Sejarah Perkembangan Dan Jenis Pistol

pistol

Disaat kita masih kecil, ketika kita melihat atau mengidolakan polisi, pasti hal yang paling keren dari polisi itu menurut kita adalah pistolnya. Pistol yang selalu dibawa kemanapun pak polisi tersebut pergi, diibaratkan seperti perangko yang tidak bisa lepas dari amplop surat. Hal tersebut adalah yang paling utama jika membayangkan tentang polisi.

Nah, pistol yang selalu dibawa oleh polisi itu adalah senjata api yang tidak sembarangan orang bisa memilikinya. Jika ingin memilikinya, tentunya harus memiliki izin terlebih dahulu. Lain halnya jika memang pada suatu Negara yang dimana masyarakatnya memang diberi izin untuk memiliki senjata yang bisa digunakan sebagai bentuk upaya melindungi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain pada polisi, pistol juga menjadi sebuah ciri khas yang sangat mencolok bagi para cowboy atau kita biasa menyebutnya dengan sebutan koboi. Untuk menentukan siapa yang terkuat, para koboi akan bertarung satu lawan satu untuk menunjukkan siapa yang terhebat dalam menggunakan senjata pistol ini.

Berbicara mengenai pistol, tahukah kamu bagaimana perkembangannya sejak awal sampai sekarang? Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Pistol

Berdasarkan informasi yang terdapat di wikipedia, pengertian pistol adalah senjata api yang bisa ditembakkan dengan satu tangan. Kata ‘pistol’ mulai digunakan untuk mendeskripsikan senjata api genggam pada abad ke-18. Pada abad ke-15 pistol berarti sebuah pisau kecil yang bisa disembunyikan di dalam pakaian. Pistol atau senjata api genggam dibagi menjadi dua jenis utama. Revolver, yang menggunakan kamar peluru yang berputar. Dan pistol biasa, yang kamar pelurunya menyatu dengan laras. Pistol menggunakan kaliber peluru yang bervariasi dari .22 sampai .50 cal.

Pistol seringkali dianggap sebagai senjata kelas dua, di lihat dari hal kekuatan bila dibandingkan dengan senjata jenis laras panjang. Tapi jangan salah dulu!, sesungguhnya kekuatan pistol tidak jauh berbeda dengan senjata laras panjang loh. Keduanya hanya dibedakan oleh jenis situasi adu-tembak saat mereka digunakan, apakah itu jarak jauh atau jarak dekat.

pistol

Senjata pistol merupakan senjata yang sangat mematikan dan sering digunakan oleh para polisi di berbagai belahan dunia untuk melumpuhkan maupun membunuh para penjahat. Pistol terdiri dari beraneka macam jenis, mulai dari yang sedang sampai pistol yang sangat mematikan. Pistol bisa sangat diandalkan lantaran bobotnya yang ringan, simple namun tetap berkualitas. Dengan bobot yang ringan, pistol dapat memudahkan penggunanya untuk bermanuver dalam memuntahkan peluru. Saat ini, pistol semakin kaya akan bentuk dan tentu efeknya yang mematikan.

Pistol sendiri mengalami banyak perkembangan. Seiring dengan waktu, muncul banyak jenis pistol yang makin gila dan ciamik. Dan berikut ini adalah deretan pistol paling mematikan yang pernah ada. Tingkat kerusakan yang ditimbulkan dari pistol-pistol ini konon sama gilanya dengan tipe senjata berat macam M16 atau riffle yang lain.

Ketika senapan berat tidak mampu mengatasi kendala tempat, maka pistol yang akan jadi andalan. Ya, senjata ini memang ringan, tapi punya fungsionalitas keren. Ringan akan membuat pengguna lebih bisa bermanuver dalam memuntahkan peluru-peluru. Misalnya lebih leluasa bergerak dan sebagainya. Makanya, pistol selalu dijadikan alternatif senjata yang wajib menempel di sabuk-sabuk anggota.

Sejarah Perkembangan Pistol

Sampai saat ini, masih belum diketahui secara pasti bagaimana sejarah awal mengenai kemunculan senjata api yang satu ini. Senjata tangan yang biasa dikenal dengan sebutan pistol ini diperkirakan pertama kali muncul pada kisaran waktu sekitar abad 14. Beberapa sejarawan mengungkapkan bahwa pada dasarnya pistol diciptakan sebagai bentuk improvisasi dari bubuk mesiu. Awal kemunculan pistol ini bermula dari “hand gonne” yang kemudian kita kenal dengan sebutan “HandGun”, yang mana sisa-sisanya banyak ditemukan di wilayah Estonia. Sepanjang sejarah perkembangan awalnya, pistol selalu berada di balik bayang-bayang popularitas senapan (rifle).

Awal kemunculan pistol bisa kita ambil berdasarkan dari awal munculnya hand gonne, yaitu senjata berupa pelontar proyektil yang mirip dengan canon berukuran mini. Hand gonne adalah sebuah senjata yang mana dioperasikan oleh minimal dua orang untuk menggunakannya. Caranya yaitu satu orang memegangnya di depan dada dan seorang yang lain menyulut api. Prinsip kerjanya pada dasarnya mirip dengan canon yang banyak ditemukan pada abad pertengahan. Proyektil logam berbentuk bola berdiameter 1,8-2,5 cm harus dimasukkan ke tabung yang sebelumnya telah diisi bubuk mesiu. Saat ditembakkan, ujung laras hand gonne harus membentuk sudut elevasi karena lubang tabung (yang di kemudian hari disebut kaliber) nyaris pas dengan diameter proyektil. Mesiu yang kemudian disulut api akan menciptakan ledakan dan gas. Pada saat inilah proyektil terlontar. Jarak tembak hand gonne sekitar 35 meter.

Kemudian setelah era hand gonne mulai perlahan-lahan memudar, orang-orang Portugal pun mulai memperkenalkan pistol yang merupakan turunan dari senapan matchlock. Senjata ini disebut matchlock karena mekanisme pemantikan mesiunya sangat bergantung pada ketepatan jatuh sumbu berapi pada cawan mesiu. Saat mesiu pada cawan terbakar, api secara otomatis akan masuk melalui lubang kecil ke pangkal laras. Sama seperti pada hand gonne, proyektil berbentuk bola besi kecil akan terlontar. Lewat mekanisme inilah pertama kalinya dikenal sistem pemantik peluru. Meski bentuknya masih sederhana, api sudah tidak disulut secara manual.

Dengan sistem ini, sumbu api yang dijepit di kepala tangkai logam berbentuk huruf “S” akan digerakkan “mematuk” cawan kecil berisi mesiu. Gerakan mematuk akan terjadi setelah trigger ditarik. Pistol dan senapan matchlock diperkenalkan pada pertengahan abad 14. Namun, pistol matchlock kalah populer dari versi senapannya, sehingga dibuat sangat terbatas. Rifle matchlock sempat dibuat massal dan menjadi pegangan utama bangsa Portugal saat menjelajah Amerika. Bangsa lain yang menggunakan rifle ini adalah bangsa Jerman dan Perancis. Senapan jenis ini juga dikenal dengan nama “musket”, sehingga tentara yang menggunakannya biasa disebut “musketeer”.

Namun, berbagai insiden yang terjadi membuat matchlock kian tak populer. Mesiunya kerap meletup tanpa diduga. Ledakan ini terkadang melukai pinggang dan kaki pemiliknya, biasa terjadi akibat api pada sumbu pemantik masih membara dan tanpa disadari menyulut mesiu yang tersimpan di saku celana. Selain itu, pistol atau rifle matchlock kurang responsif saat dipakai dalam cuaca basah. Para penggunanya sering kerepotan menjaga agar sumbu tetap membara. Senjata ini bahkan masih sering kalah cepat dengan panah.

Riskannya penggunaan sumbu api membuat para perancang senjata mencari sistem pemantik lain yang lebih aman. Sistem yang baru kemudian menggunakan batu api (flint). Sistem ini tidak begitu lama diciptakan karena pada masa itu, sekitar abad 15, batu api sudah biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari. Bentuk evolusi pertama diciptakan oleh Johann Kiefuss dari Nuenberg, Jerman, pada 1517. Sistem pengganti matchlock ini biasa disebut “wheellock”. Mekanisme wheellock mirip dengan pemantik korek api gas sekarang. Api akan terpercik setelah batu api digerus roda (wheel) bergerigi. Tarikan trigger akan membuat striker arm (tangkai penjepit) batu api jatuh pada cawan mesiu. Roda bergerigi yang ada di bawah cawan kemudian berputar dan menggerus batu api. Percikan api akan membakar mesiu dan tersulutlah mesiu di dalam laras.

Sejumlah literatur menyatakan bahwa sebenarnya penemu sistem pemantik ini bukanlah Kiefuss, melainkan Leonardo da Vinci, sekitar abad 15. Pistol jenis inilah yang memungkinkan dioperasikan hanya dengan satu tangan. Karena biaya pembuatan wheellock jauh lebih mahal dari matchlock, pistol dan senapan ini tidak diberikan pada semua prajurit, hanya pada perwira penting saja. Wheellock masih bertahan hingga abad 18. Sementara itu, sistem baru kembali muncul. Jenis pistol yang baru ini disebut “snaphaunce”. Snaphaunce bisa dibilang tidak benar-benar baru, karena masih menggunakan batu api. Bedanya, snaphaunce tidak menggunakan roda bergigi. Bagian yang dianggap mahal ini diganti dengan tangkai bergigi yang cukup digerakkan per daun.

Pada snaphaunce, tarikan trigger akan menggerakkan tiga bagian berturut-turut. Pertama, tutup cawan mesiu akan terbuka, lalu striker arm batu api akan “mematuk” cawan mesiu. Sebelum jatuh di cawan, batu api akan menggesek tangkai bergerigi terlebih dulu sehingga percikannya akan membakar mesiu di cawan. Semburan api inilah yang selanjutnya akan menjalar masuk ke laras dan menciptakan ledakan. Tipe snaphaunce muncul pertama kali pada 1570. Beberapa literatur menyebutkan pengguna pertama kali adalah orang Eropa utara. Namun ada juga yang menyebut Belanda, didasarkan pada kata “snaphaunce” yang kemungkinan berasal dari kata “schnapp hahn” yang berarti patukan ayam jago (gerakan striker arm batu api memang mirip patukan ayam jago).

Sistem baru yang lebih praktis kembali muncul. Pada 1612, seorang Perancis bernama Marin le Bourgeoys memperkenalkan ciptaannya. Ia tak banyak mengubah mekanisme pada snaphaunce, hanya memadukan fungsi tangkai penggerus dengan tutup cawan mesiu. Tipe baru ini dikenal dengan nama “flintlock”. Flintlock langsung diserahkan pada Raja Henry IV, penguasa Perancis saat itu. Dia pun langsung memerintahkan pabrik senjata untuk memproduksinya secara massal. Kepraktisannya membuat flintlock dengan cepat populer di kalangan militer Eropa dan menggeser wheellock dan snaphaunce.

Model flintlock paling terkenal adalah Brown Bess Flintlock, dibuat pada 1700an. Jenis yang satu ini bisa diisi mesiu dan proyektil lalu menembaknya dua sampai lima kali per menit. Keakuratannya pun sudah lumayan meningkat, bisa membunuh orang dari jarak sekitar 10 meter. Flintlock adalah jenis terakhir yang menggunakan batu api.

Masa keemasan flintlock berlangsung cukup lama, sekitar 200 tahun, sampai akhirnya ditutup oleh ciptaan John Forsyth. Pastor Skotlandia ini memperkenalkan sistem pemantik api “percussion cap” (pemukul topi) pada 1805. Kepopuleran percussion cap adalah karena tidak lagi menggunakan batu api yang dianggap kurang memadai karena rentan air dan kerap tak bisa digunakan dalam keadaan lembab.

Sebelum merancang percussion cap, Forsyth meramu bahan peledak baru yang selanjutnya menjadi peledak mesiu yang ditaruh dalam laras senapan atau pistol. Material peledak yang merupakan campuran merkuri itu ditaruh pada mulut pipa kecil yang mengarah pada lubang mesiu. Material yang sudah dibungkus inilah yang nantinya akan “dipukul” pelatuk (hammer) dan selanjutnya mengirim api ke tabung mesiu. Kelak, mekanisme semacam inilah yang akan digunakan sebagai dasar rancang bangun peluru atau “cartridge”.

Pada setiap peluru, terdapat 1) bullet atau proyektil yang akan dilontarkan, 2) selongsong atau tabung mesiu, 3) mesiu atau material cordite, 4) rim atau bagian selongsong untuk “loading”, dan 5) primer, pemantik mesiu di “pantat” peluru. Primer inilah yang merupakan bentuk evolusi percussion cap.

Sepintas, percussion cap masih menyerupai flintlock. Senjata ini masih memiliki tangkai berbentuk huruf “S” yang biasa dipakai untuk menjepit batu api. Namun, pada percussion cap, tangkai ini tidak lagi menjepit batu api. Di ujung tangkai ini hanya ada cekungan yang digunakan untuk “memukul” topi peledak merkuri di ujung tangkai satunya lagi. Percussion cap dianggap sebagai pembuka jalan menuju perancangan senjata genggam (handgun) dengan peluru dalam silinder putar atau revolver. Revolver mulai marak digunakan di Amerika Serikat saat Perang Sipil.

Sejak saat itu, perkembangan rancang bangun dan mekanisme yang terdapat pada pistol berkembang dengan cara yang sangat luar biasa. Selain memicu pembuatan revolver, peluru juga memicu pembuatan pistol bermagasin, yang variannya terus bermunculan dari masa ke masa.

Jenis – Jenis Pistol

Pistol merupakan senjata api yang bisa dikatakan memiliki banyak penggunanya di dunia. Dan ternyata ada banyak jenis yang ada dari pistol ini. Berikut adalah beberapa jenis pistol yang sudah dirangkum :

  • One Shot Pistol

One Shot Pistol

Yang pertama ada One Shot Pistol. Alasannya memiliki sebutan seperti itu adalah karena memang pistol ini hanya bisa menembak sebanyak satu kali saja. Kemudian setelah itu kita harus mengisi amunisinya lagi sebelum memulai untuk menembak lagi. Tentunya kita tahu kalau pistol ini tidak efektif jika digunakan dalam perang karena kita terlalu sibuk untuk mengisi ulang amunisinya. Pistol ini adalah salah satu pistol tertua dari Dinasti Yuan di China adalah juga merupakan pistol jenis Single-Shot yang bentuknya mirip dengan meriam berukuran mini. Pistol jenis ini bahkan juga digunakan pada pertempuran pedang. Di era kolonialisme, para penjelajah memiliki pistol ini dalam persenjataan mereka.

  • Pistol Laras Ganda

Pistol Laras Ganda

Berbeda dengan yang pertama, jenis pistol ini merupakan hasil perkembangan dari one shot pistol. Karena bisa dikatakan pistol jenis ini tercipta berkat hasil pemikiran dari one shot pistol yang mana membuat pistol ini mampu menembak secara beruntun. Secara umum, senjata laras ganda adalah senjata yang memiliki dua laras berdampingan (atau terkadang lebih) yang masing-masing larasnya tersebut sudah terisi peluru dan siap ditembakan. Walaupun pistol jenis ini tidaklah lama masa penggunaannya dikarenakan kemunculan pistol revolver, namun cukup banyak dipakai menggantikan pistol sebelumnya.

  • Revolver

Revolver

Nah, kemudian ada satu jenis pistol yang menjadi senjata ciri khas yang digunakan oleh para koboi. Perhatikanlah pada film-film koboi yang ada, kita pasti akan selalu menemukan pistol jenis ini dalam film tersebut. Dengan menggunakan silinder berisi peluru yang otomatis berputar setelah senjata tersebut ditembakan, revolver dapat menembakan 5-8 peluru tergantung kapasitas silinder tersebut. Pistol ini sangat luas penggunaannya di abad ke-19 bersamaan dengan berkembangnya Amerika dan hingga kini pistol revolver pun masih memiliki penggemarnya sendiri karena teknologinya tidak lantas termakan zaman oleh kemunculan pistol-pistol baru.

  • Pistol Semi-Automatic

Pistol Semi-Automatic

Nah, kemudian ada pistol seperti yang sering kita lihat sekarang ini. Pistol ini merupakan pistol yang bisa dibilang juga merupakan hasil pengembangan dari jenis pistol revolver. Pistol inilah yang banyak kita lihat digunakan oleh para polisi dan juga aparat lainnya. Pistol semi-automatic adalah pengembangan berikutnya dari pistol revolver, dengan konsep yang sama yakni pistol yang terkokang secara otomatis setelah tembakan sebelumnya, namun dengan mekanisme yang berbeda. Pistol jenis ini telah menjadi senjata utama bagi berbagai kesatuan polisi dan senjata sekunder bagi para tentara.

Pistol Paling Mematikan Di Dunia

Setelah kita mengetahui sejarah perkembangan serta jenis-jenis dari pistol, sebagai tambahan, yuk kita simak berbeagai macam pistol yang paling mematikan di dunia. Dikatakan paling mematikan di dunia karena pistol-pistol yang ada dalam daftar di bawah ini memiliki daya rusak yang terbilang luar biasa. Berikut ulasannya :

  • Colt 1911

Colt 1911

Yang pertama ada pistol dengan nama Colt 1911. Senjata api yang satu ini dibuat oleh seorang pengrajin pistol yang cukup ternama yaitu John Browning. Berdasarkan rumor yang beredar mengenai senjata ini, Colt 1911 dikatakan sudah menjadi semacam legenda yang cukup melekat dengan militer Amerika. Ya, hal itu dikarenakan pistol ini mungkin terkesan karena modelnya yang bisa dikatakan tua, akan tetapi pistol ini sudah dipakai lebih dari 70 tahun. Tentunya bukan tanpa alasan kenapa sebuah pistol sampai digunakan selama 7 dekade.

Colt 1911 ini sendiri berisikan 7 buah peluru dan setiap satu butirnya bisa ditembakkan dengan kecepatan mencapai 1.225 kaki per detik. Belum lagi, pistol ini juga dikatakan sangat enak dalam penggunaannya. Di Amerika sendiri, pistol mematikan ini tidak hanya populer di kalangan militer, tapi juga di kalangan masyarakat.

  • Glock 20

Glock 20

Pistol berikut ini memiliki bobot yang terbilang begitu ringan dan juga memiliki desain yang tipis, tapi dengan desain yang seperti itu pistol ini cukup mematikan, setidaknya begitulah yang dikatan oleh orang-orang yang pernah menggunakan pistol yang satu ini. Glock 20 sendiri dibuat dengan bahan-bahan yang berkualitas. Misalnya penggunaan bahan polymer yang dikatakan mampu mengurangi hentakan yang ditimbulkan oleh pistol ini. Pistol Glock 20 ini juga katanya memiliki mekanisme bongkar yang cukup susah. FBI saja butuh waktu yang cukup lama untuk membongkar dan memasangnya kembali.

Glock 20 mampu memuat 15 peluru 10 mm yang masing-masingnya mampu dilontarkan hingga kecepatan 1600 kaki per detik. Senjata ini tidak hanya digunakan untuk militer tapi juga berburu. Alasan lain kenapa senjata ini mematikan adalah kemampuan akurasinya yang sangat keren.

  • Ruger Super RedHawk .454 Casull

Ruger Super RedHawk .454 Casull

Jika berbicara hal yang mengenai daya rusak, pistol revolver merupakan senjata api yang selalu unggul jika dibandingkan dengan jenis yang biasa. Alasannya sendiri adalah, karena umumnya pistol ini memuat tipe peluru yang lebih besar. Revolver juga sudah semakin banyak dikembangkan, dan salah satunya yang paling keren di antaranya adalah Ruger Super RedHawk 454 Casull ini. Namanya memang cukup ribet untuk dibaca. Begitu juga dengan daya rusaknya, cukup ribet untuk dijelaskan dengan kata-kata.

Dari tampilannya sendiri sebenarnya tak perlu deskripsi yang terlalu panjang untuk menjelaskan kenapa pistol ini dikatakan senjata api yang mematikan. Ya, Ruger Super RedHawk dilengkapi dengan lensa bidik yang membuatnya mampu meletuskan peluru dengan sangat akurat. Kecepatan pelurunya sendiri bisa mencapai 1.900 kaki per detik. Kombinasi akurasi dan kecepatan ini disempurnakan dengan deretan peluru sebesar 240 gram.

  • Desert Eagle

Desert Eagle

Selanjutnya ada pistol yang diberi nama Desert Eagle. Senjata buatan Israel ini sendiri sudah memiliki pamor yang mendunia akan kemampuan mematikannya. Kalau biasanya pistol lain hanya seperti menusuk saja, Desert Eagle mampu membuat obyeknya tertusuk dan meledak. Daya hancurnya memang gila dengan sematan peluru 325 gram-nya. Dilihat dari tampilannya, pistol ini memiliki desain yang terbilang sangat klasik, tapi pistol ini sangat ikonik dan keren. Desert Eagle yang sering disebut Deagle ini hanya memuat 7 peluru saja, padahal pistol biasanya mampu memuat 15 bahkan 20. Alasannya ya karena peluru untuk Deagle ini besar-besar. Lagi pula, satu peluru Deagle dampaknya sama seperti 3-4 peluru biasa.

  • Smith & Wesson 500 Magnum

Smith & Wesson 500 Magnum

Dan, inilah pistol yang paling mematikan yang pernah dibuat di dunia. Pistol ini bernama Smith & Wesson 500 Magnum. Pistol ini merupakan senjata api berjenis revolver yang punya daya hancur hampir sama seperti Desert Eagle. Namun pistol satu ini punya kelebihan lain, apalagi kalau bukan akurasinya yang sangat mematikan. Hal tersebut dikarenakan moncongnya yang lebih panjang dari revolver biasa. Sehingga menawarkan akurasi yang hebat. Kemampuan ini juga didukung oleh kecepatan pelurunya yang bisa menembus angka 2.075 kaki per detiknya.

Nah, demikianlah ulasan mengenai perkembangan pistol. Senjata api bukanlah hal yang bebas untuk kita gunakan kapan saja. Karena bisa saja secara sengaja ataupun tidak pasti bisa merugikan orang lain dan diri sendiri. Terima kasih sudah membaca dan semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Related posts