seksual.
  • Sering berbohong
    Hampir semua pecandu, apa pun bentuknya, sering terjebak dalam jaring kebohongan yang ia ciptakan sendiri untuk menutupi aksinya. Untuk pecandu seks, ia mungkin akan berbohong tentang orang yang ia temui. Selain itu, risiko perilaku mereka juga akan meningkat, misalnya membayar pekerja seks.
  • Pengeluaran tak jelas
    Selain kebohongan yang keluar dari mulutnya, kita juga mungkin akan menemui bukti pengeluaran uang yang tidak jelas.
  • Kamu merasa dimanfaatkan
    Hubungan seks yang dilakukan setiap hari atau dua hari sekali sebenarnya tak masalah, asalkan masing-masing pihak merasa dipuaskan. Bila kamu merasa pasangan selalu menempatkan kebutuhannya sebagai yang utama, bahkan marah dan agresif jika ditolak, berhati-hatilah.
  • Tidak peduli keamanan
    Selain melihat orang lain sebagai objeks seks dan bukannya pasangan untuk dicintai, pecandu seks juga akan menempatkan libidonya sebagai yang utama. Kondisi itu membuat mereka tak mempedulikan kesehatan organ reproduksi.
  • Sering menonton pornografi dan masturbasi
    Setiap hubungan memiliki parameter unik untuk hal yang dianggap “normal” dalam hal seks. Termasuk dalam urusan masturbasi dan menonton materi pornografi.
    Walau begitu, bila pasangan kamu terlihat melakukan aktivitas itu beberapa kali sehari, atau tak lama setelah berhubungan seks, mungkin memang ada masalah dalam dorongan seksualnya.
  • Seks mengganggu kehidupan
    Tak semua orang yang sering memikirkan tentang seks merupakan pecandu. Tetapi, orang yang hypersex biasanya kesulitan berkonsentrasi atau melakukan aktivitas hariannya karena obsesinya untuk melakukan hubungan seks.

Ciri-Ciri Hypersex Pada Wanita

 

  • Genit dan Penggoda
    Sifat genit dan tidak memiliki rasa rendah diri sangat identik dengan tipekal wanita hypersex. Mereka akan tidak segan menggoda pria dimanapun dan kapanpun. Wanita dengan hypersexuality tidak membedakan laki-laki yang menarik dan tidak menarik karena mereka tidak tertarik pada manifestasi kejantanan. Pria metroseksual bisa saja tidak menarik bagi mereka, sebaliknya mereka bisa jatuh cinta dengan pria yang urakan, pria gemuk atau pria brutal pada pandangan pertama.
  • Kepuasan Seksual Adalah Prioritas Utama
    Mereka tidak tertarik dengan uang atau hadiah, mereka memiliki prioritas lain, yang kamu bisa tebak dengan mudah yaitu Seks. Mereka tidak suka jika disebut pelacur atau dibayar untuk melakukan hubungan seks karena yang mereka inginkan adalah hubungan seks yang suka sama suka.
  • Memiliki Sifat Sabar dan Penuh Perhatian pada Pria
    Wanita hyperseksual memiliki sifat sabar dan perhatian lebih pada pria yang mampu memuaskannya setiap saat, bahkan kalau boleh dibilang mereka memiliki karakter overprotektif pada pasangan yang disukainya.
  • Memiliki Karakter Mandiri dan Bebas
    Mereka selalu bertindak lebih bebas daripada wanita biasanya karena mereka memang bebas atau bebas memilih seorang pria, dan bebas dalam melampiaskan keinginannya untuk mendapatkan kepuasan seksual. Biasanya wanita hyperseksual memiliki kehidupan mandiri dan lebih senang dengan kehidupan menyendiri. Mereka cenderung memiliki kehidupan yang mapan dan mandiri tanpa laki-laki.

Bahaya Yang Ditimbulkan Karena Hypersex

c

 

Perlu untuk diketahui, kecanduan seks atau hypersex ini bisa dibilang bisa menimbulkan bahaya yang tentunya dapat merugikan bagi para penderitanya, yaitu :

  • Membahayakan Urat Syaraf
    Seks yang berlebihan dapat membahayakan urat syaraf yang pada akhirnya akan menimbulkan gemetar dan gerakan yang lemah, serta membahayakan dada dan paru-paru.
  • Sel Darah Menjadi Rusak, Urat-urat Menjadi Lemah, dan Mempercepat Proses Penuaan
    Dampak negatif yang ditimulkan dari hubungan seksual secara berlebihan akan menjadikan hilangnya keceriaan, kecerahan, kewibawaan dalam wajah, pandangan mata melemah, rambut mejadi tipis dan mudah rontok, bahkan dapat menimbulkan kebotakan dan darah membeku.
  • Memendam Hasrat Yang Bersifat Alami
    Seks yang berlebihan dapat membuat organ alami dalam tubuh menjadi lemah, dan hal yang tidak alami menjadi semakin kuat, daya tahan tubuh melemah, semangat menurun, gerakan tubuh berkurang, perut menjadi besar, dan hati melamah, serta proses pencernaan didalamnya menjadi tidak baik.

Faktor Penyebab Seseorang Menjadi Hypersex

k

Hipersex disebabkan karena dua faktor, yaitu faktor fisik maupun psikis. Dari aspek fisik, diakibatkan karena adanya peradangan di saluran kemih yang merangsang kerja saluran tersebut sehingga dapat membuat individu akan terus merasa haus untuk melakukan hubungan intim. Peradangan ni harus cepat disembuhkan. Peradangan tersebut akan mempengaruhi hubungan seksual seseorang, antara lain mengganggu produksi hormon testosteron.

Dari aspek psikis, hiperseks bisa disebabkan karena adanya ketidaknyamanan dalam diri yang membuat individu terus merasa butuh akan kedekatan dengan pasangan. Rasa untuk melakukan hubungan intim akan meningkat tajam. Hal ini mungkin diakibatkan karena individu tersebut menderita konsep diri yang rendah, sehingga memiliki kekhawatiran dan ketakutan tidak mendapatkan cukup perhatian dari pasangan. Akibatnya ia akan menutupi perasaan dengan menunjukkan bagaimana hebatnya ia di tempat tidur.

Penyebab lain antaranya adalah untuk para pekerja yang mobilitasnya tinggi sehingga menimbulkan stress dapat memacu untuk hypersexual karena mereka perlu untuk pelampiasan stress mereka karena juga seks terbukti dapat meredakan stress. Bisa juga seks adalah conduit untuk berkomunikasi, karena jika seseorang tidak mampu atau kurang bias mengekspresikan caranya berkomunikasi dengan sesama, mereka cenderung melakukan hubungan seksual sebagai cara “berkomunikasi” dengan pasangannya. Jika tidak mereka akan merasakan rasa tegang yang bisa mencapai rasa pusing berhari-hari.

Latar belakang sosial juga dapat menjadi penyebab seseorang menjadi hiperseks. Dalam Kafka (2010), dijelaskan bahwa penderita hiperseks dapat juga dikarenakan oleh riwayat hidup yang membuat trauma pada individu yang bersangkutan. Trauma seksual masa lalu ini bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya seksaholisme (penderita hiperseks) saat dewasa. Ini misalnya terjadi pada mereka yang pernah mengalami pelecehan seksual atau hidup di keluarga yang kehidupan seksualnya bermasalah.

Selain itu pada tahun 2001, Stein, Black, Saphira, dan Spitzer menemukan bahwa individu yang menggunakan zat-zat adiktif dan alkohol beresiko lebih tinggi mengidap hiperseks dibanding yang bukan pengguna.Semakin sering seseprang mengonsumsi zat adiktif maupun alcohol, semakin besar juga kemungkinan individu tersebut terserang hiperseks.Hal ini disebabkan karena salah satu gangguan yang dirasakan oleh penderita hiperseks adalah rasa cemas berlebih saat hasrat ingin melakukan hubungan seks secara berulang kali.Zat adiktif memberikan efek penenang untuk rasa cemas tersebut, maka penderita hiperseks menggunakan zatadiktif. Namun, efek dari zat tersebut hanya sementara sehingga akan memerlukan zat adiktif lagi untuk menangani rasa cemas berlebihan tersebut yang nantinya akan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan.

Terdapat beberapa faktor yang mendorong seseorang bisa menjadi hypersex menurut “psychcentral”, yaitu :

1. Abnormalitas otak.

Penyakit atau kondisi medis tertentu kemungkinan dapat menimbulkan kerusakan pada bagian otak yang mempengaruhi perilaku seksual. Penyakit seperti multiple sclerosis, epilepsi dan demensia juga berkaitan dengan hypersex. Selain itu, pengobatan penyakit Parkinson dengan dopamine diduga dapat memicu perilaku hypersex.

2. Senyawa kimia otak.

Senyawa kimia pembawa pesan antar sel otak (neurotransmiter) seperti serotonin, dopamin, norepinephrine dan zat kimia alami lain dalam otak berperan penting bagi fungsi seksual dan mungkin juga berkaitan dengan hypersex meski belum jelas mekanismenya.

3. Androgen.

Hormon seks ini secara alami terdapat pada lelaki dan perempuan. Walaupun androgen juga memiliki peran yang sangat penting dalam memicu hasrat atau dorongan seks, belum jelas apakah hormon ini berkaitan langsung dengan hypersex.

4. Perubahan sirkuit otak.

Beberapa ahli membuat teori bahwa hypersex adalah sebuah jenis kecanduan yang seiring waktu menimbulkan perubahan para sirkuit syaraf otak. Sirkuit ini merupakan jaringan syaraf yang menjadi sarana komunikasi antara satu sel dengan sel lain dalam otak. Perubahan ini dapat menimbulkan reaksi psikologis menyenangkan saat terlibat dalam perilaku seks dan reaksi tidak menyenangkan ketika perilaku itu berhenti

Cara Mengatasi Kelakuan Hypersex

oo

  • Dukungan yang sangat penting. Sama seperti halnya orang yang kecanduan obat atau alkohol, maka orang dengan hiperseks juga membutuhkan dukungan yang kuat dari anggota keluarga terdekat, pasangan dan juga anggota serta mentor support group.
  • Menghindari dorongan seksualnya. Usahakan untuk menghindari kondisi atau tempat yang bisa memicu timbulnya dorongan seksual, karena orang yang hiperseks menganggap seks adalah sesuatu yang penting.
  • Mencoba untuk menghadapi masalah. Salah satu cara pemulihan yang baik adalah mengakui bahwa dirinya memiliki masalah. Beberapa orang akan membutuhkan bantuan untuk menghadapi tahapan ini.
  • Bergabung dengan kelompok pendukung (support group). Umumnya berada di dalam support group akan membuatnya merasa memiliki masalah tanpa ada yang menghakiminya, sehingga ia bisa mengungkapkannya dan saling memberikan solusi serta dukungan.
  • Mencari bantuan profesional. Ketika usaha untuk mengendalikan dorongan seksualnya tidak lagi efektif, maka bantuan profesional akan diperlukan. Konseling ini bisa membantu seseorang mengetahui penyebab dari hiperseksnya, misal dengan menelusuri trauma masa kecilnya.

Fakta Yang Ada Mengenai Perilaku Hypersex

Ada beberapa fakta mengenai hypersex yang mungkin belum kamu ketahui, antara lain :

  1. Penderita hypersexuality disorder biasanya memang sangat menikmati tontonan berbau pornografi atau video porno. Bahkan tidak jarang dia melakukan masturbasi secara kompulsif. Hal ini terjadi akibat dirinya tidak dapat menemukan mitra ketika dorongan nafsu menguasai otaknya.
  2. Biasanya penderita hypersexuality disorder mengalami depresi, kecemasan, dan kesepian karena mereka tidak mampu menemukan pasangan jangka panjang. Bagi mereka ini sangat menyiksa.
  3. Meskipun penyakit ini masuk dalam gangguan mental yang terpisah dalam dirinya, namun gejala hypersexuality disorder ternyata juga ditemukan pada orang yang menderita penyakit Parkinson. Ini adalah fakta yang cukup unik.
  4. Orang yang menderita gangguan ini bisanya berlagak sangat cool dan santai ketika melihat seseorang yang dirasa adalah ‘target’ atau sasaran fantasinya. Dia tidak akan sama sekali memperlihatkan keinginan seksualnya kepada orang tersebut. Akan tetapi, dia berusaha memikat orang tersebut dalam diam dan meyakin bahwa orang tersebut suatu saat nanti akan menjadi miliknya. Jika tidak terjadi, maka dia cenderung menjadikan orang tersebut sebagai bahan fantasi seksnya.
  5. Sayangnya, penyebab dari pengembangan hypersexuality disorder ini hingga sekarang masih belum sepenuhnya bisa dipastikan. Namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa gangguan mental tersebut bisa terjadi hasil dari ketidakseimbangan dalam kimia otak atau hormon dan juga akibat pelecehan seksual. Trauma masa kecil juga termasuk dalam dugaan penyebab penyakit ini.
  6. Orang dengan gangguan mental ini berada pada risiko pengembangan penyakit menular seksual. Hal ini disebabkan oleh seringnya mereka berhubungan seks dengan orang yang tidak dikenal, mungkin juga PSK, dan tidak menggunakan pengaman atau kondom.
  7. Kabar baiknya adalah, hypersexuality disorder ternyata dapat disembuhkan meskipun tidak sepenuhnya. Mungkin lebih tepatnya mengurangi saja. Beberapa caranya adalah dengan obat-obatan dan juga terapi perilaku.

Nah, itulah penjelasan mengenai Hypersex. Semoga kita semua terhindar dari kondisi perilaku seperti ini ya.

Related posts