Mengenal BlankOn, Sistem Operasi Berbasis Linux Asli Indonesia

Z

Pernahkah kamu mendengar istilah sistem operasi? Jika iya, apa yang terlintas di pikiran kamu saat mendengar kata tersebut? Sebagian besar orang jaman sekarang pasti langsung membayangkan Android, Windows, dan MacOs, 3 sistem operasi paling populer yang ada di dunia. Sebenarnya, sistem operasi tersebut hanyalah sebagian kecil dari banyaknya sistem operasi yang ada di dunia.

Apakah kamu tahu yang dimaksud dengan Sistem Operasi? Sistem operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak aplikasi seperti program-program pengolah kata dan peramban web. Secara umum, Sistem Operasi adalah perangkat lunak pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan booting.

Nah, tahukah kamu kalau Indonesia juga memiliki beberapa sistem operasi hasil perkembangan dari anak bangsa? Salah satu sistem operasinya adalah BlankOn. Dinamai BlankOn karena terinspirasi dari tutup kepala khas masyarakat Jawa, Indonesia. Sistem Operasi BlankOn ini sendiri merupakan sistem operasi yang berbasis Linux. Di bawah ini merupakan ulasan tentang sistem operasi BlankOn.

Apa Itu BlankOn?

S

BlankOn merupakan salah satu distro (pengembangan) Linux yang berisikan perangkat lunak (software) yang dapat digunakan untuk keperluan desktop, laptop, dan workstation. Dengan dipadukan oleh berbagai pernak–pernik khas Indonesia, distro ini sangat cocok digunakan untuk pengguna komputer di Indonesia.

BlankOn Linux dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) bersama Tim Pengembang BlankOn. Pengembangan BlankOn dilakukan secara terbuka dan gotong royong, sehingga siapa saja bisa turut berkontribusi untuk mengembangkan BlankOn agar menjadi lebih baik. BlankOn Linux juga bisa didapatkan oleh siapa saja tanpa perlu membayar untuk mengunduhnya. Bahkan, kamu bisa mendistribusikannya dan membagi-baginya secara bebas tanpa batas kepada siapa saja.

Pengembangan BlankOn bukan semata-mata ingin membuat distribusi Linux baru, namun lebih dimotivasi oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam kemampuan pengembangan perangkat lunak bebas/terbuka, yang pada hakikatnya merupakan salah ciri khas bangsa Indonesia yang memiliki semangat bergotong-royong.

Tim pengembang BlankOn percaya bahwa bangsa Indonesia mampu dan tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia dan oleh karena itu aktif mengundang siapa pun yang berminat dan memiliki semangat yang sama untuk bergabung dalam pengembangan BlankOn.

Sejarah Perkembangan BlankOn

D

BlankOn Linux pertama kali dikembangkan oleh YPLI pada tahun 2004 dengan nama kode “Bianglala“. Pada saat itu, BlankOn merupakan turunan dari distro Fedora Core 3. Namun, rilis BlankOn pada saat itu berakhir sampai versi 1.1 dan akhirnya mati suri.

Beberapa tahun kemudian, yaitu pada tahun 2007, pengembangan BlankOn Linux mulai dibangkitkan kembali oleh YPLI. BlankOn Linux yang sebelumnya diturunkan dari Fedora Core kini diganti menjadi Ubuntu. BlankOn Linux direncanakan akan dirilis sesuai dengan siklus rilis Ubuntu, yaitu setiap 6 bulan sekali atau 2 kali setahun. Setiap rilis BlankOn Linux akan diberi tema dan ciri khas yang berbeda sesuai dengan budaya yang ada di Indonesia.

Akhirnya, pada akhir tahun 2007, BlankOn Linux versi 2.0 dirilis dengan nama kode “Konde“. Versi ini diturunkan dari Ubuntu versi 7.10. Kemudian, pada pertengahan tahun 2008, BlankOn Linux versi 3.0 dirilis dengan nama kode “Lontara“. Versi yang berbasis Ubuntu 8.04 LTS ini menggunakan tema khas Sulawesi Selatan, terlihat dari pengunaan karya seni Kapal Pinisi pada gambar latar belakangnya. Anda juga dapat menulis aksara Lontara‘ yang merupakan aksara khas suku Bugis.

B

Pada bulan November 2008, BlankOn Linux 4.0 dirilis dengan nama kode “Meuligoe“. Ciri khas yang digunakan pada versi ini adalah Aceh, dengan warna dominan hijau. Pada rilis berikutnya 5.0 menggunakan nama Nanggar dengan khas Batak, pada rilis ini lah Logo BlankOn diganti sehingga lebih modern.

Rilis terakhir pada saat buku ini ditulis adalah BlankOn Linux 6.0, dengan nama kode “Ombilin“. Versi ini tidak murni berbasis Ubuntu 10.04 dan mulai rilis ini BlankOn tidak lagi mengikuti budaya mutlak Ubuntu, sehingga sudah banyak program yang diambil dari pembuatnya langsung. Sejak versi 6.0 ini, siklus rilis dilonggarkan menjadi setahun sekali.

Asal Mula Nama BlankOn

F

Nama BlankOn berasal dari nama penutup kepala beberapa suku/budaya yang ada di Indonesia, antara lain suku Jawa, suku Sunda, dan daerah lainnya. Dari asal kata tersebut, BlankOn diharapkan menjadi penutup atau pelindung dari ketergantungan dengan perangkat lunak tertutup. Selain itu, nama BlankOn juga bisa diartikan menjadi Blank (angka biner 0) dan On (angka biner 1).

BlankOn diharapkan menjadikan orang yang belum sadar menjadi sadar bahwa Linux bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang Teknologi Informasi.

Fitur-Fitur Yang Dimiliki Sistem Operasi BlankOn

FF

BlankOn berisikan berbagai perangkat lunak bebas dan terbuka untuk keperluan desktop, laptop dan workstation. Perangkat lunak yang tersedia juga bisa ditambah dengan perangkat lunak lainnya agar sesuai dengan keperluan.

Secara umum, fitur-fitur dari BlankOn versi adalah sebagai berikut :

– Menggunakan kernel Linux versi 2.6.32 yang sangat stabil dengan dukungan perangkat keras yang sangat banyak.
– Perangkat lunak untuk keperluan Anda berkomputer, seperti keperluan perkantoran, grafis, internet, multimedia, dsb.
– Antarmuka menggunakan Bahasa Indonesia, sehingga bisa lebih dimengerti oleh orang awam,
– Sudah menyertakan dukungan format multimedia yang lengkap, seperti untuk memutar mp3, DVD, dan format lainnya,
– Menggunakan tema dan tampilan grafis khas Indonesia.
– Desktop berkonteks, di mana layar komputer akan berubah sejalan dengan perubahan konteks di luar komputer.

Saat ini hanya konteks waktu dan konteks cuaca yang dapat merubah tampilan komputer. Artinya tampilan di pagi hari akan berbeda dengan di malam hari, juga demikian misalnya bila di luar sedang terang benderang atau sedang hujan disertai petir maka BlankOn akan menyesuaikan. Fitur ini hanya terdapat di BlankOn dan tidak tersedia di distro lainnya.

Wah, ternyata Indonesia juga memiliki sistem operasi yang tidak kalah menariknya dengan sistem operasi buatan luar ya. Semoga saja untuk ke depannya akan ada lagi perkembangan sistem operasi yang jauh lebih menarik lagi. Apakah kamu salah satu pengguna OS yang satu ini? Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kamu ya, terima kasih sudah membaca.

Related posts