Penjelasan Mengenai Heatsink, Komponen Pendingin Pada Komputer

Heatsink

Di dalam sebuah komputer, tentunya di dalamnya terdapat banyak sekali komponen yang mana seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa setiap komponen tersebut memiliki fungsinya masing-masing yang berguna untuk kinerja komputer. Baik atau tidaknya kinerja sebuah komputer tentunya terpengaruh dari komponen yang ada di dalamnya. Jika komponen dalam keadaan yang bagus atau baik, maka komputer pun akan memiliki kinerja yang baik pula, dan begitu juga dengan sebaliknya jika komponen yang terdapat di dalamnya rusak atau tidak baik, maka komputer tidak akan dapat bekerja dengan baik pula.

Sebagian besar orang yang di dalam kesehariannya sering berkontak dengan komputer, pastinya tahu bahwa di dalam sebuah komputer terdapat beberapa komponen yang bisa dibilang memiliki peranan penting demi menunjang kinerja yang baik pada komputer tersebut. Diantaranya adalah processor yang mana berguna untuk melakukan perhitungan operasi program yang ada dalam komputer dan juga VGA yang mana berguna untuk pengolahan grafis yang baik bagi komputer.

Nah, hal yang tidak mengenakan atau yang bisa membuat kinerja komputer menjadi tidak baik salah satunya adalah karena menurunnya kualitas atau kinerja dari kedua komponen ini. Salah satu permasalahan yang dialami oleh kedua komponen tersebut adalah temperatur suhu yang terlampau panas sehingga membuat dua komponen tersebut menjadi mengalami penurunan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pada komputer maupun laptop yang ada sekarang ini sudah terdapat sebuah komponen tambahan yang mana berguna untuk menstabilkan temperatur suhu pada processor dan juga VGA komputer. Komponen tambahan yang dimaksudkan disini adalah “Heatsink”. Heatsink ini sepintas terlihat seperti kipas kecil yang menempel pada bagian atas processor dan juga VGA yang berguna untuk menghembuskan udara untuk menstabilkan temperatur sehingga processor dan juga VGA yang terdapat di dalam komputer dapat bekerja dengan baik.

Nah untuk itu, pada artikel kali ini mari sama-sama kita mengulas hal-hal yang ada mengenai heatsink ini. Yuk simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Heatsink

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai salah satu komponen komputer yang dinamakan heatsink ini, ada baiknya bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud dengan heatsink ini. Apa itu heatsink? Heatsink adalah sebuah komponen logam yang mana memang didesain khusus yang terbuat dari tembaga atau alumunium, yang berfungsi untuk memperluas transfer panas dari sebuah processor dan membantu proses pendinginan processor itu sendiri. Komponen pada komputer dan laptop yang umumnya dilengkapi heatsink adalah processor (CPU) dan kartu grafis (VGA). Namun pada komputer-komputer spesifikasi tinggi / server tidak jarang pengguna juga menambahkan heatsink pada bridge dan RAM.

Heatsink merupakan komponen yang digunakan pada komputer maupun laptop yang mempunyai fungsi utama untuk mendinginkan komponen tertentu yang berusaha untuk dilindungi. Heatsink merupakan alat pengendali panas pasif yang menyerap panas yang dipancarkan atau dihasilkan oleh komponen elektronik kemudian dipindahkan ke media fluida di sekitarnya, bisa berupa udara maupun cairan. Umumnnya heatsink juga dilengkapi dengan kipas untuk membantu proses pendinginan.

Apa Itu Heatsink

Heatsink memiliki bentuk desain yang berbeda-beda. Bentuk heatsink yang digunakan untuk laptop dan komputer desktop tidaklah sama. Bahkan untuk laptop yang mana jika memiliki merk atau berasal dari pabrikan yang berbeda, maka heatsink yang terdapat di dalamnya juga berbeda. Begitu juga yang terjadi pada komputer desktop. Dan satu hal lagi yang juga harus kita ketahui, setiap tahun dimana terdapat keluaran baru dari laptop ataupun komputer, maka heatsink yang digunakan pun bisa saja memiliki desain dan bentuk yang baru juga yang mana berbeda dari sebelumnya.

Bahan yang paling sering digunakan untuk pembuatan heatsink ini adalah tembaga dan alumunium. Tentu ada alasannya kenapa dalam pembuatan heatsink menggunakan bahan tersebut, sebab gabungan kedua bahan ini adalah sangat baik untuk menyerap panas dan mendinginkannya. Bahan tembaga memiliki konduktifitas tinggi, atau bahan yang bagus untuk menghantarkan panas. Namun, tembaga tidak bisa melepaskan panas dengan cepat jika dibanding alumunium. Sedangkan alumunium, bahan ini memiliki sifat menyerap panas yang lebih rendah dari tembaga, namun ia lebih cepat untuk melepaskan panas yang diserapnya.

Namun sekarang ini sudah terdapat jenis heatsink yang mana menggabungkan kedua bahan tersebut untuk digunakan bersamaan. Tentunya kinerja yang dihasilkan lebih baik, penggabungan antara kedua material tersebut merupakan kombinasi yang sangat baik. Disatu sisi tembaga dapat menyerap panas dengan cepat dan dan disisi lain aluminium dapat melepaskan panas yang diserap oleh tembaga. Kombinasi ini digunakan oleh para produsen heatsink untuk memproduksi produk heatsink mereka dengan kombinasi 2 material pendingin ini. Contohnya heatsink Laptop. Penghantar panasnya menggunakan tembaga, sedangkan yang digunakan untuk mendinginkan panasnya dari bahan alumunium.

Luas area heatsink akan menyebabkan disipasi panas menjadi lebih baik karena akan memperluas area pendinginan yang dapat mempercepat proses pembuangan panas yang diserap oleh heatsink. Bentuk aerodinamik yang baik dapat mempermudah aliran udara panas agar cepat dikeluarkan melalui sirip-sirip pendingin. Khususnya pada heatsink dengan jumlah sirip yang banyak tetapi dengan jarak antar sirip berdekatan akan membuat aliran udara tidak sempurna sehingga perlu ditambahkan sebuah kipas untuk memperlancar aliran udara pada jenis heatsink tersebut.

Desain permukaan dasar heatsink sampai pada ”mirror finish” atau tingkat kedatarannya tinggi sehingga dapat menyentuh permukaan sumber panas lebih baik dan merata. Hal ini dapat menyebabkan penyerapan panas lebih sempurna, tetapi untuk mengindari resistensi dengan sumber panas heatsink tetap harus menggunakan suatu pasta atau thermal compound dan agar luas permukaan sentuh juga lebih merata.

Transfer panas yang baik pada setiap heatsink juga akan mempermudah pelepasan panas dari sumber panas ke bagian sirip-sirip pendingin. Desain sirip yang tipis memiliki memiliki konduktifitas yang lebih baik.

Jenis – Jenis Heatsink

Sebagian besar dari kita pasti sering melihat bagian heatsink yang ada pada CPU komputer ataupun pada laptop. Nah, pastinya juga heatsink yang sering kita lihat tersebut kebanyakan berbentuk seperti kipas kecil yang mana berada di atas processor dan juga VGA card yang terdapat di dalam CPU. Namun, ternyata heatsink tidak hanya berbentuk seperti kipas kecil saja melainkan ada juga jenis-jenis heatsink yang lainnya yang mungkin masih ada yang belum kita ketahui. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis heatsink yang ada, antara lain :

Heatsink

Heatsink

Jenis yang pertama adalah yang merupakan cikal bakal dari perkembangan pendingin processor atau VGA yang ada sekarang ini. Heatsink adalah logam dengan design khusus yang terbuat dari alumuniun atau tembaga (bisa merupakan kombinasi kedua material tersebut) yang berfungsi untuk memperluas transfer panas dari sebuah prosesor. Perpindahan panas terjadi menggunakan aliran udara di dalam casing. Jadi metode pendinginan ini tidak cukup efektif, karena sangat bergantung kepada aliran udara di dalam casing. Jika aliran udaranya terganggu, maka bisa dipastikan prosesor akan kepanansan.

Heatsink Fan (HSF)

Heatsink Fan (HSF)

Untuk jenis heatsink yang berikutnya adalah heatsink fan. Heatsink jenis ini merupakan jenis heatsink yang sering atau banyak digunakan pada komputer dan laptop secara umum sekarang ini. Kita tentunya seringkali menemukan heatsink jenis ini pada komputer ataupun laptop yang kita gunakan dalam keseharian kita. Kipas merupakan sistem pendingin komputer yang paling umum ditemukan, biasanya terpasang di casing, prosesor atau VGA.

Kegunaan dari heatsink jenis ini sebenarnya tergantung pada arah angin yang dihasilkan oleh kipas, ada kipas yang memang berguna untuk sirkulasi udara dan ada juga yang mengarahkan udara ke prosesor atau VGA agar tidak panas. Bentuk, harga dan ukuran dari kipas juga bermacam-macam tergantung merek dan fungsinya. Kamu bisa menggunakan SpeedFan untuk mengetahui kinerja fan kamu dan berapa suhu yang dihasilkan oleh heatsink ini.

HSF memiliki cara kerja yang bisa dikatakan sama seperti cara kerja yang ada pada pendingin heatsink, hanya saja bedanya pada HSF ditambahkan sebuah kipas untuk mempercepat proses transfer panas. Namun HSF bekerja lebih baik dari heatsink biasa. Saat ini HSF menggunakan teknologi heattipe yaitu pipa tembaga kecil untuk transfer panas dengan menggunakan konsep kapilaritas.

Water Cooling (Liquid Cooler)

Water Cooling (Liquid Cooler)

Selanjutnya ada jenis heatsink yang mana pada jenis ini menggunakan semacam cairan yang berguna untuk menetralisir temperatur yang ada pada processor maupun VGA. Liquid cooler akan membuat perangkat komputer yang terintegrasi menjadi 10% lebih dingin sehingga produksi panas bisa diatasi. Dengan begitu umur dari perangkat komputer juga akan lebih tahan lama. Kelebihan dari liquid cooler adalah tidak berisik ketika digunakan, bahkan hampir tanpa suara.

Teknik pendingin CPU dengan menggunakan water cooling ialah dengan menggunakan sejenis cairan pendingin (biasanya berupa air) yang dialirkan menggunakan peralatan khusus untuk water cooling. Peralatanya biasanya terdiri dari water block yang dipasangkan ke pengait processor di motherboard, pompa air, dan radiator. Jenis heatsink yang satu ini sangat cocok untuk kamu yang memang sangat hobi bermain game sehingga bisa memperpanjang usia processor dan juga VGA pada PC ataupun Laptop Gaming kamu.

Dry Ice Cooler Dan Nitrogen Cair

Dry Ice Cooler Dan Nitrogen Cair

Sistem penggunaan dari heatsink jenis ini adalah perangkat komputer akan langsung bersentuhan dengan tabung tembaga yang nantinya akan diisikan dry ice atau es kering atau diisi dengan nitrogen cair. Biasanya digunakan untuk over clock sehingga bisa menghasilkan suhu yang sangat dingin. Efek dari over clock adalah panas berlebihan pada perangkat komputer karena dipaksa untuk menghasilkan kemampuan maksimalnya. Untuk menghindari pengembunan dari hasil pendinginan maka seluruh komponen akan dilapisi pasta dan pada sekeliling tabung diberi isolator panas.

TEC (Thermoelectric Cooler)

TEC (Thermoelectric Cooler)

Jenis heatsink yang terakhir adalah TEC atau Thermoelectric Cooler. Pendingin jenis ini bekerja dengan cara mengalirkan arus listrik ke salah satu sisi logam sehingga akan tercipta sisi yang dingin dan yang panas. Pada sistem pendingin ini bisa membuat sebuah pendingin hingga melewati batas titik beku air.

Fungsi Heatsink

Secara umum, kita semua tahu bahwa heatsing berfungsi untuk mengatur atau mendinginkan temperatur suhu pada processor maupun VGA pada komputer. Menjaga temperatur komponen CPU dan VGA adalah tugas utama digunakannya heatsink. Kedua komponen tersebut sangat penting dijaga temperaturnya guna memastikan program-progam yang ter-install di dalam komputer maupun laptop kita bisa bekerja sesuai dengan kapasitas optimal komponen tersebut.

Selain mendinginkan komponen penting dalam komputer dan laptop, heatsink ini juga berperan dalam operasional perangkat kita agar bisa dijalankan. Jika kondisi CPU terlalu panas akibat telah buruknya kondisi heatsink-nya, maka jangankan kita bisa meningkatkan performa program-program yang ter-install, kita bahkan tidak akan bisa memulai komputer maupun laptop kita karena pada umunya komputer dan laptop telah diberi kode pengaman pada sistem BIOS-nya untuk mendeteksi anomali pada perangkat kita. Salah satu hal penting yang dijadikan indikator pengaman sistem adalah temperatur CPU.

Fungsi Heatsink

Jika temperatur CPU pada komputer atau laptop kita terlalu tinggi, maka perangkat akan melakukan auto shutdown untuk memastikan tidak terjadi kerusakan pada komponen. Jika kamu mendapati komputer atau laptop kamu sering mendadak restart dengan sendirinya, kamu patut curiga apakah heatsink yang ada telah menurun kinerjanya. Jika hal tersebut terjadi terlalu sering, maka disarankan untuk mengganti heatsink agar komponen komputer atau laptop kamu aman.

Fungsi heatsink yang berikutnya masih berkaitan dengan fungsi-fungsi sebelumnya yaitu membantu mencegah kerusakan data. Jika kamu tengah mengerjakan sesuatu menggunakan komputer maupun laptop dan ternyata temperatur CPU kamu terlalu tinggi, maka perangkat kamu akan melakukan auto restart atau mungkin auto shutdown.

Jika terjadi demikian dan kamu belum sempat menyimpan hasil pekerjaan kamu, maka akan berpotensi terhadap kerusakan data pekerjaan kamu. Dengan demikian fungsi heatsink ini sangat vital untuk menjaga kinerja komputer dan laptop kita. Namun pada umumnya, kondisi heatsink masih cukup baik hingga 3 tahun pemakaian secara normal.

Bagaimana Cara Kerja Dari Heatsink

Cara Kerja Dari Heatsink

Setelah mengetahui hal mengenai pengertian dan jenis serta fungsi heatsink, ada baiknya bagi kita untuk mengetahui juga bagaimana cara kerja dari heatsink ini. Sebagian besar dari kita mungkin hanya tahu bahwa heatsink berguna untuk mendinginkan processor maupun VGA yang terdapat pada PC ataupun laptop, namun kita tidak mengetahui bagaimana sebenarnya cara kerja dari heatsink.

Cara kerja heatsink dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu active heatsink dan passive heatsink. Mungkin sebagian dari kita sudah dapat menerka-nerka kira-kira apa itu active heatsink dan passive heatsink. Namun agar tidak salah paham karena mengartikan sendiri dan untuk memperkaya pengetahuan di dunia komputer, mari kita simak uraian berikut.

Heatsink pada dasarnya bekerja dengan cara memindahkan panas dari komponen komputer tertentu seperti CPU dan VGA ke udara bebas. Dengan terbebasnya panas dari komponen-komponen tersebut, maka kinerjanya pun akan optimal. Proses pemindahan panas ini menerapkan prinsip ilmu fisik, dimana panas bisa dipindahkan melalui 3 cara: konveksi, radiasi, dan konduksi. Heatsink bekerja dengan mengombinasikan metode konduksi dan konveksi.

Umumnya heatsink merupakan serangkaian komponen yang terdiri dari logam dan kipas. Logam digunakan karena mempunyai konduktvitas termal yang tinggi. Melalui logam inilah panas pada CPU dan VGA dipindahkan ke logam dengan metode konduksi. Kemudian panas yang ada pada logam heatsink ini dibuang ke udara menggunakan kipas heatsink. Atau bisa juga dipindahkan ke cairan dingin jika medium yang digunakan heatsink berbentuk cair.

Kalau kita merakit komputer, kita akan mudah mengidentifikasi heatsink ini pada CPU dan VGA. Pada VGA biasanya terpasang logam-logam yang begitu banyak. Semakin tinggi kemampuan VGA kita, logam-logam yang menempel di sana akan terlihat semakin gagah dan mengerikan. Ini dikarenakan panas yang dihasikan cukup besar untuk processing grafik kualitas tinggi. Sepintas jika kita melihat heatsink pada VGA yang beredar di pasaran, yang didedikasikakn bagi para gamer, mempunyai heatsink yang luar biasa banyak.

Di samping logam-logam tersebut, heatsink VGA umumnya juga dilengkapi dengan kipas yang sudah menempel langsung pada heatsink tersebut. Heatsink dengan kipas ini disebut sebagai passive heatsink. Disebut passive karena kipas pada heatsink jenis ini langsung terkoneksi pada rangkaian besi heatsink-nya.

Berbeda dengan heatsink pada VGA, heatsink pada CPU tidak memiliki kipas yang terintegrasi secara langsung dengan CPU. Kalau kita membuka CPU dari komputer kita, akan didapati CPU di bawah rangkaian heatsink yang lengkap dengan kipasnya. Jika kita buka heatsink tersebut tentunya kita akan mendapati CPU kita dilindungi oleh pasta. Pasta ini juga merupakan media heatsink, dimana termasuk media cair. Panas yang dihasilkan dari CPU akan ditransfer ke pasta CPU tersebut dan kemudian diteruskan pada logam heatsink yang ada di atasnya.

Kipas yang terintegrasi dengan logam heatsink juga akan membantu mendinginkan melalui prinsip konveksi udara. Heatsink seperti yang ada pada CPU ini disebut sebagai active heatsink karena kipas yang ada pada rangkaian kompenen heatsink tidak terintegrasi secara langsung pada perangkat yang didinginkan, yaitu CPU. Selain itu berbeda dengan heatsink pada VGA, heatsink pada CPU ini memiliki kipas yang mendapatkan daya dari koneksi motherboard atau dikatakan tidak mendapat daya melalui CPU.

Nah, itulah penjelasan mengenai heatsink. Mulai dari pengertian, jenis, fungsi beserta cara kerjanya. Intinya, heatsink juga merupakan salah satu komponen yang juga menjadi bagian penting pada sebuah komputer maupun laptop demi mendukung berapa lama usia komputer ataupun laptop yang kita gunakan. Setelah membaca ulasan di atas, tentunya kita semua jadi tahu juga jenis heatsink mana yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Related posts