Penjelasan Mengenai URL Dan DNS Yang Berpengaruh Dalam Mengakses Internet

URL Dan DNS

Menjelajah internet sekarang ini bukanlah sebuah hal yang asing lagi bagi kita. Karena kita sendiri juga tahu bahwa internet sudah menjadi sebuah kebutuhan yang sangat berguna bagi kita untuk mengakses dan mengumpulkan informasi dari seluruh dunia. Entah itu mengenai berita maupun juga mengenai sarana hiburan.

Dalam mengakses internet untuk mencari informasi, biasanya kita mengakses atau membuka sebuah situs yang mana memang menyediakan berita maupun hiburan yang kita cari. Dan biasanya untuk mengakses sebuah situs website tersebut, kita diharuskan untuk mengetik alamat yang mana tertuju kepada situs web tersebut.

Alamat yang dimaksudkan untuk mengakses sebuah website itu biasa disebut juga dengan URL. Bagi sebagian orang yang beraktifitas dalam pengelolaan website, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah URL ini. Namun masih ada sebagian orang yang masih belum paham mengenai URL ini.

Selain URL, pastinya juga kita sering mendengar yang namanya DNS. DNS dikatakan juga sebagai alamat IP yang ada pada sebuah server komputer maupun web server.

Untuk itu, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai URL dan juga DNS yang mana dikatakan digunakan sebagai alamat untuk mengakses sebuah situs website maupun menjelajah internet. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasannya berikut ini.

Penjelasan Mengenai URL

Untuk sebagian orang, terutama yang memang pada kesehariannya bertanggung jawab dalam pengelolaan web pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah URL. Apa yang dimaksud dengan URL ini? Mungkin kita pernah mendengar istilah URL, entah itu dari sekolah, buku atau dari artikel yang kita baca di internet.

Meskipun kegiatan yang berhubungan dengan internet sering dilakukan namun ternyata masih banyak masyarakat yang kurang memahami definisi atau pengertian URL. Terutama bagi beberapa pihak yang terlibat aktif dalam pengelolaan web sudah pasti harus memahami secara betul definisi dari URL, mengingat semakin maraknya kegiatan hack atau cybercrime yang memanfaatkan penggunaan URL.

URL adalah singkatan dari “Unifrom Resource Locator” yaitu merupakan rangkaian karakter menurut format standar tertentu, digunakan untuk menunjukan alamat dari suatu sumber misalnya seperti dokumen, file dan gambar yang terdapat di internet.

Penjelasan Mengenai URL

Rangkaian karakter yang digunakan bisa saja berupa huruf, angka ataupun simbol sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Salah satu standard yang dimaksudkan adalah URL tidak mengenal adanya spasi, biasanya diawali dengan HTTP atau biasa disebut Hypertext Transfer Protocol dan masih banyak lagi.

Penetapan URL menjadi salah satu bagian yang sangat penting bagi para pembuat atau developer web. Namun bagi para pengunjung tidaklah terlalu penting dikarenakan saat ini sudah ada mesin pencari seperti Google, Yahoo dan lain – lain. Pada web browser pun terkadang sudah otomatis mengarahkan kolom URL kita ke mesin pencari sehingga kita hanya perlu mengetik keyword-nya saja.

URL merupakan sebuah mekanisme untuk mengecek data-data pada web, SSL, atau server FTP, juga termasuk protokol layer aplikasi yang bisa membuat suatu perminataan kepada server. Banyak orang terutama hacker memanfaatan URL untuk meretas suatu website. Untuk itu, perlu sebuah pengamana yang ketat untuk mencegah terjadinya pencurian data-data penting dari suatu website.

URL pertama kali diciptakan oleh tim Berners-Lee pada tahun 1991 agar penulis-penulis dokumen dokumen dapat mereferensikan pranala ke World Wide Web. Sejak 1994, konsep URL telah dikembangkan menjadi istilah Uniform Resource Identifier (URI) yang lebih umum sifatnya. Namun istilah URL masih tetap digunakan secara luas.

Awal sejarah internet yang semakin kini semakin pesat menjadikan layanan yang diberikan di internet menjadi semakin bervariasi, tidak hanya berupa akses ke halaman web yang ditulis dalam format HTML saja namun juga layanan akses dokumen melalui FTP, Gopher, Usenet News dll. Jenis dokumen yang diberikan masing-masing layanan tersebut yang berbeda-beda membuat cara aksesnya juga beragam dan memakan waktu lama, maka diciptakanlah URL untuk mengatasi masalah ini.

Kesimpulannya, URL adalah suatu “pathname” untuk mengidentifikasi sebuah dokumen di web. Didalam URL terdapat informasi nama mesin/host (dalam hal ini komputer) yang akan diakses, nama dokumen beserta logical pathnamenya serta jenis protokol yang akan digunakan untuk melakukan akses ke web. Untuk lebih mudahnya, URL adalah sebuah sistem penamaan pada alamat situs web (web site). Jadi, untuk mendapatkan website yang di inginkan, kita harus mengetikan file URL di baris alamat web browser.

Bagian Yang Ada Pada URL

Setelah mengetahui definisi mengenai pengertian URL, ada baiknya bagi kita yang ingin memahaminya juga membahas tentang bagian-bagian yang ada pada URL. Perlu untuk diketahui sebelumnya bahwa suatu URL terdiri atas bagian – bagian tertentu yakni protokol, domain dari suatu web dan path absolut sesuai direktori yang ada.

Protokol dalam URL ini bertindak sebagai bagian yang paling penting karena memberikan informasi kepada server apakah menggunakan mode HTTP (Hypertext Transfer Protocol) saja atau juga menggunakan WWW (World Wide Web). Bahkan saat ini banyak ditemui URL yang tidak mencantumkan atau menyembunyikan host WWW seperti pada Blog, hal ini dikarenakan pengaturan dari admin hostnya sendiri.

Bagian Yang Ada Pada URL

Bagian berikutnya dari URL adalah domain atau nama web itu sendiri dan biasanya jadi satu paket dengan web server. Para pembuat atau developer web biasanya menggunakan jasa domain serta web server gratis seperti Blogger atau versi berbayar seperti Idhostinger. Terdapat juga istilah sub domain yang dibuat mengikuti domain utamanya.

Yang kedua adalah path pada URL. Pada umumnya URL memang menggunakan path absolute atau lengkap pada kolom web browser kita. Setting path pada URL ini mengikuti direktori yang ditetapkan oleh pihak developer. Semakin banyak file atau halaman web maka path yang ada pada URL juga akan semakin banyak sesuai urutan atau kategori yang ditetapkan. Biasanya penggolongan path diberi tanda garis miring (/) sebagai penanda direktori.

Fungsi URL

Fungsi URL

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa URL berfungsi sebagai alamat yang bisa kita gunakan untuk mengakses sebuah situs website. Namun selain itu, URL juga memiliki fungsi yang lainnya. Berikut ini adalah fungsi lain dari URL :

  • Sebagai sarana identifikasi suatu dokumen, file, gambar dan lain – lain pada web
  • Dapat digunakan juga sebagai penamaan suatu file pada web
  • Selain memudahkan dalam mengakses halaman web kita juga dapat lebih mudah mengingat web yang sebelumnya sudah diakses

Namun adakalanya fungsi URL juga disalahgunakan oleh oknum – oknum lain yang kurang bertanggung jawab seperti melakukan plagiasi alamat website atau bahkan dipergunakan sebagai media hack. Seperti yang terjadi pada beberapa situs sosial media beberapa waktu yang lalu, hanya dengan meniru nama URL seperti asli namun beda domain banyak para pengguna yang tidak sengaja membocorkan akunnya ketika proses login.

Oleh karena itu dengan memahami URL ini kami mengharapkan agar kita lebih hati – hati dan teliti ketika mengelola web atau bahkan ketika sedang berselancar di internet sebagai pengguna pada umumnya.

Contoh Penggunaan URL

Contoh dari penggunaan URL bisa kita jumpai pada kolom URL ketika sedang mengakses suatu halaman di internet. Ketika kita sedang membaca artikel ini maka kita perhatikan bahwa kolom URL pada browser kita pasti mengarah ke website ini yang terdiri dari protocol (HTTP), domain atau nama web dan path – path atau page halaman terkait. Untuk penjelasan mengenai bagian URL akan lebih dijelaskan di bagian – bagian URL.

Contoh Penggunaan URL

URL pada web biasanya dibedakan menjadi 2 macam yakni URL Absolute dan URL Relative. URL Absolute adalah contoh URL yang lengkap yakni terdiri dari nama domain serta menyebutkan lokasi atau direktori file tersebut, contohnya seperti “http://www.namasitus.com/images/image.jpg”. Sedangkan URL Relative juga berfungsi menyebutkan sebuah lokasi atau direktori file namun pada domain yang memang aktif pada saat itu, contohnya seperti “image.jpg”.

Penjelasan Mengenai DNS

Setelah mengetahui hal-hal yang ada mengenai URL, selanjutnya kita akan membahas mengenai DNS. Setiap kali akan mengakses suatu halaman di internet, pengguna biasanya mengetikkan nama domain yang ingin diakses. Misalnya saja, ketika ingin membuka halaman facebook, pastilah kita akan mengetikkan www.facebook.com pada browser di komputer. Sebetulnya, di balik alamat domain tersebut, terkandung alamat IP yang mendefinisikan letak sebuah halaman. Alamat IP ini bisa diterjemahkan dari suatu domain dengan menggunakan DNS.

Domain Name System atau yang biasa disingkat dengan DNS adalah sebuah sistem yang berfungsi menterjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama domain ke alamat IP. Jadi, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server yang kemudian dipetakan ke dalam alamat IP oleh DNS .

DNS ditemukan pada tahun 1983 oleh Paul Mockapetris, dengan spesifikasi awal RFC 882 dan 883. Empat tahun kemudian pada 1987, spesifikasi DNS dikembangkan menjadi RFC 1034 dan RFC 1035. DNS berguna untuk melakukan komunikasi data di jaringan internet yang sangat luas.

DNS

Sebelum adanya DNS, dahulu digunakan file HOST.TXT dari SRI pada seluruh komputer yang terhubung dengan jaringan untuk memetakan alamat ke sebuah nama. Namun sistem ini memiliki keterbatasan, karena setiap kali satu alamat komputer berubah, sistem yang berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update file HOST. Keterbatasan ini kemudian digenapi dengan hadirnya DNS.

Sebagai contoh, ketika kita mengetikkan sebuah alamat suatu website misalkan : facebook.com, maka DNS akan menterjemahkannya ke dalam alamat IP : 203.190.242.69 agar dapat dimengerti oleh komputer. DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang terhubung pada internet seperti web browser maupun pada sebuah layanan email. Selain itu, DNS juga dapat di terapkan pada private network maupun intranet.

Dengan menggunakan DNS, pengguna tidak perlu lagi menghafalkan alamat IP dari sebuah komputer maupun situs pada jaringan internet. Cukup menghafalkan host name atau nama domainnya saja. Bisa jadi alamat IP pada sebuah komputer bisa berubah, tetapi host name (nama komputer) tidak dapat berubah. Maka dari itu, DNS cenderung konsisten. DNS sangat mudah diimplementasikan dengan protokol internet seperti TCP/ IP.

Fungsi Dari DNS

Fungsi Dari DNS

Sesuai dengan judul di atas, DNS memiliki pengaruh penting dalam mengakses internet. Dengan fungsi yang ada dimiliki oleh DNS tentunya akan mempengaruhi hal-hal yang ada dalam mengakses internet. Berikut ini adalah beberapa fungsi yang terdapat pada DNS, antara lain :

  • Mengidentifikasi komputer sebagai titik dalam suatu jaringan

Yang pertama, fungsi dari layanan DNS pada komputer dan jaringan internet ini adalah untuk mengidentifikasi komputer user sebagai suatu titik di dalam jaringan, yang sudah terhubung. Setiap komputer yang sudah terhubung ke dalam jaringan, terutama jaringan internet juga akan memiliki sebuah alamat tersendiri, yaitu alamat IP atau IP address. Dengan adanya layanan DNS ini, maka jaringan internet dapat mengidentifikasi komputer yang ada sebagai sebuah titik atau bagian kecil yang sudah terhubung ke dalam jaringan.

Ibaratnya, DNS seperti tanda pengenal yang biasa dikenakan oleh pegawai kantoran. Dalam tanda pengenal tersebut, terdapat nama, foto dan juga nomor induk pegawai. Sama seperti hal tersebut, DNS memberikan informasi mengenai identitas IP address pada suatu komputer, sehingga dapat dikenali sebagai satu kesatuan yang sudah terhubung ke dalam jaringan komputer.

Hal ini juga berlaku untuk data-data yang di kirimkan melalui internet, termasuk menjaga komputer dari penerimaan hal-hal yang bersifat tak aman. Untuk itu pemasangan firewall perlu diberlakukan dengan berdasarkan dns dan juga alamat ip sebuah komputer.

  • Menyediakan alamat IP untuk setiap host

Fungsi berikutnya dari DNS adalah untuk menyediakan alamat IP untuk tiap – tiap host yang terhubung di dalam internet. Host merupakan rumah dari para pengembang website, dimana setiap website atau situs internet menggunakan host agar dapat diakses oleh kalangan umum.

Untuk dapat mengidentifikasi alamat IP dari tiap tiap host tersebut, maka digunakanlah DNS, sehingga nantinya tiap–tiap host yang terhubung ke dalam jaringan internet akan memilki IP address masing – masing.

  • Mendata setiap server surat yang menerima email pada tiap – tiap domain

DNS juga memiliki fungsi dan peran yang penting dalam penggunaan server, terutama mail server. Ketika mail server bekerja, dalam menerima dan meneruskan sebuah email, DNS bekerja dengan cara melakukan pendataan terhadap segala macam surat elektronik yang melakukan aktivitas, baik email masuk dan keluar di dalam mail server tersebut.

Ibaratnya, DNS bisa disebut sebagai seorang supervisor yang melihat dan mengawasi, serta mencatat segala bentuk aktivitas yang ada dan menyimpannya.

  • Menterjemahkan nama domain ke dalam IP address, dan sebaliknya

Selain host, sebuah web browser atau situs dai dalam internet juga membutuhkan domain. Beberapa domain yang biasa digunakan adalah .com .org .sch .ac dan sebagainya. Secara kasat mata, tentu yang kita ketahui dari sebuah alamat situs adalah domainnya. Namun tidak demikian dalam pembacaan yang dilakukan di dalam jaringan internet.

Setiap domain nantinya akan memilki IP address masing – masing. Disinilah DNS memiliki peranan yang penting. Tanpa adanya IP address pada masing – masing domain, maka komputer dan jaringan internet tidak akan menemukan alamat atau situs yang akan dituju.

Karena itu, DNS sangat penting peranannya dalam jaringan internet, dalam menterjemahkan nama domain ke dalam IP address, sehingga dapat dibaca dan mudah dipahami oleh komputer juga keseluruhan jaringan internet.

  • Mempermudah komputer dalam mengidentifikasi alamat website

Dalam mengidentifikasi keseluruhan alamat website atau situs pun DNS sangat membantu. Jadi komputer tidak perlu kesulitan dalam mengidentifikasi alamat IP dari sebuah situs juga sebaliknya. Dengan DNS maka secara otomatis komputer sudah bisa mengidentifikasi IP address dari sebuah situs atau website, dan kebalikannya, komputer juga mengetahui alamat dari sebuah situs dengan cara membacanya melalui IP address.

  • Mempermudah user untuk tidak perlu mengingat alamat IP

Jika tidak ada DNS, maka jaringan tidak akan mampu mengakses alamat yang diketikkan pada web browser. Misalnya saja ketika kita ingin mengakses www.google.com, tanpa adanya DNS, komputer tidak dapat menemukan halaman Google karena alamat IP belum teridentifikasi.

Bagaimana Cara Kerja DNS

Cara Kerja DNS

Untuk mengetahui bagaimana cara kerja dari DNS, perlu diketahui bahwa dalam pengelolaannya terdapat 3 hal yang mempengaruhi cara kerja dari DNS ini, yaitu :

  • DNS resolver : adalah klien yang merupakan komputer pengguna, pihak yang membuat permintaan DNS dari suatu program aplikasi
  • Recursive DNS server : adalah pihak yang melakukan pencarian melalui DNS berdasarkan permintaan resolver, kemudian memberikan jawaban pada resolver tersebut.
  • Authoritative DNS server : pihak yang memberikan respon setelah recursive melakukan pencarian. Respon dapat berupa sebuah jawaban maupun delegasi ke DNS server lainnya.

Untuk menjalankan tugasnya, server DNS memerlukan program client yang bernama resolver untuk menghubungkan setiap komputer user dengan server DNS. Program resolver yang dimaksud adalah web browser dan mail client. Jadi untuk terhubung ke server DNS, kita perlu menginstall web browser atau mail client pada komputer kita.

Kita bisa sedikit mendeskripsikan cara kerja server DNS sebagai berikut :

  • DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.
  • DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
  • DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
  • Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.
  • Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.
  • Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud.
  • Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web browser).

Jadi, jika apa yang dicari di server DNS pertama tidak ditemukan. Pencarian dilanjutkan pada server DNS kedua dan seterusnya dengan 6 proses yang sama seperti di atas. Perlu dicatat, pencarian dari client ke sejumlah server DNS dikenal dengan istilah proses pencarian iteratif sedangkan proses pencarian domain antar server DNS dikenal dengan istilah pencarian rekursif.

Demikianlah ulasan yang ada mengenai URL dan juga DNS yang mana pada masing-masingnya memiliki fungsi yang mana mempengaruhi penggunaannya di dalam mengakses internet. Tanpa kedua hal tersebut, tentunya kita tidak akan bisa dengan mudah mengakses sebuah situs website yang ada di interner. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.

Related posts