Mengenal Proyektor, Teknologi Yang Digunakan Pada Bioskop

banner-1-870x300

Jika kita berbicara mengenai yang namanya Bioskop, pasti hal yang pertama terlintas di pikiran kita adalah sebuah tempat yang gunanya adalah untuk menonton film. Dan bioskop juga menjadi salah satu destinasi yang digunakan untuk menghabiskan waktu senjang entah itu bersama keluarga ataupun untuk yang sedang memadu kasih atau istilah kerennya pacaran.

Namun disamping hal tersebut, apakah pernah terlintas di pikiran kamu bagaimana sebuah gedung bioskop itu bisa menampilkan sebuah tampilan gambar film dengan ukuran yang begitu besar? Mungkin kamu hanya berfikir kalau itu adalah cara kerja dari sebuah proyektor yang ada di bagian belakang bangku penonton. Iya memang, tapi seharusnya kita bisa untuk lebih mengeksplorasi tentang apa sih proyektor itu.

Nah untuk itu, yuk kita bahas lebih jauh mengenai teknologi yang sangat berpengaruh di bioskop ini.

Penjelasan Mengenai Bioskop

1-74-300x194

Sebelum kita membahas tentang teknologi apa saja yang terdapat di dalam bioskop, kita harus mengetahui dulu tentang definisi pengertian dari bioskop itu sendiri. Secara umum, bioskop dapat diartikan sebagai sebuah tempat atau gedung yang digunakan untuk melangsungkan diputarnya atau ditayangkannya sebuah film sebagai bagian dari pertunjukan. Bioskop sendiri sudah menjadi sebuah destinasi yang cukup favorit di dunia, mengingat kini perkembangan dalam industri perfilman sudah semakin pesat.

Bioskop secara sepintas mungkin bisa terlihat mirip dengan gedung Theater, hanya saja yang membedakannya adalah posisi tempat duduk atau bangku penonton yang dimana untuk gedung theater telihat lebih megah sedangkan seperti yang kita tahu untuk bioskop menggunakan bangku yang berjejer dari bawah ke atas sesuai dengan lebarnya layar dan dikondisikan untuk senyaman mungkin dalam menikmati film. Dan satu hal lagi yang membedakan adalah jika bioskop adalah tempat untuk menikmati film, sedangkan gedung theater adalah tempat dimana kita menyaksikan sebuah pertunjukan yang dilakukan secara langsung oleh para pelaku seni itu sendiri.

Teknologi Yang Digunakan Di Bioskop

2-52-300x200

Nah berbicara mengenai bioskop, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat sebuah komponen penting yang bisa diibaratkan adalah sesuatu yang membuat sebuah tampilan di dalam bioskop terlihat seperti nyata. Ya, apalagi namanya kalau bukan Proyektor, sebuah benda atau alat yang memiliki fungsi penting untuk menampilkan gambar atau film yang ditayangkan di bioskop.

Proyektor dikatakan sebagai nyawanya bioskop. Kenapa demikian? Jawabannya adalah sederhana, karena dengan adanya proyektor tersebut, kita jadi bisa melihat lebih jelas mengenai gambaran yang terdapat di dalam film. Dan juga, semakin berkembangnya kemajuan teknologi, membuat proyektor menjadi semakin canggih dalam menampilkan grafis dari gambar film sehingga tampak semakin nyata dan kita yang menonton jadi seolah-olah masuk ke dalam film tersebut.

Kita beruntung karena sekarang ini proyektor yang digunakan kebanyakan adalah proyektor jenis digital yang mana menghasilkan gambar lebih tajam dan jernih dibandingkan dengan proyektor jaman dulu. Terlebih lagi untuk urusan dalam pemutaran film di bioskop. Bayangkan saja, jika kita masih menggunakan jenis proyektor film lama, pasti kita akan merasakan kedipan tiap-tiap frame yang ada pada kumparan film.

Berkat kemajuan teknologi digital juga, kita jadi bisa merasakan sensasi menonton yang berbeda. Kita ambil saja contoh saat meninton film yang memiliki teknologi 3D. Kita jadi merasakan visual efek yang dihasilkan itu berada seolah-olah keluar dari layar dan kita seakan-akan ikut melihatnya secara langsung.

Pengertian Proyektor

3-52-300x225

Proyektor merupakan sebuah alat yang digunakan untuk membuat atau menampilkan sebuah proyeksi yang dihasilkan dari pantulan cahaya yang berasal dari proyektor tersebut. Biasanya proyektor seringkali digunakan sebagai alat bantu di dalam kegiatan pembelajaran, perkantoran, maupun sebagai sarana pengembangan entertaintment (dalam hal ini yang kita bahas adalah perfilman).

Dalam kegiatan pembelajaran dan perkantoran proyektor sering digunakan sebagai sebuah sarana untuk melakukan presentasi (memproyeksikan atau memperbesar bahan presentasi dari laptop atau personal computer ke layar/screen). Sedangkan dalam penggunaannya untuk media hiburan, proyektor biasanya digunakan untuk nonton bareng (nobar) dalam rangka piala dunia, dan juga untuk melihat film. Fungsi dari proyektor secara singkatnya adalah untuk memperbesar gambar sehingga dapat terlihat jelas pada layar yang disediakan.

Jadi intinya secara singkat adalah, proyektor merupakan sebuah alat bantu yang digunakan untuk menampilkan gambar dalam ukuran yang lebih besar dari sebelumnya dengan memantulkan gambar asalnya menjadi gambar baru dengan ukuran berbeda pada sebuah layar ataupun permukaan.

Sejarah Perkembangan Proyektor

4-45-300x160

Ide untuk memproyeksikan gambar pertama kali muncul pada sekitaran tahun 1420. Pada saat itu, Johannes de Fontana membuat gambar seorang biksu yang sedang memegang lentera berjendela yang berhiaskan gambar. Cahaya yang membentuk bayangan besar di dinding yang serupa dengan gambar menghias lentera. Kemudian pada tahun 1645, Athansius Kircher mengembangkan sebuah ide yaitu memantulkan sinar matahari dari cermin melalui lensa ke layar. Dan pada tahun 1672, Kircher kemudian mendeskripsikan penemuannya yang dinamakan dengan sebutan “Lentera Ajaib” di dalam buku The Great Art of Light and Shadow. Namun ada yang mengatakan “Lentera Ajaib” telah ditemukan oleh Christiaan Huygens sejak tahun 1659.

Lentera Ajaib yang diciptakan tersebut kemudian mulai dikembangkan hingga terciptalah proyektor. Salah satu jenis proyektor yang banyak digunakan oleh orang kebanyakan adalah jenis over head projector (OHP). Sejak tahun 1980 – 1990an, OHP sangat berperan di dalam aktivitas belajar mengajar di kelas. Teknologi panel kristal car\ir membuat OHP dapat memproyeksikan gambar berwarna. Hingga saat ini memeng belum bisa dipastikan siapa kah pencipta proyektor pertama. Namun, Roger Appledorn adalah salah satu orang yang mengembangkan OHP. Saat dia bekerja di Labolatorium departemen Thermo-Fax, Appledorn menemukan teknologi gambar thermographics.

Namun sangat disayangkan, ide dari Roger Appledorn ini tidak didukung oleh perusahaan pemasaran tersebut. Akhirnya Appledorn dan asisten penelitiannya memutuskan untuk menjual teknologi tersebut sendiri. Sebelum digunakan di sekolah, OHP banyak digunakan oleh polisi untuk tugas identifikasi. Baru pada akhir tahun 1950an hingga awal 1960an, OHP banyak digunakan di perusahaan dan sekolah.

Perkembangan LCD Proyektor

5-36-300x271

Proyektor terus mengalami perkembangan hingga akhirnya LCD proyektor berhasil ditemukan atau diciptakan di New York, Amerika oleh seorang pria bernama Gene Dolgoff. Dia memulainya dengan bekerja di dalam kampus pada tahun 1968 dan bertujuan untuk memproduksi sebuah video proyektor yang mana di dalam idenya terbesit kalau dia akan membuat sebuah LCD yang lebih cerah dibandingkan dengan 3-CRT proyektor.

Ide tersebut tercetus untuk menggunakan elemen yang disebut sebagai “cahaya katup” yang berguna untuk mengatur jumlah cahaya yang melewati katup tersebut. Hal ini akan memungkinkan penggunaan yang sangat ampuh untuk sumber cahaya eksternal. Setelah mencoba menggunakan berbagai bahan, dia akhirnya menemukan cara yaitu menggunakan kristal cair untuk mengatur terang pada tahun 1971. Ia membawa penemuan tersebut sampai tahun 1984 untuk mendapatkan addressable layar kristal cair (LCD), yang dibangun ketika ia pertama kali mengembangkan teknologi di dunia LCD proyektor. Setelah pemeriksaannya itu, dia melihat banyak masalah yang harus dikoreksi termasuk kerugian besar yang juga diperolehnya. Kemudian dia menggunakan metode baru untuk menciptakan efisiensi yang tinggi untuk menghilangkan tampilan pada piksel. Ia mulai bekerja di Projectavision Inc pada tahun 1988, pertama kali dunia LCD proyektor didirikan.

Saat ini proyektor sudah berkembang dengan sangat pesat, dan bisa dikatakan proyektor yang ada pada saat ini memiliki resolusi yang berada diluar ekspektasi. Seperti halnya saja, baru saja kita mengetahui tentang resolusi HD, sekarang telah berkembang proyektor digital yang mengusung teknologi resolusi 2K dan juga 4K yang sering dinamakan dengan UltraHD.

Jenis – Jenis Proyektor

Secara umum, proyektor dibagi menjadi dua jenis, yaitu Proyektor Elektronik dan Proyektor Transparansi. Nah, kemudian di antara 2 jenis yang disebutkan tadi, proyektor dibagi lagi berdasarkan jenisnya tersebut. Berikut adalah penjelasannya :

Jenis Proyektor Elektronik

  • Proyektor digital

6-26-300x194

Proyektor digital bisa dikatakan sebagai sebuah peralatan teknologi modern di dalam ruang lingkup proyektor. Proyektor jenis ini banyak digunakan untuk mengkonversi data gambar yang ada secara langsung dari komputer menuju ke sebuah layar melalui sistem lensa. Proyektor digital menyediakan sebuah visualisasi data yang sebenarnya tersimpan dalam komputer untuk sebuah presentasi. Proyektor jenis ini sangat memungkinkan para penonton untuk menonton gambar bergerak dari sebuah DVD, yaitu pemutar cakram digital serbaguna.
Bukan hanya digunakan dalam dunia industri perfilman saja, bahkan para pemasang iklan atau penjual juga menggunakan proyektor untuk memberikan demonstrasi produk mereka untuk sejumlah besar pelanggan. Hal tersebut dapat dengan mudah mengkonversi dokumen tertulis ke papan tulis interaktif. Proyektor digital memiliki peranan sangat penting di dalam pembentukan yang ada pada sistem home theater. Terdapat mpat teknologi yang digunakan dalam proyektor digital, yaitu :

  1. Intensitas tinggi CRT.
  2. LCD Proyektor LCD menggunakan gerbang cahaya.
  3. Texas Instruments ‘teknologi DLP.
  • Proyektor LCD

7-20-300x188

Proyektor LCD merupakan sebuah perangkat alat bantu yang sering digunakan sebagai sarana untuk media presentasi, hal itu karena proyektor jenis ini mampu menampilkan gambar dengan ukuran besar. LCD Proyektor dapat bekerja dengan dilengkapi beberapa peralatan tambahan yaitu :

  1. Kabel data, digunakan untuk menghubungkan antara LCD Proyektor dengan komputer.
  2. Power Supply.
  3. Adaptor dan kabel penghubung tegangan ke LCD Proyektor.

Proyektor jenis ini bekerja berdasarkan sebuah prinsip pembiasan cahaya yang dihasilkan oleh panel-panel yang terdapat pada LCD. Panel ini sengaja dibuat terpisah berdasarkan warna-warna dasar, merah, hijau dan biru (R-G-B). Sehingga nantinya terdapat tiga panel LCD yang ada di dalam sebuah proyektor. Warna gambar yang dikeluarkan oleh proyektor merupakan hasil pembiasan dari panel-panel LCD tersebut yang telah disatukan oleh sebuah prisma khusus.

Gambar yang telah disatukan tersebut kemudian dilewatkan melalui lensa dan di”jatuh”kan pada layar sehingga dapat dilihat sebagai gambar utuh. Gambar yang dihasilkan proyektor LCD memiliki kedalaman warna yang baik karena warna yang dihasilkan olah panel LCD langsung dibiaskan lensa ke layar. Selain itu gambar pada proyektor LCD juga lebih tajam dibandingkan dengan hasil gambar proyektor DLP. Kelebihan lain dari LCD adalah penggunaan cahaya yang lebih efisien sehingga dapat memproduksi “ansi lumens” yang lebih tinggi dibandingkan proyektor dengan teknologi DLP.

  • Proyektor CRT

8-19-300x165

Yang berkutnya adalah jenis proyektor CRT atau yang biasanya sering disebut juga dengan Katoda Ray Tube yang memanfaatkan tabung gambar proyektor kuno yang telah digunakan pada TV konvensional selama beberapa dekade. Dengan jenis proyektor ini, tiga CRT, plus lensa pembesar, digunakan untuk melemparkan sebuah gambar ke layar. Para CRT digunakan untuk memproyeksikan warna utama, merah, biru dan hijau.

Adanya tiga tabung yang berbeda-beda warna dalam proyektor CRT tersbut membuat proyektor ini menjadi lumayan besar dan berat. Hal tersebut menjadi salah satu kekurangan proyektor jenis ini sehingga dianggap kurang fleksibel untuk digunakan pada presentasi-presentasi yang dilakukan dalam ruang yang terbilang kecil. Namun proyektor semacam ini dapat bekerja dengan baik untuk menghasilkan kontras yang terbilang besar dan warna yang yang juga besar. Dikatakan CRT karena gambar tersebut tidak dipindai dengan berkas elektron, mereka tidak terbatas pada kisaran tertentu dan menawarkan piksel lintang yang lebih besar dalam hal resolusi layar.

  • Proyektor DLP (Digital Light Processing)

Proyektor DLP adalah sebuah teknologi yang digunakan dalam projektor dan juga televisi projeksi. DLP awalnya dikembangkan oleh Texas Instruments, dan mereka tetap pembuat satu-satunya teknologi ini, meskipun banyak produk pasar berlisensi menggunakan chipset mereka. Dalam projektor DLP, gambar diciptakan oleh kaca kecil mikroskopis yang disusun di dalam sebuah matrix yang berada di atas chip semikonduktor, dikenal sebagai Digital Micromirror Device.

  • Proyektor LCOS

 

Teknologi yang terakhir ini memanfaatkan keunggulan dua teknologi yang sudah hadir sebelumnya, yaitu LCD dan DLP. Teknologi LCOS lebih mudah diproduksi dan ringan dibandingkan LCD. Resolusi yang dihasilkan juga lebih baik dari LCD. Bahkan resolusi teknologi ini diperhitungkan dapat mencapai QXGA, yaitu 2048×1536 pixel. Sangat tinggi, bahkan yang tertinggi.

Teknologi ini juga mengurangi artefak yang muncul pada LCD. Selain itu, LCOS memiliki kontrol analog seperti layaknya LCD dengan gradasi warna yang lebih baik dibandingkan DLP. Contrast ratio teknologi ini juga lebih baik dibandingkan LCD meskipun tidak terlalu lebih baik dari DLP.
Namun, nilai brightness-nya sejajar dengan LCD yang artinya lebih baik dari DLP.

Jenis Proyektor Transparansi

  • Magic Lantern

Perkembangan proyektor dimulai dengan ditemukannya magic lantern, oleh Jesuit Athanasius Kircher ada tahun 1671. Kemudian pada tahun 1838, William George Horner menciptakan alat optic yang bisa mengubah gambar bergerak menjadi gambar diam, alat ini dinamakan Zoetrope. Pada tahun 1891 Thomas Edison menemukan kinetoscope. Alat ini menggunakan mesin untuk memutar bagian-bagian gambar dengan menyorotkan cahaya ke layer. Sejak saat itu proyektor semakin sering digunakan.

  • Proyektor Overhead (OHP)

Overhead proyektor banyak digunakan untuk proyek transparansi. Transparansi adalah polyester film dari standar ukuran kertas A4 yang memungkinkan untuk melewati cahaya. Overhead proyektor termasuk jenis yang bisa dikatakan mudah digunakan dan juga merupakan proyektor yang pertama digunakan untuk kelas bisnis dan presentasi. Jenis proyektor ini banyak digunakan sebelum hadirnya video proyektor. Proyektor OHP yang dilengkapi dengan aksesoris seperti portabel yang membuatnya bisa berdiri sehingga proyektor ini dapat ditempatkan di tengah kelas.

  • Enlarger

Enlarger adalah sebuah proyektor transparansi khusus yang digunakan untuk memproduksi hasil fotografi dari film atau kaca negative yang menggunakan proses gelatin silver atau transparasi. Enlarger terdiri dari sumber lampu yang umumnya sebuah incandescent light bulb, sebuah holder untuk negative atau transparasi dan sebuah lensa khusus untuk memproyeksikan.

  • Proyektor Film

Proyektor jenis ini bisa dibilang merupakan jenis proyektor yang dulunya banyak digunakan pada gedung bioskop untuk memutar filmnya. Cara kerja dari proyektor ini adalah dengan cara memproyeksikan gambar dari banyaknya frame yang ada pada kumparan film satu persatu.

  • Proyektor Slide

Hampir sama halnya dengan proyektor film, hanya saja proyektor jenis ini digunakan untuk menampilkan atau memproyeksikan tampilan positif gambar yang dapat menembus cahaya.

Cara Kerja Proyektor

Diantara banyaknya jenis proyektor yang sudah dijelaskan di atas, proyektor digital merupakan jenis proyektor yang paling banyak digunakan. Selain karena hasil yang dikeluarkan terbilang bagus, memang pada proyektor ini kita bisa melihat tampilan resolusi yang terbilang besar dan jernih. Cara kerja yang terdapat pada proyektor memang tidak bisa terlihat secara langsung dengan menggunakan mata telanjang.

Proyektor LCD yang banyak beredar saat ini dan termasuk juga yang biasa kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari ini bekerja dengan berdasarkan pada prinsip pembiasan cahaya. Cahaya tersebut dihasilkan oleh panel-panel dari LCD (Liquid Crystal Display) atau Layar Kristal Cair. Panel-panel tersebut terdiri dari 3 buah panel yang dipisahkan berdasarkan 3 warna dasar yang biasa di sebut dengan RGB (Red, Green dan Blue) Merah, Hijau dan Biru. Pancaran cahaya yang keluar dari proyektor tersebut merupakan sebuah hasil dari pembiasan ketiga panel LCD tersebut yang sebelumnya telah dipadukan dalam prisma khusus yang terdapat dalam sistem proyektor tersebut.

Kumpulan cahaya yang melalui panel dan dipadukan melalui prisma tersebut kemudian berlanjut melalui lensa yang dipancarkan pada layar atau media pantul lain sehingga bisa dilihat oleh mata kita sebagai gambar yang sama seperti yang ada di layar komputer atau device lainnya. Gambar pada proyektor LCD akan lebih tajam dibanding proyektor DLP karena warna yang dihasilkan proyektor LCD lebih bersih dan terkesanlebih nyata karena panel LCD yang dipakainya dibiaskan langsung dari lensa ke layar.

Nah, demikianlah ulasan mengenai proyektor, yang mana dikatakan sebagai hal utama dalam perkembangan bioskop. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Related posts